Anda di halaman 1dari 55

TERAPI CAIRAN

Pembimbing: Dr. Donni Indra Kusuma, Sp.An Kelompok: 1. Nur Camelia 01.207.5542 2. Nailil Khilmah 01.208.5728 3. Reza Rahardian 01.208.5762 Kepaniteraan Klinik Ilmu Anestesi RS Islam Sultan Agung Semarang Periode 03 Desember 2012 29 Desember 2012

Pendahuluan

Terapi cairan dibutuhkan jika tubuh tidak dapat memasukkan air, elektrolit, dan zat makan secara oral. Terapi cairan dapat digunakan untuk: Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit Tambahan untuk memasukkan obat & zat makanan secara rutin Menjaga keseimbangan asam-basa

KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH


Cairan intraseluler (40%) Cairan tubuh (60%) Cairan ekstraseluler (20%) Cairan transeluler (1-3%)

Cairan intravaskular (5%)


Cairan interstisial (15%)

Body Fluid Regulation


Including the major body fluid compartments and the membranes that separate these compartments. The values shown are for an average 70-kilogram person.

Dalam cairan tubuh, terlarut:

Elektrolit Non-Elektrolit

PERGERAKAN CAIRAN

Tekanan osmotik
Laruta n

Tekanan yang dibutuhkan untuk mencegah difusi cairan melalui membran semipermeabel ke dalam cairan lain yang konsentrasinya lebih tinggi

Tekanan osmotik plasma darah: 285 + 5 mOsm/L

Hipertonik (Nacl 3%,manitol 20%) Isotonik (NaCl 0,9%, koloid, RL)

Hipotonik (5% Dextrose; 5% Dextrose in NS; dan 5% Dextrose

Hydrostatic & Osmotic Pressure

Interstitiums Room

Hydrostatic Pressure of Blood Vessel Osmotic Pressure of nterstitiums Room)

Interstitiums Room Interstitiums Room

Osmotic Pressure of Blood Vessel (= Hydrostatic Pressure of Interstitiums Room)

Interstitiums Room

Liquid Transport Through Interstitial Room


Interstitial Room

Lymph Entran

Arteriola

Venula

Capillar Filtration from Arteriola = Resorption to Venula + Lymph Flow

Fluid Therapy

Correct hypotension first Decrease heart rate Correct hypoperfusion abnormalities Monitor for deterioration of oxygenation Macam cairan yang diberikan:
Berdasarkan jenis Berdasarkan tujuan terapi

SHK 9

Cairan IV Berdasarkan Jenisnya


Cairan Kristaloid

NaCl 0,9%; Lactate Ringer; Ringers solution; 5% Dextrose

Cairan Intravena

Cairan Koloid

Albumin, Gelatin solution, HES solution, dextran

Cairan Khusus

NaCl 3%, Mannitol 20%, Sodium Bicarbonat, Sodium Lactat

CAIRAN KRISTALOID
Komposisi mirip cairan ekstraseluler Waktu paruh di ruang intravaskuler: 20-30 menit Mekanisme: laktat dalam cairan kristaloid dimetabolisme di hepar bikarbonat Menurut Heugman et al (1972): larutan kristaloid masuk ruang interstisial berlebihan edema perifer & paru NaCl 0,9% berlebihan asidosis hiperkloremik penurunan kadar

Cairan Kristaloid:
- BM rendah

- tekanan onkotik rendah


- Efek mengisi ruang interstisial

- harga lebih murah & mudah didapat

Cairan Gula: mengisi ruang intraselular


Cairan Koloid: mengisi ruang intravaskuler

Komposisi Cairan Kristaloid


Solution Tonisitas Na+ Dextrose Hypo 5% ClK+ Ca2+ Glukos a 50 Laktat -

NS

Iso

154
38,5 77 154 130 130

154
38,5 77 154 109 109

4 4

3 3

50 50 50 50

28 28

D5 NS Iso D5 NS Hyper D5NS RL D5RL Hyper Iso Hyper

CAIRAN KOLOID
Plasma expander/Plasma substitute Berat molekul tinggi waktu paruh 3-6 jam dalam ruang intravaskuler Sering digunakan pada resusitasi cepat, misal: syok hipovolemik atau hipoalbuminemia berat dan kehilangan protein berat (misal: luka bakar) Jenis:

Koloid alami Koloid sintesis

KOLOID ALAMI
Fraksi protein plasma 5% & albumin manusia (5 & 2,5%); albumin (83%), -globulin dan -globulin Dapat menimbulkan hipotensi & kolaps kardiovaskular

Cara pembuatan: Memanaskan plasma atau plasenta 60oC selama 10 jam untuk membunuh virus.

