Anda di halaman 1dari 54

PEMBINAAN KARIER

PEJABAT FUNGSIONAL TERTENTU


GARTI SRI UTAMI KEPALA BAGIAN MUTASI JABATAN DAN TENAGA FUNGSIONAL NONDOSEN BIRO KEPEGAWAIAN

IBIS Hotel - JAKARTA 2012


1

UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 1999


Pasal 17 ayat (1)

seseorang duduk dalam jabatan tertentu seseorang didayagunakan untuk tugas jabatan yang didudukinya

PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu

seseorang ditetapkan untuk memperoleh hasil kerja tertentu

Pasal 17 ayat (2)

Pengangkatan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai kompetensi

dasar pembentukan PNS profesional

Dengan
pengangkatan dalam jabatan berdasarkan kompetensi

PENGANGKATAN DALAM JABATAN


( pasal 17 Ayat 2 UU No. 43 Tahun 1999 )

PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat Pengangkatan dlm jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme, sesuai : * Kompetensi * Prestasi kerja * Jenjang pangkat * Syarat obyektif lainnya

SETIAP PNS PUNYA PERAN YANG JELAS DALAM PENCAPAIAN MISI ORGANISASI ANTARA JABATAN DAN PEGAWAI SESUAI KOMPETENSINYA PENILAIAN KINERJA OBJEKTIF (SKI-standar
kinerja individu)

PNS JELAS ALUR KARIERNYA


4

STRATEGI PEMBINAAN PNS


Susunan Jabatan:
~ Jab.Struk ~ Jab.Fung ANJAB Peta Jabatan/ Formasi jabatan Rumpun Jab - Peringkat Jab Persyaratan Jabatan Stand. Komptnsi Jabatan

MUTASI KEPEG:
1. Jab. Struktural 2. Jabfung Tertentu *Kenaikan Pangkat *Kenaikan Jabatan * Pengangkatan dlm Jab

Analisis Kebutuhan Pegawai

Formasi Pegawai

Pengangkatan PNS

Penilaian Kinerja & Diklat

PNS PROFESIONAL
5

JABATAN
memimpin unit kerja dengan tugas manajerial

Pengelompokkan tugas teknis non manajerial tanpa jenjang, KARIER: KP REGULER, ditetapkan oleh PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN setempat Contoh:

Caraka, Pengumpul Data, Pengolah data, Pemroses Kepegawaian, Pengadministrasi Umum, dll

Pengelompokkan tugas teknis non manajerial, berjenjang berdasarkan tingkat kesulitan, bersifat kemandirian; ditetapkan oleh MENTERI PAN dan RB
Contoh: Dosen, Guru, Auditor, Pustakawan, Arsiparis, Pranata Komputer, Pranata Lab Pendidikan; 115 JFT
6

KOMPETENSI INTI JABATAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL

JABATAN STRUKTURAL : kepemimpinan dan manajerial serta mempunyai kode etik

JABATAN FUNGSIONAL : keahlian dan/atau keterampilan spesialistik dan mandiri serta mempunyai kode etik

PERSPEKTIF PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL

1.Kedudukan dalam organisasi jelas 2.Tugas terstruktur dan berjenjang 3.Kemandirian dalam tugas diakui 4.Pengembangan sistem kompensasi 5.Pembentukan nilai melalui etika profesi

PERMASALAHAN JABATAN FUNGSIONAL


1. PNS kurang tertarik menduduki jabatan fungsional; 2. Tunjangan jabatan fungsional dirasakan kurang memadai dibanding dengan jabatan struktural; 3. Kewenangan yang ada pada jabatan struktural dianggap cukup besar dan memiliki prestise dibanding jabatan fungsional; 4. Diklat penjenjangan jabatan fungsional belum jelas; 5. Masih dipandang sbg jabatan alternatif; 6. Dinamika sekedar utk memperpanjang BUP; 7. Belum kuatnya komitmen pimpinan dalam mengembangkan jabatan fungsional.

