Anda di halaman 1dari 44

Oleh: Aldila H. R. Pembimbing: dr. Trimayanti Olfah, Sp.

OG

Pendahuluan..
Frekuensi preeklampsia untuk tiap negara

berbeda-beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya: paritas, ras dan etnis. Selain itu juga dipengaruhi oleh predisposisi genetik dan juga faktor lingkungan, juga sosial dan ekonomi. Di Indonesia frekuensi kejadian preeklampsia sekitar 3-10%. Angka ini memberikan total sekitar lebih dari 4 miliar kasus per tahunnya di seluruh dunia. Sedangkan di Amerika Serikat dilaporkan bahwa kejadian preeklampsia sebanyak 5% dari semua kehamilan (23,6 kasus per 1.000 kelahiran).

Untuk menurunkan angka kematian karena

preeklampsia ini, maka ketersediaan akses untuk memperoleh Antenatal Care (ANC) minimal secara rutin dilakukan 4 kali selama periode masa kehamilan sangat penting. Karena hal ini dapat memberikan pengaruh positif sikap wanita terhadap Antenatal Care secara benar. Upaya pencegahan, pengamatan dini, dan terapi sangat penting untuk mencegah angka kematian pada gangguan ini.

Laporan Kasus..
Identitas Nama Umur Alamat Pendidikan Terakhir Pekerjaan Nama suami Usia Suami Lama Menikah Pekerjaan Suami Agama Suku Bangsa
: Ny. D : 27 tahun : Cendoro-Palang Tuban : SMA : IRT : Tn. M : 30 Tahun : 3 Tahun : Wiraswasta : Islam : Jawa

Anamnesis
RPS: Pasien dengan jenis kelamin wanita, usia 27 tahun datang ke IGD RSML pada tanggal 1 Januari 2013 pukul 10.30 dengan keluhan sakit kepala. Sakit kepala dirasakan seperti tegang dari daerah dahi sampai belakang kepala. Sakit kepala dirasakan sejak sekitar 1 hari sebelum MRS. Pasien juga mengeluhkan nafas terasa sesak sejak 1 hari sebelum MRS, tidak ada keluhan mata kabur, tidak ada keluhan kejang.

Selama kontrol kehamilan tekanan darah pasien selalu

stabil. Tekanan darah pasien mulai meningkat saat kehamilan memasuki bulan ke 8 tekanan darah pasien mengalami peningkatan lagi dari sebelumnya hingga sistole mencapai 170-180 mmHg. Saat terakhir kontrol tekanan darah pasien mencapai 180/90 mmHg. Saat ini pasien sedang mengandung anak pertama.

Pasien belum mengeluhkan keluar darah dan lendir

dari vagina, belum terasa kenceng-kenceng. Janin dalam perut masih bergerak kadang-kadang. Pasien mengaku belum merasakan adanya ketuban atau cairan yang merembes. Pasien juga tidak mengeluhkan adanya perdarahan di jalan lahir.

Riwayat Menstruasi
Menarche
Siklus Haid Lama

Gumpalan
Dismenore Flour albus HPHT TP

: Usia 13 tahun : Teratur 1 bulan sekali, : 7 hari : (-) : (+) : (-) : 13 April 2012 : 20 Januari 2013

Riwayat Pernikahan :

1x selama 3 tahun. Usia istri saat menikah : 24 tahun Usia suami saat menikah : 27 tahun Riwayat Kontrasepsi : (-)

Riwayat Antenatal Care

Pasien hamil ke 1 ini, saat trimester I dan II tidak didapatkan keluhan mual dan muntah. Pasien rutin kontrol kehamilan di bidan 1x tiap bulan dan kontrol tekanan darah stabil. Mengalami peningkatan saat kehamilan memasuki bulan ke 8 hingga mencapai 180/90 mmHg.
Riwayat Persalinan dan Kehamilan

GI P0000 Ab000 I : Hamil ini

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Hipertensi Riwayat Diabetes Riwayat Asma Riwayat Penyakit Jantung Riwayat Hepatitis
Riwayat Penyakit Keluarga

: Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal

Disangkal

Riwayat Sosial:

Pasien sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.

