Anda di halaman 1dari 15

SHARING JOURNAL Kelompok 3

The Use Of Abdominal Massage To Treat Chronic Constipation

Prema Wahini, Yolanda Aninsa. A, Sabita Normaliya, Hadiyan Raditya

TOPIC
INTRODUCTION LITERATURE SEARCH

ANATOMY AND PATHOPHYSIOLOGY

SYMPTOMS

DISSCUSION

CONCLUSION

ADVANTAGES AND DISADVANTAGES

APLICATION IN INDONESIA

INTRODUCTION

1. Tipe jurnal ini adalah Article Reviews of Scientific Evidence. 2. Konstipasi atau sembelit adalah gangguan motilitas gastrointestinal ditandai dengan susah buang air besar atau menurunnya frekuensi BAB (kurang dari tiga kali seminggu). 3. Konstipasi terjadi pada sekitar 9% dari anak-anak, dan antara 12 sampai 19 persen dari seluruh orang dewasa.

CONTS

1. Di Inggris sekitar 10% dari populasi umum, 20% lansia yang tinggal di rumah, 49% dari pasien dengan perawatan jangka panjang, dan 70% dari orang-orang dengan ketidakmampuan belajar mengalami konstipasi kronis. 2. Di Amerika Serikat dan Kanada, konstipasi kronis terjadi pada sekitar 15% dari populasi. 3. Dari akhir 1800-an dan awal tahun 1950-an, di Eropa dan Amerika Serikat, pijat Swedia, menggunakan stroke petrissage, effleurage, getaran dan tapotement diterapkan pada dinding perut anterior sebagai pengobatan untuk konstipasi.

LITERATURE SEARCH
Berdasarkan referensi yang didapatkan, ternyata selama kurang lebih 15 menit dilakukan abdominal massage sehari mampu menurunkan waktu transit bolus di dalam kolon, distensi abdomen, dan inkontinensia fekal, serta mampu meningkatkan frekuensi defeksi pada 24 subjek cidera spinal.

Sementara observasi yang dilakukan pada kelompok disability yang menggunakan laksatif dalam kesehariannya, pada trial abdominal massage ini menunjukkan hasil yang sangat baik untuk mengurangi konstipasi tanpa harus ketergantungan dengan laksatif. Serta fungsi GI meningkat secara bertahap. Pada kasus lain, abdominal massage dapat meningkatkan peristaltic pada pasien pos-op colon. Dengan menggunakan abdominal massage ini secara significant mampu menurunkan fase kelumpuhan dan mengeluarkan udara setelah operasi.

ANATOMY AND PATHOPHYSIOLOGY

Pencernaan adalah proses yang kompleks dan membutuhkan koordinasi antara interaksi mekanik, kimia, neurologis dan elemen hormonal. Kecuali di mulut dan anus, pencernaan dilakukan sepenuhnya oleh otot-otot halus, yang gerakannya meliputi gerakan berputar, meremas dan gerakan cairan abdomen yang dapat menghancurkan makanan, refleks pengosongan usus besar dan gerakan konstraksi relaksasi pada dubur.

Faktor yang dapat mempengaruhi waktu pergerakan isi abdomen melalui saluran pencernaan : Faktor gaya hidup Perubahan terkait proses penuaan Penggunaan jangka panjang obat pencahar Disfungsi otot sekunder dasar panggul Kondisi medis Penggunaan obat konstipasi Obstruksi mekanik Stres emosional

Gambar Tahapan Pergerakan Massa pada Colon

SYMPTOMS

Selain berkurangnya jumlah buang air besar, gejala sembelit juga termasuk mengejan saat buang air besar, waktu transit lambat dari kolon, tinja yang kental keras, distensi perut dan nyeri, sensasi tidak lengkap saat buang air besar, penurunan mood, penurunan kenikmatan hidup, dan kadang-kadang keterbatasan dalam rekreasi dan pekerjaan.

DISCUSSION
Dua randomized controlled trials dilakukan sejak tahun 1999 yang menunjukkan bahwa adanya tekanan pada perut dapat meningkatkan peristaltic kolon, dengan demikian fungsi usus akan meningkat dan mengurangi terjadinya konstipasi kronis.

