Anda di halaman 1dari 22

Ryan gamma a.

p
1010211086

1.Definisi
Parafimosis adalah prepusium penis yang diretraksi sampai disulkus koronarius tidak dapat dikembalikan pada keadaan semula dan timbul jeratan pada penis dibelakang sulkus koronarius.

2.Etiologi
Menarik (retraksi) prepusium ke proksimal biasanya dilakukan pada saat bersenggama/masturbasi atau sehabis pemasangan kateter. 1 Kongenital

3.Epidemiologi
Fimosis dan parafimosis dapat terjadi pada laki-laki semua usia, namun kejadiannya tersering pada masa bayi dan remaja.
bisa udah disunat(tidak sempurna) ataupun belum disunat

4.Patogenesis
Parafimosis merupakan kasus gawat darurat. Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis, terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selanguntuk berkemih (kateter), dapat menyebabkan parafimosis

Kulit preptium yang tidak bias kembali ke depan batang penis akan menjepit penis sehingga menimbulkan bendungan aliran darah dan pembengkakan (edema) glans penis dan preputium, bahkan kematian jaringan penis dapat terjadi akibat hambatan aliran darah pembuluh nadi yang menuju glans penis

5.manifestasi klinis
Udema gland penis Nyeri Jeratan pada penis

6.Pemeriksaan dan anamnesis


Anamnesis : RPS (sejak kapan susah kencing + menggelembung, kuantitas, lokasi, kualitas, kronologi, predisposisi, gejala penyerta) RPK ( keluarga ada yang pernah sakit yang sama) RPSosek (higienitas keluarga + lingkungan) PF : Inspeksi : preputium menutup/tidak, ada inlamasi/tidak Palpasi : nyeri tekan/tidak

7.Talak
Diusahakan supaya prepusium dikembalikan secara manual melalui tehnik memijat glans selama 3 - 5 menit diharapkan edema berkurang dan secara perlahan - lahan prepusium dikembalikan pada tempatnya. Bila usaha ini tidak sukses, dapat dilakukan dorsum insisi pada jeratan sehingga prepusium dapat dikembalikan pada posisi normalnya. Setelah edema dan proses inflamasi menghilang pasien sebaiknya menjalani proses sirkumsisi

PRIAPISMUS

1.Definisi
Priapismus adalah suatu keadaan di mana terjadi ereksi penis yang berkepanjangan tanpa diikuti hasrat seksual dan disertai dengan rasa nyeri

2.Etiologi
Priapismus dibedakan menjadi 2 berdasarkan etiologinya yaitu : 1. primer/idiopatik

2. Priapismus sekunder dapat disebabkan oleh :


Kelainan pembekuan darah ( anemia bulan sabit, leukemia, emboli lemak) Trauma Genitalia Gangguan neurogen (pada waktu menjalani anestesi regional atau pada penderita paraplegia) Penyakit keganasan Pemakaian obat - obat tertentu dan zat kimia tertentu (alkohol, psikotropik, dan antihipertensi) Pasca injeksi intrakavernosa dengan zat vasoaktif

3.Klasifikasi
Penggolongan Penyebab dari ereksi penis yang berkepanjangan dapat terjadi karena :
gangguan mekanisme outflow (vena - oklusi) sehingga darah tidak dapat keluar dari jaringan erektil peningkatan inflow aliran darah arteriel yang masuk ke jaringan erektil

Nah, karena penyebab priapismus adalah 2 hal di atas, maka secara hemodinamik priapismus dapat dibagi menjadi :
Priapismus tipe veno oklusif / low flow Priapismus tipe arteriel / high flow

Priapismus jenis iskemik ditandai dengan adanya iskemia atau anoksia pada otot polos kavernosa.
Semakin lama ereksi, iskemia semakin berat, dan setelah 3-4 jam, ereksi dirasakan sangat sakit. Setelah 12 jam dapat terjadi edema interstisial dan kerusakan endotelium sinusoid. Nekrosis otot polos kavernosa terjadi setelah 24 - 48 jam. Setelah 48 jam maka terjadi pembekuan darah dalam kaverne, destruksi endotel sehingga jaringan jaringan trabekel kehilangan daya elastisitasnya

Priapismus jenis non iskemik paling banyak terjadi setelah terjadinya trauma pada daerah perineum atau setelah operasi rekonstruksi arteri pada disfungsi arteri. Prognosisnya lebih baik daripada jenis iskemik dan ereksi dapat kembali seperti sediakala.

PRIAPISMUS ISKEMIK
terjadi pada saat tidur, mula mula ringan menjadi saat nyeri, p enis menjadi sangat tegang, darah kavernosa menjadi hitam, pO2 < 30 mm Hg , pCO2 > 80 mmHg, pH < 7,25, color doppler tidak ada aliran darah, arteriografi : pembuluh darah utuh.

Priapismus Non Iskemik


terjadi setelah trauma, nyeri dirasa ringan sampai sedang, ketegangan penis ringan sampai sedang, warna darah merah, pO2 > 50 mmHg, pCO2 < 50 mmHg, pH > 7,5, color doppler ada aliran dan fistula, arteriografi ada malformasi arterio-vena

4.Diagnosis
Pada pemeriksaan lokal didapatkan batang penis yang tegang tanpa diikuti oleh ketegangan pada glans penis. USG Doppler yang dapat mendeteksi adanya pulsasi arteri kavernosa dan analisis gas darah yang diambil intrakavernosa dapat membedakan priampismus jenis iskemik atau non iskemik.

5.terapi
Prinsip terapi pada priapismus adalah secepat mungkin mengembalikan aliran darah pada korpora kavernosa yang dicapai dengan cara medikamentosa maupun operatif. Sebelum tindakan agresif pasien diminta untuk melompat - lompat dengan harapan terjadi diversi aliran darah dari kavernosa ke otot gluteus.