Anda di halaman 1dari 20

KOR PULMONAL

M. Ridzki. S, Sked 2006.04.0.0021 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah

Definisi
Adalah

hipertropi- dilatasi ventrikel kanan akibat hipertensi pulmonal yang disebabkan penyakit parenkim paru dan atau pembuluh darah paru atau dinding thorax yang tidak berhubungan dengan kelainan jantung kiri.

Hipertensi pulmonal menyebabkan pembesaran ventrikel kanan ( hipertropi dan dilatasi) dan berjalannya waktu menjadi gagal jantung kanan.

Etiologi

1.
2.

3.
4.

Terbagi atas 4 kelompok : Penyakit pembuluh darah paru Tekanan darah pada arteri pulmonal oleh tumor mediastinum, aneurisma, granuloma, atau fibrosis Penyakit neuromuskular dan dinding dada Penyakit yang mengenai aliran udara paru, alveoli, termasuk PPOK. ( PPOK merupakan penyebab utama insufisiensi respirasi kronik dan kor pulmonal, diperkirakan 80- 90 % kasus)

1.

Penyakit pembuluh darah paru :


a.

b. c.

2.

Penyakit akibat kelainan dinding dada :


a. b. c. d. e.

Penyakit pembuluh darah primer ( Primary pulmonal hypertension- PPH, granulomatous pulmonal arteritis, toksin drug abuse- aminorex fumarate, stenosis pulmonal perifer), Penyakit trombotik ( microtombus, sickle cell), Emboli ( tromboemboli, emboli tumor/ amnion/ udara/ lemak) Kyphoscoliosis Thoracoplasti Fibrosis pleura Kelemahan neuromuskuler Sindrom sleep apnea Hipoventilasi idiopatik

f.

3.

3. Penyakit yang mengenai aliran udara paru : a. PPOM ( Bronkhitis Kronis, Emfisema) penyebab utama ( 50%) b. Fibrosis kistik c. Kelainan kongenital d. Obstruksi jalan nafas atas e. Reseksi paru f. Penyakit akibat ketinggian tempat 4. Penekanan arteri pulmonal akibat tumor mediastinum, aneurisma, granuloma, atau fibrosis.

Sering di kaburkan oleh gejala dan keluhan dari penyakit yang mendasarinya seperti penyakit atau kelainan paru.

Manifestasi Klinis

Edema tungkai dyspnea on exertion Exercise- induced peripheral cyanosis Excessive daytime somnolence Atypical chest pain batuk dan mudah lelah Riwayat gagal nafas

Tanda- tanda ini merupakan petunjuk kearah adanya cor pulmonale

Patofisiologi
Penyakit Paru Kronis
Hipoksia Vasokonstriksi Asidosis, Hiperkapnea

Vaskular bed berkurang


Hipertensi pulmonal Hipertrofi- dilatasi ventrikel kanan CP kompensata CP dekompensata, gagal jantung kanan

Diagnosa
Anamnesa sesuai dengan penyakit yang mendasari terjadinya, tanyakan juga riwayat adanya sesak dan batuk produktif pada bronchitis akut, sesak mendadak disertai nyeri dada, payah jantung kiri yang menimbulkan hipertensi pulmonal misal pada mitral stenosis.

Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan fisik ditemukan berupa gejala umum akibat kelainan yang mendasari seperti : 1. Takipnea 2. Sianosis jari dan tubuh 3. Peningkatan JVP 4. Dinding dada bentuk abnormal ( tergantung kelainan yang mendasari) 5. Pulsasi didaerah ventrikel kanan 6. Suara jantung lemah, bising sistolik dari insufisiensi tricuspid sekunder akibat tekanan ventrikel kanan yang tinggi 7. Pada cor pulmonale akut didapatkan tanda- tanda Low output stage dan sesak tiba- tiba yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya 8. Peningkatan komponen pulmonal dari S2 9. S3 dan S4 ( atau keduanya) dari ventrikel kanan 10. Bising insufisiensi trikuspid 11. hepatomegali, asites, edema perifer 12. Keringat dingin dan denyut nadi cepat dan lemah

Pemeriksaan lab EKG

Irama sinus atau aritmia, umumnya supraventrikuler biasanya akibat hipoksia, gangguan elektrolit, obat- obatan digitalis dan bronchodilator. Deviasi aksis kekanan, gelombang P pulmonale akibat tegangan atrium kanan meningkat atau dilatasi, hipertrofi ventrikel kanan, right bundle, branch block, flow progression of R di V1-3 Apabula gambaran hipertrofi ventrikel kanan yang klasik tidak didapatkan maka diagnosis didasarkan pada kombinasi dari rS di V5-V6, deviasi sumbu ke kanan, qR di aVR dan P pulmonale.

