Anda di halaman 1dari 23

Oleh : Mirza

Meski pada mulanya diperkirakan infeksi HIV

(Human immunodeficiency virus) terjadi pada laki-laki homoseksual, epidemi virus HIV terus mengenai populasi yang lebih luas.
Sekitar 95% pasien terinfeksi HIV tinggal di negara

berkembang
Lebih dari 90% anak terinfeksi HIV dibawah 15 tahun

mendapat infeksi dari ibu mereka selama kehamilan, persalinan atau menyusui

Transmisi HIV bisa terjadi selama kehamilan, melahirkan,

atau melalui menyusui.


Cara terbaik untuk mencegah penularan infeksi HIV secara

umum, terutama pada ibu hamil dan mencegah kehamilan tidak terencana pada ibu dengan HIV positif.
Resiko tambahan terhadap penularan HIV melalui

pemberian ASI antara 5 20 %. HIV dapat ditularkan melalui ASI selama proses laktasi, sehingga tingkat infeksi pada bayi yang menyusu meningkat seiring dengan lamanya menyusui

Gambaran klinis infeksi HIV pada anak sangat

bervariasi. Beberapa anak dengan HIV (+) menunjukkan keluhan dan gejala terkait HIV yang berat pada tahun pertama kehidupannya.
Anak dengan HIV (+) lainnya mungkin tetap tanpa

gejala atau dengan gejala ringan selama lebih dari setahun dan bertahan hidup sampai beberapa tahun.

Jika ada alasan untuk menduga infeksi HIV sedangkan

status HIV anak tidak diketahui, harus dilakukan konseling pada keluarganya dan tes diagnosis untuk HIV harus ditawarkan
Diagnosis bayi yang terpajan pada masa perinatal dan

pada anak kecil sangat sulit, karena antibody maternal terhadap HIV yang didapat secara pasif mungkin masih ada pada darah anak sampai umur 18 bulan.

Infeksi HIV pada anak, menurut WHO, dibagi menjadi beberapa

1. 2. 3. 4.

stadium, yaitu : Stadium 1. Stadium 2. Stadium 3. Stadium 4.

Penatalaksanaan HIV disertai dengan pemberian obat

Antiretroviral (ARV), yang kini tersedia makin meluas dan mengubah dengan cepat perawatan HIV/AIDS. kesakitan dan kematian secara dramatis, serta memperbaiki kualitas hidup pada orang dewasa maupun anak.

Obat ARV tidak menyembuhkan HIV, tetapi dapat menurunkan

Kapan mulai pemberian ART

Sekitar 20 % dari bayi yang terinfeksi HIV di Negara berkembang akan menjadi AIDS atau meninggal sebelum umur 12 bulan (dengan kontribusi nyata dari infeksi PCP pada bayi < 6 bulan yang tidak mendapat Pengobatan dengan kotrimoksasol).
Pengobatan secara dini (walaupun dalam periode terbatas) pada masa infeksi primer pada bayi mungkin bisa memperbaiki perjalanan penyakit. Di Negara berkembang, keuntungan pengobatan dini ARV pada anak, diimbangi dengan masalah yang akan timbul seperti ketaatan berobat, resistensi dan kesulitan diagnosis. Keuntungan klini yang nyata dibuktikan dengan uji klinis dibutuhkan sebelum merekomendasikan pengobatan dini ART

Petugas medis harus melihat anak minimal setiap 3

bulan Petugas non medis ( yang ideal adalah pemberi obat ARV, seperti ahli farmasi, yang akan menilai kepatuhan pengobatan dan member konseling agar patuh ) harus melihat anak setiap bulan. Anak harus lebih sering diperiksa, lebih baik oleh seorang petugas klinis, jika secara klinis tidak stabil.

Nucleoside Analogue Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI) Obat Lamivudine 3TC Efek samping Komentar

Sakit kepala, nyeri perut, Mudah ditoleransi pancreatitis

Stavudine

D4T

Sakit kepala, nyeri perut, Suspense neuropati

dalam

jumlah

besar, kapsul dapat dibuka. Jgn gunakan dgn d4T (efek ART antagonis)

Zidovudine

ZDV (AZT)

Sakit kepala, anemia

Abacavir

ABC

Reaksi

hipersensitivitas Tablet dapat digerus

demam, mukositis, ruam : hentikan pengobatan

Didanosine

Ddl

Pancreatitis,

neuropati Beri antacid pada lambung

perifer, diare dan nyeri perut yang kosong

Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTI)

Efavirens

EFV

Mimpi

aneh, Minum

pada
hari, obat makanan

mengantuk, ruam malam hindari dengan

berlemak. Nevirapine NVP Ruam, keracunan Pemberian hati bersamaan dengan

rifampisin,
tingkatkan dosis

NVP hingga 30%, atau hindari.