KOLOID SINTESIS
1.

Dextran
Mampu menurunkan viskositas darah, efek anti trombotik, menekan faktor VIII, meningkatkan fibrinolisis, & melancarkan aliran darah Pemberian melebihi 20 ml/kg/hari ganggu cross match, waktu perdarahan memanjang & gagal ginjal Dapat menimbulkan reaksi anafilaktik

2.

Hydroxylethyl Starch (Heta Starch)


Pemberian 500 ml dikeluarkan melalui urin dalam 8 hari Menimbulkan reaksi anafilaktik & meningkatkan kadar serum amilase

3.

Gelatin
Macam: modified fluid gelatin, urea linked gelatin,

Jenis
Plasma protein

Produksi
Human plasma

BM rata-rata
50.000

Waktu paruh
4-15 hari

Indikasi
Pengganti volume; hipoproteinemi a; hemodilusi

Dextran

Leuconostoc 60.000-70.000 mesenteroid B 512


Hidrolisis kolagen binatang Hidrolisis asam dan ethylen oxyde dari kedelai & jantung Sintetik polimer vinyl pyrolidone 35.000

6 jam

Hemodilusi; gangguan mikrosirkulasi (stroke)


Substitusi volume Substitusi volume; hemodilusi

Gelatin

2-3 jam

Starch

450.000

6 jam

Polyvinyl Pyrolidone (PVC)

50.000 25.000

Substitusi volume

Perbedaan Kristaloid dan Koloid


Kristaloid Lebih baik + Sering Lebih besar Tidak ada Murah Koloid Lebih baik (efisien, volume lebih kecil dan menetap lebih lama) Lebih tinggi + Jarang Dextran > hetastarch GFR menurun Jarang Albumin mahal, non albumin sedang

Efek volume intravaskuler Efek volume intersisial DO2 sistemik Edema paru Edema perifer Koagulopati Aliran urine Reaksi-reaksi Harga

Distribusi cairan pada pemberian 1000 cc /70Kg BB Cairan I.Vask Interst I. sel Albumin 5% D5 RL NaCl 0,9% 1000 85 200 275 255 800 825 - 100 660

NaCl 5%
NaCl 0,45%

990
141

2690
567

2950 292

Cairan IV Berdasarkan Tujuan Terapinya


Cairan Rumatan (Maintenance)

Hipotonis

5% Dextrose; 5% Dextrose in 0,25NS; dan 5% Dextrose in 0,5 NS

Cairan Intravena

Cairan Pengganti (Replacement)

Isotonis

Lactate Ringers; NaCl 0,9%; dan Koloid

Cairan Khusus

Hipertonis

NaCl 3%; Manitol 20% dan Sodium Bicarbonas

PERUBAHAN CAIRAN TUBUH


1. Perubahan

volume konsentrasi

a) Defisit volume dehidrasi b) Kelebihan volume


2. Perubahan

a) b) c) d)

Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hiperkalemia

3. Perubahan

komposisi

a) b) c) d)

Asidosis respiratorik Alkalosis respiratorik Asidosis metabolik Alkalosis metabolik

DEHIDRASI (1)

Derajat dehidrasi
Dewasa Dehidrasi ringan Dehidrasi sedang Dehidrasi berat 4% BB 6% BB 8% BB Bayi & Anak 5% BB 10% BB 15% BB Sedang Berat

Tanda klinis dehidrasi


Ringan

Defisit
Hemodinamik

3-5%
Takikardia, nadi lemah

6-9%
Takikardia, nadi sangat lemah, kolaps volume, hipotensi ortostatik Lidah keriput, turgor kurang Jumlah kurang

