Anda di halaman 1dari 13

EPIDEMIOLOGI GIZI

SURVEILANS GIZI FKM UMI ROSLIN SALIMA, SKM, M.KES

Salah satu unsur dari program pencegahan yang

dilaksanakan secara terencana dan terprogram dalah epidemiologi surveilas


Epidemiologi surveilans adalah pengumpulan dan

pengamatan secara sistematik dan berkesinambungan, analisis, dan interpretasi data kesehatan dalam proses menjelaskan dan memantau (memonitor) peristiwa kesehatan

Tujuan Surveilans Gizi


memperoleh gambaran kejadian masalah gizi
Identifikasi, investigasi & penanggulangan Penentuan klompok risiko tinggi

Penentuan prioritas penanggulangan


Bahan evaluasi antara/input berbagai program gizi

dgn hasilnya berupa prevalensi & angka mslh gizi Penentuan trend

KOMPONEN SURVEILANS GIZI


Pengumpulan data status gizi Validitas

Kompilasi data: bentuk; tabel (tabulasi), diagram

(batang & garis/grafik), peta(maping, spot map). Analisis & interpretasi data Kejadian/ siatuasi status gizi Action Dessimination Report & Feed back Evaluasi

Keterbatasan
Tenaga

Waktu
Indikator Perlu beberapa tahun ut analisi trend

Populasi kecil & tdk ada klpk kontrol


Hasil yg kurang lengkap

Manfaat Surveilans Gizi


Mendeteksi kecenderungan

Mengestimasi dampak
Merangsang ut penelitian lebih lanjut Memperthitungkan alternatif pencegahan &

penanggulangan (probabilitas efek positif & negatif) Memberikan perbaikan kebijakan klinik & community.

Langkah2 Mengembangkan Surv Gizi


1.

Kepentingan kesmas; dasar analisis u/ menentulan mslg gizi yg perlu di surv: - Jmlh kasus & bsrnya prev gz yg dimaksud - Severity akibat mslh gz tsb (disability mortality rate) - Economic lost - Preventability

rate &

2. Kejelasan sistem surveilans Gizi - Tujuan - Sasaran - Flow chart

Mis : Kejadian masalah Gizi

Siapa yg mengukur & mendiagnosis


Bagaimana ia mengukur & mendiagnosis Bagaimana management datanya

Sifat & penilaian sistem Surv Gz


Simplicity

Flexibility
Acceptability Sensitivity

Predictive Value positive


Representativity Timeliness

Beberapa Indikator Surveilans Gizi

1.

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)

A. Untuk screening (penapisan) individu a) Indikator b) Cut-off c) Sumber data d) Frekuensi e) Tujuan f) Pengguna Berat Badan lahir (BBL) BBL < 2500 gram Bidan desa atau dukun terlatih (Laporan kohor bayi) Setiap ada bayi lahir Penapisan bayi untuk diberikan perawatan Puskesmas

2.

MASALAH GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA

A. Screening individu balita untuk rujukan/perawatan/treatment


a) Indikator b) Cut-off Pertumbuhan berat badan (SKDN) 1.BGM (BB/U < -3SD) 2.3T (3 x penimbangan tdk naik BB) c) Sumber data Posyandu (Penimbangan bulanan) d) Frekuensi Sekali sebulan e) Tujuan Screening balita yg memerlukan tindakan rujukan atau intervensi khusus (pengobatan dan atau PMT pemulihan) f) Pengguna Puskesmas

3.
a) b) Indikator Cut-off

MASALAH KEP BALITA


BB/U BB/U < - 2 SD dan (Gizi kurang) dan BB/U < - 3 SD (gizi buruk),kwasiorkor dan marasmus Puskesmas (Pelacakan Gizi buruk, kunjungan pasien & opsional kegiatan bulan penimbangan Setiap ditemukan kasus (setiap saat) Rujukan atau memberikan treatment khusus bagi penderita sesuai dg grade kurang gizinya. Puskesmas

A. Screening individu balita untuk rujukan/perawatan/treatment

c)

Sumber data

d) e)

Frekuensi Tujuan

f)

Pengguna