Anda di halaman 1dari 6

ECD (Electron Capture Detector)

Detektor Penangkap Elektron

Oleh Kelompok 3 : Ayu Tika Ariani (10630020) Rindu Mahal Lan Halal (10630029) Muslim Budiman (10630044) Niko Nureva (10630045) Naidatin Nida (10630049)

ECD (Detektor Penangkap Elektron)


Detektor ini berbentuk silinder dengan sumbu yang berfungsi sebagai anoda dan dinding silindernya sebagai katoda. Detektor ini terdiri dari dua elektroda, positif (anoda) dan negatif(katoda), serta berisi gas pembawa (nitrogen atau argon/methan) di antara kedua elektrodanya. Pada ECD terdapat pemancar radioaktif , (seperti 3H atau 63Ni) yang akan mengionisasi gas pembawa. Aliran elektron sebagai hasil ionisasi gas pembawa (nitrogen atau argon/methan) dalam ECD memberikan sinyal yang berupa baseline suatu kromatogram.

Prinsip Kerja Detektor ECD :


ketika suatu senyawa masuk ke dalam detektor, sebagian dari elektron (hasil ionisasi gas pembawa) tersebut akan ditangkap oleh senyawa sebelum mereka mencapai plat detektor. Ini mengakibatkan aliran arus listrik dalam detektor berkurang (terjadi penurunan arus), yang oleh rekorder akan dicatat sebagai suatu peak.

Karakteristik Gas Pembawa :


1.

2.

3.

4.

Sebagai gas pembawa digunakan N2 kering atau 5% CH3 dalam argon. Gas pembawa nitrogen adalah gas yang paling baik untuk melakukan pemisahan yang sulit . Nitrogen lebih murah daripada helium dan lebih aman di dalam laboratorium ketimbang hidrogen. Gas pembawa harus benar-benar kering karena air dapat menurunkan kepekaan detektor.

Kelebihan Detektor ECD : 1. Detektor ini peka terhadap molekul senyawa yang mengandung gugus fungsi: halogen, karbonil terkonjugasi, nitril, nitro, dan organologam. 2. Detektor penangkap elektron sekitar 1000 kali lebih peka dari detektor pengionan nyala. Kekurangan Detektor ECD : 1. Detektor ini tidak peka terhadap gugus fungsi : hidrokarbon, alkohol, amina, dan keton.