Anda di halaman 1dari 31

TOMMY ALEXANDER ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

Senggama adalah perpaduan dua alat kelamin yang berlainan jenis guna memenuhi kebutuhan biologik, yaitu kebutuhan seksual

Senggama yang legal (tidak melanggar hukum): 1. Ada izin (consent) dari wanita yang disetubuhi 2. Wanita tersebut sudah cukup umur, sehat akalnya, tidak sedang dalam keadaan terikat perkawinan dengan laki laki lain dan bukan anggota keluarga dekat

Tindak Pidana Seksual


Ditandai adanya persetubuhan Dengan Wanita yang bukan merupakan istri dari si pelaku Wanita dibawah usia(<15thn) Wanita tidak berdaya Menyetubuhi wanita dengan kekerasan atau ancaman Tindakan sodomi

Dari segi hukum:


Pasal 285 KUHP tentang perkosaan berbunyi : Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengannya, dihukum karena memperkosa, dengan hukuman penjara selamalamanya 12 tahun. Syarat :- laki-laki terhadap wanita - bukan isterinya - bersifat intravaginal coitus

Pasal 286 KUHP : Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita diluar perkawinan padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun

Pasal 287 KUHP : 1. Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita diluar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum 15 tahun, atau kalau umurnya tidak jelas bahwa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. 2. Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika umur wanita belum sampai 12 tahun atau jika ada salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan 294

Pasal 288 KUHP:

Dalam ikatan perkawinan: 1. barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita dalam perkawinan, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa sebelum mampu dikawin, diancam, apabila perbuatan mengakibatkan lukaluka, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. 2. jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan pidana penjara paling lama 8 tahun. 3. jika mengakibatkan mati dijatuhkan pidana penjara paling lama 12 tahun. Selain yang disebutkan diatas, terdapat bentuk kejahatan seksual lainnya berupa persetubuhan oral atau anal yang dilakukan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang diatur dalam KUHP pasal 289 dan 292

Pasal 289 KUHP : Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. Pasal 292 KUHP : Orang yang cukup umur, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sama kelamin, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun

KUHP pasal 294 Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan anaknya, anak tirinya atau anak piaraannya, anak yang dibawah pengawasannya, orang dibawah umur yang diserahkan kepadanya untuk dipelihara, didiknya atau dijaganya atau bujang atau orang yang dibawah umur, dihukum dengan hukuman penjara selama lamanya tujuh tahun.

Tindak pidana perkosaan di Indonesia harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 1. Unsur Pelaku, yaitu harus orang laki-laki yang mampu melakukan persetubuhan 2. Unsur Korban, yaitu harus orang perempuan yang bukan istri dari pelaku 3. Unsur perbuatan, yaitu persetubuhan yang dilakukan dengan paksa (against her will) dan pemaksaan tersebut dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik atau ancaman kekerasan.

Seorang wanita dianggap belum cukup umur dalam soal senggama jika umur belum 15 tahun. Secara hukum belum dibolehkan memberikan consent Consent yang sah menurut hukum : Sadar (conscious) Wajar (naturally) Tanpa keragu raguan (unequivocal) Atas kemauan sendiri (voluntary)

Consent yang tidak sah menurut hukum: Paksaan (force) Tipu daya (fraud) Tanpa menciptakan ketakutan (fear)

Ikatan perkawinan dianggap sebagai izin (consent) bagi suami untuk melakukan persetubuhan dengan istrinya.

Perkosaan perbuatan bersenggama yang dilakukan dengan menggunakan kekerasan (force) menciptakan ketakutan (fear) atau dengan cara memperdaya (fraud) Bersenggama dengan wanita idiot termasuk pemerkosaan (statury rape) tidak mempersoalkan wanita itu menyetujui atau menolak diajak bersenggama, sebab kondisi mental yang bersangkutan tidak kompeten memberi consent.

Pemerkosaan hanya dapat dilakukan oleh laki laki terhadap perempuan. Kecuali di negara Florida perempuan dapat melakukan perkosaan terhadap laki laki, Karena mereka menganut prinsip male crime, dan female crime.

