Anda di halaman 1dari 54

LOGO

MENOPAUSE

Tujuan Instruksional Umum Memahami menopause dan penanganannya Tujuan Instruksioal Khusus Memahami patofisiologi menopause Memahami gejala dan tanda menopause Memahami dampak menopause Mengetahui jenis penatalaksanaan yang dapat diberikan Memahami indikasi dan kontraindikasi HRT/TSH

TERMINOLOGI
Fase klimakterik :

Periode peralihan fase reproduksi fase usia tua (senium) fungsi generatif / endokrin ovarium Periode peralihan pramenopause pasca menopause = Menopause (perdarahan haid yg terakhir)

Klimakterium prekok :

Ovarium tdk berfungsi lagi 40 thn Hipergonadotrop-hipergonadismus

Fase klimakterik dibagi dalam:

Pramenopause Perimenopause Menopause Pascamenopause

1. Pramenopause

Fase ant 40 thn & dimulainya fase klimakterik Siklus haid tdk teratur, perdarahan haid memanjang, jumlah darah haid >>, kdg nyeri haid Dpt timbul keluhan vasomotor & PMS Perubahan endokrinologi : fase folikuler memendek, kdr estrogen , kdr FSH n/, fase luteal stabil

2. Perimenopause Fase peralihan ant pramenopause & pascamenopause Tanda : siklus haid tdk teratur (38 hr / <18 hr) 40 % siklus anovulatorik Bila ovulasi, kdr progesteron Kdr FSH, LH & estrogen bervariasi Keluhan klimakterik

3. Menopause Haid alami terakhir

Atresia folikel folikel tidak cukup


produksi estrogen Tidak haid 12 bln, FSH darah > 40

mIU/ml & kdr estradiol < 30 pg/ml

4. Pascamenopause
Ovarium tidak berfungsi sama sekali Kdr estradiol 20-30 pg/ml Kdr hormon gonadotropin

Klimakterium Prekok
Kdr FSH > 40 mIU/ml, kdr estradiol < 30 pg/ml Etiologi :
Kelainan kromosom Penyakit autoimun Penyakit metabolik Riwayat keluarga Infeksi virus Kemoterapi Radioterapi Sindrom ovarium resisten

Faktor yg mempengaruhi menopause :


Faktor genetik Geografik Kembar dizigot Siklus haid pendek Nullipara / multipara NIDDM (Non Insulin Dependent DM) Perokok berat Kurang gizi Vegetarian / konsumsi daging Sos-ek rendah Hidup pada ketinggian > 4000 m

Patofisiologi : Perubahan kadar, prod. & peranan hormon


1. Estrogen : - kadar estradiol : 50 300 pg/ml - ovarium & adrenal androstenedione diaromatisasi jadi estrogen tu. di otot & jar. lemak - obese : kdr estrogen dlm sirkulasi resiko Ca endometrium - kurus : kdr estrogen dlm sirkulasi resiko osteoporosis

2. Progesteron : - produksi terhenti - kdr progesteron mempengaruhi organ yg responsif thd hormon gonad, spt endometrium & mammae resiko Ca & hiperplasia endometrium, resiko Ca mammae 3. Androgen : produksinya berkurang krn prod. ovarium & prod. adrenal

HORMON PERANGSANG FOLLICLE


Petunjuk kadar serum FSH

Wanita menstruasi normal / subur (fungsi ovarium normal) : FSH pada hari ke3 harus 5-10 IU/L

Peningkatan level FSH 10-25 IU/L transisi menopause ( walaupun level estradiol msh normal ) Peningkatan level FSH > 40 IU/L fungsi ovarium sama sekali berhenti ( menopause )

LUTEINIZING HORMONE (LH)


Menuju menopause
Peningkatannya

level LH : 5-20 IU/L.


~ level FSH.

Level LH

anovulasi kronik.

Px terutama wanita muda fungsi ovarium

cek kadar FSH dan LH.

GEJALA KLINIK KLIMAKTERIK

Keluhan vasomotor
E/ Kdr estrogen /n / Semburan panas (hot flushes) dari dada menjalar ke leher & kepala, kulit tampak kemerahan, berkeringat banyak, 3 mnt, 20x/hr Diikuti sakit kepala, kurang nyaman, frek. nadi Etiologi : hormon noradrenalin , pengeluaran adrenalin & neurotensin

Keluhan somatik
E/ Estrogen pengeluaran endorfin
dr CNS ambang sakit Nyeri tulang dan otot paling sering

Keluhan Psikis
E/ sekresi steroid seks perubahan psikis berat & perubahan fungsi kognitif aliran darah ke otak sulit konsentrasi & mdh lupa Estrogen cepat tersinggung, mudah marah, merasa tertekan Aktifitas serotonin otak depresi Kriteria: skizofrenia, gangguan tidur,

Gangguan Seks dan Libido


E/ Estrogen aliran darah ke vagina

cairan vagina , sel2 jadi tipis & mdh


cedera Androgen libido Cairan vagina kering, perasaan terbakar, gatal, sering keputihan, sakit

saat senggama libido

Kriteria Diagnosis
Anamnesis : tidak haid 12 bln Klinis : keluhan vasomotor, somatik, psikis, gangguan sex & libido Lab : FSH darah > 40 mIU/ml & kdr estradiol < 30 pg/ml

