Anda di halaman 1dari 50

ANALISIS KEBIJAKAN

Dr. ELSYE MARIA ROSA, M.Kep

Immunization Man-power: PTT, Bidan desa Family planning

Disaster plan/Emergency Response System


Health care financing )Curative, preventive, promotive, rehabilitative)

Public Health Policy Issue

Decentralization

Equity

Privatization of hospital

Referral system Telemedicine Proactive hospital Environmental Management for helath facility

Pendahuluan
> Ranah Praktik drpd Ranah Teori Lay Theory (dikembangkan dari pengalaman Analisis kebijakan adalah Tehnologi untuk menyelesaikan Masalah Analisis Kebijakan adalah sebuah praktik yang benar-benar praktik

Analisis Kebijakan sebagai Ilmu


Isu Kebijakan: Problem-Goal
Kebijakan
Publik Hasil Kebijakan

Input

Output

Outcome

Analisis Kebijakan
Evaluasi Kebijakan Proses

Peta pemikiran Analisis Kebijakan


SUASANA KONFLIK

Politicians driven

Stakeholder driven

Kuadran Politisi
LINGKUP TERBATAS

Kuadran Deliberati
LINGKU P LUAS

Kuadran Tehnis
Administrator/Tecnocrats driven

Kuadran Strategis
Policy analysts driven

SUASANA STABIL

ANALISIS KEBIJAKAN VERSI DUNN


Analisis Kebijakan adalah
Aktivitas intelektual dan praktis yang ditujukan untuk menciptakan, secara kritis, menilai dan mengkomunikasikan pengetahuan tentang dan proses Kebijakan

Analisis kebijakan publik adalah :


1) Penelitian untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi.

2)Mencari dan mengkaji berbagai alternatif pemecahan masalah atau pencapain tujuan.

3) Tambahan (dari William N. Dunn), keduanya dilakukan secara multidisiplin

Proses Analisis Kebijakan

Definisi

Prediksi

Preskripsi

Deskripsi

Evaluasi

Dimensi-dimensi Kebijakan Publik


Dimensi pertama, proses kebijakan, mengkaji
implementasi kebijakan, perumusan masalah, monitoring kebijakan

indentifikasi

proses penyusunan kebijakan,

evaluasi kebijakan.

Dimensi kedua, analisis kebijakan, meliputi.

ANALISIS KEBIJAKAN
PENERAPAN METODE

TEHNIK ANALISIS YG BERSIFAT MULTIDISIPLIN

Tujuan dari analisis kebijakan


Memberikan informasi kepada pembuat kebijakan, yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah masyarakat.

Meningkatkan kualitas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Faktor-faktor Strategis yang Berpengaruh dalam Perumusan Kebijakan


Faktor Politik Faktor Ekonomi/Finansial Faktor Administratif/Organisatoris. Faktor teknologi faktor Sosial, Budaya, dan Agama. Faktor Pertahanan dan Keamanan

4. Aspek-aspek dalam Analisis Kebijakan Publik


a. Analisis mengenai perumusan kebijakan b. Analisis mengenai implementasi kebijakan
Pertanyaan-pertanyaan yang hendak dijawab, antara lain adalah : 1) Bagaimana cara kebijakan diimplementasikan? 2) Siapa saja yang dilibatkan dalam proses implementasi tersebut? 3) Bagaimana interaksi antara orang-orang atau kelompokkelompok yang terlibat dalam implementasi kebijakan itu? 4) Siapa yang secara formal diberi wewenang mengimplementasikan kebijakan dan siapa yang informal lebih berkuasa dan mengapa? 5) Bagaimana cara kerja birokrasi pusat dan daerah serta badan-badan lain yang terlibat dalam implementasi kebijakan/program. 6) Bagaimana cara atasan mengawasi bawahan dan bagaimana

Analisis mengenai evaluasi kebijakan


Evaluasi kebijakan mengkaji akibat-akibat suatu kebijakan atau mencari jawaban atas pertanyaan apa yang terjadi sebagai akibat dari implementasi suatu kebijakan Analisis evaluasi kebijakan sering juga disebut analisis dampak kebijakan, yang mengkaji akibat-akibat implementasi suatu kebijkan membahas hubungan di antara cara yang digubakab dan hasil yang dicapai. Misalnya: apakah pelayanan terhadap penumpang kendaraan umum menjadi lebih baik setelah dikeluarkan kebijakan mengenai perbaikan transportasi umum?