Pemeriksaan Fisik
Vital Sign

Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi Suhu RR

: Lemah : Compos mentis : 143/79 mmHg : 82x/menit : 36,7 derajat celcius : 28x/menit

Kepala

: Anemis (-), Ikterus (-), Cyanosis (-), Dispneu (+). Reflek cahaya +/+. Leher : Pembesaran KGB (-), Pembesaran kelenjar thyroid (-). Thorax : Simetris (+), Reguler (+), Retraksi (-). C/ S1 S2 Tunggal, Mumur (-), Gallop (-) P/ Vesicular +/+, Rh +/+, Whez -/Abdomen : Perut besar dan panjang sesuai usia kehamilan, BU (+) N. Ekstremitas : Akral HKM, Edema -/-, CRT <2 menit.

Status Obstetrik
Inspeksi

: Tampak membesar dan memanjang, striae gravidarum (+). Palpasi : Leopord I : TFU = 33 cm, Teraba masa bulat besar lunak. Leopord II : Kanan : bagian kecil janin. Kiri : tahanan memanjang. Leopord III : Bagian bawah teraba bagian bulan besar keras. Leopord IV : Belum masuk PAP Auskultasi : DJJ : (+), 154x/menit Vaginal Toucher: Tidak dilakukan.

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Diffcount Hematokrit Hemoglobin Leukosit Trombosit SGOT SGPT Urea Serum Creatinin GDA HBs-Ag Hasil 0/1/84/87 36,7% 12,5 mg/dl 8.900 141.000 37 29 16 0.5 139 Negatif Nilai Normal 1-2/0-1/49-67/25-33/3-7 L 40 -54%, P 35 -47% P 13,0 -18,0 mg/dl, L 14,0 -18,0 mg/dl 4000 -11.000 150.000 - 450.000 L 37 U/L, P 31 U/L L 41 U/L, P 31 U/L 10 -50 mg/dl P 0,7 1,2 mg/dl , L 0,8 1,5 mg/dl <200 mg/dl

Diagnosis..
Berdasarkan data dari anamnesa, pemeriksaan

fisik, dan pemeriksaan penunjuang yang dilakukan, disimpulkan bahwa assesment pada Ny.D adalah : G1 P0000 Ab000 Gr 34-36 minggu dengan PEB + HELP Syndrom + ALO Rencana tindakan: 1. Infus Assering 1500cc/24jam 2. O2 Nasal 3 lpm 3. Inj. Ceftriaxone 2gr 4. Pro terminasi kehamilan dengan SC Prognosa : Dubia et Bonam

SOAP
Rawat Hari Ke 1 KU: Lemah GCS: 456 T: 150/100 mmHg N: 100x/menit Suhu: 36 C RR : 20x/ menit Sp02 : 99% Ves +/+ , Rh -/-, Wh +/+ Rawat Hari Ke 2 KU: Cukup GCS: 456 T: 154/94mmHg N: 81x/menit Suhu: 36 C RR : 20x/ menit Sp02 : 99% Ves +/+ , Rh -/-, Wh -/Rawat Hari Ke 3 KU: Cukup GCS: 456 T: 145/92mmHg N: 98x/menit Suhu: 36 C RR : 20x/ menit Sp02 : 99% Ves +/+ , Rh -/-, Wh -/Rawat Hari Ke 4 KU: Cukup GCS: 456 T: 130/107mmHg N: 121x/menit Suhu: 36,3 C RR : 20x/ menit Sp02 : 99% Ves +/+ , Rh -/-, Wh -/Rawat Hari Ke 5 KU: Cukup GCS: 456 T: 130/94mmHg N: 120x/menit Suhu: 37,2 C RR : 20x/ menit Sp02 : 99% Ves +/+ , Rh -/-, Wh -/Rawat Hari Ke 6 KU: Cukup GCS: 456 T: 130/107mmHg N: 121x/menit Suhu: 36,3 C RR : 20x/ menit Sp02 : 99% Ves +/+ , Rh -/-, Wh -/-

Terapi : - RD5 1000 cc/24 jam - Cefotaxim 3x1 - Lasix 3x1 tappering off - Mefinal 3x500 mg - Minum 600 cc/24 jam - Mobilisasi berkala - Adalat oros 1x1 jika Tensi > 10/90