TUJUAN PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL

1. Peningkatan Produktivitas Kerja PNS 2. Peningkatan Produktivitas Unit kerja 3. Peningkatan Karier PNS 4. Peningkatan Profesionalisme PNS

10

10

PNS yang menduduki JFU untuk dapat diangkat ke dalam JFT

SLTA Diploma Sarjana Pasca

Sarjana
11

Pengangkatan PNS Jabatan Fungsional Umum Ke Dalam Jabatan Fungsional Tertentu


Dilakukan melalui perpindahan dari jabatan lain Mengikuti dan lulus diklat fungsional sesuai dengan jenjang jabatan fungsional tertentu yang akan diduduki

* Konsekuensi penyelenggaraan diklat diperlukan anggaran


12

Horizontal yaitu perpindahan jabatan struktural dalam eselon yang sama. Vertikal yaitu perpindahan jabatan struktural dari eselon yang lebih rendah ke eselon yang lebih tinggi. Diagonal yaitu perpindahan jabatan struktural umum ke dalam jabatan struktural khusus atau sebaliknya atau dari jabatan struktural ke dalam jabatan fungsional atau sebaliknya.

13

PEJABAT STRUKTURAL

TENAGA TEKNIS STRATEGIS

1. PENELITI; 2. PEREKAYASA; 3. PRAKOM 4. STATISTISI; 5. PRANATA LAB PEND; 6. WIDYAISWARA; 7. PUSTAKAWAN; 8. PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN; 9. PRANATA HUMAS; 10. ANALIS KEPEGAWAIAN 11. ARSIPARIS; 12. FUNGSIONAL UMUM

14

JUMLAH PNS KEMDIKNAS KEADAAN : MARET 2010


No
1. 2.

KELOMPOK JABATAN
TOTAL JUMLAH PNS KEMENDIKNAS PEJABAT STRUKTURAL PEJABAT FUNGSIONAL a. DOSEN b. PAMONG BELAJAR c. WIDYAISWARA d. PENELITI e. PEREKAYASA f. PUSTAKAWAN g. PRANATA HUMAS h. PRANATA KOMPUTER i. ANALIS KEPEGAWAIAN j. ARSIPARIS k. AUDITOR l. PARAMEDIS Jumlah PEJABAT FUNGSIONAL

JUMLAH
122.499 1.115 70.078 294 1.217 264 90 1.360 78 7 41 536 283 28 74.276 47.108
15

3.

PEJABAT FUNGSIONAL UMUM

UU Nomor 8 Tahun 1974 jo UU Nomor 43 Tahun 1999 PP Nomor 16 Tahun 1994 PP Nomor 99 tahun 2000 jo PP Nomor 12 Tahun 2003 PP Nomor 9 Tahun 2003 Keppres Nomor 87 Tahun 1999 Keputusan/Peraturan Menpan (masing-masing Jafung) Surat Keputusan Bersama (Juklak Jafung)

16

MINIMAL S1 LITBANG, KONSEP/ TEORI METODE OPERASIONAL PENERAPAN DISIPLIN ILMU MINIMAL SMU/SMK MAKSIMAL D3 TEKNIS OPERASIONAL PENERAPAN KONSEP/ METODE OPERASIONAL

AHLI UTAMA IV/d IV/e AHLI MADYA IV/a IV/c AHLI MUDA III/c III/d AHLI PERTAMA III/a III/b PENYELIA III/c III/d PELAKSANA LANJUTAN III/a III/b

PELAKSANA
II/b II/d PELAKSANA PEMULA II/a

CONT: PRANATA KOMPUTER, ANALIS KEPEGAWAIAN, PRANATA LAB PENDIDIKAN


17

DASAR HUKUM:
1.

Keputusan Menpan Nomor 66/KEP/M.PAN/7/2003 Keputusan Bersama Kepala Biro Pusat Statistik dan Kepala BKN: Nomor 002/BPS-SKB/II/2004 Nomor 04 Tahun 2004

2.

