Anda di halaman 1dari 24

Anatomi tiroid

Kelenjar tiroid terdiri atas 2 buah lobus yang terletak di sebelah kanan dan kiri trakea dan diikat bersama oleh jaringan tiroid yang dikenal dengan Isthmus tiroid yang melintasi trakea di depannya

FISIOLOGI HORMON TIROID

Fisiologi

Iodine yang terdapat pada makanan akan dicerna oleh saluran makanan, diubah menjadi ion iodine, dan secara aktif ditransport ke kelenjar tiroid.

peningkatan konsumsi oksigen dan produksi CO2,

yang secara tidak langsung akan meningkatkan volume semenit.

Setelah ion iodine berada didalam kelenjar tiroid maka iodide akan diubah kembali menjadi iodine, yang mana akan berikatan dengan asam amino tyrosin.

Suatu peningkatan tingkat metabolic diikuti oleh :

Detak jantung dan kontraktilitas jantung juga mengalami peningkatan

Hasil akhirnya berupa dua buah hormone, T 3 dan T 4, yang mana kedua hasil akhir ini akan berikatan dengan protein dan akan disimpan didalam tiroid.

Hormon tiroid meningkatkan metabolisme karbohidrat dan lemak dan metabolisme ini merupakan factor penting untuk menentukan pertumbuhan dan tingkat metabolic.

Meskipun kelenjar melepas lebih banyak T 4 dibandingkan dengan T 3, namun T 3 lebih poten dan kurang berikatan dengan protein.

Kebanyakan T 3 dibentuk di perifer dari pemecahan T 4. Mekanisme feedback untuk mengendalikan sintesis hormone tiroid terdapat di : hypothalamus, pituary anterior dan autoregulation.

Lanjutan,..

lanjutan
Sebagian besar T3 dan T4 terikat pada protein plasma, yaitu

protein bound iodine (PBI), sisanya dalam bentuk T3 dan T4 bebas yang terikat pada protein jaringan. Ada 3 jenis PBI yang terdapat di dalam plasma yaitu thyroxine binding albumin (TBA), thyroxine binding prealbumin (TBPA), dan thyroxine binding globulin (TBG). Dari ketiga protein tersebut yang paling tinggi afinitasnya terhadap T3 dan T4 adalah TBG (terhadap T4 55%, terhadap T3 65%). Kadar PBI dalam plasma dapat berubah-ubah. Hal ini akan mempengaruhi jumlah T3 dan T4 yang terikat pada protein tersebut dan mempengaruhi kadar T3 dan T4 yang bebas. T3 dan T4 plasma yang bebas merupakan bentuk T3 dan T4 plasma yang berperan fisiologik aktif, artinya T3 dan T4 bebas ini berperan dalam proses pengendalian melalui mekanisme umpan balik dan berfungsi aktif terhadap sel-sel sasaran.

Lanjutan,...
Metabolisme Hormon Tiroid T4 dan T3 mengalami deiodinasi di hati, ginjal dan banyak

jaringan lain. Pada orang dewasa normal sepertiga T4 dalam darah secara normal diubah menjadi T3 dan 45% diubah menjadi RT3. Hanya sekitar 13% T3 dalam darah disekresi oleh kelenjar tiroid dan 87% dibentuk melalui deiodinasi T4. Terdapat 3 deiodinase berbeda yang bekerja pada hormone tiroid, yaitu : D1: konsentrasi tinggi di hati, ginjal, tiroid dan hipofisis, berperan terutama dalam pembentukan T3 dari T4 di perifer D2: terdapat di Otak, hipofisis dan lemak coklat, berperan dalam pembentukan T3. D3: otak dan organ reproduksi, mungkin sebagai sumber utama RT3 di darah dan jaringan.

HIPERTIROID
Hipertiroidisme adalah tirotoksikosis yang diakibatkan oleh kelenjar tiroid yang hiperaktif. Tirotoksikosis ialah manifestasi klinis kelebihan hormon tiroid yang beredar dalam sirkulasi. Dengan kata lain hipertiroid terjadi karena adanya peningkatan hormon tiroid dalam darah dan biasanya berkaitan dengan keadaan klinis tirotoksikosis

ETIOLOGI
Penyebab Umum Hipertiroid
Graves Disease (penyebab paling sering) Goiter multinoduler Intake hormon tiroid yang berlebihan