Terapi : - RD5 1000 cc/24 jam - Cefotaxim 3x1 - Lasix 3x1 tappering off - Mefinal 3x500 mg - Minum 600 cc/24 jam - Mobilisasi berkala - Adalat oros 1x1 jika Tensi > 10/90

Terapi: - RD5 1000 cc/24 jam - Cefotaxim 3x1 - Lasix 3x1 tappering off - Mefinal 3x500 mg - Minum 600 cc/24 jam - Mobilisasi berkala - Adalat oros 1x1 jika Tensi > 10/90

Terapi: - RD5 1000 cc/24 jam - Cefotaxim 3x1 - Lasix 3x1 tappering off - Mefinal 3x500 mg - Minum 600 cc/24 jam - Mobilisasi berkala - Adalat oros 1x1 jika Tensi > 10/90

Terapi: - RD5 1000 cc/24 jam - Cefotaxim 3x1 - Lasix 3x1 tappering off - Mefinal 3x500 mg - Minum 600 cc/24 jam - Mobilisasi berkala - Adalat oros 1x1 jika Tensi > 10/90

Terapi: - RD5 1000 cc/24 jam - Cefotaxim 3x1 - Lasix 3x1 tappering off - Mefinal 3x500 mg - Minum 600 cc/24 jam - Mobilisasi berkala - Adalat oros 1x1 jika Tensi > 10/90

Tinjauan Pustaka..
DEFINISI
Sesuai dengan batasan dari National Institues of Health (NIH)

Working Group on Blood Pressure in Pregnancy, preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu atau segera setelah persalinan. Sedangkan menurut POGI pada tahun 2005 menyatakan bahwa preeklampsia adalah penyakit hipertensi dan proteinuria yang didapatkan setelah umur kehamilan 20 minggu.

PRE-EKLAMPSIA
Sindrom spesifik kehamilan > 20 minggu (A,P,P) berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel sehingga terjadi hipertensi, proteinuria dan oedem.

Kerusakan endotel
produksi prostasiklin&tissue plasminogen activator aktivasi penggumpalan dan fibrinolisin aktivasi tombosit terbentuk trombin dan plasmin mengkonsumsi antitrombin III pelepasan tromboksan dan serotonin

vasospasm, kerusakan endotel berlanjut

deposit fibrin pelepasan sitokin, enzim proteolitik,

radikal bebas

Preeklampsia: Aldosteron (mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium) retensi air dan natrium

kerusakan endotel

permeabilitas pembuluh darah


proteinuria dan hipoalbuminemia. oedema berat badan

Pembagian PEB
1.
2.

PEB tanpa Impending eclamsia PEB dengan Impending eclamsia Disebut impending eclamsia disertai gejalagejala subyektif : nyeri kepala hebat, gangguan visus, muntah-muntah, nyeri epigastrium, kenaikan progresif tekanan darah.

....Faktor Resiko

Riw keluarga preeklampsia-eklampsia Riw preeklampsia kehamilan sebelumnya Abnormal Doppler kehamilan 18-24mgg 10 tahun atau lebih jarak antara kelahiran sebelumnya Mengasuh dua bayi lebih Diabetes mellitus gestasional Adanya trombofilia Adanya hipertensi atau penyakit ginjal Sosio ekonomi lemah.

Etiologi...disease of theories

Iskemia Plasenta Peningkatan deportasi sel trofoblas. Maladaptasi imundisfungsi endotel dipicu oleh pembentukan sitokin, enzim proteolitik dan radikal bebas. Genetic inprentinggen resesif tunggal Perbandingan very low density lipoprotein (VLDL) dan toxicity Preventing activity (TxPA).

Klasifikasi

Preeklampsia Ringan
TD >140 / 90 mmHg 15 mmHg 2. Proteinuria kuantitatif (Esbach) 300 mg / 24 jam, atau dipstick +1.
1.

Preeklampsia Berat

Tekanan darah dalam keadaan istirahat >160 / 110mmHg Proteinuria kuantitatif (Esbach) 5 gr/24 jam, atau dipstick +2, Oliguria 500 mL/24 jam, Peningkatan creatinine serum (>1.2mg/dL), Edema paru atau sianosis.

