Anda di halaman 1dari 37

TORSI KISTA OVARIUM

FEBRI MUTIARANI PUTRI 1102008310 PEMBIMBING: dr. Iwan Satyagraha, SpOG

IDENTITAS
Nama

Umur
Agama Pendidikan Pekerjaan Suku Alamat

: Ny. J : 27 tahun : Islam : SMP : Ibu Rumah Tangga : Jawa : JL. Panjang timur no:79 jaksel

ANAMNESA
Autoanamnesa tgl 18/03/ 2013, Pk 06.00 WIB Keluhan utama: Nyeri perut hebat sebelah kanan bawah yang timbul tiba-tiba sejak jam 18.00 wib. Keluhan tambahan: Mual (+).

Riwayat penyakit sekarang


Pasien datang ke igd RSUD pasar rebo tgl: 18/03/2013 dengan keluhan nyeri perut seperti ditusuk-tusuk pada perut sebelah kanan bawah yang menjalar sampai pinggang sejak jam 18.00 WIB. Pasien mengatakan nyeri perut yang dirasakan timbul tiba-tiba. Nyeri yang dirasakan sampai membuat pasien tidak bisa beraktifitas dan hanya bisa berbaring. Nyeri seperti ini baru pertama dikeluhkan pasien. Pasien merasakan mual namun tidak muntah. Tidak ada keluhan berkaitan dengan buang air besar dan buang air kecil. Tidak ada keluhan nyeri hebat saat menstuasi ataupun keluhan nyeri saat bersenggama. Tidak ada darah yang keluar pervaginam. Pasien belum mengkonsumsi obat apapun sebelum datang ke igd.

Riwayat penyakit dahulu


Pasien tidak pernah mengalami kondisi seperti ini

sebelumnya Hipertensi (-), Diabetes Melitus (-), Asma (-), Penyakit jantung (-) Riwayat operasi sebelumnya: (-)

Riwayat penyakit keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang menderita

penyakit yang sama dengan pasien.

Riwayat Menstruasi

Menarche 13 th, siklus teratur, lamanya 7 hari, 3x ganti pembalut/ hari. Riwayat pernikahan : Menikah 1 kali, usia pernikahan 6 tahun Riwayat KB : 3 bulan postpartum anak 1, pasien KB suntik 3 bulanan secara rutin di bidan dan berhenti pada awal tahun 2012

RIWAYAT OBSTETRI
PARITAS:

1. laki-laki/ aterm/ spontan/ bidan/ rumah/ 2500 gr/ 6 thn 2. Hamil ini HPHT : 10/01/2013 HPL : 17/10/2013 Usia kehamilan: 8 minggu

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum/ Kesadaran : Sakit sedang / CM

Tekanan Darah
Frekuensi Nadi Frekuensi pernapasan Suhu

: 110/60 mmHg
: 90x/menit : 22 x/menit : 36,8C

Status Generalis Kepala Mata Leher Toraks

: Normochepali, rambut hitam, tidak mudah dicabut : Konjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/: KGB dan kel.tiroid tidak teraba membesar : Jantung : S1-S2 regular, murmur(-), gallop(-) Paru : Sn vesikuler, Rhonki-/- , wheezing-/: Simetris, hiperpigmentasi pada areola +, retraksi puting

Mammae

Abdomen Anogenital

: Lihat status obstetrikus : Lihat status obstetrikus

Status Obstetrikus

Inspeksi Palpasi kuadran

: datar : TFU tidak teraba, nyeri tekan dan lepas

kanan bawah (+), defans muskuler (), Perkusi : Timpani diseluruh kuadran abdomen Auskultasi : BU (+)
Pemeriksaan Anogenital

VT tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium: Hb Ht Leukosit Trombosit SGPT SGOT GDS Ureum Kreatinin : : : : : : 11,9 g/dl 36% 13.690 ul 286.000ul 38 U/L 49 U/L : 115 mg/dl : 20,6 mg/dl : 0,6 mg/dl

PEMERIKSAAN USG
Janin tunggal hidup intaruterin

Terlihat massa padat adneksa kanan suspek

torsio

DIAGNOSA
G2P1A0 Hamil 8 minggu dengan akut abdomen

ec. Torsio kista ovarium kanan Janin tunggal hidup intrauterin

TATALAKSANA
Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital

IVFD RL + Bricasma 2 amp


Pasang DC Laparotomi + SOD cito

Laporan operasi: - Pasien dengan posisi supine, anastesi+ antisepsis, insisi pfanenstiel - Setelah peritoneum dibuka, terlihat uterus gravida 8 minggu, adneksa kiri dbn, adneksa kanan terdapat torsio kita ovari kanan, tuba dengan ukuran 8 cm berwarna kehitaman (inkarserasi). - Dilanjutkan dengan salpingoofarektomi dextra dengan cara di klem, dipotong lalu dijahit - Perdarahan dirawat, rongga bdomen dicuci, setelah yakin perdarahan tidak ada, alat dan kassa lengkap, dinding perut ditutup, operasi selesai. - Jaringan kista terpuntir dikirim ke PA

