Anda di halaman 1dari 70
PENGANTAR EPIDEMIOLOGI ERNI YUSNITA LALUSU, SKM.

PENGANTAR

EPIDEMIOLOGI

ERNI YUSNITA LALUSU, SKM.

BAB I PENGENALAN EPIDEMIOLOGI  PENGERTIAN  PEMBAGIAN  RUANG LINGKUP  PERANAN  KETERKAITAN DENGAN

BAB I

PENGENALAN EPIDEMIOLOGI

PENGERTIAN PEMBAGIAN RUANG LINGKUP PERANAN KETERKAITAN DENGAN ILMU LAINNYA

PENGERTIAN BAHASA YUNANI EPI = TENTANG DEMOS = PENDUDUK LOGIA = ILMU A/ ILMU PENGATAHUAN YANG

PENGERTIAN

BAHASA YUNANI

EPI = TENTANG DEMOS = PENDUDUK LOGIA = ILMU
EPI = TENTANG
DEMOS = PENDUDUK
LOGIA = ILMU

A/ ILMU PENGATAHUAN YANG MEMPELAJARI TENTANG DISTRIBUSI FREKUENSI, DAN DETERMINAN DARI SUATU MASALAH KESEHATAN PADA POPULASI TERTENTU DALAM RANGKA UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN

Beberapa definisi Epidemiologi menurut para Ahli.  Wade Hampton Frost (1927), epidemiologi sebagai suatu pengetahuan tentang

Beberapa definisi Epidemiologi

menurut para Ahli.

  • Wade Hampton Frost (1927), epidemiologi sebagai suatu pengetahuan tentang fenomena massal penyakit infeksi atau sebagai suatu atau sebagai riwayat alamiah penyakit menular.

  • GreenWood (1934), epidemiologi mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian penyakit yang mengenai kelompok (herd) penduduk.

  • Brian MacMahon (1970), epidemiologi adalah studi tentang penyebaran dan penyebab kejadian penyakit pada manusia dan mengapa terjadi distribusi semacam itu.

  • Garry D. Friedman ()01974), epidemiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia.

PEMBAGIAN EPIDEMIOLOGI  EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF, --- distribusi&frekuensi ( Who-ORANG, Where-TEMPAT, When- WAKTU )  EPIDEMIOLOGI ANALITIK,

PEMBAGIAN EPIDEMIOLOGI

EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF, --- distribusi&frekuensi (Who-ORANG, Where-TEMPAT, When- WAKTU) EPIDEMIOLOGI ANALITIK, --- Determinan (Why) EPIDEMIOLOGI EKSPERIMENTAL, --- Uji kebenaran dlm upaya penanggulangan. (How)

RUANG LINGKUP “6E” EFEKTIVITAS EFIKASI 6E EFISIENSI ETIOLOGI EDUKASI EVALUASI

RUANG LINGKUP

“6E”

EFEKTIVITAS

EFIKASI 6E EFISIENSI
EFIKASI
6E
EFISIENSI

ETIOLOGI

EDUKASI
EDUKASI
RUANG LINGKUP “6E” EFEKTIVITAS EFIKASI 6E EFISIENSI ETIOLOGI EDUKASI EVALUASI

EVALUASI

 ETIOLOGI , Penyebab penyakit  EFIKASI , Efek atau daya optimal intervensi kesehatan  EFEKTIVITAS,

ETIOLOGI, Penyebab penyakit EFIKASI, Efek atau daya optimal intervensi kesehatan EFEKTIVITAS, Besarnya hasil yang diperoleh dari suatu intervensi, serta perbedaan antar intervensi. EFISIENSI, Pengaruh yang diperoleh berdasarkan biaya yang diberikan EVALUASI, Penilaian keberhasilan suatu program kesehatan masyarakat EDUKASI, Intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Perbandingan ??  EFFICACY: “ How well does the intervension work under ideal conditions ?” 

Perbandingan ??

EFFICACY:

How well does the intervension work under ideal conditions?”

EFFECTIVENES

“How well does the intervension work when it is applied in the community?”

EFFICIENSI

“Are the result achieved in keepeng with the effort spent (in time, money, resources)?”

PERAN EPIDEMIOLOGI  Mengidentifikasi masalah kesehatan yang utama yang sedang dihadapi masyarakat  Mengetahui faktor-faktor yang

PERAN EPIDEMIOLOGI

  • Mengidentifikasi masalah kesehatan yang utama yang sedang dihadapi masyarakat

  • Mengetahui faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya masalah kesehatan atau penyakit dalam masyarakat

  • Menyediakan data yang diperlukan unntuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan

  • Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan

  • Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya

  • Mengarahkan intervensi yang diperukan untuk menanggulangi masalah-masalah yang perlu dipecahkan.

