Anda di halaman 1dari 18

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS)

BY : RINA ARIYANA 1011015056

IDENTITAS RESPONDEN
Nama RY Jenis Kelamin : Perempuan Usia : 37 tahun. Berat badan : 71 Kg Tinggia badan : 159 cm BMI : 28,05 Gol. Darah : B Cp : 08135735XXX Jenis Penyakit yang diderita : Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS)


Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah salah satu gangguan pada tangan karena terjadi penyempitan pada terowongan karpal, baik akibat edema fasia pada terowongan tersebut maupun akibat kelainan pada tulang-tulang kecil tangan sehingga terjadi penekanan terhadap nervus medianus dipergelangan tangan.

Penyebab CTS disebabkan karena Penggunaan tangan yang berlebihan dan repetitif. CTS bisa mengenai usia pertengahan, wanita lebih sering terkena penyakit CTS dari pada pria.

Gejala klinis CTS menurut Grafton (2009) adalah sebagai berikut: 1. Mati rasa, rasa terbakar, atau kesemutan di jari-jari dan telapak tangan. 2. Nyeri di telapak, pergelangan tangan, atau lengan bawah, khususnya selama penggunaan. 3. Penurunan cengkeraman kekuatan. 4. Kelemahan dalam ibu jari 5. Sensasi jari bengkak, ( ada atau tidak terlihat bengkak) 6. Kesulitan membedakan antara panas dan dingin.

Pada tahap awal hanya gangguan sensorik, berupa parestesia, kurang merasa atau rasa seperti terkena aliran listrik (tingling) pada jari dan setengah sisi radial jari, walaupun kadang-kadang dirasakan mengenai seluruh jari-jari. Bila penyakit berlanjut rasa nyeri dapat bertambah berat dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan dapat menetap. Kadang-kadang nyeri dapat terasa sampai kelengan atas dan leher, sedangkan parestesia (kesemutan) umumnya terbatas di daerah distal pergelangan tangan. Keluhan dirasakan terutama malam hari. Dapat pula dijumpai pembengkakan dan kekakuan pada jari-jari tangan dan pergalangan tangan terutama di pagi hari. Lebih lanjut lagi penderita mengeluh jari-jarinya menjadi kurang terampil misalnya saat memungut benda-benda kecil.

RAP RESPONDEN
1. Tahap Prepatogenesis Penderita masih dalam kondisi keadaan normal/sehat, masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa namun sudah ada kontak langsung dengan getaran pada stang sepeda motor yang ditimbulkan dari mesin kendaraan.

2. Tahap Patogenesis : a. Tahap Inkubasi : Pada tahap ini penderita mulai merasa kram pada pergelangan tangan. Gejala sakit tersebut terjadi karena selama 4 hari, penderita mengendarai sepeda motor ke tanah siring selama 2 jam (PP) per hari. b. Tahap Dini : Pada tahap ini penderita sering merasa nyeri pada pergelangan tangan namun ketika tangan diluruskan atau dibawah istirahat, rasa nyeri pada pergelangan tangan tersebut akan hilang. Gejala awal tersebut terjadi selama beberapa bulan .

c. Tahap Lanjut : Pada tahap ini setelah beberapa bulan, penderita merasa semakin nyeri pada pergelangan tangan, telapak tangan, lengan bawah, khususnya selama penggunaan tangan kanan dalam melakukan aktivitas misalnya seperti menulis, mati rasa, rasa terbakar, serta kesemutan pada telapak tangan. Terjadi juga Penurunan cengkeraman kekuatan saat memegang barang, dan pembengkakan pada daerah pergelangan tangan. Setelah timbul gejal-gejala tersebut, penderita memeriksakan dirinya ke dokter spesialis penyakit dalam dan dianamnesis hanya keluhan otot. Setelah dikonsultasikan dirujuk ke dokrer spesialis syaraf untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah melakukan pemeriksaan, penderita didiagnosis menderita Carpal Tunnel Syndrome (CTS). untuk mencegah sakit yang lebih parah, penderita dipasang wirst cast pada pergelangan tangannya. Fungsinya untuk mengurangi pergerakan dan rasa nyeri pada pergelangan tangan. Jika masih merasa nyeri penderita dapat mengkonsumsi obat anti inflamasi non steroid yang dianjurkan oleh dokter atau diinjeksi cairan kortikosteroid di pergelangan tangan. Jika terapi tersebut gagal serta semakin nyeri dan pembengkakan pada pergelangan tangan semakin besar perlu dilakukan tindakan operasi.

3. Tahap Pasca Patogensis : Penderita belum sembuh hingga saat ini dan masih menjalani terapi dengan menggunakan wirst cast.

FAKTOR RESIKO CTS


a. Postur bagian tubuh yang salah b. Duras c. Penggunaan tangan yang berlebihan dan repetitif (secara berulang-ulang) d. Umur e. Jenis Kelamin f. Kesegaran jasmani g. Paparan suhu panas h. Vibrasi

5 TAHAP UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT


1. Health Promotion Pada tahap upaya pencegahan ini, penderita lebih meningkatkan pengetahuan mengenai faktor-faktor yang dapat menyebabakan MSDs khusunya CTS misalnya postur bagian tubuh tertentu dalam melakukan suatu pekerjaan dan durasi dalam melakukan aktivitas tersebut serta dapat juga berolah raga untuk meningkatkan ketahanan fisik (otot).

2. Spesifict Protection Penderita dapat mengurangi posisi kaku pada pergelangan tangan, gerakan repetitif (berulang-ulang), dan getaran peralatan tangan misalnya getaran pada stang sepeda motor pada saat mengendarai dan mengurangi penggunaan tangan kanan yang berlebihan.

3. Early diagnosis and Promt Treatment Setelah mengatahui gejala-gejala penyakit tersebut, penderita perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk dapat didiagnosa penyakit apa yang dialami dan diberikan pengobatan tertentu atau menjalani terapi untuk mencegah sakit yang berkelanjutan. 4. Disability Limitation Untuk membatasi kecacatan pada penderita. Penderita perlu mengurangi penggunaan tangan yang berlebihan untuk melakukan aktivitas tertentu dengan mengistirahatkan tangan kanan untuk tidak melakukan aktivitas yang cukup berat seperti mencuci.

5. Rehabilitation Penderita dapat melakukan terapi lebih lanjut dengan menggunakan alat untuk mengurangi pergerakan pergelangan tangan seperti wirst cast atau jika masih merasa nyeri/bengkak dapat diberi obat anti inflamasi non steroid atau injeksi cairan kortikosteroid serta dapat juga melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit.

TANGAN KANAN RESPONDEN YANG DIPASANG WIRST CAST