GEJALA KLINIS

Index Wayne Dan New Castle


Angka Gejala Subyektif Gejala Obyektif Ada Tidak

Dispnoe d`effort

+1

Tiroid Teraba

+3

-3

Palpitasi

+2

Bruit diatas systole

+2 +2 +2 +1 +4 +2

-2 -2 -2

Capai/lelah Suka panas Suka dingin Keringat Banyak

+2 -5 +5 +3

Eksoftalmus Lid Retraction Lid Lag Hiperkinesis

Nervous Tangan basah Tangan panas Nafsu makan Nafsu makan BB

+2 +1 -1 +3 -3 -3

Tangan panas Nadi 80 x/mnt 80-90 x/mnt > 90 x/mnt

+3 < 10 : Eutiroid 10 20 : Normal 20 : Hipertiroid

-3 -

Index New Castle


Skor Klinis Umur timbul gejala1 5-24 th 25-34 th 35-44 th 45-54 th > 55 th 0 4 8 12 16 11 - +23 = Eutiroid 24-39 = ragu-ragu 40-80 = Hipertiroid Interpretasi

Psychological precipiptant Frequent checking Severe antiopathy anxietas Nafsu makan Tiroid teraba Bruit Eksoptalmus Lid retraction Hiperkinesis Tremor halus Nadi >90 80-90 <80

-5 -3 -5 +5 +3 +18 +19 +9 +4 +4 +16 +8 0

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium T3, T4, dan TSH.
Pemeriksaan biopsi kelenjat tiroid. CT Scan

Manajemen preoperatif hipertiroid


Tindakan pembedahan pada pasien hipertiroid pada

pasien yang akan menjalani pembedahan elektif harus ditunda sampai kondisi pasien eutiroid. Pasien dengan goiter yang besar memiliki problem potensial terkait dengan jalan napasnya. Sehingga, pada pasien ini, penilaian jalan napas menjadi hal utama yang harus dinilai dengan cermat. Nadi isitirahat yang direkomendasikan adalah 85 kali/menit.

Lanjutan,...
Obat antitiroid dan antagonis -adrenergik

dilanjutkan sampai pagi hari operasi. Pemberian Prophylthiouracil dan methimazole adalah penting karena kedua obat ini memiliki waktu paruh yang pendek. Obat antagonis -adrenergik seringkali digunakan untuk mengontrol denyut jantung Benzodizepin adalah pilihan yang baik untuk sedasi preoperatif.

Manajemen intra operatif


Tekhnik general anestesi ini perlu di perhatikan

terhadap pengawasan jalan nafas, terutama pada pasien dengan operasi goiter. Fungsi kardiovaskuler dan temperatur tubuh harus dimonitor secara ketat pada pasien yang memiliki riwayat hipertiroid. Hindari agen induksi yang menstimulasi saraf simpatis seperti penggunaan ketamin. Thiopenthal merupakan agen induksi pilihan karena memiliki aktivitas antitiroid pada dosis tinggi. (3-4 mg/kgbb)

Cont,...
Kedalaman pembiusan harus cukup kuat sebelum

dilakukan manipulasi seperti pemakaian laringoskop untuk intubasi guna menghindari gejolak hemodinamik Pemberian agen blok neuromuskuler (NMBAs) harus diberikan secara hati-hati, karena keadaan tirotoksikosis seringkali berhubungan dengan peningkatan insiden miopati dan miastenia gravis (rokuronium 0.6 1.2 mg/kg iv)

Cont,...
Untuk menumpulkan respon hemodinamik saat

melakukan intubasi dapat diberikan lidokain, fentanyl atau kombinasi keduanya yang diberikan sebelum intubasi. Pemeliharaan dapat digunakan agen inhalasi seperti Isofluran, desfluran Sevofluran dan lain-lain. N2O dapat digunakan sebagai analgetik selain dengan opioid. Perhatian terhadap ablasi kornea atau ulserasi pada pasien dengan eksoftalmus dengan pemberian salep mata.

Manajemen post operatif


Ancaman serius pada pasien hipertiroid pada periode

postoperatif adalah badai tiroid (thyroid storm), yang memiliki ciri hiperpireksia, takikardi, penurunan kesadaran (agitasi, delirium, koma) dan hipotensi. Pasien yang menjalani subtotaltiroidektomi juga beresiko mengalami hipotiroid paska pembedahan dengan insidensi sebanyak 60%. Sedangkan untuk pasien yang menjalani total tiroidektomi, sebagian besar akan mengalami hipotiroid paska pembedahan (Crisaldo S et Mercado A.,2005)

TERIMA KASIH