KETERKAITAN DENGAN ILMU LAIN PEJAMU Fisiologi Anatomi Biologi AGEN Ilmu Fisika Mikrobiologi, Paarasitologi Ilmu fisika LINGKUNGAN

KETERKAITAN DENGAN ILMU LAIN

PEJAMU Fisiologi Anatomi Biologi
PEJAMU
Fisiologi
Anatomi
Biologi
AGEN Ilmu Fisika Mikrobiologi, Paarasitologi Ilmu fisika
AGEN
Ilmu Fisika
Mikrobiologi, Paarasitologi
Ilmu fisika

LINGKUNGAN Geologi, Geografi, Fisika

Sosial Politik, Antropologi

Ilmu ekonomi

Perbandingan hubungan Epidemiologi dan Klinik EPIDEMIOLOGI KLINIK Target: Populasi Target: Perorangan 1. Assessmen 1. Diagnosis 2.

Perbandingan hubungan Epidemiologi dan Klinik

EPIDEMIOLOGI

 

KLINIK

Target: Populasi

Target: Perorangan

1.

Assessmen

1.

Diagnosis

  • 2. Preventif

  • 2. Pengobatan

  • 3. Evaluasi

  • 3. Perawatan

  • 4. Perencanaan

  • 4. Pelayanan

BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI
BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI

BAB II

SEJARAH

PERKEMBANGAN

EPIDEMIOLOGI

TOKOH EPIDEMIOLOGI  Hippocrates (460 BC – 337 BC) a/ The First Epidemiologist , ----konsep analisis

TOKOH EPIDEMIOLOGI

  • Hippocrates (460 BC 337 BC) a/ The First Epidemiologist, ----konsep analisis kejadian penyakit. 1. Hubungan penyakit dengan F.tempat, pnyediaan air, iklim, kebiasaan

makan dan perumahan.

2. Pertama memperkenalkan istilah epidemi dan endemi

3. Postilat Hippocrates: terdapat 4 jenis cairan: phlegm, blood, yellow bile dan black bile. Penyakit terjadi dari ketidak seimbangan 4 cairan ini.

  • Galen (129-199) The Father of Experimental Physiology.

-----Mengemukakan bahwa keberadaan suatu penyakit pada kelompok penduduk tertentu dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : Faktor
-----Mengemukakan bahwa keberadaan suatu penyakit pada kelompok
penduduk tertentu dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : Faktor atmosfir, faktor
internal, dan faktor predisposisi. Ini merupakan dasar pengembangan
epidemiologi.

status kesehatan berkaitan dengan temperament. Penyakit berkaitan dengan Personality Type dan Lifestyle factors.

  • Thomas Sydenham (1624-1689) The Father of Epidemiology.

------Perjalanan epidemi dalam masyarakat serta perkiraan sifat epidemi merupakan model penggunaan metode epidemiologi
------Perjalanan epidemi dalam masyarakat serta perkiraan sifat epidemi
merupakan model penggunaan metode epidemiologi
…….LANJUTAN  Antonie van Leewenhoke (1632-1723) Ilmuwan Belanda yang menemukan Mikroskop, Bakteri dan Parasit (1674) dan

…….LANJUTAN

  • Antonie van Leewenhoke (1632-1723) Ilmuwan Belanda yang menemukan Mikroskop, Bakteri dan Parasit (1674) dan spermatozoa (1677).

  • Robert Koch 1. Penemu sel

2. Penemu basil tuberkulosis (1882)

3. tuberkulin (1890)

  • Max van patternkofer percobaan basil kolera untuk identifikasi penyebab suatu penyakit (kolera)

 John Snow (1813-1858) …….LANJUTAN Ahli anastesi yang mengatasi penyakit kolera di london dengan menggunakan pendekatan
  • John Snow (1813-1858)

…….LANJUTAN

Ahli anastesi yang mengatasi penyakit kolera di london dengan

menggunakan pendekatan epidemiologi dengan menganalisis faktor orang, tempat dan waktu. (the father of field epidemiology)

  • Percival Pott Bapak epidemiology modern, yang menggunakan pendekatan epidemiologis dalam menganalisis tingginya kejadian kanker.

  • James Lind Bapak trial klinik, dengan penemuannya yaitu hubungan scurvy dengan kekurangan vit C.

  • Doll dan Hill

2 orang pelopor penelitian dibidang epidemiologi klinik. penemu hubungan merokok dengan kanker paru

PERISTIWA BERSEJARAH EPIDEMIOLOGI  WABAH DIARE DI LONDON  KISAH RUBELLA  AWAN ASAP DIKOTA LONDON

PERISTIWA BERSEJARAH

EPIDEMIOLOGI

  • WABAH DIARE DI LONDON

  • KISAH RUBELLA

  • AWAN ASAP DIKOTA LONDON

  • PANDEMI CACAR DAN ERADIKSINYA

  • PENELITIAN KOHOR FRAGMINTON

  • UPAYA ERADIKSI POLIO.

