Anda di halaman 1dari 26

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT KEDOKTERAN PENCEGAHAN KEDOKTERAN KOMUNITAS IKMKP-KK

Latar Belakang
Kesehatan menjadi tanggung jawab

individu Kesehatan menjadi tanggung jawab keluarga Sebagian masalah kesehatan menjadi tanggung jawab profesi kesehatan

Permasalahan
Kurangnya rasa tanggung jawab perorangan dan

keluarga Adanya masalah kesehatan yang dapat menimbulkan akibat yang menyerang anggota masyarakat yang lain Adanya keadaan di masyarakat yang dapat menimbulkan masalah kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat Adanya masalah kesehatan yang memerlukan keterlibatan anggota masyarakat lain untuk menanggulanginya

Pelayanan kesehatan masyarakat : Pelayanan

kesehatan yang menjadikan masyarakat dan lingkungan hidupnya sebagai pelaku (subyek) dan sekaligus sebagai sasaran (objek)

IKMKP-KK

Sejarah Perkembangan
3000 th SM : usaha kesehatan lingkungan di

Minoa dan Kreta 1500 th SM : kebersihan perorangan di Mesir (penggunaan obat-obatan) dan Jahudi (peraturan Levitikus) Yunani dan Romawi kuno : sistem administrasi, pendataan penduduk, pengawasan bar, penginapan, tempat pelacuran dan pengawasan pembangunan gedung

Contd
Abad pertengahan : falsafah keagamaan

menghambat imu pengetahuan wabah pes 1348 the black death Revolusi industri : pengotoran lingkungan, kesehatan pekerja tidak diperhatikan, perbudakan Johan Peter Frank (1786), Edwin Chadwick (1842) dan Samuel Shattuck (1850)

Contd
Penemuan baru di bidang mikrobiologi dan

serologi : Louis Pasteur (1822-1895), Robert Koch (111843-1910), Emil von Behring (1854-1917) dan August von Waserman (1866-1925), Alexander Flemming (1881-1955) Winslow (1920) : konsep usaha kesehatan masyarakat Era kesehatan masyarakat : 1960

Sejarah Indonesia
1808 : didirikan fasilitas kesehatan dengan

konsep kedokteran modern oleh Deandels (Militair Geneskundig Dients) 1811 : Thomas Standford Raffles (Civil Medical Service) vaksinasi dan pemberantasan penyakit kelamin 1817 : Belanda mendirikan Burgelijk Geneskundig Dients (BGD) vaksinasi dihentikan

Contd
1819 : Stansverbandhuis di Jakarta untuk

pengobatan dan perawatan 1853 : Dr. W Bosch mendirikan Sekolah Dokter Jawa imunisasi : malaria, cacar, peny kelamin 1882 : UU hygiene 1902 : peraturan sanitasi internasional di Paris 1911 : UU wabah dan karantina

Contd
1924 : Rockefeller fondation program

pendidikan kes masy Dr. JL Hydrich 1950 : bantuan UNICEF dan ISC-Amerika 1952 : direktorat KIA di Kementrian Kesehatan 1956 : UKS 1959 : pemberantasan malaria 1960 : UU Kesehatan Pokok

Contd
1962 : UU Karantina Laut, Karantina Udara dan

wabah 1963 : UU tenaga kesehatan 1966 : perencanaan program kesehatan 1969 : REKERKESNAS I disusun rencana kesehatan nasional konsep Puskesmas 25 April 1974 : bebas penyakit cacar, program KB mendapat pengakuan dunia internasional 1976 : Program Pembangunan Kesehatan Masrakat Desa (PKMD)

