Anda di halaman 1dari 75

PENYEMPURNAAN KEPMENPAN NOMOR 84 TAHUN 1993 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

DIREKTORAT PROFESI PENDIDIK DITJEN PMPTK DEPDIKNAS


1

Alasan-alasan Penyempurnaan:
Satu-satunya jabatan fungsional yang belum menyesuaikan Keppres Nomor 87 Tahun 1999 adalah Jabatan Fungsional Guru Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 adalah dasar yang kuat untuk menjadikan Jabatan fungsional Guru sebagai Jabatan Ahli guru sebagai tenaga profesional wajib memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV

Dasar Hukum
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil Keputusan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar Naional Pendidikan Peraturan Pemerintah Nomor 7 4 Tahun 2008 tentang Guru Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil

Instansi Pembinaan Jabatan Fungsional Guru


Instansi pembina Jabatan Fungsional Guru adalah Departemen Pendidikan Nasional Tugas Instansi Pembina:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Penetapan pedoman penyusunan formasi jabatan guru Penetapan standar kompetensi guru Pengusulan tunjangan jabatan guru Sosialisasi jabatan guru serta petunjuk pelaksanaannya Penyusunan kurikulum Diklat Fungsional/Teknis Fungsional Guru Penyelenggaraan Diklat Fungsional/Teknis dan Penetapan Sertifikasi Guru 7. Pengembangan sistem informasi jabatan guru 8. Fasilitasi pelaksanaan jabatan guru 9. Fasilitasi pembentukan organisasi profesi dan penyusunan kode etik guru 10. Melakukan monev pelaksanaan jabatan guru
4

Unsur Penilaian Jabatan Fungsional Guru


Peraturan MENPAN 84/1993 A. 1. 2. Unsur dan Sub Unsur Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Proses Belajar Mengajar 2. Proses Belajar Mengajar Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: a. Pengembangan diri 1) Diklat fungsional 2) Kegiatan kolektif guru (KKG/MGMP) b. Penulisan Karya Ilmiah 1) Melakukan Penelitian 2) Gagasan ilmiah 3) Publikasi; Jurnal, buku, diklat, modul c. Karya Inovatif 1) Menemukan teknologi tepat guna 2) Menemukan/menciptakan karya seni 3) Alat peraga/praktikum d. Mengikuti perkembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya. 5 Perubahan/Penyempurnaannya A. Unsur dan Sub Unsur Kegiatan ( 90%) 1. Pendidikan dan Pelatihan pendidikan formal dan fungsional

3.

Pengembangan Profesi - Melakukan kegiatan karya tulis - Membuat alat pelajaran - Menciptakan karya seni - Menemukan teknologi tepat guna - Mengikuti perkembangan kurikulum

1.

4. Penunjang

4. Penunjang ( 10%)

Jenjang Jabatan dan Pangkat Guru


Permen Menpan 84/1993 Jabatan dan Pangkat melekat Jabatan dan Pangkat ada 13, terdiri dari 1. Guru Pratama, gol. II/a 2. Guru Pratama Tingkat I, gol. II/b 3. Guru Muda, gol. II/c 4. Guru Muda Tk I, gol. II/d 5. Guru Madya, gol. III/a 6. Guru Madya Tk I, gol. III/b 7. Guru Dewasa, gol. III/c 8. Guru Dewasa Tk I, gol. III/d 9. Guru Pembina, gol. IV/a 10. Guru Pembina Tk I, gol. IV/b 11. Guru Utama Muda, gol. IV/c 12. Guru Utama Madya, gol IV/d 13. Guru Utama, gol IV/e Pernyempurnaan . Jabatan dan Pangkat terpisah Jabatan ada 4 jenjang dimulai dari. Pertama gol III/a dan III/b Muda. gol III/c dan d Madya gol IV/a, b dan c Utama, gol IV/d dan e