3. Peraturan Presiden Indonesia No 39 Tahun 2007


18

TUGAS POKOK :
Merencanakan Menganalisis Merancang Mengimplementasikan Mengembangkan dan atau Mengoperasikan

SISFO BERBASIS KOMPUTER

19

JENJANG JABATAN PRANATA KOMPUTER


JABATAN Tingkat Terampil 1. Pranata Komputer Pelaksana Pemula 2. Pranata Komputer Pelaksana 3. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan 4. Pranata Komputer Penyelia Tingkat Ahli 1. Pranata Komputer Pertama 2. Pranata Komputer Muda 3. Pranata Komputer Madya 4. Pranata Komputer Utama III/a - III/b III/c - III/d IV/a - IV/b - IV/c IV/d - IV/e
20

GOLONGAN

II/a II/b - II/c - II/d III/a - III/b III/c - III/d

JUMLAH ANGKA KREDIT MINIMAL PRANATA KOMPUTER TINGKAT TERAMPIL


JENJANG JABATAN, GOLONGAN RUANG & ANGKA KREDIT Unsur % PK PELAKSANA PEMULA II/a 1 UTAMA 2 80 3 20 5 25 II/b 4 32 8 40 PK PELAKSANA LANJUTAN II/d 6 64 16 80 III/a 7 80 20 100 III/b 8 120 30 150

PK PELAKSANA

PK PENYELIA

II/c 5 48 12 60

III/c 9 160 40 200

III/d 10 240 60 300

PENUNJANG 20 Jumlah 100

21

JUMLAH ANGKA KREDIT MINIMAL PRANATA KOMPUTER TINGKAT AHLI


Jenjang Jabatan, Golongan ruang dan Angka Kredit Unsur % PK Pertama III/a 1 Utama Penunjang 2
80 .

PK Muda III/c 5 160 40 200 III/d 6 240 60 300 IV/a 7 320 80 400

PK Madya IV/b 8 440 110 550 IV/c 9 560 140 700

PK Utama IV/d 10 680 170 850 IV/e 11 840 210 1050

III/b 4 120 30 150

3 80 20 100

< 20 100

22

Dasar hukum: Keputusan Menpan Nomor 117/Kep/M.PAN/10/2003 Keputusan Bersama Kepala BKN dan Kepala LIN Nomor 01/SKB/KA.LIN/2003 dan Nomor 48 Tahun 2003 PERPRES RI Nomor 29 Tahun 2007

23

TUGAS POKOK :
Melakukan kegiatan pelayanan informasi dan kehumasan, meliputi:

perencanaan pelayanan informasi & kehumasan,

pelayanan informasi, pelaksanaan hubungan kelembagaan, & pelaksanaan hubungan personil;

pengembangan pelayanan informasi dan kehumasan.

24

ARSIPARIS
DASAR HUKUM

1. PERATURAN MENPAN No. PER/3/M.PAN/3/2009 ttg Jabfung Arsiparis dan Angka Kreditnya
2. Keputusan Bersama Kepala Arsip Nasional dan Kepala BKN No. 18 Tahun 2009 dan No. 21 Tahun 2009 tentang Juklak Jabfung Arsiparis dan Angka Kreditnya KEPPRES RI NO. 46 Tahun 2007

3.

25

PENGERTIAN & TUGAS POKOK


Arsiparis adalah PNS yg diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang dan untuk melaksanakan kegiatan kearsipan.
Tugas

pokok Arsiparis:

melaksanakan kegiatan pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan yang meliputi: ketatalaksanaan kearsipan, pengolahan arsip,perawatan da pemeliharaan arsip, pelayanan kearsipan, dan publikasi kearsiapan; bimbingan dan supervisi kearsipan dan akreditasi dan sertifikasi kearsipan.

