Anda di halaman 1dari 21

Lesi pra kanker, IVA, PAP SMEAR dan kolposkopi

Endin Nokik Stujanna 06020017

Pendahuluan
Pembunuh wanita nomer dua setelah kanker payudara

Di negara maju 75% ditemukan pada stadium dini (AS 12.000 pasien baru/th)

Di negara berkembang 75% ditemukan pada stadium lanjut (stadium 2 dan 4)

Di Indonesia : 90100/100 ribu pddk

Etiologi
Penyakit Menular Seksual karena : -99% HPV (Human Papiloma Virus), ada 100 tipe. Tipe high risk : HPV 16 HPV 18, HPV 31, HPV 33, HPV 45. Tipe lain : Kutil/papiloma, tumor jinak belum pasti

Kanker Leher Rahim


Satu-satunya kanker yang bisa dicegah/ diobati 100% sembuh pd stadium dini

Keganasan terjadi pada usia 35-55 th, jarang di bawah 20 th

Stadium dini tidak bergejala

Stadium dini dapat dideteksi dengan pemeriksaan pap smear

Faktor Resiko Kanker Leher Rahim


Aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 th Sering berganti pasangan seksual, termasuk suami (mediator) Ibu yang melahirkan banyak anak Kurang kebersihan alat kelamin Sering infeksi di daerah kelamin (PMS) Merokok Polusi
MajalahKesehatan.com

Stadium Kanker Leher Rahim

Stadium prakanker/displasia :
Displasia ringan Displasia sedang Displasia berat Stadium 0/ karsinoma in situ

Stadium Kanker :
Stadium IA,IB.IIA : infasif dini Stadium IIB, IIIA, IIIB, IVA, IVB : infasif lanjut

Stadium Kanker Leher Rahim


Displasia ringan sd Stadium 0 : 5 tahun Displasia sedang sd Stadium 0 : 3 tahun Terinfeksi HPV sd St. kanker: 3-20 tahun Displasia sd St kanker : 5-10 tahun Stadium kanker sd meninggal biasanya kurang dari 5 tahun Displasia tidak selalu berlanjut menjadi kanker

Gejala Kanker Leher Rahim


Stadium prakanker : tidak ada gejala Stadium kanker :
Perdarahan (ringan dan pasca sanggama) Keputihan yang tidak kunjung sembuh walaupun sudah diobati dengan obat keputihan, bau busuk, seperti nanah, warna semu merah karena bercampur darah. Nyeri pada panggul Anuri (tidak bisa BAK)

Pap Smear IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Servikografi Gineskopi Kolposkopi Test DNA HPV Pap Net Thin Prep Biopsi

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Pap Smear
Sejak th 1928 oleh dr. George Papnicolau Mudah, murah, aman, non infasif, sensitifitas 90% Dimulai sejak 1 th setelah berhubungan seksual/nikah, dan dilakukan secara terus menerus 1 tahun sekali Jika 2 tahun berturut-turut normal, boleh 2 tahun sekali Di AS, th 1955-1992, angka kematian turun hingga 74%, tahun selanjutnya turun hingga 4% pertahun, karena kesadaran pap smear tinggi

Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)


Tes dengan asam asetat (cuka). Bila terdapat lesi kanker, leher rahim akan berubah warna menjadi agak keputihan

Leher rahim normal

Leher rahim curiga kanker

Keunggulan IVA
Keunggulan IVA dibandingkan Papsmear:
Tidak perlu alat laboratorium yang canggih Tidak perlu teknisi lab khusus untuk pembacaan hasil tes Hasilnya langsung diketahui Biayanya sangat murah

Vaksin Kanker Leher Rahim


Mulai beredar April 2007, di Indonesia mulai Juni 2007 Mencegah infeksi HPV, diberikan sebelum terkena infeksi Hanya efektif mencegah 4 tipe HPV (dari 100) Diberikan bulan ke-0, ke-1dan ke-6 Masa proteksi 50 bulan, selanjutnya booster ulangan Lebih bagus diberikan pada wanita sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Dapat merangsang pembentukan imunitas (antibody) dari sistem imun didalam tubuh Merupakan pencegahan primer

Pencegahan kanker serviks


VAKSINASI Dapat merangsang pembentukan imunitas (antibody) dari sistem imun didalam tubuh Merupakan pencegahan primer Tujuan :
Memberikan perlindungan yang adekuat terhadap infeksi HPV penyebab kanker serviks.
Melawan virus tersering dan agresif penyebab kanker. Memberikan perlindungan tambahan dari tipe virus HPV lain yang juga menyebabkan kanker.

Kapan vaksin diberikan ??? 1. Usia 10 55 tahun 2. Jadwal pemberian bulan 0, 1 atau 2, dan 6 Contoh : Penyuntikan 1 : januari Penyuntikan 2 : Februari/Maret Penyuntikan 3 : Juli

Tujuan :

Memberikan perlindungan yang adekuat terhadap infeksi HPV penyebab kanker serviks.
Melawan virus tersering dan agresif penyebab kanker. Memberikan perlindungan tambahan dari tipe virus HPV lain yang juga menyebabkan kanker.

Penanganan Kanker Leher Rahim


Tergantung pada stadium dan kondisi pasien Terapi : Operasi, Radiasi, Kemoterapi Stadium prakanker/displasia : konisasi, bedah beku (cryosurgery), laser surgery, LEEP Stadium kanker :
IA1 & IA2 : trachelectomy (operasi sebagian leher rahim) Pengangkatan rahim (histerektomi) Kombinasi : Operasi, radiasi dan kemoterapi

Kolposkopi
Kolposkop, merupakan pemeriksaan dengan pembesaran untuk melihat kelainan epitel serviks, pembuluh darah setelah pemberian asam asetat. Pemeriksaan kolposkopi tidak hanya terbatas pada serviks, tetapi meliputi vulva dan vagina.

Dilakukan bila ditemukan hasil pap smear yang abnormal.

TERIMA KASIH