Kewajiban melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan


Permen Menpan 84/93 gol II/a s.d. IV/a Diklat KBM Penunjang Pengembangan Profesi (PP) tidak wajib Pengembangan Profesi wajib bagi: gol IV/a b = pengembangan profesi 12 dari wajib gol IV/b - c = idem gol IV/c d = idem gol IV/d e = idem Penyempurnaan Selain KBM, guru wajib mengikuti pengembangan diri dan melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan, dimulai dari: gol III/a III/b-c III/c-d III/d-a IV/a-b IV/b-c IV/c-d IV/c Pengembangan diri Pengembangan diri dan 4 PP Pengembangan diri dan 6 PP Pengembangan diri dan 8 PP Pengembangan diri dan12PP idem Pengembangan diri dan 14 PP dan presentasi Pengembangan diri dan 20 PP
7

Penilaian Pembelajaran Pembimbingan


Permen Menpan 84/93 Penilaian PBM didasarkan pada aspek kuantitas dengan surat pernyataan kepala sekolah telah melakukan PBM Penyempurnaan Penilaian pembelajaran didasarkan pada aspek kualitas, kuantitas, waktu dan biaya:
Kriteria amat baik, nilai A mendapat angka kredit 125% dari angka kredit yang harus dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Kriteria baik, nilai B, 100% Kriteria sedang, nilai C, 75% Kriteria kurang, nilai D, 50%

BAB IX PENGANGKATAN DALAM JABATAN GURU Pasal 29

Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan guru, adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Penetapan dalam Jabatan Guru


Permen 84/93
Ijasah paling rendah SPG /D-II Pangkat paling rendah II/a (Pengatur Muda)

Penyempurnaan
Ijasah paling rendah Sarjana (S-1)/ Diploma (D-IV) Pangkat paling rendah III/a (Jabatan Pertama)

10

Pasal 31
Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan guru dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan guru, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Pusat dalam Jabatan Fungsional Guru dilaksanakan sesuai dengan formasi Jabatan Fungsional Guru yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara; 2. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam Jabatan Fungsional Guru dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Guru yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Guru yang masih memiliki Pangkat atau gol II/a. sampai II/d dimasukkan dalam jabatan ahli (jabatan pertama). Dengan melaksanakan tugas sebagai guru pertama, dan apabila sampai akhir tahun 2015 belum melalui Ijasah Sarjana (S1)/Diploma Empat maka sistem penilaian kenaikan pangkat reguler dan terbatas. Guru gol. III/a dan tidak/belum memiliki kualifikasi S1/D-IV sampai tahun 2015 maka kenaikan pangkat setinggi-tingginya adalah gol. III/d
12

Ketentuan Peralihan

Sanksi Pasal 37
1) Guru yang tidak dapat memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan tidak mendapat pengecualian dari Menteri Pendidikan Nasional dihilangkan haknya untuk mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan maslahat tambahan. Guru yang terbukti memperoleh penetapan angka kredit (PAK) dengan cara melawan hukum diberhentikan sebagai Guru dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi, tunjangan fungsional, maslahat tambahan dan penghargaan sebagai Guru yang pernah diterima setelah yang bersangkutan memperoleh dan mempergunakan penetapan angka kredit tersebut. Pengaturan sanksi lebih lanjut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional

2)

3)

13

Pasal 40
1) Pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini ditetapkan guru yang memiliki pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a dan belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, disesuaikan jenjang jabatan/ pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. 2) Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (3) huruf b dan Pasal 40 ayat (1) apabila tidak memperoleh ijazah Sarjana (S1/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, kenaikan pangkat setinggitingginya adalah Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.

Pasal 41
1. Guru yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a sampai dengan Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d pada saat peraturan ini berlaku, sampai dengan akhir tahun 2015 belum memiliki ijazah S1/D-IV melaksanakan tugas utama sebagai Guru Pertama dengan sistem kenaikan pangkat menggunakan angka kredit (Lampiran V Peraturan ini) Guru yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a sampai dengan Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d pada saat Peraturan ini berlaku, sampai dengan akhir tahun 2015 belum memiliki ijazah S1/D-IV, dan belum mencapai pangkat Penata Muda golongan ruang III/a tetap melaksanakan tugas utama Guru sebagai Guru Pertama. Guru yang sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 diatas , apabila memperoleh ijazah S1/D-IV yang seusai dengan bidang yang diampu diberikan angka kredit 65% angka kredit kumulatif diklat. Tugas utama, dan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan ditambah angka kredit ijazah S1/D-IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu dengan tidak memperhitungkan angka kredit dari kegiatan penunjang

2.