B. Perkembangan Epidemiologi Sebab… ??? ..  Terjadi perubahan masalah dan pola penyakit  Perkembangan ilmu

B. Perkembangan Epidemiologi

Sebab… ???

..

Terjadi perubahan masalah dan pola penyakit

Perkembangan ilmu pengetahuan lainnya. klinik kedokteran----VS----(I. biostatistik, I.

administrasi, I. perilaku)

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EPID DLM TEORI-TEORI BERIKUT:  Contagion Theory, Penyakit CZ, kontak person  Hippocratic Theory,

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EPID DLM TEORI-TEORI BERIKUT:

  • Contagion Theory, Penyakit CZ, kontak person

  • Hippocratic Theory, Penyakit berasal dari lingkungan

  • Miasmatic Theory, Penyakit CZ, gas-gas busuk dari perut bumi

  • Epidemic Theory, Penyakit CZ, cuaca& geografi (tempat)

  • Germ Theory, Penyakit CZ, kuman (mikroorganisme)

  • Teori Multikausa Penyakit CZ, interaksi multi faktor (biologis, kimia, sosial)

BAB III SEHAT, SAKIT DAN MASALAH KESEHATAN

BAB III SEHAT, SAKIT DAN MASALAH KESEHATAN

BAB III SEHAT, SAKIT DAN MASALAH KESEHATAN
A. PENGERTIAN SEHAT DEFINISI: SEHAT = ---UU no. 23/1992: keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial

A. PENGERTIAN SEHAT

A. PENGERTIAN SEHAT DEFINISI: SEHAT = ---UU no. 23/1992: keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial

DEFINISI: SEHAT = ---UU no. 23/1992: keadaan sejahtera dari badan,

jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang

hidup produktif secara sosial ekonomi

DEFINISI: SEHAT =

---WHO: suatu keadaan sejahtera sempurna fisik, mental dan sosial; tidak terbatas pada bebas penyakit dan kelemahan saja.

B. SAKIT DAN PENYAKIT  PENYAKIT A/ KEADAAN YANG BERSIFAT OBJEKTIF, SEDANGKAN  SAKIT ADALAH SUATU

B. SAKIT DAN PENYAKIT

PENYAKIT A/ KEADAAN YANG BERSIFAT OBJEKTIF, SEDANGKAN

SAKIT ADALAH SUATU KEADAAN YANG BERSIFAT SUBJEKTIF

 

PENYAKIT

SAKIT

POSITIF

NEGATIF

YA

 
  • 1 2

Tidak

 
  • 3 4

DEFINISI PENYAKIT:  ( Good medical dictionary )----Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk

DEFINISI PENYAKIT:

DEFINISI PENYAKIT:  ( Good medical dictionary )----Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk
  • (Good medical dictionary)----Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk

bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan pada fungsi atau

struktur dari bagian, organ atau sistem.

  • (Van Dale’s Groot Woordenboekder Nederlandse Tall)--- ---Penyakit adalah suatu keadaan pada mana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu perjalanannya.

  • (Arrest Hof te amsterdam)----Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi-fungsi dalam dari tubuh.

1. Keterpaparan & Kerentanan Peralihan su/ keadaan sehat ----sakit melalui proses yang didahului dgn keterpaparan (

1. Keterpaparan & Kerentanan

Peralihan su/ keadaan sehat ----sakit melalui proses yang didahului dgn keterpaparan (exposure).yang selanjutnya disertai kondisi rentan pejamu (kerentanan).

1. Keterpaparan & Kerentanan Peralihan su/ keadaan sehat ----sakit melalui proses yang didahului dgn keterpaparan (

Keterpaparan

Keterpaparan adalah suatu keadaan dimana pejamu berada pada pengaruh atau berinteraksi dengan unsur penyebab

atau dengan unsur lingkungan yang dapat mendorong

proses terjadinya penyakit.

