Anda di halaman 1dari 20

MENGENAL KONTRAK KONSTRUKSI DI INDONESIA

BAB I BAB II PENDAHULUAN PERKEMBANGAN INDUSTRI JASA KONSTRUKSI DI INDONESIA


1. Periode 1945-1950
2. Periode 1951-1959 3. Periode 1960-1966 4. Periode 1967-1996 5. Periode 1997-2002

1 5
5
3 3 8 10

BAB III

GAMBARAN KONTRAK KOSTRUKSI SAMPAI SAAT INI

13

1. Gambaran Umum 2. Model Kontrak Konstruksi 3. Kendala, Isi kontrak (Kerancuan, Salah Pengertian, Benturan) 4. Isi Kontrak Kurang Jelas 5. Kepedulian pada Kontrak 6. Administrasi Kontrak 7. Klaim Kontrak Konstruksi

13 14 15 16 17 17 17

BAB IV 19

BENTUK-BENTUK KONTRAK KONSTRUKSI


1. ASPEK Keuntungan Biaya 2. Aspek Perhitungan Jasa 3. Aspek Cara Pembayaran 4. Aspek Pembagian Tugas 19 27 36 51

BAB V

ASPEK-ASPEK YANG TERKANDUNG DALAM KONTRAK KONSTRUKSI

81

1. Aspek Teknis 2. Aspek Hukum 3. Aspek Keuangan/Perbankan 4. Aspek Perpajakan

81 85 90 101

BAB VI

CARA MENYUSUN KONTRAK KONSTRUKSI


1. Pengertian/Batasan 2. Cara menyusun Kontrak/Perjanjian 3. Beberapa Petunjuk Menyusun Kontrak

197
197 198 218

BAB VII

PENGELOLAAN KONTRAK KONSTRUKSI


1. Perencanaan Kontrak

223
223

2. Pembentukan/Penyusunan Kontrak

225

3. Administrasi Kontrak

225

BAB VIII

TEKNIK DAN STRATEGI NEGOSIASI KONTRAK


1. Pendahuluan 2. Pedoman Umum 3. Penguasaan Materi Kontrak 4. Acuan/Referensi Yang Dipakai 5. Konsistensi Antar Pasal 6. Kemahiran Berargumentasi 7. Tempat Perundingan

237
237 237 240 241 241 241 242

BAB IX

PERANAN KONSULTAN HUKUM DALAM KONTRAK KONSTRUKSI


1. Hubungan Antara Pengelolaan Kontrak dan Permasalahan Hukum

243
244

2. Cara Memilih Konsultan Hukum Yang Tepat245 3. Peran Konsultan Hukum Saat Penyusunan Kontrak 252 4. Kesimpulan 261 Daftar Pustaka :

HAK-HAK KARYAWAN KONTRAK BAB I SEKILAS TENTANG PERUSAHAAN JASA OUTSOURCING HAK-HAK PEKERJA KONTRAK YANG BERKAITAN DENGAN PERJANJIAN KERJA HAK-HAK PEKERJA KONTRAK YANG BERKAIAN DENGAN UPAH HAK PEKERJA KONTRAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN JAMINAN KESEHATAN

BAB II

BAB III
BAB IV

BAB V

HAK-HAK LAEN PEKERJA KONTRAK SELAMA MASA KONTRAK BAB VI HAK-HAK YANG BERKAITAN DENGAN KOMPENSASI PHK BAB VII PROSEDUR PENUNTUTAN HAK PEKERJA LAMPIRAN: BEBERAPA KEPUTUSAN MENTERI YANG BEKAITAN DENGAN HAK-HAK KARYAWANKONTRAK

I. GAMBARAN KONTRAK KONSTRUKSI SAMPAI SAAT INI


1. Gambaran Umum
Pada umumnya posisi penyedia jasa (kontraktor) selalu lebih lemah dibandingkan dg pengguna jasa (pempro), Kontraktor hampir selalu memenuhi draf kontrak yg dibuat oleh pengguna jasa (pempro) krn kontraktor takut tdk dpt pekerjaan. Adanya faktor KKN, tender diatur, nilai di markup menyebabkan keberadaan kontrak semakin tdk wajar.

2. Model Kontrak Konstruksi


Kontrak dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu :

1. Versi Pemerintah Setiap Departemen mempunyai standar sendiri bahkan lebih dari sau standar. 2. Versi Swasta Nasional Kontrak versi ini sangat beranaka ragam krn disesuaikan selera pemilik proyek, tentunya tetap disepakati oleh ke2belah pihak

3. Versi/Standar Swasta/Asing Umumnya para pemilik proyek menggunakan sistem joint contrak

3. Kendala isis Kontrak


Terkadang isi kontrak sering mengalami kerancuan, salah pengertian dsb.
1. Hal-hal yang rancu contoh : Dana disiapkan oleh kontraktor 2. Salah pengertia contoh : Adanya kalimat yg tdk difahami 3. Kesetaraan kontrak Supaya kontrak berjalan dg baik maka perlu mengikuti undangundang yg berlaku, misalnya kalau terlambat maka dikenakan denda dsb.