Impending eklampsia
Nyeri epigastrium
Nyeri kepala frontal, skotoma dan pandangan

kabur Gangguan fungsi hepar, meningkatnya alanine dan aspartat amino transferase Tand-tanda hemolisis dan mikro angiopati Trombositopenia <100.000/mm3. Munculnya komplikasi sindroam HELLP.
(Lipstein,2003)

Perawatan dan Pengobatan Preeklamsia berat


Pengobatan hipertensi
Pencegahan kejang Pengelolaan cairan

Pelayanan suportif terhadap penyulit organ yang

terlibat. Saat yang tepat untuk persalinan

Monitoring di Rumah Sakit

Observasi Tanda Vital : TD,Nadi,suhu, RR Observasi Tanda Klinik : nyeri kepala, gangguan visus, nyeri epigastrium, dan kenaikan cepat berat badan. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan CTG dan USG

Manajemen umum perawatan PEB


1.
2.

Sikap terhadap penyakitnya : pemberian obatobatan dan edukasi. Sikap terhadap kehamilannya : Aktif : manajemen agresif, kehamilan diakhiri (terminasi) setiap saat bila keadaan hemodinamika sudah stabil. Konservatif : berarti kehamilan tetap dipertahankan bersamaan dengan pemberian pengobatan medikamentosa.

Sikap Terhadap Penyakitnya

Penderita PEB harus masuk rumah sakit dan dirawat inap. Dianjurkan tirah baring ke salah satu sisi (kiri). Pengelolaan cairan : karena PEB mempunyai resiko terjadinya edema paru dan oliguria. Dipasang Foley catheter

Pemberian Obat Anti Kejang


MgSO4 Cara pemberian : 1. Loading dose : initial dose 4 gram MgSO4 : intravena, (40% dalam 10cc) selama 15 menit. 2. Maintenance Dose diberikan infus 6 gram dalam larutan ringer/6jam.

Syarat Pemberian MgSO4


Harus tersedia antidotum bila terjadi intoksikasi yaitu

kalsium glukonas 10 %= 1g (10% dalam 10cc) diberikan I.V 3 menit Refleks patella (+) kuat. Frekuensi pernafasan > 16 x/mnt, tidak ada tandatanda distres pernafasan.

MgSO4 Dihentikan
Ada tanda-tanda intoksikasi
Setelah 24 jam pascapersalinan atau setelah kejang terakhir. Pemberian MgSO4 dapat menurunkan resiko kematian ibu dan didapatkan 50 % dari

pemberiannya menimbulkan efek Flushes (rasa panas)

Diuretikum

1. 2. 3. 4. 5.

Tidak diberikan secara rutin kecuali bila ada edema paru dan anasarka. Memperberat hipovolemia Memperburuk perfusi utero-plasenta Meningkatkan hemokonsentrasi Menimbulkan dehidrasi pada janin Menurunkan berat badan janin

Pemberian Antihipertensi
Nifedipin

Dosis awal 10-20 mg, diulangi 30 menit bila perlu. Dosis maksimum 120 mg/ 24 jam. Nifedipin tidak boleh diberikan secara sublingual karena efek vasodilatasi sangat cepat.sehingga hanya boleh diberikan peroral.

Sikap Terhadap Kehamilannya

Perawatan aktif (agresif):


Umur kehamilan 37 minggu. Adanya tanda-tanda Impending eclamsia. Kegagalan terapi pada perawatan konsevatif : keadaan klinik dan laboratorik memburuk Diduga terjadi solutio plasenta Timbul onset persalinan, ketuban pecah, atau perdarahan.

IBU
1. 2. 3. 4. 5.

JANIN Adanya tanda-tanda fetal distress Adanya tanda-tanda (IUGR) CTG nonreaktif Terjadinya oligohidramnion

Perawatan Konservatif
Indikasi perawatan konservatif bila kehamilan

preterm < 37 minggu tanpa ada tanda-tanda impending eclamsia dengan keadaan janin baik.

PROGNOSIS
Morbiditas dan mortalitas (Sibai B.M,2003). umur kehamilan beratnya penyakit kualitas penanganan adanya penyakit penyerta lainnya

PROGNOSIS
Kriteria Eden. Dikatakan buruk bila: koma yang lama, nadi > 120x/menit, suhu > 40 C, tekanan darah sistolik >200mmHg, kejang > 10 kali, proteinuria > 10 gr/dl tidak terdapat oedem.