Faktor yang berhubungan erat dengan berbagai unsur penyebab antara lain : → Lingkungan dimana unsur penyebab

Faktor yang berhubungan erat dengan berbagai unsur penyebab antara lain :

Lingkungan dimana unsur penyebab berada

Sifat dan unsur penyebab

Unsur pejamu sebagai sifat individu yang bervariasi dalam hubungannya dengan unsur penyebab serta hubungannya

dengan sifat dan bentuk keterpaparan seperti sifat

patologik karakteristik dari pejamu terhadap penyebab serta sifat intimasi (erat tidaknya) kontak antara pejamu dengan penyebab.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat keterpaparan al:

Sifat keterpaparan

Sifat lingkungan dimana proses keterpaparan terjadi

Tempat dan keadaan konsentrasi dari unsur penyebab

Kerentanan a/ keadaan dimana pejamu mempunyai kondisi yang mudah dipengaruhi/berinteraksi dengan unsur penyebab sehingga memungkinkan timbulnya

Kerentanan

a/ keadaan dimana pejamu mempunyai kondisi yang mudah dipengaruhi/berinteraksi dengan

unsur penyebab sehingga memungkinkan

timbulnya penyakit.

a/ peranan kerentanan sangat berpengaruh dalam

hasil akhir suatu proses kejadian penyakit

(penderita/meninggal/tidak terjadi perubahan).

Kerentanan a/ keadaan dimana pejamu mempunyai kondisi yang mudah dipengaruhi/berinteraksi dengan unsur penyebab sehingga memungkinkan timbulnya
Hub. Keterpaparan dan Kerentanan Tabel hubungan antara derajat keterpaparan dengan kondisi kerentanan dalam proses terjadinya penyakit.

Hub. Keterpaparan dan

Kerentanan

Tabel

hubungan

antara

derajat

keterpaparan

dengan

kondisi

kerentanan dalam proses terjadinya penyakit.

Keadaan

Keadaan Kerentanan

Keterpaparan

Rentan

Kebal

Terpapar

Sakit

Tidak Sakit

Tidak Terapapar

Tidak Sakit

Tidak Sakit

2. Perkembangan teori terjadinya penyakit  Terjadinya penyakit didasarkan pada adanya gangguan makhluk halus atau akibat

2. Perkembangan teori terjadinya penyakit

Terjadinya penyakit didasarkan pada adanya gangguan makhluk halus atau akibat kemurkaan maha pencipta.

Penyakit disebabkan o/ pengaruh lingkungan (hippocrates)

Terjadinya penyakit berdasarkan sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami pembusukan sehingga

mengotorkan udara dan lingkungan

Terjadi perubahan konsep kejadian penyakit mulai ditemukannya mikroskop yaitu adanya peranan jasad

renik Teori imunitas dan hormonal

Konsep penyebab multi faktor (u/ penyakit tidak menular)

3. Hub. Penyebab dan penyakit
3. Hub. Penyebab dan penyakit

Pengertian penyebab penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab-akibat ke suatu proses kejadian penyakit, yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, fisiologis, sosiologis, antropologi,) dengan penyebab (agen) serta dengan lingkungan.

Host Agen
Host
Agen

Environment

Secara epidemiologis, kejadian su/ penyakit umumnya berkaitan dengan sejumlah penyebab, sebaliknya satu penyebab bisa mengakibatkan beberapa penyakit.

Web of causation
Web of causation

Pendidikan Pengetahuan gizi rendah Rendah Konsumsi makanan tidak memadai Produksi bahan makanan rendah PENYAKIT KURANG KEMISKINAN
Pendidikan
Pengetahuan
gizi rendah
Rendah
Konsumsi makanan
tidak memadai
Produksi bahan
makanan rendah
PENYAKIT
KURANG
KEMISKINAN
GIZI
Daya beli rendah
Sulit
menentukan
penyebab
utama. Namun
dapat dilakukan
pencegahan
dari berbagai
arah,
Fasilitas
Kesehatan kurang
kesehatan
kurang
Daya tahan
Tubuh dan
Penyerapan
Zat gizi
terganggu
  • 4. Model hub. kausal

4. Model hub. kausal a. Single cause/single effect model CAUSE CAUSE b.Multiple cause/single effect model PENYAKIT

a. Single cause/single effect model

4. Model hub. kausal a. Single cause/single effect model CAUSE CAUSE b.Multiple cause/single effect model PENYAKIT
4. Model hub. kausal a. Single cause/single effect model CAUSE CAUSE b.Multiple cause/single effect model PENYAKIT
CAUSE
CAUSE
CAUSE
CAUSE

b.Multiple cause/single

effect model

4. Model hub. kausal a. Single cause/single effect model CAUSE CAUSE b.Multiple cause/single effect model PENYAKIT
4. Model hub. kausal a. Single cause/single effect model CAUSE CAUSE b.Multiple cause/single effect model PENYAKIT
PENYAKIT
PENYAKIT
CAUSE
CAUSE
CAUSE
CAUSE

c.Multiple cause/Multiple effect model

CAUSE
CAUSE
CAUSE
CAUSE
5. Beberapa istilah kausal  Kausa mutlak: suatu penyebab yang pasti akan menimbulkan penyakit tertentu 

5. Beberapa istilah kausal

Kausa mutlak: suatu penyebab yang pasti akan menimbulkan penyakit tertentu

Kausa esensial: kausa yang harus ada untuk memungkinkan suatu penyakit

Kausa sufisien: kausa yang umumnya terdiri dari beberapa kausa yang secara

bersama-sama saling mencukupi untuk

menyebabkan penyakit.