Variasi Kegiatan Analisis Kebijakan


a) Studi-studi isi kebijakan (studies of policy content). b) Studi-studi tentang proses kebijakan (studies of policy process) c) Studi-studi mengenai output-output kebijakan (studies of policy ouputs) d) Studi-studi evaluasi (evaluation studies). e) Studi tentang informasi untuk pembuatan kebijakan (information for policy making) f) Proses kepenasihatan (advocacy process) g) Nasihat kebijakan (policy advocacy).

Pembuatan kebijakan Paralel dengan Analisis Kebijakan


ANALISIS KEBIJAKAN PERUMUSAN MASALAH PEMBUATAN KEBIJAKAN PENYUSUNAN AGENDA

PERAMALAN REKOMENDASI
PEMANTAUAN PENILAIAN

FORMULASI KEBIJAKAN ADOPSI KEBIJAKAN


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENILAIAN KEBIJAKAN

Pendekatan analisis kebijakan


PENDEKATAN EMPIRIS PERTANYAAN UTAMA Adakah dan akankah ada (Fakta) Apa manfaatnya (nilai) Apakah yang harus diperbuat (aksi) TIPE INFORMASI Deskriptif dan Preskriptif Evaluatif Preskriptif

Valuatif Normatif

Argumen Kebijakan
ARGUMEN ILMU PENGETAHUAN

Desainatif Evaluatif

Fokus pada fakta-fakta empirik Mempersoalkan nilainilai

Advocatif

mempersoalkan tindakan

ARGUMEN KEBIJAKAN DUNN ICWBRQ

Proses analisis kebijakan Patton dan Savicky

TEKNIS ANALISA KEBIJAKAN


PENGKAJIAN PERSOALAN PENENTUAN TUJUAN PERUMUSAN ALTERNATIF

PENILAIAN ALTERNATIF

PENENTUAN KRITERIA

PENYUSUNAN MODEL

PERUMUSAN REKOMENDASI

PENGKAJIAN PERSOALAN
UNTUK: MENEMUKAN DAN MEMAHAMI HAKEKAT PERSOALAN DARI SUATU MASALAH MERUMUSKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
TEORI, METODOLOGI DAN TEKNIK YANG TERPAKAI: METODA PENELITIAN, METODA KUANTITATIF, TEORI-TEORI LAIN YANG SELARAS DENGAN SUBSTANSI PERSOALAN

PENENTUAN TUJUAN

ADALAH: AKIBAT YANG SECARA SADAR INGIN DICAPAI ATAU DIHINDARI HARUS: SPESIFIK TERUKUR TERJANGKAU REALISTIS DALAM KURUN WAKTU TERTENTU

PERUMUSAN ALTERNATIF

ADALAH: CARA-CARA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENCAPAI, LANGSUNG ATAU TAK LANGSUNG, SEJUMLAH TUJUAN DILUAR CARA-CARA YANG TELAH DIPAKAI METODA YANG TERPAKAI: METODA PENELITIAN METODA KUANTITATIF TEORI YANG RELEVAN DENGAN SUBSTANSI

PENDEKATAN ANALISA
PENDEKATAN DASAR TEKNIK PRODUK -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------EKSTRAPOLATIF EKSTRAPOLASI TIME SERIES PROYEKSI TREND ESTIMASI TREND LINIER EXPONENTIAL DATA TRANSFORMATION METODA KATASTROFI TEORITIK TEORI PEMETAAN TEORI PREDIKSI MODEL KAUSAL ANALISA REGRESI ESTIMASI TITIK DAN INTERVAL ANALISA KORELASI PENILAIAN PENILAIAN INFOR- DELPHI PERKIRAAN MATIF ANALISA DAMPAK SILANG PENILAIAN FISIBILITAS ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------W.N.DUNN 1994

ANALISA SEBAB AKIBAT


DIGUNAKAN MANAKALA MASALAH MEMILIKI BANYAK ELEMEN, UNTUK MENGGAPAI AKAR MASALAH, BUKAN GEJALANYA
PENYEBAB UTAMA PENYEBAB UTAMA

MASALAH

PENYEBAB UTAMA

PENYEBAB UTAMA

ADAPTASI: TURNER (2002)

CURAH PENDAPAT (BRAINSTORMING)


DIGUNAKAN MANAKALA MASALAH AKAN LEBIH MUDAH DIPECAHKAN DENGAN FORUM CURAH PENDAPAT
ATURAN MAINNYA:

KETIKA MENGUMPULKAN PENDAPAT:


1. 2. 3. 4. 5. TIDAK SALING MENGKRITIK ATAS PENDAPAT YANG DILONTARKAN JANGAN RAGU MENYAMPAIKAN PENDAPAT MENGGABUNG ATAU MEMEPERBAIKI PENDAPAT ORANG LAIN SEGERA SAMPAIKAN APA YANG MUNCUL DIBENAK SEMUA ORANG BOLEH MENYAMPAIKAN PENDAPATNYA

DISKUSI
SEBAIKNYA DILAKUKAN DALAM JUMLAH PESERTA YANG SEDIKIT, BILA TERLALU BANYAK MAKA AKAN ADA YANG MEMONOPOLI PEMBICARAAN DAN YANG LAIN DIAM SAJA BILA PESERTA BANYAK, MAKA HARUS DIBAGI MENJADI BEBERAPA KELOMPOK TIAP KELOMPOK DIFASILITASI OLEH PENDAMPING

PRESENTASI
PENDAPAT DARI LUAR PESERTA SANGAT BERGUNA UNTUK MENAMBAH WAWASAN. TETAPI JANGAN SAMPAI PESERTA MENJADI RENDAH DIRI DENGAN PENDAPAT ORANG LUAR INI. PENYAJIAN DALAM BENTUK PRESENTASI. CERAMAH ATAU PIDATO PANEL DISKUSI PANEL INFORMAL / LESEHAN PRESENTASI DARI PESERTA YANG MEMILIKI PENGALAMAN TENTANG SUBSTANSI PRESENTASI DARI KELOMPOK DISKUSI

SIMULASI
DALAM SIMULASI, PESERTA MEMERANKAN SESEORANG SEBAGAIMANA DALAM KEHIDUPAN NYATA SEMUA ORANG MEMERANKAN SATU PERAN KEMUDIAN MELAKUKAN KEGIATAN SEOLAH-OLAH DALAM ALAM NYATA YANG DILAKUKAN SETIAP HARI YANG MENYANGKUT SUBSTANSI TERTENTU. DALAM SIMULASI INI BIASANYA DIPILIH SUBSTANSI YANG TERKAIT DENGAN PROSES PERENCANAAN DAN DIAKHIR SIMULASI MENGHASILKAN KEPUTUSAN ATAU SARAN

WORKSHOP ATAU LOKAKARYA


LOKAKARYA MERUPAKAN FORUM YANG DAPAT DIPERGUNAKAN DALAM PERENCANAAN PARTISIPATIF. BIASANYA BERBENTUK KUMPULAN ATAU PELATIHAN DALAM BEBERAPA HARI TERTENTU UNTUK MENGHASILKAN ATAU MEMECAHKAN SUATU MASALAH LOKAKARYA UMUMNYA DILAKUKAN DENGAN MENGGABUNGKAN PRESENTASI ATAU PANEL DENGAN DISKUSI DARI PARA PESERTA YANG DIFASILTASI OLEH PENDAMPING JADI DI DALAM LOKAKARYA, PARA PESERTA HARUS AKTIF BERPERAN SERTA, TIDAK HANYA SEBAGAI PENDENGAR.

PENYUSUNAN MODEL
ADALAH PENYEDERHANAAN DARI KENYATAAN PERSOALAN YANG DIHADAPI, DIWUJUDKAN DALAM HUBUNGAN KAUSAL DAN FUNGSIONAL

BENTUK BENTUK MODEL: MODEL SKEMATIK (FLOWCHART, PANAH) MODEL FISIK (MINIATUR, MAKET) MODEL GAME ATAU SIMULASI (PEPERANGAN) MODEL SIMBOLIK (EKONOMETRIK, MATEMATIK)

PENENTUAN KRITERIA

UNTUK MENILAI ALTERNATIF-ALTERNATIF. KRITERIA HARUS JELAS DAN KONSISTEN MENYANGKUT: EKONOMI POLITIK ADMINISTRASI HUKUM ETIKA DAN FALSAFAH

PENILAIAN ALTERNATIF
TUJUAN: MENDAPATKAN GAMBARAN TINGKAT EFEKTIVITAS DAN FISIBILITAS TIAP ALTERNATIF DALAM PENCAPAIAN TUJUAN

MISALNYA: SEGI EKONOMI, PALING EFISIEN SEGI POLITIS, PALING BISA DITERIMA SEGI ADMINISTRASI, PALING BISA DILAKSANAKAN SEGI ETIS FILOSOFIS, TIDAK BERTENTANGAN DENGAN NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA

PERUMUSAN REKOMENDASI

UNTUK MERUMUSKAN SARAN MENGENAI ALTERNATIF YANG DIPERHITUNGKAN DAPAT MENCAPAI TUJUAN SECARA OPTIMUM TERMASUK DIDALAMNYA STRATEGI PELAKSANAAN DARI SETIAP ALTERNATIF.

