Anda di halaman 1dari 25

ZAHIDAH BINTI AB RAHMAN 030.08.

308

Definisi
Bronkiektasis adalah penyakit paru dengan:
Dilatasi patologis bronkus Disertai obliterasi

percabangan selanjutnya Disertai banyak sekret dan radang kronis setempat

EPIDEMIOLOGI
Bronkiektasis merupakan penyebab kematian

yang amat penting pada negara-negara berkembang. Di negara-negara maju seperti AS, bronkiektasis mengalami penurunan seiring dengan kemajuan pengobatan. Prevalensi bronkiektasis lebih tinggi pada penduduk dengan golongan sosioekonomi yang rendah. 1,5 Data terakhir yang diperoleh dari RSUD Dr. Soetomo tahun 1990 menempatkan bronkiektasis pada urutan ke-7 terbanyak. Dengan kata lain didapatkan 221 penderita dari 11.018 (1.01%) pasien rawat inap.

Jenis bronkiektasis
Bronkiektasis Kongenital (jarang)

Bronkiektasis Didapat (lebih sering)

Bronkiektasis Kongenital
Jarang terjadi, biasanya sebagai akibat dari

defisiensi sistim imunitas paru


Sering merupakan penyakit penyerta dari

mukovisidosis (cystic fibrosis)


Merupakan salah satu komponen dari sindroma

Kartagener (dekstrokardia, sinusitis dan bronkiektasis kongenital)

Penyebab Bronkiektasis didapat (aquired)


Akibat proses radang paru yang parah pada masa

kanak-kanak yang tidak sembuh sempurna : akut : pneumoni/bronkopneumoni (karena komplikasi morbili atau pertussis) sekarang sudah jarang (vaksinasi MMR/DPT) kronis : tuberkulosis Karena aspirasi benda asing pada anak: Benda asing menyangkut pada salah satu percabangan bronkus, lama-lama timbul keluhan khas bronkiektasis yang akan bertambah parah sesuai bertambahnya umur.

Patologi Anatomi
Lumen bronkus dilatasi (melebar) secara

patologis, ireversibel Terjadi obliterasi dari percabangan bronkus di sebelah distal dari ujung yang sakit : Tidak dapat ditemukan kelanjutan percabangannya. Bronkus seolah-olah terputus tepat sesudah atau tak jauh dari pelebarannya. Ujungnya akan tertutup jaringan radang menahun dengan hipersekresi yang mukopurulen sampai dengan purulen betul

Tipe Bronkiektasis
Berdasarkan bentuk pelebarannya, bronkiektasis dapat dibedakan menjadi:
Tipe silinder Tipe kantong (saccular) Tipe varikosa

Patogenesis
Kelainan dapat terjadi hanya pada satu bronkus

saja, tetapi lebih sering kelainan terdapat pada lebih dari satu bronkus. Volume paru yang masih berfungsi berkurang sesuai dengan banyaknya percabangan bronkus yang hilang (gangguan restriksi paru VC <80%)
Napas menjadi pendek Penderita mengalami hipoksemia kronis

Patogenesis
Karena ada sarang infeksi kronis dapat: Menjadi sumber infeksi fokal mikro-abses di otak, ginjal, dll Menjadi radang akut pneumoni/bronkopneumoni Terjadi perdarahan Timbul super infeksi dengan kuman lain, misal kuman anaerob caries dentis

Patofisiologi

Gambaran Klinis
Batuk-batuk yang lama, bisa minggu atau bulan
Dahak makin lama makin banyak, terutama pagi

hari sewaktu bangun tidur Jumlah dahak bisa sampai sekitar 1 gelas atau lebih setiap pagi Dahak berkisar antara mukopurulen (saat remisi) sampai purulen (saat eksaserbasi akut)

Gambaran klinis
Dahak 24 jam (tidak diencerkan/dikocok/diaduk):

-lapis bawah: nanah kental dengan gumpalan2 (sisa jaringan bronkus yang nekrotis) -lapis tengah: agak keruh, keatas semakin jernih -lapis atas: berbusa Dahak berbau nanah atau berbau busuk Penderita sering mengeluh sesak (tanpa suara ngiik/wheezing) walau beraktifitas sedikit

