Anda di halaman 1dari 40

KELENJAR ENDOKRIN

ANATOMI KELENJAR THYROID


Kelenjar tyroid terletak pada trakea pada level kedua dan ketiga pada cincin tulang rawan Biasanya lobus kanan lebih besar dari yang kiri. Setiap lobus terdapat pembuluh darah yang besar dengan suplai darah yang banyak dari 2 pembuluh utama, yaitu arteri superior tyroid (berasal dari caroid) dan arteri inferior tiroid (berasal dari cabang dari arteri subclavian)

KELENJAR TYROID

FUNGSI
Fungsi kelenjar tiroid : Pengikat iodida Sintesis hormon tiroid Penyimpanan hormon tiroid

Fungsi hormon tiroid : Mengatur kecepatan metabolisme tubuh Mengatur produksi panas Mengatur pelepasan energi dalam otot Mengatur pertumbuhan dan diferensiasi

REGULASI
Mekanisme pengaturan utama dimulai dari hipotalamus yang mensekresikan pelepasan hormone (TRH), yang biasa dikenal sebagai tyroid stimulating hormone-releasing factor (TSH-RF). TRH menurun, pituitary distimulasi untuk mensekresi TSH. Pelepasan TSH meningkat dan diproduksi hormon tyroid. produksi terbesar pada hormone tyroid adalah T4 TSH masuk menstimulasi kelenjar tyroid untuk memproduksi T4, T3 dan TBG

KONTROL TERHADAP KELENJAR TIROID


Hipotalamus
Gondok berkembang

TRH
_

Tiroid

Pituitari anterior
_

Tdk memenuhi penyediaan tiroksin


TSH

TSH Tiroid

Hiperplasi & hipertrofi

T3

T4

SINTESIS DAN SEKRESI HORMON TIROID

HORMON TIROID
Hormon tiroid berperan dalam mempengaruhi kecepatan metabolisme tubuh (meningkatkan kecepatan reaksi kimia di hampir seluruh sel tubuh). Sel-sel dalam kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang dapat dibedakan atas: 1. Tetraiodotironin (T4) Tersusun atas 4 atom iodiom. Seringkali disebut dengan Tiroksin. 2. Triiodotironin (T3) Tersusun atas 3 atom iodiom.

Kelenjar tiroid mensekresikan 93% tiroksin dan 7% triiodotironin.


Tiroksin maupun triiodotironin mempunyai peran dan kualitas yang sama. Perbedaan tiroksin dan triiodotironin: Triidotironin mempunyai kecepatan dan intensitas kerja yang 4 kali lebih kuat dari tiroksin. Jumlah triiodotironin jauh lebih sedikit dari tiroksin. Keberadaan triiodotironin dalam darah jauh lebih singkat dibanding tiroksin.

TIROID
93% tiroksin dan triiodotironin berikatan dengan protein plasma untuk diangkut ke sel jaringan Protein plasma pengikat tiroid : - Globulin pengikat tiroid (TBG) - Prealbumin pengikat tiroksin (TBPA) - Albumin pengikat tiroksin (TBA) Triiodotironin lebih cepat diserap di sel jaringan karena perbedaan afinitas yang relatif sedikit dengan sel jaringan Di dalam sel/jaringan, tiroid terikat oleh protein sel (Thyroid Binding Protein/ TBP) dan dibebaskan secara perlahan.

EFEK FISIOLOGI HT (1):


1. Pada janin.

Janin sebagaian besar tergantung sekresi tiroidnya sendiri perkembangan otak & pematangan skeletal terganggu kritenisme (retardasi mental & dwarfisme/cebol).
2. Pembentukan radikal bebas HT meningkatkan radikal bebas anion superoksid 3. Hematopoetik Meningkatkan kandungan 2,3 difosfogliserat eritrosit peningkatan disosiasi 02 Hb & meningkatkan penyediaan 02 pada jaringan

EFEK FISIOLOGI HT (2):


4. Hipotiroid anemia :

- Gangguan sintesis Hb
- Gangguan absorbsi besi & asam folat di usus - Defisiensi vitamin B12 5. Lipid & KH Glukoneogenesis, glikogenolisis hati & absorbsi glukosa usus meningkat. Sintesis & degradasi kolesterol t.u. LDL Kol. meningkat.

KELAINAN TIROID
Disfungsi : hipertiroid, hipotiroid

Penyakit autoimun : Penyakit graves, tiroiditis autoimun, penyakit hasimoto, tiroiditis post partum
Tiroiditis sub akut : infeksi virus Pertumbuhan kelenjar tiroid yang abnormal :

Goiter difus : defisiensi iodium/autoimun/ obat penghambat sintesis tiroid/ kelainan kongenital
Goiter nodular : defisiensi iodium, adenoma toksik/non toksik, goiter multi nodular toksik/non toksik

Tumor

HIPERTIROIDISM
Hipertiroidism atau tirotoksikosis terjadi ketika jumlah hormon tiroid berlebih dalam sirkulasi jaringan periperal. Gejala yang terjadi seperti gugup, berat badan turun tetapi makan banyak, suhu tubuh cepat panas,keluar keringat banyak, kulit menjadi hangat dan lembab, adanya penyakit jantung termasuk hipertensi sistolik dan takhikardia dapat berkontribusi menyebabkan kegagalan hati. Thyroid storm (gangguan thyroid) adalah istilah yang digunakan untuk pasien dengan krisis thyroid dengan thyrotoxicosis yang memerlukan perawatan darurat.

Gavin menggambarkan ciri khas yang menonjol dari syndrome ini. Thyroid storm bisa terjadi setelah terjadinya infeksi, bayi baru lahir, diabetes ketoasidosis, efek samping dari obat antithyroid, terapi dengan menggunakan 131I, atau pada pasien thyrotoxic dalam perawatan setelah operasi.
Penyakit Graves adalah sebab yang paling umum dari hyperthyroidism.

Penyakit graves dapat menyerang semua umur juga semua jenis kelamin, kebanyakan pasien adalah wanita antara 30 sampai 50 tahun. Ciri khas pasien muncul dengan goiter yang menyebar, thyrotoxicosis, dan opthalmopathy.

Gejala cardiovascular meliputi tachycardia yang muncul pada saat istirahat dan selama tidur dan arrhythmia. Kulit menjadi hangat dan lembab serta otot menjadi lemah. Pasien mungkin mengeluhkan turun berat badan walaupun selera makan meningkat, panas yang tidak tertoleransi, dan pola tidur yang terganggu.
Bukti dari hipertiroidism diperlihatkan oleh tingkat serum T4 dan T4 bebas yang abnormal dalam kombinasi dengan tingkat sTSH yang menurun.

HORMON TIROID : Menghambat sintesis protein Meningkatkan ekskresi nitrogen Meningkatkan glukoneogenesis Meningkatkan glikogenolisis Meningkatan absorbsi glukosa di usus

Penghancuran insulin
Lipolisis Menurunkan Trigliserid

Menurunkan kolesterol

HYPOTHYROIDISM
Hypothyroidism adalah suatu kondisi yang ditandai dengan menurunnya kadar hormone thyroid yang disebabkan proses metabolisme hormone yang lambat. Gejalanya meliputi: cepat lelah terjadinya penurunan suhu tubuh gangguan memori konsumsi oksigen ke otak menurun terjadinya konstipasi pada saluran cerna otot sering kram kulit menjadi kering dan berwarna kuning disebabkan karena menurunnya proses penguraian karoten menjadi vitamin A.