Foto Thorax Gambaran foto thorax didapatkan tergantung kelainan yang menyebabkan. Dapat berupa : 1. Kelainan parenkim paru, pleura, atau dinding thorax 2. Pembesaran cabang utama arteri pulmonalis 3. Gambaran Pruned Tree dari vaskuler paru yang menurun drastis pada area perifer 4. Pembesaran ventrikel kanan 5. Pembesaran vena cava superior dan vena azygos 6. Apek terangkat akibat hipertrofi RV

Laboratorium Tergantung dari etiologi yang mendasari terjadinya cor pulmonale.


-

Analisa gas darah menunjukan hipoksia ( saturasi O2 </= 90% dan hiperkarbia. Pemeriksaan faal paru didapatkan obstruksi dan restriksi berat.

Ekokardiografi Didapatkan pembesaran ventrikel kanan, hipertensi pulmonal tanpa kelainan jantung kiri, regurgitasi trikuspid dan pulmonal, dan struktur ventrikel kiri yang normal.

Diagnosa Banding
1.

Hipertensi vena pulmonalis akibat kelainan jantung kiri

2.

Perikarditis konstriktif

Tata Laksana
Tujuan pengobatan kor pulmonal adalah : 1. Mengoptimalkan efisiensi pertukaran gas 2. Menurunkan hipertensi pulmonal 3. Meningkatkan kelangsungan hidup 4. Pengobatan penyakit dasar dan komplikasinya

Pengobatan dari aspek jantungnya bertujuan untuk : 1. Menurunkan hipertensi pulmonal 2. Pengobatan gagal jantung kanan 3. Meningkatkan kelangsungan hidup

Terapi Oksigen

2 hipotesis : 1. Terapi oksigen mengurangi vasokonstriksi dan menurunkan resistensi vaskular paru yang kemudian meningkatkan isi sekuncup ventrikel kanan, 2. Terapi oksigen meningkatkan kadar oksigen arteri dan meningkatkan hantaran oksigen ke jantung, otak, dan organ vital lain. Pemakaian oksigen secara kontinyu selama 12 jam ( National Institute of Health), 15 jam ( British Medical Research Council/ MRC) dan 24 jam ( NIH) dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Indikasi pemberian oksigen 1. PA O2 < 55 mmHg atau SaO2 < 88% 2. PA O2 55- 59 mmHg atau SaO = 89% jika didapatkan tanda- tanda berikut : Edema yang merupakan tanda gagal jantung P pulmonale pada EKG Erithrositosis ( Hematokrit > 56%)

Vasodilator Penggunaan vasodilator sampai saat ini belum direkomendasikan untuk pemakaian secara rutin, penggunaan vasodilator bila di dapatkan 4 respon hemodinamik, seperti 1. Resisten vaskuler paru diturunkan 20%, 2. Curah jantung meningkat atau tidak berubah, 3. Tekanan arteri pulmonal menurun atau tidak berubah, 4. Tekanan darah sistemik tidak berubah signifikan.

Digitalis Digitalis hanya digunakan pada pasien kor pulmonal dengan gagal jantung kiri. Digitalis tidak meningkatkan fungsi ventrikel kanan pada pasien kor pulmonal dengan fungsi ventrikel kiri normal, tetapi pada pasien dengan penurun fungsi ventrikel kiri, digoksin dapat meningkatkan fungsi ventrikel kanan. Pemakaian digitalis dapat meningkatkan resiko komplikasi aritmia.

Diuretika Diberikan bila terjadi gagal jantung kanan. Tetapi penggunaan yang berlebih dapat menyebabkan alkalosis metabolik yang dapat memicu hiperkapnia, selain itu dapat terjadi kekurangan cairan yang mengakibatkan preload ventrikel kanan dan curah jantung menurun.