Anda di halaman 1dari 16

PERAWATAN LUKA

OLEH ROBBI RAHMAN DANI 07171101 PEMBIMBING : DR. DAVID TAMBUN SP.B

DEFENISI LUKA Secara definisi suatu luka adalah terputusnya kontinuitas suatu jaringan, hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh oleh karena adanya cedera atau pembedahan. luka adalah sebuah injuri pada jaringan yang mengganggu proses selular normal, luka dapat juga dijabarkan dengan adanya kerusakan pada kuntinuitas/kesatuan jaringan tubuh yang biasanya disertai dengan kehilangan substansi jaringan

JENIS JENIS LUKA Luka bisa diklasifikasikan berdasarkan struktur anatomis, sifat, proses penyembuhan dan lama penyembuhan. Luka berdasarkan sifat yaitu : abrasi, kontusio, insisi, laserasi, terbuka, penetrasi, puncture, sepsis, dll. Luka berdasarkan struktur lapisan kulit meliputi: superfisial, yang melibatkan lapisan epidermis; partial thickness, yang melibatkan lapisan epidermis dan dermis; dan full thickness yang melibatkan epidermis, dermis, lapisan lemak, fascia dan bahkan sampai ke tulang.

Luka Berdasarkan waktu penyembuhan luka a) Luka akut Luka dikatakan akut jika penyembuhan yang terjadi dalam jangka waktu 2-3 minggu. b) Luka kronis luka kronis adalah segala jenis luka yang tidak tandatanda untuk sembuh dalam jangka lebih dari 4-6 minggu.

Luka Berdasarkan proses penyembuhan a) Healing by primary intention Tepi luka bisa menyatu kembali, permukan bersih, biasanya terjadi karena suatu insisi, tidak ada jaringan yang hilang. Penyembuhan luka berlangsung dari bagian internal ke ekseternal. b) Healing by secondary intention Terdapat sebagian jaringan yang hilang, proses penyembuhan akan berlangsung mulai dari pembentukan jaringan granulasi pada dasar luka dan sekitarnya. c) Delayed primary healing (tertiary healing) Penyembuhan luka berlangsung lambat, biasanya sering disertai dengan infeksi, diperlukan penutupan luka secara manual.

PENYEMBUHAN LUKA Tubuh secara normal akan berespon terhadap cedera dengan jalan proses peradangan, yang dikarakteristikkan dengan lima tanda utama: bengkak (swelling),kemerahan (redness), panas (heat), nyeri (pain) dan kerusakan fungsi (impaired function). Tipe Penyembuhan luka Terdapat 3 macam tipe penyembuhan luka, dimana pembagian ini dikarakteristikkan dengan jumlah jaringan yang hilang. 1) Primary Intention Healing (penyembuhan luka primer) yaitu penyembuhan yang terjadi segera setelah diusahakan bertautnya tepi luka biasanya dengan jahitan. 2) Secondary Intention Healing (penyembuhan luka sekunder) yaitu luka yang tidak mengalami penyembuhan primer. Tipe ini dikarakteristikkan oleh adanya luka yang luas dan hilangnya jaringan dalam jumlah besar. Proses penyembuhan terjadi lebih kompleks dan lebih lama. Luka jenis ini biasanya tetap terbuka. 3) Tertiary Intention Healing (penyembuhan luka tertier) yaitu luka yang dibiarkan terbuka selama beberapa hari setelah tindakan debridement. Setelah diyakini bersih, tepi luka dipertautkan (4-7 hari).

Fase Penyembuhan Luka

1)

Fase Inflamasi Tahap ini muncul segera setelah injuri dan dapat berlanjut sampai 5 hari. Inflamasi berfungsi untuk mengontrol perdarahan, mencegah invasi bakteri, menghilangkan debris dari jaringan yang luka dan mempersiapkan proses penyembuhan lanjutan. Dua proses utama terjadi pada fase ini yaitu hemostasis dan pagositosis. 2) Fase Proliferasi Tahap ini berlangsung dari hari ke 6 sampai dengan 3 minggu. Fibroblast (sel jaringan penyambung) memiliki peran yang besar dalam fase proliferasi. 3) Fase Maturasi Tahap ini berlangsung mulai pada hari ke 21 dan dapat berlangsung sampai berbulan-bulan dan berakhir bila tanda radang sudah hilang, dapat berlanjut selama 1 2 tahun setelah luka. Dalam fase ini terdapat remodeling luka yang merupakan hasil dari peningkatan jaringan kolagen, Kollagen yang ditimbun dalam luka diubah, membuat penyembuhan luka lebih kuat dan lebih mirip jaringan. Kollagen baru menyatu, menekan pembuluh darah dalam penyembuhan luka, sehingga bekas luka menjadi rata, tipis dan garis putih.

Faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka Faktor Instrinsik adalah faktor dari penderita yang dapat berpengaruh dalam proses penyembuhan meliputi : usia, status nutrisi dan hidrasi, oksigenasi dan perfusi jaringan, status imunologi, dan penyakit penyerta Faktor Ekstrinsik adalah faktor yang didapat dari luar penderita yang dapat berpengaruh dalam proses penyembuhan luka, meliputi : pengobatan, radiasi, stres psikologis, infeksi, iskemia dan trauma jaringan

PERAWATAN LUKA Tujuan Perawatan Luka 1. Mencegah infeksi dari masuknya mikroorganisme ke dalam kulit dan membran mukosa 2. Mencegah bertambahnya kerusakan jaringan 3. Mempercepat penyembuhan 4. Membersihkan luka dari benda asing atau debris 5. Drainase untuk memudahkan pengeluaran eksudat 6. Mencegah perdarahan 7. Mencegah excoriasi kulit sekitar drain. 8. Memberikan lingkungan yang memadai untuk penyembuhan luka 9. Absorbsi drainase 10.Menekan dan imobilisasi luka 11.Mencegah luka dan jaringan epitel baru dari cedera mekanis 12.Mencegah luka dari kontaminasi bakteri 13.Meningkatkan hemostasis dengan menekan dressing 14.Memberikan rasa nyaman mental dan fisik pada pasien

Prinsip perawatan pada luka yaitu : Bersihkan dari arah area yang sedikit terkontaminasi seperti dari luka ke kulit disekitarnya Gunakan fiksasi lembut saat menuangkan larutan ke kulit Saat melakukan irigasi, biarkan larutan mengalir dari area yang kurang terkontaminasi ke area yang paling terkontaminasi

Manajemen Perawatan Luka Secara Umum Dalam manajemen perawatan luka ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu : - evaluasi luka, meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik (lokasi dan eksplorasi). - tindakan antiseptik, prinsipnya untuk mensucihamakan kulit. Dalam proses pencucian/pembersihan luka yang perlu diperhatikan adalah pemilihan cairan pencuci dan teknik pencucian luka. Penggunaan cairan pencuci yang tidak tepat akan menghambat pertumbuhan jaringan sehingga memperlama waktu rawat dan meningkatkan biaya perawatan - pembersihan luka, Tujuan dilakukannya pembersihan luka adalah meningkatkan, memperbaiki dan mempercepat proses penyembuhan luka; menghindari terjadinya infeksi; membuang jaringan nekrosis dan debris

Beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam pembersihan luka yaitu : Irigasi dengan sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk membuang jaringan mati dan benda asing. Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan mati. Berikan antiseptik Bila diperlukan tindakan ini dapat dilakukan dengan pemberian anastesi lokal Bila perlu lakukan penutupan luka Debridement (Wound Excision) : Adalah membuang jaringan yang mati serta merapikan tepi luka Memotong dengan menggunakan scalpel atau gunting Rawat perdarahan dengan meligasi menggunakan cat gut Perawatan Perdarahan Adalah suatu tindakan untuk menghentikan proses perdarahan Yaitu dengan kompresi lokal atau ligasi pembuluh darah atau jaringan sekitar perdarahan

- Penjahitan luka, Penjahitan luka membutuhkan beberapa persiapan baik alat, bahan serta beberapa peralatan lain. Urutan teknik juga harus dimengerti oleh operator serta asistennya. Alat yang dibutuhkan : - Naald Voeder ( Needle Holder ) atau pemegang jarum biasanya satu buah - Pinset Chirrurgis atau pinset Bedah satu buah - Gunting benang satu buah. - Jarum jahit, tergantung ukuran cukup dua buah saja. Bahan yang dibutuhkan : - Benang jahit Seide atau silk - Benang Jahit Cat gut chromic dan plain

Lain-lain : Doek lubang steril Kasa steril Handscoon steril Teknik Urutan teknik penjahitan luka ( suture techniques):

Persiapan alat dan bahan Persiapan asisten dan operator Desinfeksi lapangan operasi Anestesi lapangan operasi debridement dan eksisi tepi luka penjahitan luka perawatan luka

- penutupan luka,

Adalah mengupayakan kondisi lingkungan yang baik pada luka sehingga proses penyembuhan berlangsung optimal. Setelah luka di jahit dengan rapi di bersihkan dengan desinfeksan (beri salep), Tutup luka dengan kasa steril yang dibasahi dengan betadine, Lekatkan dengan plester atau hipafix - pembalutan, Pembalutan berfungsi sebagai pelindung terhadap penguapan, infeksi, mengupayakan lingkungan yang baik bagi luka dalam proses penyembuhan, sebagai fiksasi dan efek penekanan yang mencegah berkumpulnya rembesan darah yang menyebabkan hematom.

- pemberian antiboitik

Prinsipnya pada luka bersih tidak perlu diberikan antibiotik dan pada luka terkontaminasi atau kotor maka perlu diberikan antibiotik - pengangkatan jahitan Adalah proses pengambilan benang pada luka, Jahitan diangkat bila fungsinya sudah tidak diperlukan lagi. Waktu pengangkatan jahitan tergantung dari berbagai faktor seperti, lokasi, jenis pengangkatan luka, usia, kesehatan, sikap penderita dan adanya infeksi