Instruksi post operasi: - Observasi TTV dan PPV - IVFD RL - IVFD Dex 5% - IVFD NaCL - Picyn 2x1,5 gr - Tramadol 2 amp/ kolf - Cefixime 2x1 - Asam mefenamat 3x1 - Bricasma 2 amp/kolf

Follow up (19-03-2013)
S: mual (+), nyeri luka operasi (+) O: Keadaan umum: baik Kesadaran : composmentis TD: 110/80 mmHg HR: 88x/menit RR: 20 x/menit Suhu: 36C TFU: tidak teraba Luka: perban bersih tidak rembes PPV: 10-15 CC A: G2P1A0 hamil 8 minggu post laparatomi+SOD atas indikasi akut abdomen ec. Torsi kista ovarium kanan janin tunggal hidup intrauterin P: Observasi TTV dan PPV IVFD RL, dex 5%, NaCL 20 tpm Picyn 2x1,5 gr Tramadol 2 amp/kolf

Analisis kasus
Akut abdomen ec torsi kista ovarium dextra Nyeri hebat diperut sampai tidak bisa beraktivitas. Dari hasil USG didapatkan: Terlihat massa padat adneksa kanan suspek torsio Kondisi yang mempermudah terjadinya torsi adalah kehamilan karena pada kehamilan uterus yang membesar dapat mengubah letak tumor. Rencana tindakan: Laparatomi+ SOD

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Kista Ovarium


Kista berarti kantung yang

berisi cairan. Kista ovarium (atau kista indung telur) berarti kantung berisi cairan, normalnya berukuran kecil, yang terletak di indung telur (ovarium). Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja, pada masa pubertas sampai menopause, juga selama masa kehamilan.

Etiologi (Penyebab)
Sampai sekarang ini penyebab

dari Kista Ovarium belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan dalam mekanisme umpan balik ovarium-hipotalamus. Kista ovarium disebabkan oleh gangguan (pembentukan) hormon pada hipotalamus, hipofisis, dan ovarium. gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi.

Tipe Kista Fungsional


Kista Fungsional Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak ditemukan. Kista ini berasal dari sel telur dan korpus luteum, terjadi bersamaan dengan siklus menstruasi yang normal. Kista fungsional akan tumbuh setiap bulan dan akan pecah pada masa subur, untuk melepaskan sel telur yang pada waktunya siap dibuahi oleh sperma. Setelah pecah, kista fungsional akan menjadi kista folikuler dan akan hilang saat menstruasi. Kista fungsional terdiri dari: kista folikel dan kista korpus luteum. Keduanya tidak mengganggu, tidak menimbulkan gejala dan dapat menghilang sendiri dalam waktu 6-8 minggu.

Tipe Kista patologis


Maksud kata patologis disini adalah tidak normal, tidak umum, atau tidak biasanya (ada, timbul, muncul, atau terjadi). Semua tipe atau bentuk kista -selain kista fungsional- adalah kista abnormal, misalnya: 1. Cystadenoma Merupakan kista yang berasal dari bagian luar sel indung telur. Biasanya bersifat jinak, namun dapat membesar dan dapat menimbulkan nyeri. 2. Kista coklat (endometrioma) Merupakan endometrium yang tidak pada tempatnya. Disebut kista coklat karena berisi timbunan darah yang berwarna coklat kehitaman.

Tipe Kista patologis


3. Kista dermoid Merupakan kista yang yang berisi berbagai jenis bagian tubuh seperti kulit, kuku, rambut, gigi dan lemak. Kista ini dapat ditemukan di kedua bagian indung telur. Biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. 4. Kista endometriosis Merupakan kista yang terjadi karena ada bagian endometrium yang berada di luar rahim. Kista ini berkembang bersamaan dengan tumbuhnya lapisan endometrium setiap bulan sehingga menimbulkan nyeri hebat, terutama saat menstruasi dan infertilitas. 5. Kista hemorrhage Merupakan kista fungsional yang disertai perdarahan sehingga menimbulkan nyeri di salah satu sisi perut bagian bawah.

