Anda di halaman 1dari 13

Liabilities and owners Equity

1. 2. 3. 4. 5. Lestariany - 11100001 Melyssa Setiawan - 11100005 Chandra Eka Putra - 11100025 Devica Pratiwi - 11100026 Morin Rantika - 11100058

PROPRIETARY & ENTITY THEORY


PROPRIETARY THEORY P=AL Perusahaan dimiliki oleh beberapa orang atau kelompok tertentu. Kepentingan kepemilikan mungkin diwakili oleh pemilik tunggal, persekutuan, atau beberapa pemegang saham. Di mana semua kewajiban dan aset menjadi hak pemilik tunggal. Semua pendapatan akan meningkatkan kekayaan bersih secara langsung ke pemilik, dan beban yang terjadi akan menurunkan kekayaannya. Pelaporan keuangan didasarkan pada anggapan dasar yaitu pemilik merupakan fokus utama laporan keuangan perusahaan. Proprietary theory dapat diterapkan khususnya untuk kepemilikan tunggal dimana pemilik merupakan pengambil keputusan. ENTITY THEORY ASSETS = EQUITY Seperti jenis usaha yang selama ini kita kenal , dimana pusat perhatian berada pada perusahaan , bukan pemilik. Semua asset dan kewajiban itu adalah milik perusahaan , begitu juga laba. Pemilik akan mendapat bagian dari laba pada saat pembagian deviden. Teori ini memiliki 2 asumsi : 1. 2. Separation. Dimana adanya pemisahan antara kepemilikan dan manajemen Viewpoint. Dimana adanya pembatasan kewajiban pemilik.

Pengertian
Liabilitas (bahasa Inggris: liability) adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Liabilitas adalah kebalikan dari aset yang merupakan sesuatu yang dimiliki.

Contoh liabilitas adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.

FASB mendefinisi kewajiban dalam kerangka konseptualnya sebagai berikut (SFAC No. 6, prg. 35) :
Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti timbul dari keharusan sekarang suatu kesatuan usaha untuk mentransfer asset atau menyediakan/menyerahkan jasa kepada kesatuan lain dimasa datang sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

karakteristik Liabilities
Dengan berbagai variasi diatas, secara umum dapat dikatakan bahwa kewajiban mempunyai tiga karakteristik utama yaitu: Pengorbanan manfaat ekonomik masa datang Keharusan sekarang untuk mentransfer asset Timbul akibat transaksi masa lalu

Pengakuan Liabilities
Empat kaidah pengakuan untuk menandai kewajiban yaitu :
Ketersediaan dasar hukum Kalau terdapat bukti yuridis yang kuat tentang adanya daya paksa untuk memenuhi keharusan, jelas tidak dapat disangkal bahwa suatu kewajiban memang ada. Kaidah ini terkait dengan kualitas keterandalan dan keberpautan informasi. Faktur pembelian dan tanda penerimaan barang merupakan dasar hokum yang cukup meyakinkan untuk mengakui kewajiban.

Keterapan konsep dasar konservatisma Kaidah ini merupakan penjabaran teknis criteria keterandalan. Keadaan - keadaan tertentu yang menjadikan konsep koservatisma tetap akan dapat memicu pengakuan kewajiban. Implikasi dianutnya konsep konservatisma adalah rugi dapat segera di akui. Gugatan perdata terhadap suatu perusahaan yang boleh jadi menimbulkan rugi baginya dapat memicu pencataatn kewajiban atas dasar penerapan konsep konservatisma. Ketertentuan substansi ekonomik transaksi Substansi suatu transaksi dapat memicu pencatatan seluruh kewajiban yang timbul ketika transaksi terjadi meskipun secara yuridis/kontraktual kewajiban baru akan mengikat secara berkala pada saat keharusan berkala muncul. Kaidah ini berkaitan dengan masalah relevansi informasi. Utang sewaguna dapat diakui pada saat transaksi meskipun tidak ada transfer hak milik dalam transaksi sewaguna tersebut. Dalam hal ini, kewajiban dapat atau bahkan harus diakui kalau secara substantive sewaguna tersebut sebenarnya adalah pembelian angsuran.

Keterukuran nilai kewajiban Keterukuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai kualitas keterandalan informasi. Definisi kewajiban mengandung kata cukup pasti yang mengacu tidak hanya pada terjadinya pengorbanan sumber ekonomik masa datang tetapi juga pada jumlah rupiahnya. Oleh karena itu, adanya kepastian mengenai jumlah rupiah dapat memicu diakuinya suatu kewajiban.

Pengukuran Liabilitas
Terjadinya kewajiban pada umumnya disertai dengan pemerolehan asset atau timbulnya biaya. Pemerolehan asset dapat berupa penguasaan barang dagangan atau asset nonmoneter lainnya yang terjadi dari transaksi pembelian. Pemerolehan asset dapat juga berupa kas yang terjadi dari transaksi peminjaman atau penerimaan uang muka untuk barang atau jasa.

Penilaian Liabilities
Penilaian kewajiban pada saat tertentu adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dikorbankan seandainya pada saat tersebut kewajiban harus dilunasi, dengan kata lain penilaian adalah penentuan nilai sekarang kewajiban. Atribut pengukuran menurut FASB adalah nilai pasar sekarang, nilai pelunasan neto, dan Nilai diskunan aliran kas masa datang. Penilaian dalam tahap penelusuran adalah Penilaian kewajiban setiap saat dalam perioda dari saat pengakuan sampai pelunasan.

2. Owners Equity
PENGERTIAN: Menurut IAI ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. RIGHTS OF THE PARTIES Kreditor dan pemegang saham sama sama memiliki klaim atau hak untuk dilunasi atas dana yang ditanamkan dalam perusahaan. Akan tetapi terdapat dua karakteristik yang melekat pada hak kreditor :
Penyelesaian klaim mereka pada tanggal tertentu melalui transfer asset Prioritas diatas pemilik dalam penyelesaian klaim mereka dalam hal likuidasi

ECONOMIC SUBSTANCE Substansi ekonomik perjanjiann antara kreditor dan perusahaan berbeda dengan antara pemegang saham dan perusahaan dalam hal resiko terhadap rugi . Resiko kreditor lebih kecil dibanding pemegang saham. Pemegang saham menanggung segala resiko yang berkaitan dengan operasi perusahaan A= L + P
CLASSIFICATION WITHIN OWNERS EQUITY Tujuan dasar klasifikasi ini adalah memberikan informasi kepada para pihak-pihak yang berkepentingan mengenai efisiensi dan kepengurusan manajemen dan kepentingan kepentingan ekonomis historis dan prospektif dari kelompok-kelompok yang memegang ekuitas spesifik dan kelompok yang memiliki suatu kepentingann umum dalam korporasi

Penghapusan Hutang
utang dapat diselesaikan dengan cara lain selain dengan pembayaran langsung atau pemberian jasa kepada kreditur. Keuntungan bagi debitur sebagai berikut ;
o Kewajiban dihapus dari neraca sehingga rasio kwajiban ekuitas membaik o Laba tahun berjalan akan meningkat dengan jumalh untung yang terjadi dalam pengakuan kewajiban. Hal ini terjadi bila selisih antara nilai tunai (asset) dan nominal utang dicatat sebagai untung. o Laba pengakuan kewajiban tidak dikenai pajak karena laba tersebut belum terealisasi. o Pembebasan utang memungkinkan perusahaan untuk memperlakukan kewajiban jangka panjang seperti mengelola surat-surat berharga disisi asset.