26

PERMENPAN DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 03 TAHUN 2010 tentang JABFUNG PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN DAN ANGKA KREDITNYA PLP: Jabatan yg mempunyai ruang lingkup tugas, tg jawab,dan wewenang unt melakukan pengelolaan lab pendidikan yg diduduki PNS dengan HAK dan KEWAJIBAN yg diberikan oleh pej yg berwenang
27

Pengertian LAB: unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistemastis untuk kegiatan PENGUJIAN, KALIBRASI, dan/atau PRODUKSI dalam skala terbatas, dengan menggunakan PERALATAN & BAHAN berdasarkan METODE keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kpd masyarakat.
28

PNS yang pada saat ditetapkan Peraturan MENPAN tentang Jabfung PLP telah dan masih melaksanakan tugas di bidang pengelolaan laboratorium berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang, diangkat dalam jabatan PLP melalui PENYESUAIAN/INPASSING (akan berakhir pada 30 Juni 2012) dengan ketentuan sebagai berikut:

29

PERSYARATAN

1. Berijazah SMA 2. Pangkat minimal Pengatur, golongan ruang II/c 3. DP3 rata-rata 1 tahun terakhir bernilai BAIK

2. Pangkat minimal Penata Muda, golongan ruang III/a 3. DP3 rata-rata 1 tahun terakhir bernilai BAIK

1. Berijazah S1/DIV

30

1. 2. 3.

Ijazah pendidikan formal tertinggi SK kenaikan pangkat Surat pernyataan telah melaksanakan kegiatan pengelolaan laboratorium, yang ditandatangani oleh pejabat pengelola kepegawaian minimal eselon II (Kalau di UNiv/Ins: Kepala BAUK; Poltek: Kabag AUK)

31

PENGANGKATAN DALAM JABFUNG

Penyesuaian/Inpassing Pengangkatan pertama kali-formasi khusus CPNS Perpindahan dari jabatan lain (Struktural/Fungsional)

32

SYARAT PENGANGKATAN dari jabatan lain:


PRANATA
PERSYARATAN

KOMPUTER

HUMAS

ANALIS KEPEGAWAIAN

ARSIPARIS

TERAMPIL
1. 2. 3. 4.

Pendidikan/ijazah Pangkat DP3 1 tahun terakhir Diklat Usia, 5 tahun sebelum BUP jab terakhir Memiliki pengalaman /telah melaksanakan tugas di bidang jabfung Memenuhi AK yang dipersyaratkan

SLTA/DI II/a Baik Tekn. Informasi 51 tahun 2 th

SLTA II/a Baik Inforhum 51 th 2 th

DIII II/b Baik Adm. Kepeg. 51 th 2 th

DII II/c Baik Kearsipan 51 th 3 th

5.

6.

7.

33

SYARAT PENGANGKATAN dari jabatan lain:


PRANATA PERSYARATAN KOMPUTER HUMAS ANALIS KEPEGAWAI AN ARSIPA RIS

AHLI 1. Pendidikan 2. Pangkat 3. DP3- I tahun terakhir 4. Diklat 5. Usia, 5 tahun sebelum BUP 6. Telah melaksanakan tugas di bidang jabfung ybs 7. Memenuhi AK

S1/DIV III/a Baik Teknologi informasi 51/55 th 2 th

S1/DIV III/a Baik Infor.dan kehumas 51/55 th 2 th

S1/DIV III/a Baik Adm.kepeg

S1/DIV III/a Baik Kearsip an 51/55 th 3 th

51/55 th 2 th

34

PENGANGKATAN PNS KE DALAM JABATAN JABATAN PUSTAKAWAN (PERPINDHAN DARI JABATAN LAIN)

PENGALAMAN GOLONGAN JFT PENDIDIKAN DIKLAT FUNGSIONAL USIA KERJA SUBSTANSI

PUSTAKAWAN TERAMPIL

DII PUSDOKINFO

DIKLAT PUST TERAMPIL BAGI NONPUSDOKINFO

II/b 5 tahun sebelum BUP jabatan terakhir yang diduduki

2 TAHUN

PUSTAKAWAN AHLI

SI PUSDOKINFO

DIKLAT PUST AHLI BAGI NONPUSDOKINFO

III/a 5 tahun sebelum BUP jabatan terakhir yang diduduki

2 TAHUN

35

KEUNGGULAN JABFUNG TERTENTU

Pangkat boleh lebih tinggi dari atasan/pej struktural Dikecualikan dari ujian dinas untuk kenaikan golongan penggajian Standar pengukuran kinerja individual lebih obyektif Menerima tunjangan jabatan bukan tunjangan fungsional umum per golongan
36