Tipe Kista patologis


Kista lutein Merupakan kista yang sering terjadi saat kehamilan. Beberapa tipe kista lutein antara lain: a. Kista granulosa lutein Merupakan kista yang terjadi di dalam korpus luteum ovarium yang fungsional. Kista yang timbul pada permulaan kehamilan ini dapat membesar akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Diameternya yang mencapai 5-6 cm menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Jika pecah, akan terjadi perdarahan di rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini menyebabkan menstruasi terlambat, diikuti perdarahan yang tidak teratur. b. Kista theca lutein Merupakan kista yang berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista ini berkaitan dengan tumor ovarium dan terapi hormon

Tipe Kista patologis


7. Kista polikistik ovarium Merupakan kista yang terjadi karena kista tidak dapat pecah dan melepaskan sel telur secara kontinyu. Biasanya terjadi setiap bulan. Ovarium akan membesar karena bertumpuknya kista ini. Untuk kista polikistik ovarium yang menetap (persisten), operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit.

Kista ovarium ada yang bersifat jinak dan ganas

(kanker). Biasanya kista yang berukuran kecil bersifat jinak. Kista ovarium sering ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan rutin.

Manifestasi klinis kista ovarium


1. Sering tanpa gejala. 2. Nyeri saat menstruasi. 3. Nyeri di perut bagian bawah. 4. Nyeri pada saat berhubungan badan. 5. Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki. 6. Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar. 7. Siklus menstruasi tidak teratur; bisa juga jumlah darah yang keluar banyak.

manifestasi klinis kanker ovarium


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Perubahan menstruasi. Rasa sakit atau sensasi nyeri saat bersenggama (dyspareunia). Gangguan pencernaan yang menetap, seperti: kembung, mual. Perubahan kebiasaan buang air besar, contoh: sukar buang air besar (= sembelit, konstipasi, obstipasi) Perubahan berkemih, misalnya: sering kencing. Perut membesar, salah satu cirinya adalah celana terasa sesak. Kehilangan selera makan atau rasa cepat kenyang (perut terasa penuh). Rasa mudah capek atau rasa selalu kurang tenaga. Rasa nyeri pada (tulang) punggung bawah (Low back pain).

Penegakan Diagnosis
Diagnosis kista ovarium ditegakkan melalui pemeriksaan dengan ultrasonografi atau USG (abdomen atau transvaginal), kolposkopi screening, dan pemeriksaan darah (tumor marker atau petanda tumor).

USG kista ovarium


akan terlihat sebagai struktur kistik

yang bulat (kadang-kadang oval) dan terlihat sangat echolucent dengan dinding dinding yang tipis/tegas/licin, dan di tepi belakang kista nampak bayangan echo yang lebih putih dari dinding depannya. Kista ini dapat bersifat unillokuler (tidak bersepta) atau multilokuler (bersepta-septa). Kadang-kadang terlihat bintik-bintik echo yang halus-halus (internal echoes) di dalam kista yang berasal dari elemen-elemen darah di dalam kista.

Pemeriksaan Laboratorium
pemeriksaan sekret (yang meliputi: Trichomonas,

Candida/jamur, bakteri batang, bakteri kokus, epitel, lekosit, eritrosit, epitel, dan pH) dan hematologi, misalnya: Hb (Hemoglobin).

Penatalaksanaan
1.

Observasi Jika kista tidak menimbulkan gejala, maka cukup dimonitor (dipantau) selama 1-2 bulan, karena kista fungsional akan menghilang dengan sendirinya setelah satu atau dua siklus haid. Tindakan ini diambil jika tidak curiga ganas (kanker). 2. Operasi Jika kista membesar, maka dilakukan tindakan pembedahan, yakni dilakukan pengambilan kista dengan tindakan laparoskopi atau laparotomi. Biasanya untuk laparoskopi Anda diperbolehkan pulang pada hari ke-3 atau ke-4, sedangkan untuk laparotomi Anda diperbolehkan pulang pada hari ke-8 atau ke-9.

Torsi kista ovarium


Kehamilan (25%) Induksi ovulasi Tumor ovarium (50-60%)

Biasanya jinak 8 to 12 cm Kista Dermoid lebih sering, Paraovarian cysts Benign solid Serous cysts Right > Left (2/3)

Ovarian Torsion: Diagnosis


Ultrasound Doppler
93% memperlihatkan penurunan

atau hilangnya aliran darah arteri atau vena. Meskipun alira darah normal, tetap harus dicurigai

Terapi
75% dapat diatasi dengan terapi konservatif salpingooophorectomy dapat dilakukan jika

terdapat gangguan vaskularisasi, nekrosis, atau suspek malignant neoplasia