Batasan
Ilmu dan ketrampilan untuk mencegah penyakit,

memperpanjang usia hidup, memelihara kesehatan jasmani dan rohani serta meningkatkan efisiensi, dengan jalan usaha masyarakat yang terorganisir untuk penyehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, pendidikan setiap orang dalam prinsip kesehatan perorangan, mengatur usaha pengobatan dan perawatan guna diagnosa dini dan pengobatan pencegahan dari penyakit-penyakit, dan mengembangkan badan-badan kemasyarakatan yang akan memberi jaminan bagi setiap orang dalam masyarakat suatu derajat hidup yang cukup guna mempertahankan kesehatannya (Winslow, 1920)

Contd
IKM identik dengan Ilmu Kedokteran

Pencegahan IKM menjadikan masyarakat sebagai pelaku dan juga sasaran pelayanan kesehatan IKM mengutamakan kegiatannya pada masalah kesehatan masyarakat ruang lingkup : keslingk, P2M, pendidikan kesehatan dan administrasi kes

Tujuan
Tujuan antara : tercipta lingkungan sehat,

terberantasnya penyakit menular, meningkatnya pengetahuan akan prinsip kesehatan perorangan, tersedianya usaha kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat serta terorganisir dan terlibatnya badanbadan kemasyarakatan dalam usaha kesehatan

Contd
Tujuan akhir : memberikan jaminan bagi

setiap orang dalam masyarakat suatu derajat hidup yang cukup guna mempertahankan kesehatannya

Prinsip Kes Masy


Lebih mengutamakan tindakan pencegahan

penyakit daripada pengobatan Selalu menggunakan cara yang ringan biayanya tetapi baik hasilnya Melandaskan kegiatan pada masyarakat sebagai pelaku maupun sasaran Melalui masyarakat yang terorganisir Mengutamakan masalah kesehatan kemasyarakatan

Perbedaan Dokter bid Kesmas


Mendapat latihan khusus ked pencegahan Perhatian utama : pencegahan penyakit Objek : masyarakat Usaha penanggulangan yang murah

Menggunakan cara pendidikan kesehatan

Contd
Berfungsi atas dasar masy terorganisir Gaji dibayar oleh pemerintah Bertanggungjawab kpd masyarakat Pemegang monopoli pencegahan peny

Masalah administrasi dan kerjasama dengan

perorangan/badan lain

Perkembangan
Pembauran dokter kesmas dan swasta
Kedokteran sosial Kedokteran komunitas

Kesmas swasta
Tuntutan masyarakat untuk turut serta

melaksanakan kegiatan kesehatan perorangan dan keluarga Masyarakat ekonomi rendah

Swasta kesmas
Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan

dokter dan tersedianya fasilitas dan cara yang sederhana Akan lebih lengkap dan menarik Masyarakat dengan pendapatan cukup

Kedokteran Sosial
Untuk menanggulangi penyakit seseorang

tidak boleh melupakan faktor sosial yang terdapat pada penderita Diperkenalkan oleh Johan Peter Frank (1786), tu menyangkut kemiskinan dan ketidaktahuan Identik dengan IKP

Kedokteran komunitas
Penyediaan pelayanan kesehatan bagi komunitas

yang sesuai dengan kebutuhan komunitas itu sendiri yang didukung oleh tim penyelenggara yang terpadu shg tercipta pelayanan kesehatan yang lengkap Diperkenalkan oleh Stewart (1963) Identik dengan IKM, hanya titik berat pada pemenuhan kebutuhan saat ini (pengobatan dan pencegahan (penyakit) daripada masa depan (promosi kes)

Penerapan
Seluruh usaha kesmas diselenggarakan oleh

pemerintah Sebagian besar diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia (UU Pokok Kesehatan no. 9 tahun 1960) Sama besar antara pemerintah dan swasta

Fasilitas kesehatan
Tk I : Puskesmas
Tk II : RS Kabupaten Dinkes Kab Tk III : RS Provinsi Dinkes Prov

Keikutsertaan Masy
Usaha kesehatan swasta yang dapat

dimanfaatkan masyarakat Usaha kesehatan dari, oleh dan untuk masy PKMD