C. MASALAH KESEHATAN RUANG LINGKUP MASALAH KESEHATAN “ 6D ”:  Death (kematian)  Disease (penyakit)
  • C. MASALAH KESEHATAN

RUANG LINGKUP MASALAH KESEHATAN “6D”:

Death (kematian) Disease (penyakit) Disability (kecacatan) Discomfort (kekurang-nyamanan) Dissatisfication (kekurang-puasan) Destitusion (kemelaratan)

Sehingga untuk menanggulangi masalah kesehatan tidak hanya dilakukan dengan intervensi dibidang kesehatan

tetapi secara terpadu (lintas sektoral)

BEBERAPA KEADAAN MASALAH KESEHATAN  Epidemi = ?  Pandemi = ?  Endemi = ?

BEBERAPA KEADAAN

MASALAH KESEHATAN

  • Epidemi = ?

  • Pandemi = ?

  • Endemi = ?

  • Sporadik = ?

  • Wabah = ?

Penyakit
Penyakit
Hubungan Asosiasi  a/ hubungan keterikatan atau saling pengaruh antara dua atau lebih variabel, dimana hubungan

Hubungan Asosiasi

a/ hubungan keterikatan atau saling pengaruh antara dua atau lebih variabel, dimana hubungan tersebut dapat bersifat

hubungan sebab akibat maupun yang

bukan hubungan sebab akibat.

Yang terbagi menjadi:

Hubungan semu Hubungan bukan kausal Hubungan kausal

BAB IV TRIAS PIDEMIOLOGI

BAB IV TRIAS PIDEMIOLOGI

Adalah …… .  Merupakan konsep dasar epidemiologi yang memberikan gambaran tentang hubungan antara tiga faktor

Adalah…….

Merupakan

konsep

dasar

epidemiologi

yang

memberikan gambaran tentang hubungan antara tiga

faktor

utama

(pejamu,

agen

dan

lingkungan)

yang

berperan dalam

kesehatan lainnya.

terjadinya

penyakit

dan

masalah

Keterhubungan antara pejamu, agen dan lingkungan ini merupakan ini merupakan suatu kesatuan yang dinamis

yang berbeda dalam keseimbangan (equilibrium) pada

seorang individu yang sehat. Jika terjadi gangguan terhadap keseimbangan hubungan sigitiga, inilah yang akan menimbulkan status sakit.

SEGITIGA EPIDEMIOLOGI (TRIAS EPIDEMIOLOGI) Agent Host Environment

SEGITIGA EPIDEMIOLOGI

(TRIAS EPIDEMIOLOGI)

Agent

SEGITIGA EPIDEMIOLOGI (TRIAS EPIDEMIOLOGI) Agent Host Environment

Host

SEGITIGA EPIDEMIOLOGI (TRIAS EPIDEMIOLOGI) Agent Host Environment
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI (TRIAS EPIDEMIOLOGI) Agent Host Environment
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI (TRIAS EPIDEMIOLOGI) Agent Host Environment

Environment

Hub. HOST-AGEN-ENVIRONMENT Model 1. Agent Host Pada model ini, sesorang berada pada kondisi sehat, dimana host,

Hub. HOST-AGEN-ENVIRONMENT

Model 1.

Agent
Agent
Hub. HOST-AGEN-ENVIRONMENT Model 1. Agent Host Pada model ini, sesorang berada pada kondisi sehat, dimana host,
Host
Host
Hub. HOST-AGEN-ENVIRONMENT Model 1. Agent Host Pada model ini, sesorang berada pada kondisi sehat, dimana host,

Pada model ini, sesorang berada pada kondisi sehat,

dimana host, agen dan

environment berada pada kondisi seimbang

Hub. HOST-AGEN-ENVIRONMENT Model 1. Agent Host Pada model ini, sesorang berada pada kondisi sehat, dimana host,

Environment

Model 2. Host Agent Environment Pada model ini, sesorang berada pada kondisi tidak sehat, dimana. Daya

Model 2.

Host
Host
Agent
Agent

Environment

Pada model ini, sesorang berada pada kondisi

tidak sehat, dimana.

Daya tahan pejamu (fc. Host) berkurang

Agent Model 3. Host Environment Pada model ini, sesorang berada pada kondisi tidak sehat, dimana Kemampuan
Agent
Agent

Model 3.

Host
Host

Environment

Pada model ini, sesorang berada pada kondisi

tidak sehat, dimana

Kemampuan bibit penyakit (Agen) Meningkat

Model 4. Agent Host Environment Pada model ini, sesorang berada pada kondisi tidak sehat, dimana Kondisi

Model 4.

Agent
Agent
Host
Host

Environment

Pada model ini, sesorang berada pada kondisi

tidak sehat, dimana

Kondisi lingkungan mengalami Pergeseran/perubahan Dari kondisi normal

1. Fc. PEJAMU (HOST)  Pejamu a/ manusia atau makhluk hidup lainnya, termasuk burung dan artropoda,

1. Fc. PEJAMU (HOST)

  • Pejamu a/ manusia atau makhluk hidup lainnya, termasuk burung dan artropoda, yang menjadi tempat terjadinya proses alamiah perkembangan penyakit.

----umur, jenis kelamin, ras, genetik, anatomi tubuh, status gizi.

2. Fc. Agen (penyebab)

  • a/ suatu unsur, organisme hidup, atau kuman infektif yang dapat menyebabkan terjadinya suatu penyakit. -----unsur biologis, nutrisi, kimia, dan fisika. -----faktor gaya hidup

3. Fc. Lingkungan

  • a/ semua faktor luar dari suatu individu yang dapat berupa lingkungan fisik, biologis, dan sosial.

Karakteristik segitiga epidemiologi 1. Pejamu (host)  Resistensi: Kemampuan dari pejamu untuk bertahan terhadap suatu infeksi

Karakteristik segitiga epidemiologi

1. Pejamu (host)

Resistensi: Kemampuan dari pejamu untuk bertahan terhadap suatu infeksi

Imunitas: kesanggupan host untuk mengembangkan suatu respon imunologis

sehingga tubuh kebal terhadap penyakit tertentu

Infektifnes: potensi pejamu yang terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada orang lain

2. Lingkungan Topografi:

Geografi:

3. Agen  Infektivitas: kesanggupan dari organisme untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dari pejamu untuk mampu

3. Agen

  • Infektivitas: kesanggupan dari organisme untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dari pejamu untuk mampu tinggal dan berkembang biak dalam

jaringan pejamu

  • Patogenesitas: kesanggupan organisme untuk menimbulkan suatu reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadinya infeksi pada pejamu yang diserang

  • Virulensi:kesanggupan organisme tertentu untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang selanjutnya mungkin menyebabkan kematian

  • Toksisitas: kesanggupan organisme untuk memproduksi reaksi kimia yang toksis dari substansi kimia yang dibuatnya

  • Invasitas: kemampuan organisme untuk melakukan penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan

  • Antigenisitas: kesanggupan organisme untuk merangsang reaksi imunologis dari pejamu.

DISTRIBUSI MASALAH KESEHATAN a/ keterangan tentang banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia yang diperinci

DISTRIBUSI MASALAH KESEHATAN

a/ keterangan tentang banyaknya masalah

kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia yang diperinci menurut keadaan-keadan tertentu. Yiatu berdasarkan unsur epidemiologi:

  • Orang (Person)

  • Tempat (Place) Waktu (Time)

1. Orang Karakteristik orang (manusia) yang menjadi objek penyebaran, al/: Umur. ----karena?  Ada kaitannya dengan

1. Orang

Karakteristik orang (manusia) yang

menjadi objek penyebaran, al/:

Umur. ----karena?

Ada kaitannya dengan daya tahan

tubuh

Ada kaitannya dengan ancaman

terhadap kesehatan

Ada kaitannya dengan kebiasaan

hidup

Grafik Model penyebaran penyakit berdasarkan kelompok umur Grafik ini nampak miring ke kiri dan menunjukkan penyebaran

Grafik Model penyebaran penyakit

berdasarkan kelompok umur

  • Grafik ini nampak miring ke kiri dan menunjukkan penyebaran
    penyakit pada kel. Umur muda

Grafik Model penyebaran penyakit berdasarkan kelompok umur Grafik ini nampak miring ke kiri dan menunjukkan penyebaran
Grafik Model penyebaran penyakit berdasarkan kelompok umur Grafik ini nampak miring ke kiri dan menunjukkan penyebaran

Grafik ini nampak miring ke kanani dan menunjukkan

  • Penyebaran penyakit pada kel. Umur tua

Grafik ini menunjukkan penyebaran penyakit merata

Grafik ini menunjukkan 3 kemungkinan:

1). Penduduk tidak homogen.

penduduk yang berbeda

Grafik Model penyebaran penyakit berdasarkan kelompok umur Grafik ini nampak miring ke kiri dan menunjukkan penyebaran
  • pada semua kel. Umur

  • 2). Penyakit terdiri dari dua macam yang berbeda
    3). Penyakit mempunyai sifat menyerang dua kelompok

b. Jenis Kelamin Penyebaran pada karakteristik jenis kelamin disebabkan o/:  Perbedaan anatomi dan fisiologi pria-wanita
  • b. Jenis Kelamin

