Anda di halaman 1dari 12

Sifat-Sifat Mekanik dari Material

Sifat Mekanik
Sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi waktu. Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari material tersebut.

Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen. Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis, komposisi dan perlakuan yang sama. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada material uji yang memenuhi aspek ketepatan pengukuran, kemampuan mesin, kualitas atau jumlah cacat pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen. Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik, ketangguhan, kelenturan, keuletan, kekerasan, ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur, kekeuatan leleh dan sebagainya.

Beberapa sifat mekanik yang penting dari Material antara lain:


Kekuatan (strength) Merupakan kemampuan suatu material untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan material menjadi patah. Berdasarkan pada jenis beban yang bekerja, kekuatan dibagi dalam beberapa macam yaitu kekuatan tarik, kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan torsi, dan kekuatan lengkung. Kekakuan (stiffness) Adalah kemampuan suatu material untuk menerima tegangan/beban tanpa mengakibatkan terjadinya deformasi atau difleksi.

Kekenyalan (elasticity) Didefinisikan sebagai kemampuan meterial untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan dihilangkan, atau dengan kata lain kemampuan material untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah mengalami deformasi (perubahan bentuk).

Plastisitas (plasticity) Adalah kemampuan material untuk mengalami deformasi plastik (perubahan bentuk secara permanen) tanpa mengalami kerusakan. Material yang mempunyai plastisitas tinggi dikatakan sebagai material yang ulet (ductile), sedangkan material yang mempunyai plastisitas rendah dikatakan sebagai material yang getas (brittle).

Keuletan (ductility) Adalah sutu sifat material yang digambarkan seprti kabel dengan aplikasi kekuatan tarik. Material ductile ini harus kuat dan lentur. Keuletan biasanya diukur dengan suatu periode tertentu, persentase keregangan. Sifat ini biasanya digunakan dalam bidan perteknikan, dan bahan yang memiliki sifat ini antara lain besi lunak, tembaga, aluminium, nikel, dll.

Ketangguhan (toughness) Merupakan kemampuan material untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan.

Kelelahan (fatigue) Merupakan kecenderungan dari logam untuk menjadi patah bila menerima beban bolakbalik (dynamic load) yang besarnya masih jauh di bawah batas kekakuan elastiknya.

Kekerasan (hardness) Merupakan ketahanan material terhadap penekanan atau indentasi / penetrasi. Sifat ini berkaitan dengan sifat tahan aus (wear resistance) yaitu ketahanan material terhadap penggoresan atau pengikisan.

Perbedaan plastik dengan logam Plastik Polimer dengan regangan elastik yang besar. Regangan ini terjadi karena melurus kembalinya rantai polimer.

logam Berbeda dengan elastomer, logam lebih kuat dan tidak tembus pandang, dapat berkarat , kuat.
Perbedaan keramik dengan logam keramik Polimer dengan regangan elastik yang besar. Regangan ini terjadi karena melurus kembalinya rantai polimer. logam Berbeda dengan elastomer, logam lebih kuat dan tidak tembus pandang, dapat berkarat , kuat.

Perbedaan plastik dengan karet Plastik Plastik tertentu lebih mudah patah, ringan, tembus pandang (transparan), dapat diberi warna, tidak berkarat, menjadi lunak bila dipanaskan, dan kuat. Karet Lebih elastis, kedap (tidak tembus) air, lengket ketika dipanaskan, dapat dilipat dan diregangkan dengan mudah, biasa digunakan untuk membuat pakaian antiair, ban, bola, dan mainan juga terbuat dari karet.

Referensi
http://temonsoejadi.com/2011/12/08/sifatmekanik-logam/ http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/21/s ifat-%E2%80%93-sifat-material/