> 10%
Takikardia, nadi tak teraba, akral dingin, sianosis

Jaringan Urin

Lidah kering, turgor turun Pekat

Atonia, turgor buruk Oliguria

SSP

Mengantuk

Apatis

Koma

DEHIDRASI (2)

Tindakan:
Tentukan defisit Atasi syok: cairan infus 20 ml/kg dalam -1 jam, dapat diulangi Sisa defisit:
50% dalam 8 jam pertama 50% dalam 16 jam berikutnya

Cairan: RL atau NaCl 0,9%

JENIS DEHIDRASI
Dehidrasi hipertonik
Dehidrasi isotonik
Dehidrasi hipotonik

DEHIDRASI HIPERTONIK
Kehilangan air > kehilangan Na+ Kadar Na+ > 145 mMol Osmolaritas serum > 295 mOsm/L Terapi:

Dekstrosa 5% dalam NaCl 0,45% atau 5% Dextrose in half strength Ringers Lactate, atau Fase I: 20 ml/kg NaCl 0,9% atau RL Fase II: Dextrosa 5% dalam NaCl 0,45% diberikan 48 jam agar tidak terjadi edema otak dan kematian

DEHIDRASI ISOTONIK
Kehilangan air = kehilangan Na+ Kadar Na+: 135-145 mMol/L Osmolaritas serum: 275-295 mOsm/L Terapi:

NaCl 0,9% atau Dekstrosa 5% dalam NaCl 0,225% 20 ml/kg NaCl 0,9% atau RL

DEHIDRASI HIPOTONIK
Kehilangan air < kehilangan Na+ Kadar Na+ < 135 mMol/L Osmolaritas serum < 275 mOsm/L Terapi:

NaCl 0,9% disertai Dekstrosa 5% dalam NaCL 0,225% untuk the rest of fluid deficit, atau Fase I: 20 ml/kg NaCl 0,9% atau RL Fase II: tambahkan deficit natrium
Koreksi deficit Na+ = (Na+ yang diinginkan Na+ aktual) x 0,6 x BB

Fluid Therapy
- Resuscitation - Maintenance fluid therapy - Nutrition

RESUSITASI CAIRAN
Tujuan: memperbaiki volume sirkulasi agar tidak terjadi gangguan perfusi jaringan & oksigenasi sel mencegah iskemi jaringan & gagal organ Pertimbangan pemilihan jenis cairan tergantung kompartemen yang terganggu Deficit cairan tanpa resusitasi SYOK

Apa yang Kita Pilih untuk Resusitasi?

Di lapangan dapat terjadi beberapa kemungkinan, misalnya persediaan salah satu cairan tidak ada/kurang dan perlu penanganan kasus per kasus.

Berapa Banyak Cairan yang Diberikan?

Kristaloid bila pasien kehilangan cairan 1000 ml, perlu diganti 3-4 x jumlah cairan hilang (jadi kira-kira 3000 ml). Koloid bila pasien kehilangan cairan 1000 ml, perlu diganti sesuai kehilangannya yaitu 1000 ml koloid. Campuran Koloid + Kristaloid Bila pasien kehilangan cairan 1500 ml, dapat diganti 1000 ml koloid, ditambah 3 x 500 ml = 1500 ml kristaloid. Darah Hanya diberikan bila ada indikasi perubahan fisiologis yang jelas.

Indikator Keberhasilan Resusitasi


Resusitasi dikatakan berhasil, bila: - Central Venous Pressure : 8-12 mmHg - Mean Arterial Pressure : 65 mmHg - Urine Output : 0,5 ml/kgBB/jam - Central Venous (Superior Vena Cava) or Mixed Venous Oxygen Saturation : 70% - Cardiac Index : 2,5 L/mnt/m2 - Normal mental status

Maintenance Fluid Support


Patient fasting with normal body fluid composition Critically ill patients with altered body fluid composition Perioperative losses ( Preoperative, during the operation, postoperatively)

TERAPI CAIRAN PERIOPERATIF


Puasa sebelum operasi dewasa (selama 6 jam); anak & bayi (4 jam) Zat yang hilang selama puasa (setiap jam):

Air Na+ K+

60 ml 1,8 mEq 2,4 mEq

KH 2,6 gr Lemak 5,6 gr Protein 6,4 gr

Berapa cairan yang harus diberikan perioperatif?


