VALIDITAS DAN RELIABILITAS HASIL PENGUKURAN

Alex Achhmad Risdian 110513428068

VALIDITAS Instrumen yang valid (sahih) berarti instrumen tersebut mampu mengukur mengenai apa yang akan diukur RELIABILITAS instrumen yang memenuhi persyaratan reliabilitas (handal). artinya instrumen tersebut menghasilkan ukuran yang konsisten walaupun instrumen tersebut digunakan untuk mengukur berkalikali .

Korelasi Produk Momen. • Nilai koefisien korelasi ini diuji signifikansinya (dgn uji r atau uji t). Korelasi Momen Tangkar). • Diuji apakah r atau t nya signifikansinya. • Caranya dengan menghitung koefisien korelasi antara masing-masing nilai pada nomor pertanyaan dengan nilai total dari nomor pertanyaan tersebut. .Uji Validitas • Yang umum digunakan adalah Korelasi Pearson (Korelasi Sederhana.

Contoh : Data Variabel X diukur menggunakan 10 butir pertanyaan Apakah butir-butir pertanyaan tsb valid untuk menggambarkan variabel X ? .

05 . .Sedangkan r tabel = r (0.43 Karena r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa pertanyaan butir 1 adalah valid thd X. 8) = 0.

Dgn menggunakan Program SPSS diperoleh : .

Uji Reliabilitas Yang diuji reliabilitasnya hanyalah pertanyaan (indikator) yang validvalid saja. Metode yang digunakan • teknik sekali ukur • teknik ukur ulang Teknik sekali ukur : • Teknik Genap Gasal • Belah Tengah • Belah Acak • Kuder Richadson • Teknik Hoyd • Alpha Cronbach .

Teknik Ukur Ulang Caranya. pengukuran dilakukan 2 kali. Jika koefisien korelasi signifikan artinya instrumen tersebut handal. Data hasil pengukuran pertama dan kedua dihitung Korelasi Pearsonnya. .

• Nilai koefisien korelasi yang diperoleh dimasukkan ke dalam rumus korelasi genap gasal (r gg).Teknik Genap Gasal • Pertanyaan dikelompokkan menjadi kelompok genap dan kelompok gasal. • Jika r gg signifikan. artinya handal = reliabel. • Kelompok genap dikorelasikan dengan kelompok gasal dengan korelasi Pearson.  r gg : korelasi genap gasal  r : korelasi Pearson .

. maka dapat disimpulkan bahwa variabel X adalah reliabel (handal).05 . 8) = 0. Kemudian dikorelasikan antara X gasal dengan X genap r (0.43 Karena r gg > r tabel.Contoh : Dengan menggunakan contoh di atas.

Contoh : Hasil uji validitas.Teknik Belah Tengah • Pertanyaan yang valid diberi nomor urut baru • Kemudian dikelompokkan menjadi 2 kelompok • Jika pertanyaan yang valid jumlahnya ganjil. sehingga yang valid tinggal 9 butir pertanyaan. Kemudian dibuat nomor butir pertanyaan yang baru 1 – 9. Selanjutnya seperti cara genap gasal. Selanjutnya dihitung seperti pada teknik genap gasal. butir pertanyaan nomor 5 ternyata tidak valid. pertanyaan yang di tengah dikelompokkan ke kekelompok I atau II • Kelompok I dan II dikorelasikan dengan Korelasi Pearson. .

. Teknik Hoyd • Teknik ini perhitungannya menggunakan sidik ragam (Anova =Analisis Variansi). dan sebagainya. • Bedanya pengelompokkan nomor pertanyaan yang valid dilakukan secara random (acak). setuju tidak setuju. • Teknik ini dasarnya juga menggunakan teknik korelasi. misalnya : benar salah.Teknik Belah Acak • Caranya sama dengan teknik genap gasal dan belah tengah. Teknik Kuder Richardson • Teknik ini hanya cocok untuk pengukuran responden yang responnya berbentuk dikotomi. ya tidak.

Teknik Alpha Cronbach • Teknik ini juga menggunakan sidik ragam (Analisis Variansi) .

.Contoh hasil analisis Reliabilitas dengan Teknik Alpha Cronbach menggunakan program komputer.

. ► Jika faktor louding setelah diuji dengan uji t signifikan. artinya reliabel. artinya instrumen tersebut valid.Analisis Faktor Konfirmatori Metode terbaru menguji validitas dan reliabilitas data adalah dengan Analisis Faktor Konfirmatori ► Caranya. dan jika residu (error) yang diperoleh non signifikan. dengan menghitung faktor louding yang mirip dengan korelasi antara indikator dengan variabel laten.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful