Anda di halaman 1dari 12

TUMOR GANAS ESOFAGUS

Oleh Dira Wahyuni Siregar 080100174 Pembimbing : dr. Ronald Yurensa

Anatomi
Esofagus merupakan organ berupa tabung muskular yang berfungsi dalam transport bahan-bahan yang ditelan. Panjangnya kira-kira 24 cm, menghubungkan faring yang terletak sekitar vertebra servikal 6 dan esophagogastric junction yang berada tepat di bawah diafragma pada ketinggian vertebra torakal 11.

Definisi
Tumor ganas esofagus adalah karsinoma yang berasal dari sel epitel berlapis gepeng yang melapisi lumen esofagus.

Epidemiologi
Kanker esofagus menunjukkan gambaran epidemiologi yang unik berbeda dengan keganasan lain. Kanker esofagus memiliki variasi angka kejadian secara geografis berkisar dari 3 per 100.000 penduduk di negara barat sampai 140 kejadian per 100.000 penduduk di Asia Tengah.

Faktor resiko
Penyebab kanker esofagus belum diketahui dengan pasti akan tetapi para peneliti percaya bahwa beberapa faktor resiko. Beberapa faktor resiko yang dapat mepertinggi kejadian kanker esofagus diantaranya adalah Merokok dan konsumsi alkohol, Obesitas, Gastro esophageal reflux disease Barrets esophagus Diet, Akhalasia Helikobateri pylori.

Klasifikasi
Tumor ganas esofagus secara histopatologi digolongkan menjadi adenokarsinoma esofagus dan karsinoma sel skuamosa esofagus. Adenokasinoma esofagus Tipe ini biasanya ditemukan di bagian bawah esofagus dekat dengan lambung. Di Amerika Serikat adenokarsinoma adalah tipe yang paling sering terjadi dari kanker esofagus. Semakin meningkat sejak tahun 1970. Karsinoma sel skuamosa Tipe ini biasanya di bagian atas esofagus. Tipe ini jarang ditemukan di Amerika Serikat. Namun di seluruh dunia tipe ini yang paling sering ditemukan.

Manifestasi Klinis
Gejala dini tumor ganas esophagus dapat berupa bolus makanan terasa tertahan di suatu tempat pada saat menelan, rasa nyeri pada waktu menelan yang dapat menjalar ke telinga. Gejala tumor ganas esophagus dapat digolongkan dalam gelaja sumbatan, gejala penyebaran tumor ke mediastinum dan gejala metastasis ke kelenjar limfa. Gejala sumbatan dapat berupa disfagia yang progresif, regurgitasi dan penurunan berat badan. Gejala penyebaran tumor ke mediastinum akan menyebabkan suara parau, nyeri di daerah retrosternal, nyeri di daerah punggung, di daerah servikal dan gejala bronkopulmoner. Gejala metastasis ke kelenjar limfa dapat berupa terabanya massa tumor di daerah supraklavikula.

Diagnosis
Diagnosis kanker esofagus dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi dan endoskopi. Diagnosis pasti ditegakkan dengan melakukan biopsi dari massa tumor atau pemeriksaan sitologi. Biopsi dapat dilakukan dengan pemeriksaan endoskopi.

Stadium
The American Joint Committee on Cancer Staging System 2002 membagi tumor berdasarkan TNM sistem. T adalah tumor primer, N adalah pembesaran kelenjar limfe regional dan M adalah metastase jauh. TNM sistem ditegakkan dari hasil pemeriksaan klinis, esofagoskopi dan CT scan.

Penatalaksanaan
Pengobatan tumor ganas esofagus tergantung pada lokasi tumor, jenis tumor dan adanya metastasis. Pengobatan yang diberikan dapat berupa tindakan operasi, radioterapi, kemoterapi dan tindakan paliatif.

Komplikasi
Tamponade jantung Fistula trakeo-esofageal dan esofagopulmonal, uang merupakan komplikasi serius dan progresif mempercepat kematian Abses paru dan empiema

Prognosis
Kanker esofagus adalah salah satu tumor dengan tingkat keganasan tinggi, prognosisnya buruk, walaupun sudah dilakuakn diagnosis dini dan penatalaksanaan. Kanker esophagus juga merupakan salah satu kanker dengan tingkat kesembuhan terendah, dengan 5 year survival rata-rata kira-kira 10 %, survival rates ini terburuk setelah kanker hepatobilier dan kanker pankreas.