4. Isi Kontrak Kurang Jelas


Sering kali pengertian yg dipake dlm kontrak tidak jela atau tdk diberi difinisi, misalnya : a. Jumlah hari pelaksanaan kontrak Kata hari disini perlu dijelaskan ( berapa hari dalam 1 minggu) b. Tak jelas saat mulai Pertanyaannya apakah memulai pekerjaan sesuai tgl SPK atau tgl kontrak c. Kelengkapan Dokumen kontrak tdk lengkap, isi tdk jelas dll. d. Pengawasan tdk jalan Pengawasan kontrak tdk berjalan sbg mana mestinya.

5. Kepedulian Pada Kontrak


Para pengguna jasa (pempro) maupun penyediajasa(kontraktor) jarang sekali membaca dan mengoreksi kembali isi kontrak yg sudah disepakati, hal ini akan menjadi masalah dikemudian hari

6. Administrasi Kontrak
Jika kepedulian thdp kontrak sangat rendah, maka pengelolaan administrasi kontrakpun tdk berjalan dg baik, misalnya cek kelengkapan kontrak dll.

7. Klaim Kontrak Konstruksi


Menurut data yg ada s/d tahun 1997 hampirhampir tdk ada kontraktor yg mengajukan klaim atas kontrak yg telah diTTD krn dianggap tabu, padahal ini kliru krn membawa dampak yg kurang baik.

BAB IV BENTUK-BENTUK KONTRAK KONSTRUKSI


1. ASPEK Keuntungan Biaya
2. Aspek Perhitungan Jasa 3. Aspek Cara Pembayaran

4. Aspek Pembagian Tugas

KEUNTUNGAN FIXED PRICE CONTRACT


PEMILIK DAPAT MENGETAHUI BERAPA BIAYA YANG

AKAN DIKELUARKAN PADA AWAL DAN AKHIR PEKERJAAN.


PEMILIK MENDAPATKAN HARGA YANG BERSAING DARI

PARA KONTRAKTOR DENGAN CARA PELELANGAN.

KONTRAK FIXED PRICE TERBAGI MENJADI : LUMP SUM CONTRACT UNIT PRICE CONTRACT

LUMP SUM CONTRACT

PADA KONTRAK INI PEKERJAAN YANG DILAKUKAN HARUS

MEMPUNYAI GAMBAR-GAMBAR KERJA YANG JELAS, SPESIFIKASI DAN BESTEK YANG AKURAT DAN KEDUA BELAH PIHAK HARUS MEPUNYAI SATU INTERPRETASI YANG SAMA TEHADAP ISI DAN MAKSUD DOKUMEN TENDER.
KEUNTUNGAN MEMAKAI KONTRAK INI : - PEMILIK TAHU PASTI DARI AWAL BERAPA BIAYA PROYEKNYA - KONTRAKTOR DAPAT MEMPROGRAMKAN PELAKSANAAN PEKERJAANNYA DAN MENGONTROLNYA DENGAN EFISIEN - KELENGKAPAN DARI GAMBAR DAN BESTEK MEMINIMUMKAN ADANYA PERUBAHAN KONSTRUKSI

UNIT PRICE CONTRACT


ADALAH KONTRAK YANG MENITIK BERATKAN BIAYA PER UNIT VOLUME, PER UNIT PANJANG ATAU PE RUNIT BERAT. KONTRAK INI DIPAKAI BILA KWALITAS DAN BENTUK PEKERJAAN DAPAT DISPESIFIKASIKAN

SECARA DETAIL, TETAPI JUMLAH VOLUME DAN PANJANG TAK DIKETAHUI/ DIHITUNG DENGAN TEPAT.
BANYAK DIPAKAI DALAM PEKERJAAN SIPIL DAN MEMUNGKINKAN SUATU PELELANGAN YANG BERSAING, MESKIPUN KWANTITAS PEKERJAAN BELUM DAPAT DITEBAK SECARA AKURAT.

VARIASI DARI UNIT PRICE CONTRACT, YAITU : - FLAT RATE, ARTINYA HARGA TETAP TAK BERUBAH SAMPAI KONTRAK SELESAI - SLIDING RATE, ARTINYA HARGA DAPAT DIKAITKAN DENGAN PERKIRAAN VOLUME BILA ADA DEVIASI, MISAL DIATAS 10 % DARI VOLUME PERKIRAAN, MAKA HARGA UNITNYA DISESUAIKAN JUGA SEBESAR 10 %. KONSEKUENSI PADA KONTRAK INI ADALAH PIHAK OWNER HARUS AKTIF DI LAPANGAN UNTUK MENGECEK VOLUME PEKERJAAN YANG TERLAKSANA, DAN BIASANYA PEKERJAAN INI DISERAHKAN PADA QUANTITY SURVEYOR.