Anda di halaman 1dari 16

Fitria Oftasari Riski Dwi Purnamasari

Konsep Dasar Pasar Modal

Syariah

Pasar Modal (Capital Market) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual_belikan, baik dalam bentuk utang (obligasi) maupun modal sendiri (saham). Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai pasar modal yang menerapkan prinsip_prinsip syariah dalam kegiatan transaksi ekonomi dan terlepas dari hal_hal yang dilarang seperti: riba, perjudian, spesikulasi dan lain_lain.

Beberapa prinsip dasar transaksi menurut islam dalam investasi keuangan yang ditawarkan menurut Puntjowinoto (2003) sebagai berikut: 1. Transaksi dilakukan atas harta yang memberikan nilai manfaat dan menghindari setiap transaksi yang zalim. Setiap transaksi yang memberikan manfaat akan dilakukan bagi hasil. 2. Uang adalah alat pertukaran bukan komoditas dimana fungsinya adalah sebagai alat pertukaran nilai yang menggambarkan daya beli suatu barang atau harta.

1. Terbebas Dari Unsur Riba

Riba secara etimologi berarti tumbuh dan bertambah, dan dalam terminologi Islam para ulama banyak memberikan definisi, Riba adalah kelebihan atau penambahan atas harga pokok tanpa adanya transaksi bisnis riil. Riba juga diartikan sebagai setiap nilai tambah dari setiap pertukaran emas dan perak serta seluruh bahan makanan pokok tanpa adanya pengganti yang sepadan dan dibenarkan oleh islam.

a. Risk Dalam Investasi Pasar Modal Syariah Ketidaktahuan (jahl) dalam jenis objek akad, tidak diketahuinya objek akad yang akan ditransaksika, sehingga zat, sifat, serta karakter dari objek akad tidak diketahui. Ketidaktahuan (jahl) dalam macam objek akad, ketidakjelasan dari objek akad yang akan ditransaksikan. Ketidaktahuan (jahl) dalam sifat objek, ketidakjelasan sifat dari objek akad yang akan ditransaksikan.

Ketidaktahuan (jahl) dalam ukuran dan takaran objek akad. Ketidaktahuan (jahl) dalam zat objek akad. ketidaktahuan (jahl) dalam waktu akad. Ketidakmampuan dalam penyerahan barang. Melakukan akad atas sesuatu yang tidak nyata adanya (madum) Tidak adanya penglihatan (ruyah) atas objek akad.

Setiap keputusan investasi selalu menyangkut dua hal, yaitu resiko dalam return. Resiko mempunyai hubungan positif dan linier dengan return yang diharapkan dari suatu investasi, sehingga semakin besar return yang diharapkan semakin besar pula resiko yang harus ditanggung oleh seorang investor. Dalam melakukan keputusan investasi , khususnya dalam sekuritas saham, return yang diperoleh berasal dari dua sumber, yaitu deviden dan capital gain, sedangkan resiko investasi saham tercermin pada variabilitas pendapatan (return saham) yang diperoleh.