Penyebaran pada karakteristik jenis kelamin disebabkan o/:

  • Perbedaan anatomi dan fisiologi pria-wanita

  • Perbedaan kebiasaan hidup

  • Perbedaan tingakt kesadaran berobat

  • Perbedaan kriteria diagnostik untuk beberapa penyakit

  • Perbedaan pekerjaan

  • c. Pekerjaan

Penyebaran pada karakeristik pekerjaan disebabkan o/:

  • Adanya resiko pekerjaan

  • Seleksi alamiah dalam memilih pekerjaan

  • Perbedaan status sosial ekonomi

d. Status Perkawinan Perbedaan penyebaran dipengaruhi oleh:  Pola penyakit  Resiko terkena penyakit  Penata

d. Status Perkawinan Perbedaan penyebaran dipengaruhi oleh:

  • Pola penyakit

  • Resiko terkena penyakit

  • Penata laksanaan penanggulangan penyakit

e. Ras

f. Agama

2. Tempat Keterangan penyebaran menurut tempat, berperan dalam mengetahui bbrp hal al/:  Jumlah dan jenis

2. Tempat

Keterangan penyebaran menurut tempat, berperan dalam mengetahui bbrp hal al/:

  • Jumlah dan jenis masalah kesehatan yang ditemukan suatu daerah

  • Hal-hal yang perlu dilakukan untuk megatasi masalah- masalah kesehatan di suatu daerah

  • Faktor penyebab timbulnya masalah kesehatan, dgn membandingkan keadaan-keadaan khusus, sbb:

    • Keadaan geografis

    • Keadaan penduduk

    • Keadaan pelayanan kesehatan

Lanjut…. Penyebaran menurut tempat, secara umum dapat dibedakan atas 5 macam:  Penyebaran satu wilayah 

Lanjut….

Penyebaran menurut tempat, secara umum

dapat dibedakan atas 5 macam:

Penyebaran satu wilayah Penyebaran beberapa wilayah Penyebaran satu negara Penyebaran beberapa negara Penyebaran banyak negara.

3. Waktu Berperan dalam:  Memahami kecepatan perjalanan penyakit  Mengetahui lama terjangkitnya suatu penyakit Penyebaran

3. Waktu

Berperan dalam:

Memahami kecepatan perjalanan penyakit

Mengetahui lama terjangkitnya suatu penyakit

Penyebaran ini dipengaruhi o/:

Sifat penyakit yang ditemukan Keadaan tempat terjangkitnya penyakit Keadaan penduduk Keadaan pelayanan kesehatan yang tersedia

….lanjutan  Pembagian penyebaran brdasarkan waktu, dibedakan atas:  Penyebaran satu saat @ Point source epidemic

….lanjutan

Pembagian penyebaran brdasarkan waktu, dibedakan atas:

Penyebaran satu saat @ Point source epidemic @ Contagious disease epidemic Penyebaran satu kurun waktu Penyebaran siklis Penyebaran sekular

PERTEMUAN KE- VII BAB V RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

PERTEMUAN KE-

VII

BAB V RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Riwayat alamiah penyakit (Natural History of Disease) a/ perkembangan suatu penyakit tanopa adanya campur tangan medis

Riwayat alamiah penyakit (Natural

History of Disease)

a/ perkembangan suatu penyakit tanopa adanya campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural.

A. Proses Perkembangan Penyakit Tahapan riwayat alamiah penyakit  Tahap prepatogenesis  Tahap patogenesis  Tahap

A. Proses Perkembangan Penyakit

Tahapan riwayat alamiah penyakit

  • Tahap prepatogenesis

  • Tahap patogenesis

  • Tahap pasca patogenesis

a. Tahap prepatogenesis: Pada tahap ini, telah terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi

a. Tahap prepatogenesis:

Pada tahap ini, telah terjadi interaksi antara

pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih berada di luar tubuh, dalam arti bibit penyakit belum masuk ke dalam tubuh pejamu.

Pada keadaan ini penyakit belum ditemukan

karena pada umumnya daya tahan tubuh pejamu masih kuat. Dengan perkataan lain seseorang yang berada dalam keadaan seperti ini disebut sehat.

b. Tahap Patogenesis:  Tahap inkubasi: merupakan tenggang waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh

b. Tahap Patogenesis:

Tahap inkubasi: merupakan tenggang waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit, sampai timbulnya gejala penyakit.

Tahap penyakit dini: tahap ini dimulai dengan munculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan.

Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan karena sudah ada gangguan patologis, walaupun penyakit masih dalam masa subklinik (stage of subclinical disease). Seandainya memungkinkan,

pada tahap ini sudah diharapkan diagnosis dapat

ditegakkan secara dini.