3.

Pasal 41 (lanjutan)
4. Guru yang belum memiliki ijazah S1/D-IV yang sudah memiliki pangkat Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b ke atas, apabila memperoleh ijazah S1 / D-IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu diberikan angka kredit 100% dari tugas utama dan pengembangan keprofesian berkelanjutan ditambah angka kredit ijazah S1/D-IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, dengan memperhitungkan angk kredit unsur penunjang seusai Lampiran VIII peraturan ini Guru yang memperoleh ijazah S1/D-IV yang tidak sesuai dengan bidang tugas yang diampu, diberikan angka kredit sesuai Lampiran I peraturan ini

5.

Pasal 42
Pejabat yang berwenang ,menetapkan angka kredit Guru golongan II adalah sebagai berikut : a. Kepala Kantor Departemen Agama bagi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Guru pada madrasah b. Pimpinan unit kerja yang membidangi pendidikan setingkat eselon II bagi Guru di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama. c. Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru di lingkungan provinsi d. Kepala Dinas yang mebidangi pendidikan bagi Guru di lingkungan Kabupaten/Kota

PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU


UTAMA UTAMA IVd-IVe IVd-IVe MADYA IVa-Ivb-IVc MUDA IIIc-IIId PERTAMA Gol. IIIa-IIIb INDUCTION PERIODE

SUPERVISORS COMPETENCE-BASED CPD

COMPETECIES ASSESSMENT S-1/D-4 AND TEACHER CERTIFICATE

TEACHERS COMPETENCEBASED CPD

PRINCIPALS COMPETENCE-BASED CPD


18

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) terdiri dari


PENGEMBANGAN DIRI

PKB

KARYA INOVATIF

PUBLIKASI ILMIAH
a) Hasil penelitian atau gagasan inovatif b) Buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru
15

Yang dinilai angka kreditnya


pasal 11

Angka Kredit
PENDIDIKAN

PENUNJANG

PEMBELAJARAN

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

13

UNSUR KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN


Macam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Pengembangan Diri
Yang meliputi...

a) diklat fungsional b) kegiatan kolektif guru a) presentasi pada forum ilmiah b) publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan ilmu di bidang pendidikan formal c) publikasi buku pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru a) menemukan teknologi tepat guna b) menemukan/menciptakan karya seni c) membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum

Publikasi Ilmiah

Karya Inovatif

d) mengikuti pengembangan penyusunan standar . pedoman., soal dan sejenisnya

PERBEDAAN UTAMA KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI ANTARA PERATURAN LAMA DENGAN YANG BARU

Peraturan lama
1 Berdasar pada Kepmenpan nomor : 84/1993 tanggal 24 Desember 1993 tentang: Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pengembangan Profesi 1. 2. 3. 4. 5.

Peraturan baru
Kepmenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tertanggal 10 Nopember 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

2 3

Sebutan Macam Pengembangan Profesi Guru

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Karya Tulis Ilmiah 1. Pengembangan Diri Teknologi Tepatguna 2. Publikasi Ilmiah Alat Peraga 3. Karya Inovatif Karya Seni Pengembangan Kurikulum

LANJUTAN
4 5 Jenis Pengembangan Diri Macam Publikasi Ilmiah (Tidak ada pada peraturan lama) 1. KTI hasil penelitian 1. 2. 1. diklat fungsional kegiatan kolektif guru presentasi di forum ilmiah

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Tinjuan Ilmiah
Tulisan Ilmiah Popoler Prasaran Ilmiah Buku/Modul Diktat Karya Terjemahan

2.
3. 4. 5. 6. 7.

hasil penelitian
tinjauan ilmiah tulisan ilmiah populer artikel ilmiah buku pelajaran modul/diktat

8.
9.

buku dalam bidang pendidikan


karya terjemahan

10. bukupedoman guru 6 Macam Karya Inovatif 1. 2. 3. 4. Teknologi Tepatguna Alat Peraga Karya Seni Pengembangan Kurikulum 1. 2. 3. 4. menemukan teknologi tetap guna menemukan/menciptakan karya seni membuat/memodifikasi alat pelajaran mengikuti pengembangan penyusunan standar . pedoman., soal dan sejenisnya

Prasayarat dalam kenaikan golongan

Wajib sebagai syarat kenaikan pangkat/golongan VIa ke atas dengan minimal jumlah angka kredit 12.

