Anda di halaman 1dari 20

SISTEM PERPIPAAN

Sistem perpipaan berfungsi mengantarkan atau mengalirkan suatu fluida dari tempat yang lebih rendah ke tujuan yang diinginkan dengan bantuan mesin atau pompa.
System perpipaan harus dilaksanakan sepraktis mungkin dengan minimum bengkokan dan

sanbungan las atau brasing, sedapat mungkin dengan flens atau sambungan yang dapat dilepaskan dan dipisahkan bila perlu.

Semua pipa harus dilindungi dari kerusakan

mekanis
System perpipaan ini harus ditumpu atau dijepit

sedemikian rupa untuk menghindari getaran.


Sambungan pipa melalui sekat yang diisolasi harus

merupakan sambungan flens yang diijinkan dengan panjang yang cukup tanpa merusak isolasi
Pada system instalasi menghasilkan suatu jaringan

instalasi pipa yang efisien dimana aplikasinya baik dari segi peletakan dan keamanan pengoperasian harus sesuai peraturan-peraturan klasifikasi maupun spesifikasi installation guide dari system pendukung permesinan.

Peletakan komponen yang akan disambungkan

dengan pipa perlu diperhatikan untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ; - panjang perpipaan - susunan yang kompleks - menghindari pipa melalui daerah yang tidak boleh di tembus - menghindari penembusan terhadap stuktur kapal, - dll. Gambar diagram system di buat guna memastikan system akan memenuhi kebutuhan spesifikasi dan seluruh elemen dari system saling compotible dengan yang lainnya

Diagram pipa menggambarkan komponen

system dan hubungannya satu sama lain dalam bentuk skematik. Diagram ini terdiri : 1. Symbol-simbol komponen 2. Schedule material 3. Komponen perfoemance rating dan kurve pompa 4. Valve description 5. Identifikasi komponen

6. Tekanan,suhu, aliran, kecepatan,

penurunan tekanan system 7. Ukuran pipa 8. Arah aliran 9. Identifikasi kompartemen dan bulkhead 10.Karakteristik dari instrument karakteristik operasi dari tekanan, suhu, ketinggian dan control aliran, dll.

Gambar diagram memberikan informasi

berbagai macam fungsi selama perencanaan, pembangunan dan operasional kapal dan memberikan pengertian awal bagaimana system tersebut berjalan dan menerangkan hubungan dengan system lainnya. Hubungan fungsi harus sama-sama ditonjolkan System instalasi perpipaan di kapal dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok layanan diatas kapal, antara lain :

1. Layanan Permesinan

2. Layanan Penumpang dan ABK (crew)


3. Layanan keamanan 4. Layaran keperluan kapal

Persyaratan umum instalasi pipa di kapal


Klasifikasi umumnya memberikan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi sebagai berikut : 1. Sambungan-sambungan pipa berupa sambungan flens harus digunakan untuk sambungan pipa yang dapat dilepas. Ikatan ulir hanya hanya dapat dipergunakan untuk diameter luar sampai 2 inchi.

2. Ekspansi dari system perpipaan yang

disebabkan kenaikan suhu atau perubahan bentuk lambung, harus diimbangi sedapat mungkin dengan kelengkungan-kelengkungan pipa, pipa kompensator ekspansi, sambungansambungan yang menggunakan penahan packing dan carayang sejenis

2. Pipa yang harus melalui sekat-sekat, atau

dinding-dinding, harus dibuat secara kedap air atau minyak. Lubang-lubang sekrup atau baut-baut penyikas tidak boleh terletak pada dinding-dinding tangki. 3. System pipa di sekitar papan penghubung, harus terletak demikian rupa agar dapat menghindari kemungkinan kerusakan pada instalasi listrik, apabila terjadi kebocoran pada pipa

4. Pipa udara, duga, limpah maupun pipa yang

berisikan zat cair yang berlainan tidak boleh melalui tangki-tangki air minum, air pengisi ketel dan minyak pelumas. Semua pipa melalui ruang muat/bak rantai harus dilindungi terhadap benturan dan kerusakan dengan diselubungi.

6. System pipa pengeringan dan ventilasi

direncanakan sedemekian rupa sehingga dapat mengkosogkan, mengalirkan dan memberi ventilasi pada system tersebut. System pipa dimana ada cairannya dapat berkumpul dan mempengaruhi cara kerja mesin, harus dilengkapi dengan alat pengering khusus, seperti pipa uap dan pipa udara bertekanan.

7. Semua jarangan pipa harus ditunjang pada

beberapa tempat untuk mencegah pergeseran dan lenturan, jarak antara penunjang pipa ditentukan oleh diameter dan massa jenis media yang mengalir. Jika system jaringan pipa dilalui oleh fluida yang panas, maka penungjang pipa diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi thermal ekspansion.

8. Sea Chest pada lambung kapal harus

diatur pada kedua sisi kapal dan terpasang serendah mungkin dan dilengkapi dengan pipa-pipa uap atau pipa udara dengan diameter disesuaikan dengan besarnya sea chest dan paling kecil 30 mm, yang dapat ditutup dengan katup dan dipasang sampai diatas geladak sekat. Juga dilengkapi dengan saringan air laut untuk mencegah masuknya kotoran yang akan menyumbat saluran dari bottom valve

9. Katup-katup lambung kapal harus mudah

dicapai, katup-katup pemasukan dan pengeluaran air laut harus mudah dilayani dari pelat lantai. Kran-kran pada lambung kapal pengaturannya harus sedemikian rupa, sehingga pemutarannya harus dapat dibuka, ketika kran-kran tersebut dalam keadaan tertutup. Pada pemasangan hubungan-hubungan pipa dengan lambung dan katup-katup dipasang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi perembesan/air yang mengalir.

10. Lubang saluran pembuangan dan

pembuangan saniter tidak boleh dipasang digaris muat kosong (empty load water line) di daerah tempat peluncurang sekoci penolong atau harus ada alat pencegah pembuangan air ke dalam sekoci penolong. Lokasi lubang diperhitungkan juga dalam pengaturan letak tangga kapal dan tangga pandu

11. Pipa pembuangan yang keluar dari

ruangan dibawah geladak lambung timbul dan dari bangunan atas dan rumah geladak yang tertutup kedap cuaca, harus dilengkapi dengan katup searah otomatis yang dapat dikunci dari tempat yang selalu dapat dicapai diatas geladak lambung timbul. Alat penunjuk bahwa katup atau tertutup harus disediakan pada tempat penguncian

Dalam system perpipaan, komponen

pendukung antara lain : 1. Sumber (source) yang berasal dari tangki 2. Pompa sebagai sumber tenaga untuk memindahkan/mengalirkan fluida 3. Pengaturan aliran (debit dan arah) tekanan, temperature, viscositas dan lainnya dapat berupa : katup, fitting, heat excharger dan lainnya 4. Discharge (sink) dapat langsung ke overboard, tangki dan lainnya

Dan untuk pemasangan/instalasi maka penyangga

pipa sangat perlu guna mencegah yang diakibarkan oleh : 1. Berat pipa 2. Pemuaian akibat suhu tekanan 3. Beban inersia akibat getaran dan gerak kapal 4. Beban inersia akibat getaran dan gerakan pada instalasi pipa