A
PIMPINAN UNIT KERJA

PROSEDUR PENGANGKATAN
SESJEN U.P. KAROPEG
SESJEN ATAU PEJ YG DIBERI KUASA

Y
SYARAT

BERKAS USUL A
1. SRT PERNYATAAN TELAH MELAKS KEG. 2. DUPAK +BUKTI FISIK 3. SK KP & JABATAN TERAKHIR 4. IJAZAH 5. STTPL DIKLAT ARSIPARIS 6. DP3, 1 TH TERAKHIR

TIM PENILAI *)

Y OK? T

PAK & SK JABATAN

T
MENILAI & PERTIMBANGAN

SRT PENGEMBALIAN

*): MADYA-UTAMA TPP: ANRI A.PELAKSANA S.D. MUDA: TPI/ DEPDIKNAS

37

TIM PENILAI ANGKA KREDIT PERATURAN


PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 1994 (Pasal 8 ayat 2)

SETIAP JABATAN FUNGSIONAL ANGKA KREDIT DIBENTUK TIM PENILAI. TIM PENILAI DARI: Unsur Kepegawaian Unsur unit teknis Pejabat fungsional SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PENILAI KETUA merangkap ANGGOTA WAKIL KETUA merangkap ANGGOTA SEKRETARIS merangkap ANGGOTA sekurang-kurangnya 4 orang ANGGOTA
38

Januari untuk kenikan pangkat April

Juli untuk kenaikan pangkat Oktober Dengan ketentuan penilaian untuk pengangkatan dan kenaikan
jabatan dapat dilakukan setiap saat. Kenaikan jabatan dimungkinkan minimal setelah 1 tahun dalam jabatan.

39

PNS yang menduduki jabatan fungsional dapat dinaikkan pangkat / jabatan setingkat lebih tinggi apabila telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan dan syarat lain yang ditentukan.

dikecualikan dari ujian dinas


pangkat boleh lebih tinggi dari Pimpinan
40

Dokumen kenaikan pangkat pejabat fungsional tertentu dengan angka kredit: 1. SK jabatan terakhir 2. SK kenaikan pangkat terakhir 3. DP3 - 2 tahun terakhir 4. ASLI PAK jabatan fungsional terakhir 5. Kartu Pegawai (Karpeg)dan konversi NIP

1 set

41

SANKSI: BEBAS SEMENTARA & BERHENTI


PEMBEBASAN SEMENTARA: 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat; 2. Diberhentikan sementara sebagai PNS; 3. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan fungsionalnya; 4. Menjalani cuti di luar tanggungan negara; 5. Menjalani tugas belajar lebih dari 6 bulan. 6. Apabila dalam waktu 5 tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan AK untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi.

42

PEMBEBASAN SEMENTARA -ARSIPARIS

PRANATA HUMAS, PUSTAKAWAN

Arsiparis/Analis Kepeg Penyelia (III/d), dalam jangka waktu satu tahun sejak diangkat dalam pangkat/jabatan terakhir tidak dapat mengumpulkan 10 angka kredit. Arsiparis Utama (IV/e), dalam jangka waktu satu tahun sejak diangkat dalam pangkat/jabatan terakhir tidak dapat mengumpulkan 25 angka kredit.
Analis Kepeg Madya (IV/c), apabila setiap tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 AK dari kegiatan tugas pokok.

43

SANKSI: PEMBERHENTIAN DARI JABATAN


1.

Dalam jangka waktu 1 tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya, tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/ pangkat setingkat lebih tinggi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, kecuali hukuman disiplin penurunan pangkat.

2.