Protease Inhibitors (PI)


Lopinavir/ritonav LPV/r Diare, mual Diare, ruam Minum bersama

ir
Nelfinavir Sequinavir

NFV SQV

muntah, makanan, pahit

rasa

Diare, rasa tidak enak di perut

Minum bersama

makanan
Minum waktu 2 dalam jam

setelah makan

Kriteria Klinis

Kriteria CD4

Tidak adanya atau penurunan Kembalinya CD4% jika < 6 tahun pertumbuhan pada anak dengan respon pertumbuhan awal terhadap ARV Hilangnya neurodevelopmental (% atau hitung CD4 jika umur 6 tahun) pada atau dibawah data dasar sebelum terapi, tanpa ada penyebab yang lain.

milestones atau mulainya gejala CD4% turun 50% dari puncak ensefalopati Keadaan pada stadium klinis 4 yang baru atau kambuh jika < 6 tahun (% atau nilai absolute jika umur 6 tahun), tanpa ada penyebab yang lain.

Keadaan toksik seperti, sindrom Stevens Johnson,

keracunan hati berat, perdarahan yang berat. Interaksi obat (pengobatan tuberculosis dengan rifampicin mengganggu NVP atau PI) Kemungkinan ketidak-patuhan pasien jika dia tidak dapat mentoleransi rejimen obat

Jika tidak tersedia CD4 rutin atau pemeriksaan

virology, keputusan tentang kegagalan pengobatan harus dibuat berdasarkan kemajuan klinis dan penurunan CD4 sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel diatas. Pada umumnya, pasien harus menerima ART selama 6 bulan atau lebih dan masalah kepatuhan harus diatasi sebelum menentukan kegagalan pengobatan dan mengubah rejimen ARV. Keadaan memburuk karena immune reconstitution syndrome (IRIS), bukan merupakan alasan untuk mengubah pengobatan.

Imunisasi
Pencegahan dengan Kotrimoksazol Nutrisi

Tuberkulosis Obati tuberculosis pada anak infeksi HIV dengan obat Anti TBC yang sama seperti pada anak tanpa infeksi HIV, tetapi gantikan Tioasetazon dengan antibiotic lain. Tioasetazon dihubungkan dengan resiko tinggi terjadinya reaksi kulit yang berat dan kadang-kadang fatal pada anak dengan infeksi HIV ini. Reaksi ini dapat dimulai dengan gatal, tetapi berlanjut menjadi reaksi yang berat.
1.

Segera beri Kotrimoksazol (Trimetoprim (TMP) secara

oral atau lebih baik secara IV dosis tinggi, 8 mg/KgBB/dosis. Sulfametoksazol (SMZ) 40 mg/KgBB/dosis, 3 kali sehari selama 3 minggu). Jika terjadi reaksi obat yang parah pada anak, ganti dengan Pentamidin (4 mg/KgBB, dosis tunggal) melalui infuse selama 3 minggu.

Beri percobaan pengobatan antibiotic untuk

pneumonia bacterial sebelum mulai dengan pengobatan Prednisolon. Mulai pengobatan dengan steroid, hanya jika ada temuan foto toraks yang menunjukkan LIP ditambah salah satu gejala berikut : napas cepat atau sukar bernapas, sianosis, pulse oxymetri menunjukkan saturasi oksigen < 90% Beri Prednison oral, 1-2 mg/KgBB/hari selama 2 minggu. Kemudian tappering off selama 2-4 minggu bergantung respons terhadap pengobatan.

Obati bercak putih di mulut (thrush) dengan larutan

nistatin (100.000 unit/ml). Tersangka Kandidiasis esophagus jika ditemukan kesulitan atau nyeri saat muntah atau menelan, tidak mau makan, saliva berlebihan atau menangis saat makan. Jika tidak ditemukan thrush, beri pengobatan percobaan dengan Flukonazol (3-6 mg/KgBB sekali sehari).

Diagnosis pasti melalui pewarnaan tinta india pada

cairan serebro spinal (CSS) Obati dengan Amfoterisin B 0,5-1,5 mg/KgBB/hari selama 14 hari, kemudian dengan Flukonazol selama 8 minggu.

analgesik melalui mulut, jika mungkin (pemberian IM

menimbulkan rasa sakit). Anestesi Lokal Analgetik Analgetik yang kuat seperti opium

Jika terjadi mual dan muntah yang sangat, beri

Metaklopramid secara oral (1-2 mg/KgBB) setiap 2-4 jam, sesuai kebutuhan. Perawatan mulut: Setiap usai makan, mulut dibersihkan. Jika timbul luka pada mulut, bersihkan mulut minimal 4 kali sehari dnegan menggunakan kain bersih yang digulung seperti sumbu dan dibasahi dengan air bersih atau larutan garam. Bubuhi Gentian Violet 0,25% atau 0,5% pada setiap luka.