Gambaran klinis
Hemoptoe (dari sedikit sampai banyak) pada

separuh penderita nekrosis/destruksi mukosa bronkuspecahperdarahan


Suhu badan agak hangat-hangat sedikit

(tanda infeksi kronis). Suhu badan akan meninggi kalau sedang eksaserbasi akut

Gambaran Klinis
Keadaan Umum: o jari tabuh (clubbing fingers) o kuku gelas arloji (hour glass nails)

menunjukkan adanya hipoksemia kronis

Palpasi toraks (daerah bronkus yang terserang):

- vibrasi di dekat hilus, saat gumpalan dahak melintasi cincin tulang rawan dinding bronkus
Auskultasi (daerah bronkus yang terserang):

- ronki basah sedang sampai kasar parahiler dan/atau parakardial (tergantung letak bronkus yg terserang)

Pemeriksaan Penunjang
Foto paru : Gambaran cincin-cincin kecil di daerah para-hiler/para-

kardial di atas dasar yang agak suram (infiltrat) cincin ini adalah bayangan dinding bronkus yang menebal dan mengalami dilatasi Bila gambaran cincin terlalu banyak akan terbentuk gambaran sarang tawon (honeycomb appearance) di daerah parakardial kiri atau kanan atau keduanya

Bronkografi (dengan memasukkan lipiodol ke dalam broncheal

tree): Jelas terlihat pelebaran bronkus serta obliterasi percabangan distalnya (gambaran bronkus yang mendadak melebar dan hilang bagian distalnya) Pada umumnya juga tampak bentuk bronkiektasis yang dihadapi

Pemeriksaan Laboratorium
Darah (hanya dapat memperkuat dugaan saja): Rutin:

o Lekositosis ringan (tidak selalu) dengan shift to the

right (pergeseran ke kanan) tanda infeksi kronis o Lekositosis berat dengan shift to the left eksaserbasi akut
Kultur darah: bakteriemia (sering negatif, bila +)

kemungkinan metastasis pernanahan


Analisis gas darah : hipoksemia ringan (semakin

parah penderita hipoksemia semakin nyata)

Pemeriksaan Laboratorium
Sputum :

Makroskopis indikasi bagaimana keadaan

penderita Makin purulen makin bahaya, karena sedang/hampir terjadi eksaserbasi akut/super-infeksi Bau busuk indikasi infeksi bakteri anaerob Kumpulan sputum selama 24 jam (tidak diencerkan, tidak dikocok, tidak diaduk): volume? warna? bau? konsistensi?

Terapi
Indikasi absolut untuk reseksi segera: life

saving (hemoptoe profus yang tidak dapat diatasi dengan obat saja) Prasyarat untuk reseksi elektif: - kontraindikasi umum operasi - gangguan sistim imunitas paru - adanya penyakit paru lainnya, mis. COPD, Carcinoma

Terapi
Terapi konservatif : Meningkatkan higiene paru

-Membatukkan keluar dahak setuntas mungkin, dengan: o Ekspektoran o Ambroxol HCl surfaktan >> dahak longgar o Inhalasi uap air dahak longgar o Memilih posisi tubuh yang tepat untuk evakuasi sputum (postural drainage) o Tidak merokok/hindari polutan udara (debu/kimia)

Terapi
Optimalisasi kesehatan umum

Gizi tinggi kalori tinggi protein


Antioksidan (vitamin C/E/SOD/Ubiquinone)

untuk melindungi jaringan paru yang masih sehat maupun yang sudah mulai sakit Antibiotika dibatasi hanya bila terjadi eksaserbasi akut atau bila ada superinfeksi, untuk mencegah resistensi kuman terhadap antibiotika yang sering dipakai

Komplikasi
Hemoptoe Timbulnya radang akut berupa ISPB, abses

paru, atau empiema Emboli pus yang akan dapat mencapai otak dan ginjal terjadinya abses Sumber infeksi fokal

Prognosis
Bila proses patologis terbatas dan tidak ada

kontraindikasi reseksi paru/lobektomi penyembuhan untuk selamanya


Bila operasi tidak dapat dilakukan kelainan

dasar akan selalu tetap ada tetapi terapi konservatif dapat meminimalkan keluhan penderita dan mencegah timbulnya komplikasi yang tidak diinginkan