Gangguan berbicara menjadi lambat karena lidah yang tidak tumbuh sempurna
Bobot badan tetap normal tetapi pertumbuhan terhambat karena menurunnya semua proses metabolisme

Kadar kolesterol dan trigliserida meningkat dikarenakan proses penguraian lipid

Organ hati mengalami pembasaran sedangkan kontraksi jantung mengalami penurunan. Hypothyroid pada anakanak ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan hingga mengalami retardasi, perkembangan gigi dan tulang terhambat Koma myxedemic adalah suatu akibat yang parah dari hypothyroidism yang telah berjalan lama. Ini terjadi terutama pada pasien-pasien yang lebih tua, kondisi jarang ini ditandai oleh serangan yang berangsur-angsur dari kelesuan, hampir pingsan atau pingsan dengan hypoventilation pada rongga gigi, hipoksia, hypotention, dan syok

Hypothyroidism bawaan meliputi thyroid disgenesis (defisiensi jaringan thyroid) yang menyerang 1 per 4000 kelahiran; kerusakan sintesis hormone thyroid bawaan yang menyerang 1 per 40.000 kelahiran; dan kerusakan pitutari atau hypothalamic yang menyerang 1 per 80.000 kelahiran
Hypothyroidism neonatal primer mungkin disebabkan karena transfer placental antibody thyroid dari ibu dengan thyroiditis Hasimoto yang mengakibatkan destruksi antibody pada thyroid janin

Gejala yang dipelajari pada neonatal meliputi kesulitan bernafas pada peningkatan berat badan, kedewasaan tulang yang tertunda, hypothermia, tangis parau dan edema

KERUSAKAN AUTOIMUN
1. Thyroiditis Akut

Subakut
Kronik 2. Neoplasm

3. Papillari karsinoma
4. Folicular karsinoma 5. Medulary karsinoma

Contoh Gangguan Tiroid

1 Hypothyroidism

Hyperthyroidism

Contoh Gangguan Tiroid

Juvenile Hypothyroidism

Congenital Hypothyroidism

UJI LABORATORIUM FUNGSI TIROID


1. Pemeriksaan Hormon tiroid dalam darah

2. Penilaian uji Axis hipotalamus hipofisis tiroid


3. Autoantibodi tiroid

UJI DIAGNOSTIK TIROID


Uji fungsi tiroid Tiroksin (T4) bebas = FT4 dan total = T4 Triidotironin (T3) bebas = FT3 dan total = T3 Thyrotropin (TSH) sensitif = TSHs Uji isotopik Uji tangkap iodium (iodine uptake test) Etiologi Antibodi antireseptor TSH (TRAb)

Antibodi antitiroglobulin (ATA)


Antibodi Antimikrosomal (AMA)/Anti Thyroxine Peroxidase )Anti TPO Lain-lain

Uji stimulasi dan supresi


Uji pelepasan perchlorate (perchlorate discharge test) Uji ekskresi iodium dalam urine (bisa juga non-isotopik)

Petanda tumor
Sidik seluruh tubuh (total body scintigraphy) Biopsi Aspirasi Jarum Halus

Morfologi kelenjar tiroid


Sidik tiroid (thyroid scan) Ultrasonografi CT scan dan MRI

(BAJAH)

PEMERIKSAAN H. TIROID DALAM DARAH :


1. FT4 = Free Thyroxine

2. FT3 = Free T3
3. Tiroglobuline Ca tiroid

Normal rasio T3/T4 < 20. Hipertiroid > 20

Klirens T3 lebih cepat dibandingkan dengan klirens T4 penentuan kadar T3 kurang penting. Penentuan kadar T3 total/bebas hanya diperlukan sebagai tambahan dan merupakan uji lapis kedua (second line test), diagnosis toksikosis T3 (tirotoksikosis ditandai dengan kadar T3 tinggi dan T4 normal).

Penentuan kadar T3 serum juga tidak berguna untuk menegakkan diagnosis hipotiroidi kadarnya baru turun bila hipotiroidi sudah berat.
Dalam keadaan hipotiroid TSH meningkat kelenjar tiroid cenderung mengsekresikan T3 lebih banyak daripada T4.