Korban, mengungkap apakah betul korban seorang perempuan, tanda2 terjadi senggama, tanda2 kekerasan. Juga diharapkan dpt mengungkapkan identitas laki-laki yang menyetubuhinya. Tersangka, apakah benar2 laki-laki dan tidak impoten
Dokter menentukan apakah persetubuhan telah terjadi atau tidak, dan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan

Umum umur,tanggal lahir, status perkawinan, siklus haid Khusus waktu kejadian,tanggal dan jam,dimana tempat terjadinya

Korban : Mengungkap apakah betul korban seorang perempuan Mengungkap apakah betul terjadi senggama Mengungkap identitas laki laki yang menyetubuhi Mengungkap apakah benar terjadi kekerasan fisik Menentukan umur korban apakah pantas dikawin atau tidak Tidak bisa menetukan ancaman kekerasan

Pemeriksaan pakaian: periksa apakah ada robekan, kancing terputus, bercak darah, air mani,lumpur dsb. Yang berasal dari tempat kejadian Pemeriksaan tubuh :penampilannya (rambut dan wajah) rapi atau kusut, keadaan emosional, teang sedih atau gelisah.Adakah tanda tanda bekas kehilangan kesadaran diberikan obat bius.tanda tanda bekas kekerasan, memar, luka lecet, pada daerah mulut,,leher,pergelangan tangan, pinggang, kaki.

Ada tidaknya rambut kemaluan tersangka Air mani yang telah mengering di kerok pakai skalpel atau swab dengan kapas lidi Pada vagina teliti adanya tanda tanda kekerasan, hiperemi,edema, memar, dan luka lecet Selaput darah apakah ruptur atau tidak Tentukan besar orifisium dengan memakai sarung tangan, masukan jari kelingking, ukuran pada seorang perawan 2,5 cm. Lingkaran yg memungkinkan terjadinya persetubuhan menurut Voight adalah 9 cm.

Tanda langsung: - Robeknya selaput darah akibat penetrasi penis - Lecet atau memar akibat gesekan gesekan penis - Adanya sperma akibat ejakulasi Tanda tidak langsung: - terjadinya kehamilan - Terjadinya penularan penyakit kelamin

Kekerasan adalah tindakan pelaku yang bersifat fisik yang dilakukan dalam rangka memaksa korban agar dapat disetubuhi Dicari tanda tanda kekerasan fisik diluar kelamin Seperti: cekikan, pukulan, atau penggunaan obat obatan yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri.

Jika ditemukan kekerasan fisik maka ada baiknya disimpulkan jenis luka, jenis benda penyebabnya,derajat luka, kualifikasi luka. Pada korban yang meninggal akibat pemerkosaan dilakukan otopsi untuk meyimpulkan jenis luka, jenis benda penyebabnya, serta sebab kematian

- Mengungkap apakah tersangka benar benar laki laki - Mengungkap apakah tersangka dapat melakukan senggama (tidak impoten)

Gula darah DM impotensi tdk bisa ereksi Dilakukan terhadap pakaian dilihat apakah ada bercak semen, darah. Lakukan pemeriksaan glans penis, tempelkan dengan objek glas lalu di tekan, lalu di dapatkan preparat yang akan diwarnai dengan lugol, lalu bisa dicari apakah ada sel epitel vagina pada glans penis

Sperma atau bercak sperma: Adanya sperma bukan saja dapat membuktikan terjadinya senggama, tetapi dari sperma dapat diketahui golongan darah (bagi tipe sekretor) serta DNAyang penting dalam identifikasi pelaku. Rambut kepala: Seringkali korban tindakan pidana seksual berhasil menjambak rambut pelaku. Oleh sebab itu perlu dicari di sela sela jari tangan korban. Dari rambut tersebut dapat diketahui suku bangsa, golongan darah, dan bahkan DNA .

Rambut kelamin: - Juga sering ditemukan pada tubuh korban, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan identifikasi Darah : - Jika korban mencakar pelaku, kemungkinan dibawah kukunya ditemukan sel sel darah sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui golongan darah serta DNA pelaku.

Gigi : - Dalam kasus pemerkosaan mungkin terjadi perlawanan, yang mengakibatkan gigi pelaku tanggal, dari gigi tersebut dapat diketahui, ras, golongan darah serta DNA. Jejas gigit (bite mark) - Jika pelaku tindak pidana seksual menderita sadisme maka ada kemungkinan dapat ditemukan jejas gigitpada tubuh korban dengan air liur disekitarnya.Pola jejas gigit tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan identifikasi dengan cara mencocokan pola jejas gigit dari orang yang diduga sebagai pelakunya. Air liur - Dapat ditemukan di sekitar gigitan golongan daran, DNA ( terdapat sel sel bucal )