44

Pejabat fungsional kategori KETERAMPILAN yang

memperoleh ijasah DIV/S1 dapat diangkat ke dalam jabatan fungsional kategori KEAHLIAN apabila :

~ kualifikasi pendidikan sesuai ~ lulus diklat kompetensi kategori keahlian ~ telah menduduki golongan ruang III/a ~ memenuhi angka kredit yang ditentukan ~ setiap unsur penilaian dalam DP-3 minimal baik

45

SE KA. PERPUSTAKAAN NASIONAL NO. SE: 031a/i/bb/I.2006 Tgl 9 Januari 2006 TENTANG
PERUBAHAN ANGKA KREDIT SUBUNSUR PENDIDIKAN SEKOLAH, PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN, DAN UJIAN PENYESUAIAN IJAZAH

S1 PERPUSTAKAAN ATAU S1 BIDANG LAIN DITAMBAH DIKLAT ALIH JALUR YG SEBELUMNYA DIHARUSKAN MENGIKUTI UJIAN PENYESUAIAN IJAZAH TIDAK DIPERLUKAN LAGI

46

TUNJANGAN JABATAN KEPPRES NO. 39 TAHUN 2007


JABATAN
Pranata
Komputer Ahli

TUNJANGAN (Rp.)
1.200.000,900.000,600.000,300.000,425.000,265.000,240.000,220.000,-

Pranata Komputer Utama


Pranata Komputer Madya Pranata Komputer Muda Pranata Komputer Pertama Pranata Komputer Penyelia Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan Pranata Komputer Pelaksana Pranata Komputer Pelaksana Pemula

Pranata Komputer Terampil

47

TUNJANGAN JABATAN PERPRES NO. 29 TAHUN 2007


JABATAN
PRANATA HUMAS AHLI

Tunjangan

Pranata Humas Madya Pranata Humas Muda

Rp 650.000,Rp 400.000,-

Pranata Humas Pertama Rp 270.000,PRANATA HUMAS TERAMPIL

Pranata Humas Penyelia Rp 300.000,-

Pranata Humas Pelaksana Lanjutan Pranata Humas Pelaksana Pranata Humas Pelaksana Pemula

Rp 265.000,Rp 240.000,Rp 220.000,48

TUNJANGAN UMUM PNS PERPRES NO 12 TAHUN 2006


BESAR TUNJANGAN

No 1 2 3

GOLONGAN

IV III II I

Rp 190.000,00,Rp 185.000,00,Rp 180.000,00,Rp 175.000,00,-

49

PEMBINAAN JABFUNG UMUM

Sistem karier KEPANGKATAN menggunakan kenaikan pangkat reguler berdasarkan PP 99 Thn 2000 jo PP 12 Thn 2002.

50

Kenaikan Pangkat Reguler berdasarkan IJAZAH yang dimiliki (Pasal 8 PP No. 99 Tahun 2000)
GOLONGAN RUANG STTB

Pengatur Muda Pengatur Pengatur Tk.I Penata Md Tk.I

II/a II/c II/d III/b

SD SLTP SLKTP SLTA, SLKTA, DI, DII SM, SGPLB, DIII, Sarmud, Akademi, Bakaloreat, S1, DIV Dokter, Apateker, S2, yg setara

Penata
Penata Tk.I Pembina

III/c
III/d IV/a

Pembina Tk.I

IV/b

Doktor (S3)

51

KENAIKAN PANGKAT KARENA MEMPEROLEH IJAZAH (Pasal 18 PP No. 99 Tahun 2000)


PANGKAT, GOL/RUANG STTB yg diperoleh SAAT INI SLTP SLTA, DI SGPLB, DII SM, Akademi, DIII S1, DIV Dokter, Apoteker, S2 Doktor (S3) I/b ke bawah I/d ke bawah II/a ke bawah II/b ke bawah II/d ke bawah III/a ke bawah III/b ke bawah DAPAT DINAIKKAN I/c II/a II/b II/c III/a III/b III/c
52

BUP PNS 56 Tahun: (PS 4 PP No. 32 Tahun 1979)

BUP PUSTAKAWAN KEPPRES NO. 102 TAHUN 2003


PENYELIA MUDA MADYA

UTAMA GOL IV/d & IV/e

PELAKSN PELKSN LNJT PERTAMA

53

54