PRODUK ANALISA KEBIJAKAN


(MENURUT MUSTOPADIDJAJA)

BERUPA LAPORAN BERISI:


1. 2. 3. 4. 5. 6. RINGKASAN EKSEKUTIF BATASAN PERMASALAHAN KRITERIA PENILAIAN ALTERNATIF KEBIJAKAN ANALISA ALTERNATIF KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PUBLIC POLICY MAKING ACTORS


(ADAPTED FROM KINGDON 1995)

PRESIDENT ADMINISTRATION PRESIDENT STAFFS POLITICAL APPOINTEES GOVERNMENT BUREAUCRATS CONGRESS ACTORS INTEREST GROUP ACADEMICS/RESEARCHERS/CONSULTANTS OUTSIDE GOVERNMENT THE MEDIA ELECTIONS RELATED PARTICIPANTS (CAMPAIGNERS/POLITICAL PARTIES) PUBLIC OPINION

KESEPAKATAN UNTUK KEPUTUSAN

KEBIJAKAN
DARI SISI

KEBIJAKAN
DARI SISI

TEKNOKRATIS

POLITIS

KESEPAKATAN
DISTORSI

* SEGI EKONOMI, PALING EFISIEN * SEGI POLITIS, PALING BISA DITERIMA * SEGI ADMINISTRASI, PALING BISA DILAKSANAKAN * SEGI ETIS FILOSOFIS, TIDAK BERTENTANGAN DENGAN NILAI-NILA SOSIAL BUDAYA

KEBIJAKAN

6 PRINSIP ETIKA PEMBUATAN KEBIJAKAN


(B. SOBANDI 2003)

PRINSIP KETUHANAN
BERORIENTASI PADA KETUHANAN YANG MAHA KUASA, KEWENANGAN PEMBUATAN KEBIJAKAN ADALAH AMANAH

PRINSIP KEMANUSIAAN
UNTUK KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA, KINI DAN DIMASA DATANG

PRINSIP KESEIMBANGAN
KESEIMBANGAN ANTARA NILAI KETUHANAN DAN MANUSIAWI

PRINSIP KEADILAN
BERORIENTASI PADA KEADILAN DAN TEPAT SASARAN

PRINSIP PELAYANAN
BEORIENTASI PADA PELAYANAN MASYARAKAT

PRINSIP KETELADANAN
DIMULAI DENGAN CONTOH DAN TELADAN YANG BAIK DARI PEMBUAT KEBIJAKAN

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN
DILAKUKAN OLEH

1.DEPARTEMEN 2.LEMBAGA PEMERINTAH NON DEPARTEMEN 3.DAERAH 4.MASYARAKAT

EVALUASI KINERJA KEBIJAKAN


MELIPUTI ASPEK
1. MASUKAN (INPUTS) 2. KELUARAN (OUTPUTS) 3. HASIL (OUTCOMES) 4. MANFAAT (BENEFITS) 5. DAMPAK (IMPACTS)

PERUBAHAN DAN PENCABUTAN KEBIJAKAN


EVALUASI KEBIJAKAN MERUPAKAN AKHIR DARI SUATU SIKLUS KEBIJAKAN, SETELAH ITU,
1. 2. KEBIJAKAN DILANJUTKAN (POLICY CONTINUATION) PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KEBIJAKAN (POLICY CHANGE/ALTERATION) PENCABUTAN KEBIJAKAN (POLICY TERMINATION)

3.

Studi Kasus Analisis Kebijakan Kesehatan


Analisis Kebijakan Nasiona MUI dan BPOM dalam Labeling Obat dan Makanan.

Analisis Perjalanan Rancangan Undang-Undang Kesehatan (RUU Kesehatan).


Analisis Politik Internasional dan MDGs. Analisis Politik Nasional dan Millenium Development Goal (MDG).

Analisis Struktur Hutang Nasional.

STUDI KASUS
Funding Agency dan Kebijakan Kesehatan di Indonesia.

Kebijakan Standar Pelayanan Medik dan Diagnosis Related Group, Kelayakan Penerapannya di Indonesia.
Kesiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Globalisasi. Peran Funding Agency (GTZ, dll) dalam Pembiayaan Kesehatan dan Kebijakan Kebijakan.

Kemiskinan, MDGs dan Kebijakan Kesehatan Nasional.

Anti-Tobacco Battle Pits Corporations Against Public Health

Harga Rokok terlalu Murah, Indonesia Jadi Surga Perokok

MDGS

MEDICAL CAREER