Anda di halaman 1dari 27

Penyakit jantung koroner

Oleh :

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)


= Penyakit Jantung Ischemic = Penyakit Jantung Atherosclerosis (ASHD) = Insufisiensi Koroner

Patofisiologi :
Manifestasi klinis bervariasi, tergantung derajad aliran darah dalam arteria koronaria dan stabilitas plak.

Lanjutan..

Lanjutan..

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)


Ketidakseimbangan antara kebutuhan jaringan otot Jantung terhadap suply oksigen oleh arteria koroneria, menyebabkan manifestasi klinis dari keluhan ringan sampai berat.

Keluhan berupa nyeri dada akibat kegiatan aktivitas disebut Effort angina.

Lanjutan..

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)


Timbulnya manifestasi klinis pada saat istirahat, dimana penyumbatan artera Koroneria melebihi 60% disebut Angina At rest. Terjadi penghentian aliran darah koroner secara tiba-tiba lebih dari 20 menit. Apabila kejadian hipoksia jaringan berlangsung lama dan terjadi nekrosis luas disebut Infark Miokard. Kadang Penderita Infark Miokard yang juga mengidap penyakit diabetes mellitus tidak di rasakan keluhan nyeri dada, hal ini karena mekanisme neorupati disebut Silent Myocardial Infarction.

Lanjutan..

Incidence :
Indonesia peringkat 3 setelah ISPA dan DIARE

Mortality rate 3% pertahun


Laki-laki lebih banyak dari wanita

Biasanya usia di atas 40th


SKRT tahun 1972 9,9 % SKRT tahun 1995 19,9 %

Lanjutan..

Etiology :
1. Perokok. 2. Tekanan Darah Tinggi di atas 140/ 90 mm/Hg. 3. Tinggi Koresterol. 4. Usia Di atas 40 th. 5. Kepribadian. 6. Hormonal (Diabet Mellitus). 7. Kegemukan. 8. Stres Emosionil. 9. Dll.

Lanjutan..

Manifestasi Klinis :
1. Tanpa Keluhan / Silent Ischemic (Terbanyak). 2. Angina Pectoris (AP). - Tipe stabil. - Tipe tidak stabil (Pre infark). 3. Infark Miokard. 4. Dicompensasi kordis. 5. Disritmia / Aritmia. 6. Sudden death.

ANGINA PEKTORIS (AP)


Manifestasi :
Nyeri dada retrosternal, rasa tertekan, rasa tidak enak pada dada bahkan rasa nyeri di rasakan pada punggung dan epigastrium. Penyebab terutama stenosis A. Koroaria akibat atheroslerosis.
Klasifikasi :

Menurut Canadian Cardio Vasculer Society sbb :

1. Aktifitas fisik sehari-hari tidak ada keluhan AP Aktifitas fisik berat baru timbul keluhan AP.

Lanjutan..

Lanjutan..

ANGINA PEKTORIS (AP)


2. Aktifitas fisik ringan seperti berjalan, naik tangga, sesudah
makan, stress emosional, timbul keluhan AP 3. Aktifitas fisik amat terbatas, timbul keluhan AP. 4. Istirahat, Timbul AP

Pembagian Klinis AP :
1. AP Stabil : - Sering kambuh dan dapat di prediksi. - Timbul setelah Aktifitas fisik. - Keluhan hilang setelah istirahat / pemberian obat Nitrogliserin.
2. AP tidak stabil : = Preinfarction syndrome. = Acute coronary insufficiency. = Intermediate syndrome. - Sifat nyeri lebih berat dari pada yang stabil. - Serangan pada waktu istirahat / waktu saat aktifitas minimal.
Lanjutan..

Lanjutan..

- Pemberian obat Nitrogliserin tidak kurang.


- Beberapa kasus dapat berlanjut menjadi Infark miokard akut (IMA). 3. Variant angina = Printzmetal angina - Bentuk angina yang timbul tanpa di dahului factor pencetus. - Serangan timbul pada waktu sedang tidur tengah malam sampai pagi.

Penatalaksanaan :
Pengertian keluarga dan pasien akan penyakitnya. Aktifitas sehari-hari tetap di kerjakan namun intensitasnya

di kurangi.
Memperbaiki faktor resiko antara lain, menurunkan berat badan, diet lemak jenuh, obati penyakit hypertensi, diabet

mellitus, kolesterol.
Dilarang merokok. Pengendalian Emosi.

Pengobatan :
Memperbaiki keseimbangan kebutuhan otot jantung dan
supply oksigen dari arteria koroneria.

1. dengan meningkatkan supply oksigen, bed rest, obat2 asodilator (golongan nitrat).
2. Mengurangi frekuensi jantung, kontraktilitas dan tekanan darah dengan gol. Betabloker. 3. Dilatasi Arterial (menurunkan afterload) dengan gol. Ca antagonis. 4. Mengatasi spame koroner dengan gol. Nitrat / Ca antagonis Obat tersebut di atas dapat di pakai secara tunggal / kombinasi.

Infark Miokard :
Biasanya Akibat thrombus koroneria, luasnya infark tergantung pada arteria koroneria yang mengalami sumbatan dan aliran darah kolateral.

Manifestasi Klinis :
1. Nyeri dada menjalar ke kiri, ke kanan, ke rahang, ke bahu kiri dan kanan. Nyeri seperti di tekan, terhimpit, rasa berat, panas, seperti di remas-remas,bahkan sulit di ceritakan rasa nyerinya lamanya nyeri lebih dari 20 menit,tidak ada hubungannya dengan kegiatan fisik.

Lanjutan..

Lanjutan..

2. Pemeriksaan fisik :
Suara jantung melemah, penderita tampak stress, keringat dingin, tekanan darah biasanya menurun sampai shock, sebagai tanda kegagalan jantung.

3. Pemeriksaan EKG, terjadi perubahan :


- Segmen ST (Elevasi) - Gelombag Q (Patologis)

Lanjutan..

Lokasi Infark :
II, III, aVF V1 s/d V3 V4 s.d V6 V1 s/d V4 . Inferior . Antero Septal .......................... Antero Lateral . Anterior

4 Pemeriksaan laboratorium / Enzymology :


1. CKMB, dan Troponim 2. LDH Meningkat

Diagnosa menurut WHO :


1. Perubahan EKG yang khas antara lain : - ST Elevasi bentuk cembung disertai Q Patologis. 2. - Gejala klinis ada atau tidak ada - EKG meragukan - Kadar enzim naik 3. - Gejala klinis ada - EKG normal

- Kadar enzim naik


4. Bukti otopsi

Lanjutan..

Komplikasi Infark miokard :


1. Gangguan Irama Jantung & Konduksi (95%) 2. Kardioganik shock 3. Dekompensasi kordis 4. Rupture jantung

Penatalaksanaan :
1. Segera masuk ICCU 2. Monitor EKG 3. Infus Dextrosa 5%

Lanjutan..

Lanjutan..

4. Pasang oksigen 3 LITER/ MENIT 5. Cek Laboratorium 6. Foto thorax

- Terhadap rasa takut / gelisah, beri penenang


- Terhadap trombosis, berikan anti thrombus - Terhadap aritmia, berikan Anti aritmia

- Diet cair/halus & Laxansia.