Biasanya dalam mengaplikasikan massage ini bisa dikombinasikan dengan aromaterapi, manipulasi ciropratik atau perubahan pola diet. Proses massage ini bisa dilakukan oleh professional maupun dikelola sendiri.

Sebetulnya mekanisme dari proses bagaimana abdominal massage mampu mengurangi konstipasi belum bisa dijelaskan secara pasti. Namun, sebagian besar keberhasilan dapat terjadi karena adanya stimulasi dan relaksasi.

CONCLUSION
Pijat perut memiliki efek terukur pada sembelit, baik bagian yang sedikit otot melalui stimulasi, atau bagian otot spasmodik melalui relaksasi. Namun, efek baik ini akan menghasilkan tinja yang didorong secara manual di sepanjang saluran pencernaan menuju rektum. Pijat perut dapat merangsang peristaltik, mengurangi waktu transit kolon, meningkatkan frekuensi buang air besar pada pasien sembelit, dan mengurangi perasaan tidak nyaman dan nyeri yang menyertainya.

ADVANTAGES AND DISADVANTAGES


Kelebihan
Penulis melampirkan gambargambar yang berhubungan dengan topik pada jurnal seperti hasil CT-Scan dan MRI abdomen yang mengalami obstruksi dan proses perjalanan masa pada abdomen. Penulis juga menyertakan teknik masase Swedia sehingga jurnal ini lebih aplikatif. Secara keseluruhan bahasa yang digunakan penulis mudah untuk dimengerti.

Kekurangan
Walaupun bahasa yang digunakan secara umum mudah untuk dimengerti, namun penulis mencantumkan beberapa istilah masase yang berasal dari bahasa Swedia tanpa memaparkan arti istilah tersebut. Dalam jurnalnya, penulis memberi kesimpulan bahwa teknik masase khas Swedialah yang paling efektif untuk menangani konstipasi kronis tanpa menjelaskan secara gamblang alasan dia menarik kesimpulan tersebut. Kekurangan teknik masase adalah adanya kebutuhan untuk melakukan pijat abdomen secara berulang-ulang dan berkelanjutan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Penulis juga tidak menjelaskan apakah keefektifan teknik masase ini akan berkurang jika masase ini dilakukan sendiri tanpa bantuan tenaga professional.

APLICATION IN INDONESIA
Teknik masase ini sangat memungkinkan untuk diaplikasikan di Indonesia mengingat biaya untuk terapi ini terbilang rendah dan budaya Indonesia yang memang sudah akrab dengan kegiatan pijat ataupun urut sebagai salah satu terapi komplementer. Namun beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, kontra dengan tindakan masase untuk konstipasi mengingat adanya resiko terjadinya Intus Susepsi terutama pada pasien anak. Ada baiknya sebelum mengaplikasikan teknik ini, pasien berkonsultasi terlebih dahulu ke pusat pelayanan kesehatan untuk mengetahui penyebab konstipasi kronis yang dialami.

Teknik Masase Khas Swedia Pada Abdomen Untuk Konstipasi


Kontraindikasi meliputi obstruksi perut, massa perut, perdarahan usus, terapi radiasi perut, hernia terjepit dan kurang dari 6 minggu pasca-operasi abdomen, tekniknya meliputi : Effleurage (teknik pijatan dengan menggunakan telapak tangan dengan cara mengusap, melingkar dengan gerakan yang panjang, perlahan dan halus) pada abdomen sebanyak 10 kali secara keseluruhan. Effleurage dilakukan dari rektus abdominis, obliques eksternal dan internal lalu otot transversus abdominis sebanyak 10 kali pada masingmasing bagian. Remas abdomen-3 kali. Effleurage searah jarum jam pada perkiraan jalan usus-10 kali. Vibrasi daerah usus kecil dan usus besar-satu menit atau lebih. Ulangi langkah 4. Remas diatas perkiraan jalan usus besar, dengan tinju, tumit tangan atau jempol-satu menit atau lebih. Petrissage (teknik pijat dengan meremas-remas dan memegang otot secara ringan) diatas perkiraan jalan usus-1 kali. Getar area diatas perkiraan jalan usus. Ulangi Langkah 4.

TERIMA KASIH