PENGUJIAN FUNGSI TIROID


1. TSH sensitif
Sintesa dan pelepasan hormon tiroid dari thyroglobulin di dalam
kelenjar tiroid diatur oleh TSH, yang diproduksi pituitary. Pituitary adalah berada di bawah rangsangan positif oleh TRH diproduksi di hypothalamus dan di bawah umpan balik negatif oleh sirkulasi hormon tiroid. Efek TSH pada tiroid adalah untuk meningkatkan produksi dan pelepasan T4 dari thyroglobulin, dimana tujuannya adalah

mengkonversi menjadi T3 di sekeliling jaringan.

TSH, kemudian, adalah suatu pilihan sempurna untuk pengujian sebab hal ini mencerminkan kepekaan alami dari hypothalamus-pituitary-tiroid mekanisme umpan balik Serum harus terpisah dari sel sesegera mungkin setelah pengumpulan. Sampel harus disimpan pada suhu 2o untuk 8o C jika analisa dilakukan dalam 24 jam atau dibekukan jika pengujian ditunda lebih dari 24 jam.

Pembekuan dan pencairan specimen yang berulang harus dihindarkan.


Nilai acuan paling sensitive adalah 0,5 sampai 5,0 U/mL

2. TIROKSIN BEBAS
T4 bebas merupakan suatu indikator banyaknya jumlah tiroid dibanding T4 total. T4 bebas dapat masuk ke dalam sel dan mengalami konversi pada metabolisme T3 yang kuat. Konsentrasi serum T4 bebas meningkat kira-kira 95% pada pasien hyperthyroid. Serum harus dipisahkan dari sel dan dibekukan terlebih dahulu jika analisis dilakukan dalam waktu 24 jam. Jika pengukuran ditunda lebih dari 24 jam, specimen harus disimpan dan dibekukan pada suhu -20o C untuk jangka waktu lebih dari 2 bulan. Kadar T4 bebas mencakup 0,8 sampai 2,0 mg/dL

3. TIROKSIN TOTAL
Nilai-nilai T4 meningkat hyperthyroidism sedangkan rendah. pada pasien dengan hypothyroidism nilai T4

Jumlah T4 total meningkat pada wanita-wanita hamil, pengguna alat kontrasepsi oral, atau pada terapi estrogen karena estrogen meningkatkan produksi hepatic TBG.
Sampel bisa disimpan pada suhu 2o sampai 8o C untuk 7 hari atau lebih dari 2 bulan pada suhu -20o C. Kadar normal Tiroksin total adalah 4,5 sampai 11,0 g/dL.

4. THYROID HORMONE-BINDING RATIO


Pertama dari uji THBR dahulu dikenal sebagai resin T3 uptake (RT3U). Sebagai hasil pencampuran dengan pengujian T3 (triiodothyronine total), the Committee on Nomenclature of the American Thyroid Association merekomendasikan bahwa pengujian RT3U dirancang untuk menentukan distribusi hormon tiroid pada tiroid yang terikat pada protein. Pengujian ini disebut pengujian THBR. Metode pengujian ini telah dirancang untuk menggambarkan fungsi tiroid lebih akurat dalam kondisi level TBG yang bervariasi.

Menurunnya ikatan tiroid-protein, menyebabkan meningkatnya RT3U, ditemukannya penyakit ginjal neprotik, penyakit lemah kronik, penyakit hati, dan pengobatannya dengan glukokortikoid atau androgen. Meningkatnya ikatan tiroid-protein menyebabkan penurunan RT3U, ini terjadi pada kehamilan, terapi estrogen, hiperproteinemia, phorpiria intermitan akut, meningkatnya hereditas TBG, dan hepatitis akut. Kadar normal THBR adalah 0,72 sampai 1,24.

5. INDEKS T4 BEBAS
6. TRIIDOTHIRONIN TOTAL 7. INDEKS T3 BEBAS 8. T3 BEBAS 9. T3 REVERSE 10. IKATAN PROTEIN-HORMON 11. THIROIDTHIROGLOBULIN 12. ANTIBODI TIROID 13. TES T3 SUPRESI 14. TES STIMULASI TRH

PENAFSIRAN UJI FUNGSI TIROID