Wajib sebagai syarat kenaikan pangkat/golongan IIIb ke atas dengan minimal jumlah angka kredit yang bervariasi berdasar jenjang pangkat/golongannya.

RAGAM JENIS PUBLIKASI


Jumlah angka kredit minimal dari sub unsur

Dari Jabatan

Ke Jabatan

Sub unsur pengembangan diri


3 (tiga)

Sub unsur publikasi ilmiah dan atau karya inovatif


--

Macam publikasi ilmiah yang wajib ada (minimal satu publikasi)

Guru Pertama Guru Pertama golongan IIIa golongan IIIb Guru Pertama Guru Muda golongan IIIb golongan IIIc Guru Muda golongan IIIc Guru Muda golongan IIId Guru Madya golongan IVa Guru Muda golongan IIId Guru Madya golongan IVa Guru Madya golongan IVb

Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah & inovatif Bebas pada jenis karya publiasi ilmiah& inovatif Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e) Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.b, 2.2.c atau 2.2.d)

3 (tiga)

4 (empat)

3 (tiga)

6 (enam)

4 (empat)

8 (delapan)

4 (empat)

12 (duabelas)

LANJUTAN
Guru Madya Guru Madya golongan IVb golongan IVc
4 (empat) 12 (duabelas)

Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e) Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.b, atau 2.2.c), atau 2.2.h.1 atau 2.2.h.2) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e) Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.b atau 2.2.c atau 2.h.1), Buku pelajaran atau buku pendidikan (2.3.a 1, atau 2.3.a.2, atau 2.3.c.1) Makalah hasil penelitian (kode 2.2.e) Artikel yang dimuat di jurnal (2.2.a, atau, 2.2b, atau 2.h.1)) Buku pelajaran atau buku pendidikan (2.3.a. 1 atau 2.3.a.2,

Guru Madya Guru Utama golongan IVc (* golongan IVd

5 (lima)

14 (empatbelas)

Guru Utama

Guru Utama

5 (lima)

20 (duapuluh)

golongan IVd golongan IVe

KOMPETENSI PROFESIONAL KEPALA SEKOLAH KUNCI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN


Kepemimpinan pendidikan

Supervisi pendidikan

Administrasi/ manajemen pendidikan

Peran kepala sekolah


Pelaksana program sekolah Organisator Pengelola kantor

Pendorong dan penggerak staf

Hubungan sekolah dengan masyarakat

Manajer sarana/ prasarana


Penanggung jawab sekolah

Pemimpin profesional

Kepemimpinan Sekolah adalah


kemampuan untuk
bekerja dengan orang lain

sabar

tersenyum
memecahkan masalah

mendengar
mengorganisasi berkomunikasi

TANTANGAN PELAYANAN PENDIDIKAN BERMUTU


Mindset Kompetensi Pendidik

Culture Kendala dan Tantangan Kebijakan

Kompetensi Tendik

Physical Resources

Manajemen

Curriculum
29

Kinerja (performance)
kinerja kemampuan kerja prestasi kerja performance penampilan kerja perilaku kerja

Kinerja merupakan prestasi kerja untuk memperoleh hasil kerja yang optimal

kinerja ~ kualitas

Penilaian Kinerja Guru (PKG)


PKG merupakan penghargaan atas prestasi kerja guru, sehingga dikaitkan dengan peningkatan dan pengembangan karir guru PKG menjamin bahwa layanan pendidikan yang diberikan oleh guru adalah berkualitas PKG menjamin bahwa guru melaksanakan pekerjaannya secara profesional PKG terkait langsung dengan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran

Hasil PKG
merupakan bahan evaluasi diri bagi guru untuk mengembangkan potensi dan karirnya sebagai acuan bagi sekolah untuk merencanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan dasar untuk memberikan nilai prestasi kerja guru dalam rangka pengembangan karir guru sesuai Permenegpan 16/2009

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan) No.16/2009 tentang

JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU


(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Penata Muda, IIIa Guru Pertama Penata Muda Tingkat I, IIIb 100 150 200 300 400 550 700 850 1050 50 50 100
Kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan

Guru Muda Guru Madya Guru Utama

Penata, IIIc Penata Tingkat I, IIId Pembina, IVa Pembina Tingkat I, IVb Pembina Utama Muda, IVc Pembina Utama Madya, IVd Pembina Utama, IVe

100
150 150 150 200

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT (Guru Pertama III/a ke III/b)


Pendidikan

Unsur utama

45

50

90%

Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

42

Penilaian Kinerja

Compulsory

Unsur penunjang

10%

Optional

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU


(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Penata Muda, III/a Guru Pertama Penata Muda Tingkat I, III/b 100 150 200 300 400 550 700 850 1050

50 50 100
Kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan

Guru Muda Guru Madya Guru Utama

Penata, III/c Penata Tingkat I, III/d Pembina, IV/a Pembina Tingkat I, IV/b Pembina Utama Muda, IV/c Pembina Utama Madya, IV/d Pembina Utama, IV/e

100
150 150 150 200

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT


(Guru Pertama III/b ke Guru Muda III/c)

Pendidikan
Unsur utama
Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan

38

Penilaian kinerja

45
PKB

50

90%

Publikasi/ karya inovatif Pengembangan diri

4
Compulsory

Unsur penunjang

10%

Optional

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU


(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Penata Muda, IIIa Guru Pertama Penata Muda Tingkat I, IIIb 100 150 200 300 400 550 700 850 1050

50 50 100
Kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan

Guru Muda Guru Madya Guru Utama

Penata, IIIc Penata Tingkat I, IIId Pembina, IVa Pembina Tingkat I, IVb Pembina Utama Muda, IVc Pembina Utama Madya, IVd Pembina Utama, IVe

100
150 150 150 200

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT


(Guru Muda III/c ke III/d)

Pendidikan
Unsur utama
Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan

81

Penilaian kinerja

90
PKB

100

90%

Publikasi/ karya inovatif Pengembangan diri

6
Compulsory

Unsur penunjang

10%

10

Optional

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU


(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Penata Muda, III/a Guru Pertama Penata Muda Tingkat I, III/b 100 150 200 300 400 550 700 850 1050 50 50 100
Kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan

Guru Muda Guru Madya Guru Utama

Penata, III/c Penata Tingkat I, III/d Pembina, IV/a Pembina Tingkat I, IV/b Pembina Utama Muda, IV/c Pembina Utama Madya, IV/d Pembina Utama, IV/e

100
150 150 150 200

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT


(Guru Muda III/d ke Guru Madya IV/a)

Pendidikan
Unsur utama
Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan

78

Penilaian kinerja

90
PKB

100

90%

Publikasi/ karya inovatif Pengembangan diri

8
Compulsory

Unsur penunjang

10%

10

Optional

Guru Pertama Golongan III/a

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU


(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Penata Muda, IIIa Guru Pertama Penata Muda Tingkat I, IIIb 100 150 200 300 400 550 700 850 1050 50 50 100
Kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan

Guru Muda Guru Madya Guru Utama

Penata, IIIc Penata Tingkat I, IIId Pembina, IVa Pembina Tingkat I, IVb Pembina Utama Muda, IVc Pembina Utama Madya, IVd Pembina Utama, IVe

100
150 150 150 200

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT (Guru Pertama III/a ke III/b)


Pendidikan

Unsur utama

45

50

90%

Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

42

Penilaian Kinerja

Compulsory

Unsur penunjang

10%

Optional

PENILAIAN KINERJA
Penilaian kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya (Permenegpan No.16/2009)

42

Penilaian kinerja dilakukan setiap akhir tahun untuk 14 (empat belas) kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran Angka kredit dari penilaian kinerja umumnya dikumpulkan dalam waktu 4 (empat) tahun