Pengganti puasa : 2 ml/kg/jam Pemeliharaan : 2 ml/kg/jam Stres operasi:

Dewasa Anak

Operasi Kecil
Operasi Besar

4 ml/kg/jam
8 ml/kg/jam

2 ml/kg/jam
4 ml/kg/jam 6 ml/kg/jam

Operasi Sedang 6 ml/kg/jam

Estimating Maintenance Fluid Requirements Weight For the first 10 kg For each kg above 20kg Rate 4cc/kgBW/h Add1cc/kgBW/h

For the next 10 20 kg Add 2cc/kgBW/h

Morgan , G.E, clinical Anesthesiology 2nd Ed 1996

Estimated Fluid Losses

Measurable (Normal / Abnormal)


bleeding, diuresis, gastrointestinal, and losses through drain Unmeasureable : insensible losses, sequesterisation (third space losses)

Unmeasureable losses
Insensible losses :
1. Through the lung 0 - 8 cc/kgBW/day
2. From the skin

3. Surgical trauma/open wound

Third space losses (Sequesterisation)


Most difficult type of fluid shift to estimate

Fluid Intake/Output in Normal patients (70 Kg)


Water intake : 1400 - 1500 cc Food cc : 700 - 1000
2400 - 3200

Oxydation cc
2400 - 3200

: 300 - 400 Urine


Feces Skin Lung

: 1400 - 1800 cc : : : 100 cc 300 - 500 cc 600 - 800 cc

40
Normal Fluid distribution Percent Of Body Weight

30

20

Extracellular Fluid

10

Resuscitation

0
Adolph H. Giesecke, Lawrence D. Egbert

IntraC ellular Fluid

InterStitial Fluid

Plasma V olume

40

Critically ill patients

30 PERCENT OF BODY WEIGHT 10 20 Third Space

0
Adolph H. Giesecke, Lawrence D. Egbert

IntraCellular F luid

InterStitial F luid

P lasma Volume

40
Percent Of Body Weight
Dehydration

30

20

Extracellular Fluid

10

Diarrhea

0
Adolph H. Giesecke, Lawrence D. Egbert

IntraCellular Fluid

InterStitial Fluid

Plasma Volume

40

Recovery Phase
30 PERCENT OF BODY WEIGHT 10 20 Sequestered Edema

0
Adolph H. Giesecke, Lawrence D. Egbert

IntraCellular Fluid

InterStitial Fluid

Plasma Volume

Kapan Mulai Memberi Cairan?


Bila

Hipovolemi (lihat dari tanda klinis & laboratoris).

Tanda Klinis: mulut kering, haus, tensi rendah, nadi cepat, respirasi cepat, dingin, produksi urin kurang, kesadaran terganggu. Tanda Lab: lihat dari CVP, cardiac output, oxygen consumption, pH darah, mixed venous oxygen saturation, serum laktat.

Apa yang harus diberikan? (1)


1. Kristaloid - NaCl isotonis harus hati2 pada pasien ggn fungsi ginjal asidosis hiperkloremik. - RL ideal, komposisinya hampir sama dengan cairan tubuh. - Ringer asetat dpt dipakai pada pasien ggn fungsi hepar dimetabolisir di otot & jaringan lain. Kristaloid indikasi & sangat efektif mengisi ruang ekstrasel bila ruang tersebut kehilangan cairan.

Apa yang harus diberikan? (2)


2. Koloid - Koloid mengisi seluruh ruang intravaskuler efektif pada pasien hipovolemik. - Reaksi anafilaktik Koloid sintetik lebih sedikit. - Reaksi anafilaktik: Gelatin > Dextran > Albumin > HES. Indikasi Koloid sintetik (sering dipakai): - Absolute: Hipovolemi karena perdarahan, kehilangan darah perioperatif. - Relatif: Hipovolemi akibat sepsis/anestesi, luka bakar, teknik penyimpanan darah (penghemat penggunaan darah), priming of the heart lung machine, dan plasmaphersis.