Komplikasi
Osteoporosis
Peny. Kardiovaskular : MIA Peny. Vena : tromboemboli vena Peny. Lain : gangguan fungsi hati, usus, empedu & darah

TERAPI
Non hormonal Hormonal

Terapi non Hormonal


1. - Ca 1500 mg/hr - Vit D - Biphosphonat

treatment osteoporosis postmenopause

2. Calcitonin me (-) resiko fraktur

3. Calcitriol (analog Vit.D) : - me massa tulang - me resiko fraktur vertebra

Terapi Hormonal
= Terapi Sulih Hormon (TSH) Prinsip : Konseling kegunaan TSH Pemeriksaan dasar Tindak lanjut (follow-up) Pemeriksaan hormon utk memantau terapi

1. Konseling kegunaan TSH

Lamanya Dapat terjadi perdarahan lucut / bercak Efek samping Hubungan TSH dgn Ca mammae

Lamanya Dapat terjadi perdarahan lucut / bercak Efek samping Hubungan TSH dgn Ca mammae

Efek Samping
Perdarahan pervaginam Jaringan payudara > lunak Perubahan emosi Perubahan berat badan & retensi air

2. Pemeriksaan dasar Pemeriksaan panggul : myom uteri Palpasi mammae : benjolan Mamografi/ USG/biopsi Tekanan darah : bila HT, pengawasan & anti HT Uji progesteron (Uji P) : + (perdarahan) perdarahan lucut tiap bulan , - (tanpa perdarahan) th/ kontinu Densitometer tulang (tidak mutlak)

3. Follow - up

Stl 1 bln utk mengetahui hsl & ES Keluhan perdarahan, biasa terjadi dlm 6 bln pertama

4. Pemeriksaan hormon

Mengetahui keberhasilan TSH, dosis sdh tepat 17- estradiol Cukup dari keluhan

Indikasi :
Menopause Hot flushes

Atrofi Vagina
Tract. Urinarius Syndrome Resiko osteoporosis

Resiko peny. Cardiovaskuler

Kontraindikasi :
KI/ estrogen : Ca mammae, perdarahan
vagina, cirrhosis hepatis, porfiria, peny. Tromboemboli KI/ progesteron : meningioma

Oral
Lebih murah Mudah digunakan Perubahan profil lipoprotein cepat Tidak menyebabkan iritasi kulit Tdk dpt diberikan pd wanita yg hipertrigliseridemia (tdk bisa oral)

Transdermal
Lebih mahal Sulit untuk digunakan Perubahan profil lipoprotein lambat Iritasi ke kulit Dapat diberikan pada wanita yg tdk dpt ditherapi oral

Selektif Estrogen Reseptor Modulator (SERM)


Hormon pengganti jangka panjang
Efek (-) thd endometrium & mammae Selektif : efek estrogenik + efek antiestrogenik Tamoxifene & Raloxifene

Fitoestrogen
Berasal dr tanaman

Struktur kimia mirip estrogen


Efek estrogen sgt lemah Isoflavon : genistein, daidezin, equol Coumestan : coumestrol Lakton : zerealenon

Ligan : enterolakton, enterodiol


Sterol : sitosterol

Testosterone
Digunakan tu stlh surgical menopause Indikasi : libido US : Testosteron inject (testosteron enanthate 75-150 mg/bln i.m) & oral kombinasi (metil testosteron 2,5-5 gr + conjugated estrogen 0,6251,25 mg) Great Britain : Subkutan testosteron implant

Perdarahan abnormal :
Menstruasi irreguler > 1 pada semua wanita selama masa transisi menopause Perdarahan uterine irreguler, berat atau lama Berhubungan dgn siklus anovulatory Tanda keganasan seperti hiperplasia endometrial terjadi selama masa transisi menopause

Penilaian
Vaginal Ultrasonography

Endometrial sampling
Hysteroscopy Uterine curettage

Penanganan perdarahan uterine abnormal postmenopause


Perdarahan abnormal

Biopsi endometrial

Hiperplasia Tunggal/ Patologi N

Jaringan u/ diagnosis <<

Hiperplasia Komplek/ malignant

Ultrasound & hysterescopy

Normal

Abnormal

Hysteroscopy & curettage

Normal/simple hiperplasia

Atipical Hiperplasia/ malignant

Terapi kelompok (Biopsi Endometrial ulangan dlm 6 bln hyperplasia

Hysterectomy

TREATMENT

Terapi hormonal

Oral kontrasepsi Cyclic progestin Terapi Bedah Dilatasi & curetase Hysterectomy

Gejala Climacteric

Biopsi Endometrium atas indikasi

Estrogen kontinu Progestin kontinu 6 bln pertama Mengharapkan perdarahan irregular

Amenorrhea (50% stlh 1th)

Perdarahan irregular Tdk tjd stlh 6 bln

Estrogen kontinu Cyclic progestin

Evaluasi endomterium Jika tdk tjd hingga 12 bln

Dilanjutkan Dgn terapi Yg sama

Perdarahan cyclic

Perdarahan irreguler

Prosedur terapi pengganti hormon

Buku Acuan

Schiff I, Shifren JL. Menopause. In : Berek JS. Berek & Novaks Gynecology. 14th ed. Lippincott Williams & Wilkins.2007. Seifer DB, Kennard EA. Menopause. In : Meikle AW.Hormone Replacement Theraphy. Humana Press.New Jersey:1999.

Terima Kasih