BIDANG KOMPETENSI GURU dalam Penilaian Kinerja


Pedagogi
7 kompetensi

Kepribadian
3 kompetensi

14 kompetensi
(telah ditetapkan oleh BSNP)

Sosial
2 kompetensi

Profesional
2 kompetensi

KOMPETENSI PEDAGOGI
1. Mengenal karakteristik anak didik 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik 3. Pengembangan kurikulum 4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik 5. Memahami dan mengembangkan potensi 6. Komunikasi dengan peserta didik 7. Penilaian dan evaluasi

KOMPETENSI KEPRIBADIAN
8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia 9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan 10. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

KOMPETENSI SOSIAL
11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif 12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat

KOMPETENSI PROFESIONAL
13. Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu 14. Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan reflektif

Penilaian Kinerja di Lapangan


Dilakukan setiap akhir tahun oleh kepala sekolah atau pengawas atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah (yang telah mengikuti pelatihan penilaian) Penilaian terhadap 14 kompetensi guru dilakukan dengan instrumen khusus Hasil penilaian untuk setiap kompetensi dinyatakan dengan skala 1 sampai 4 Nilai minimum 14 Nilai maksimum 56

PENILAIAN INDIKATOR KINERJA


Kinerja yang sangat baik (kinerja di atas standar)

Sasaran kinerja (kinerja sesuai standar)

2
Kinerja di bawah standar

Kinerja di bawah standar (kinerja yang tidakditerima)

Tahap penilaian
1. Persiapan penilaian 2. Pelaksanaan penilaian Wawancara sebelum masuk kelas Observasi di kelas (video) Wawancara setelah masuk kelas Monitoring data administratif di sekolah, wawancara guru piket dan kepala sekolah 3. Analisis hasil observasi dengan pembandingan terhadap indikator kinerja standar 4. Menentukan nilai untuk setiap kompetensi

Analisis hasil observasi


Catatan hasil wawancara sebelum masuk kelas Catatan hasil observasi di dalam kelas Catatan hasil wawancara setelah masuk kelas Catatan hasil monitoring (adminstratif, wawancara guru piket dan kepala sekolah)
Persiapan

Laporan PKG

Fakta per kompetensi


Bukti fisik yang ada Pembandingan terhadap standar Pemberian nilai per kompetensi
Form PKG (14 kompetensi)

Form hasil penilaian kinerja


Kriteria Kompetensi 1 Kompetensi 2 Kompetensi 3 Kompetensi 4 1 1 1 1 2 2 2 2 Nilai 3 3 3 3 4 4 4 4

Nilai PKG
Nilai min 14 Nilai Max 56

Kompetensi 5
Kompetensi 6 Kompetensi 7 Kompetensi 8 Kompetensi 9

1
1 1 1 1

2
2 2 2 2

3
3 3 3 3

4
4 4 4 4

Kompetensi 10
Kompetensi 11 Kompetensi 12 Kompetensi 13 Kompetensi 14

1
1 1 1 1

2
2 2 2 2

3
3 3 3 3

4
4 4 4 4

PKG menurut Permenegpan 16/2009 Nilai 0 - 100

Nilai PKG

Min 14 Max 56

KONVERSI
Karena skala penilaian berbeda, maka diperlukan konversi hasil penilaian kinerja di lapangan ke skala penilaian menurut Permenegpan No.16/2009 Konversi perlu dilakukan secara hati-hati, karena skala nilai dalam Permenegpan No16/2009 menggunakan spatial nilai yang tidak teratur (irregular spatial)

NILAI DAN SEBUTAN HASIL PENILAIAN KINERJA


(Permenegpan No.16/2009 pasal 15)

91 100

Amat baik

b c d
e

76 90 61 75 51 60
50

Baik Cukup Sedang


Kurang

Sasaran Kinerja

Under Performance

Permenegpan No.16/2009

a 91 100 Amat baik

spatial nilai

b
c

76 90
61 75

Baik
Cukup

14
14 9
50% bernilai kurang

d e

51 60 50

Sedang Kurang

KONVERSI
Bila angka 91 (dari skala 100) dikonversi ke skala 56 (nilai maksimum penilaian kinerja di lapangan), maka didapat angka (91/100) 56 = 51 Jadi bila hasil penilaian kinerja di lapangan adalah 51 56, maka guru dapat dikategorikan sebagai berkinerja amat baik

