Anda di halaman 1dari 23

Referat

FRAMBUSIA
Oleh: Adetia Maharani, S.Ked 04114705064 Pembimbing: dr. Sarah Diba, SpKK

BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA/RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. M. HOESIN PALEMBANG 2012

Pendahuluan
Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan Treponema pallidum subspesies pertenue. Tahun 1950, di dunia Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Amerika Tengah serta kepulauan Pasifik 25-150 juta penderita World Health Organization (WHO) di regional Asia Tenggara terdapat tiga negara, yaitu India, Indonesia dan Timor Leste di India 3571 kasus tahun 1996; 46 kasus tahun 2003 dan kasus nihil tahun 2004 Tahun 2003-2005 di Timor-Leste sekitar 500-1000 kasus diperkirakan setiap tahunnya
2

Tahun 1990, 21 provinsi dari 31 provinsi di Indonesia melaporkan adanya penderita frambusia Tahun 2000-2004, 8-11 provinsi melaporkan adanya frambusia setiap tahun Dengan 4015 kasus tahun 2004 dan 2.560 tahun 2005, Indonesia merupakan negara dengan kasus frambusia tertinggi

Tujuan referat ini adalah untuk membahas etiologi, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis banding dan penatalaksanaan frambusia.

Faktor Resiko
Faktor Resiko: Iklim tropis, lembab Higine kurang, sanitasi lingkungan buruk Penduduk miskin Fasilitas kesehatan umum kurang memadai Anak-anak < 15 tahun

Cara Penularan
1. Penularan secara langsung (direct contact) 2. Penularan secara tidak langsung (indirect contact)

Patogenesis
Bagan patogenesis

Manifestasi Klinis
Gejala klinis frambusia terdiri atas tiga stadium, yaitu: 1. Stadium I 2. Stadium II 3. Stadium III

Stadium I
Lesi awal frambusia disebut mother yaw Predileksi : tempat masuk organisme di kulit, sering di ekstremitas Gejala sistemik: - demam - nyeri sendi - limfadenopati regional Setelah beberapa minggu sampai bulan, lesi sembuh spontan bekas luka (scar) atropik dan hipopigmentasi
9

Stadium I
papul infiltrat Eritematous tidak nyeri. Lesi ulserasi serum kering - krusta kuning, tebal 1 - 5 cm ulkus, dasar papilomatosa, serum bau amis banyak treponema
10

Stadium II
Gambaran klinis: lesi kutaneus / erupsi menyebar luas, bilateral dan simetris. Erupsi berupa: - daughter yaw, pianoma atau frambesia - miniature yaws

11

Stadium II
Predileksi: wajah, terutama hidung dan mulut, aksila, bokong, anus dan vulva. Lesi bisa mengenai tubuh, kepala dan lengan. Gejala sistemik: - demam - sakit kepala - adenopati general - nyeri tulang pada malam hari (nocturnal bone pain)
12

Stadium II
Frambusia sekunder: daughter yaw, pianoma atau framboesia. Lesi pada ekstremitas bawah berbentuk sirsinar

13

Stadium II

Lesi frambusia perianal


14

Stadium III
Predileksi: kulit, jaringan subkutan, membrane mukosa, tulang dan persendian. Lesi pada stadium ini berupa: - nodular dan tubercular pianides - lesi gummatous - keratoderma palmar dan plantar - lesi osteoarticular - gangosa - goundou - nodus juxtaarticular
15

Stadium III
Hiperkeratosis dan keratoderma pada telapak tangan dan kaki, Crab yaws

16

Stadium III

Tibial periostitis
17

Stadium III
Frambusia intraoral dan intranasal dengan kehancuran septum dan tulang

Gangosa

18

Diagnosis Banding
Stadium I : furunkel, myiasis Stadium II : ektima, impetigo Stadium III : sifilis stadium lanjut

19

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Serologi, yaitu tes serologi untuk sifilis seperti WR dan VDLR 2. Pemeriksaan mikroskop lapangan gelap dari induk frambusia dan anak frambusia

20

Tatalaksana
* Obat pilihan utama : penisilin ( Benzatin penisilin ) < 10 th : 600.000 IU > 10 th : 1,2 juta IU * Alergi Eritromisin, doksisiklin dan tertrasiklin

21

Kesimpulan
Frambusia adalah infeksi kulit disebabkan oleh Treponema pallidum sub spesies pertenue Penyakit ini memiliki 3 stadium dalam proses manifestasi ulkus, yaitu ulkus atau granuloma (mother yaw), lesi non-destruktif dini dan destruktif atau ada infeksi lanjut pada kulit, tulang dan perios Apabila frambusia tidak segera diobati agen akan menyerang dan merusak kulit, otot, serta persendian kecacatan
22

TERIMA KASIH

23

Anda mungkin juga menyukai