Apa yang harus diberikan? (3)


Efek Koloid sintetik pada ginjal: - Gelatin menaikkan fungsi ginjal. - Dextran (40) renal insufisiensi (Peningkatan viskositas urin peningkatan flow resistance berhentinya filtrasi). - HES masih dapat terjadi acute renal failure. Dapat menurunkan GFR (seperti Dextran). - Albumin Masih kontroversi & menunggu hasil penelitian (2010).
Keuntungan Albumin daripada Koloid sintetik: Dosis lebih rendah, mengurangi risiko coagulopathy, mengurangi risiko pruritus (dibanding HES),

Berapa batas penggantian cairan?


Bila berlebihan (hyperdilution) dan kekurangan (underdilution) Oxygen carrying capacity menurun. Penelitian terakhir (2010) Hb 7 gr% pada orang sehat tanpa kelainan jantung, paru, pembuluh darah masih dalam batas aman. Kecuali keadaan fisiologik: tampak lelah, nafas cepat, maka batas Hb perlu dinaikkan.

Oxygen Transport Capacity (%)


Oxygen Transport Capacity (%) 100

50

20

40 Hematocrit (%)

60

Transfusi Darah
Dilakukan bila: a. Perdarahan : > 15% BB b. Hb : <7 gr%

Kriteria transfusi dengan RBC concentrate: - Hb < 8 gr% (Hb minimal yg masih dpt mengangkut O2 utk memenuhi kebutuhan jaringan = 8 gr%). - Hb 8-10 gr%, normovolemia disertai tandatanda gangguan miokardial, respirasi, atau cerebral. - Perdarahan hebat > 10 ml/kgBB pada 1 jam pertama, atau 5 ml/kgBB pada 3 jam

Risiko Transfusi Darah


1.

2.
3. 4. 5. 6.

7.

Infeksi Incompatible blood transfusion Lung injury akibat transfusi masif Alergi Alloimunisasi Hipotensi akibat lepasnya bradikinin Renal failure akibat hemolisis dan free Hb load

Colloid in Semi-Permeable Membrane


Colloid

- The colloid solutions contain particles which do not readily cross semi-permeable membranes such as the capillary membrane. - Thus the volume infused stays (initially) almost entirely within the intravascular space. - Stay intravascular for a prolonged period compared to crystalloids. - However they leak out of the intravascular space when the capillary permeability significantly changes e.g. Severe trauma or sepsis - Cairan koloid adalah larutan kristaloid yang mengandung molekul besar sehingga membran kapiler tidak permeabel terhadap http://www.smd.qmul.ac.uk/prescribeskills/Day4_Intravenous_fluids.ppt cairan tersebut.
http://blogkesehatan.net/cairan-kristaloid-dan-koloid/

Crystalloid in Anesthesi
Crystalloi Crystalloi d d

2x

Interstitial Plasm absorbed via Venula & Lymph Flow

Anesthesi Drugs

Blood Pressure

Plasma Volume (%) Normal


Low High

Plasma Volume (%) Normal


Low High

INTRA-VASCULAR
Hydrostatic Pressure Normal
Low High Low

INTERSTITIAL ROOM
Hydrostatic Pressure Normal
High Low High Low

Osmotic Pressure Normal

Osmotic Pressure Normal


High

Colloid in Anesthesi
Preventing Hypovolemic Shock

Colloid Anesthesi Drugs


Venous Flowback (Preload)

Cardiac Output

Blood Pressure
DO2

Plasma Volume (%) Normal


Low High

Plasma Volume (%) Normal


Low High

INTRA-VASCULAR
Hydrostatic Pressure Normal
Low High Low

INTERSTITIAL ROOM
Hydrostatic Pressure Normal
High Low High Low

Osmotic Pressure Normal

Osmotic Pressure Normal


High

Anda mungkin juga menyukai