KONVERSI
Bila angka 76 (dari skala 100) dikonversi ke skala 56 (nilai maksimum penilaian kinerja di lapangan), maka didapat angka (76/100) 56 = 42 Jadi bila hasil penilaian kinerja di lapangan adalah 42 50, maka guru dapat dikategorikan sebagai berkinerja baik

Konversi untuk Guru Madya dan Utama


Permenegpan No.16/2009 Penilaian Kinerja

a 91 100 Amat baik b 76 90


Baik

9 14 14

6 9 8 6

51 56 42 50 34 41 28 33 27

61 75

Cukup
Sedang Kurang

d 51 60 e
50

spatial nilai Hanya berlaku bagi guru tanpa tugas tambahan

PENGHARGAAN ANGKA KREDIT dari Penilaian Kinerja


(Permenegpan No.16/2009 pasal 15)

Amat baik
Baik

125%
100%
dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun

Cukup
Sedang Kurang

75%
50% 25%

ANGKA KREDIT AKHIR TAHUN


dari Penilaian Kinerja Bagi Guru Pertama Gol IIIa dengan predikat: Amat baik {42(24/24)125%}/4 13,12 Baik {42(24/24)100%}/4 10,50 {42(24/24)75%}/4 {42(24/24)50%}/4 {42(24/24)25%}/4 7,78 5,25 2,62

42

Cukup Sedang Kurang

Simulasi perolehan angka kredit

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU


(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Penata Muda, III/a Guru Pertama Penata Muda Tingkat I, III/b 100 150 200 300 400 550 700 850 1050

50 50 100
Kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan

Guru Muda Guru Madya Guru Utama

Penata, III/c Penata Tingkat I, III/d Pembina, IV/a Pembina Tingkat I, IV/b Pembina Utama Muda, IV/c Pembina Utama Madya, IV/d Pembina Utama, IV/e

100
150 150 150 200

KEBUTUHAN ANGKA KREDIT


(Guru Pertama III/b ke Guru Muda III/c)

Pendidikan
Unsur utama
Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan

38

Penilaian kinerja

45
PKB

50

90%

Publikasi/ karya inovatif Pengembangan diri

4
Compulsory

Unsur penunjang

10%

ANGKA KREDIT AKHIR TAHUN


dari Penilaian Kinerja Bagi Guru Pertama Gol III/b dengan predikat: Amat baik {38(24/24)125%}/4 Baik {38(24/24)100%}/4 {38(24/24)75%}/4 {38(24/24)50%}/4 {38(24/24)25%}/4 11,675 9,50 7,125 4,75 2,375

38

Cukup Sedang Kurang

Simulasi
(untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja amat baik


a. Angka kredit pembelajaran dalam 3 tahun = 3 x 11,675 = 34,9 b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 3 tahun = 4 c. Angka kredit pengembangan diri dalam 3 tahun = 3 d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 3 tahun = 5

Total angka kredit dalam 3 tahun = 34,9 + 4 + 3 + 5 = 46,9

Simulasi
(untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja baik


a. Angka kredit pembelajaran dalam 4 tahun = 4 x 9,50 = 38 b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 4 tahun = 4 c. Angka kredit pengembangan diri dalam 4 tahun = 3 d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 4 tahun = 5

Total angka kredit dalam 4 tahun = 38 + 4 + 3 + 5 = 50

Simulasi
(untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja cukup


a. Angka kredit pembelajaran dalam 4 tahun = 4 x 7,125 = 28.5 b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 4 tahun = 4 c. Angka kredit pengembangan diri dalam 4 tahun = 3 d. Angka kredit dari unsur penunjang = 5

Total angka kredit 4 tahun = 28,5 + 4 + 3 + 5 = 40,5


Untuk dapat naik pangkat dalam 4 tahun, guru memerlukan angka kredit PKB tidak hanya 7, tetapi 16,5 Hal ini nampaknya sangat berat bagi guru

Simulasi
(untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)

Bila guru berkinerja cukup


kemungkinan dapat naik pangkat dalam 5 tahun
a. Angka kredit pembelajaran dalam 5 tahun = 5 x 7,125 = 35,615 b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 5 tahun = 4 c. Angka kredit pengembangan diri dalam 5 tahun = 3 d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 5 tahun = 5

Total angka kredit 5 tahun


= 35,615 + 4 + 3 + 5 = 47,615
Guru masih perlu menambah 3 angka kredit dari PKB

Mulai Berlaku pada Tanggal


No Ketentuan Permenpan dan RB nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya 10 Nov 2009 (tgl Penetapan Permenpan dan RB) 6 Mei 2010 (tgl Penetapan SKB) Berlaku Efektif 1 Januari 2013

2015

Penilaian kinerja guru dengan menggunakan aspek kualitas, kuantitas, waktu, dan biaya (Pasal 15 ayat 1) Komposisi angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat: 90% unsur utama dan 10 % unsur penunjang (Pasal 16 ayat 1) Kewajiban mengumpulkan angka kredit dari unsur pengembangan profesi berkelanjutan untuk kenaikan jabatan/pangkat (Pasal 17 ayat 1) Guru yang bertugas di daerah terpencil diberikan angka kredit setara untuk kenaikan pangkat satu kali selama masa karier (Pasal 18 ayat 1) Guru yang berprestasi luar biasa baiknya mendapatkan penghargaan naik pangkat setingkat lebih tinggi (Pasal 19) Pembuatan karya ilmiah secara bersama-sama (Pasal 20 ayat 1) Penilaian angka kredit guru paling kurang 1 kali dalam setahun (Pasal 21 ayat 2) Dalam hal untuk kenaikan pangkat guru angka kredit ditetapkan paling kurang 2 kali dalam 1 tahun yaitu 3 bulan sebelum periode kenaikan pangkat (Pasal 21 ayat 3)

6 7

9
10

11

12
13

Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit (Pasal 22) Tim Penilai Pusat, Depag, Kanwil, Kandep, Provinsi, Kabupaten/Kota, Instansi (Pasal 22 ayat 2) Syarat keanggotaan tim penilai harus memiliki sertifikat tanda lulus Diklat (Pasal 23 ayat 4) Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit (Pasal 27)
Syarat pengangkatan Guru harus berijazah S1/DIV dan bersertifikat pendidik (Pasal 30 ayat 1 huruf a) Program Induksi (masa orientasi sebagai calon guru) sebagai syarat pengangkatan guru (Pasal 31) Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan guru harus memiliki pengalaman paling singkat 2 tahun (Pasal 32 huruf b) Pengangkatan dalam jabatan guru melalui pemindagan, usia paling tinggi 50 tahun (Pasal 32 huruf c) Tidak ada pembebasan/perberhentian karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit (Pasal 34) Pengangkatan kembali guru yang ditugaskan diluar jabatan guru, usia paling tinggi 51 tahun (Pasal 35 ayat 3) Sanksi bagi guru yang tidak memenuhi kewajiban 24 jam mengajar (Pasal 37 ayat 1) Sanksi bagi guru yang memperoleh Penetapan angka kredit dengan cara melawan hukum (Pasal 37 ayat 2) Penyesuaian atau Inpassing dalam jenjang jabatan baru (Pasal 38 ayat 1) Kenaikan pangkat guru golongan II dan III yang belum memiliki ijazah S1/DIV paling tinggi III/d (Pasal 40) Kenaikan pangkat guru golongan IV/a keatas yang belum memiliki ijazah S1/DIV paling tinggi pangkat terakhir dimiliki (Pasal 40 ayat 2) Guru Golongan II yang memperoleh ijazah S1/DIV, angka kredit lama hanya dihitung 65% (Pasal 41 ayat 3) Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit guru Golongan II (Pasal 44)

14

15

16

17

18

19

20

21 22

23

24

25

TERIMA KASIH

75