……lanjutan  Tahap penyakit lanjutan: merupakan tahap dimana penyakit bertambah jelas dan mungkin tambah berat dengan

……lanjutan

Tahap penyakit lanjutan: merupakan tahap

dimana penyakit bertambah jelas dan mungkin tambah berat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya (stage of clinical disease). Pada

tahap ini penyakit sudah menunjukkan gejala

dan kelainan klinik ynag jelas, sehingga diagnosis sudah relatif mudah ditegakkan. Dan diperlukan penanggulangan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik.

c. Tahap pacsa patogenesis Tahap akhir: a/ berakhirnya perjalanan suatu penyakit yang dapat berupa lima keadaan:

c. Tahap pacsa patogenesis

Tahap akhir: a/ berakhirnya perjalanan

suatu penyakit yang dapat berupa lima

keadaan:

Sembuh sempurna: penyakit berakhir karena pejamu sembuh secara

sempurna, artinya bentuk dan fungsi

tubuh kembali kepada keadaa sebelum

menderita sakit.

…….lanjutan  Sembuh dengan cacat: penyakit berakhir dengan keadaan sembuh namun tidak sempurna. Karena ditemukan adanya

…….lanjutan

Sembuh dengan cacat: penyakit berakhir dengan keadaan sembuh namun tidak

sempurna. Karena ditemukan adanya

kelainan (cacat) pada pejamu.

Karier: perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena gejala penyakit memang tidak tampak lagi. Namun bibit penyakit masih tetap ada dalam tubuh pejamu tanpa memperlihatkan gangguan penyakit.

……….lanjutan  Kronis: penyakit tetap berlangsung secara kronik, artinya perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit

……….lanjutan

Kronis: penyakit tetap berlangsung secara kronik, artinya perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit tidak berubah, dalam arti tidak bertambah berat ataupun tidak bertambah ringan, namun

pada dsarnya pejamu tetap berada pada

keadaan sakit.

Meninggal dunia: perjalanan penyakit berakhir dengan kematian.

Tahap Perjalanan Penyakit belum memsuki tubuh Bibit penyakit telah memsuki tubuh Bibit penyakit Meninggal kronis Penyebab
Tahap Perjalanan Penyakit
Tahap Perjalanan Penyakit

belum memsuki tubuh

Tahap Perjalanan Penyakit belum memsuki tubuh Bibit penyakit telah memsuki tubuh Bibit penyakit Meninggal kronis Penyebab
Bibit penyakit telah memsuki tubuh Bibit penyakit Meninggal kronis Penyebab Gejala penyakit tidak tampak Horison klinis
Bibit penyakit telah memsuki tubuh
Bibit penyakit
Meninggal
kronis
Penyebab
Gejala penyakit tidak tampak
Horison klinis
Horison klinis
Lingkungan
karier
Gejala penyakit tidak tampak
Sembuh Cacat
Pejamu
Sembuh sempurna
Tahap Perjalanan Penyakit belum memsuki tubuh Bibit penyakit telah memsuki tubuh Bibit penyakit Meninggal kronis Penyebab
Inkubasi
Inkubasi
P. Dini
P. Dini
P. lanjut
P. lanjut

prepatogenesis

patogenesis
patogenesis

Pasca patogenesis

B. Pola Perkembangan Penyakit  Suatu penyakit (menular) tidak hanya selesai sampai pada jatuh sakitnya seseorang,

B. Pola Perkembangan Penyakit

  • Suatu penyakit (menular) tidak hanya selesai sampai pada jatuh sakitnya seseorang, tetapi cenderung untuk menyebar.

  • Dalam proses perjalanan penyakit, perpindahan agen

dari pejamu ke reservoir atau sebaliknya, harus melalui

pintu masuk tertentu (portal of entry) calon penderita baru dan kemudian untuk berpindah ke penderita baru lainnya, kuman akan melalui pintu keluar (portal of exit).

Portal of entry/portal of exit, al/:  Melalui konjungtiva , yang biasanya hanya dijumpai pada beberapa

Portal of entry/portal of exit, al/:

  • Melalui konjungtiva, yang biasanya hanya dijumpai pada beberapa penyakit mata

tertentu.

  • Melalui saluran nafas (hidung & tenggorokan): melalui droplet sewaktu reservoir/ penderita bicara, bersin, atau batuk atau melalui udara pernapasan.

  • Melalui Pencernaan: baik bersama ludah, muntah maupun bersama tinja.

………… lanjutan ..  Melalui saluran urogenitalia : biasanya bersama-sama dengan urine atau zat lain yang

………… lanjutan

..

Melalui saluran urogenitalia: biasanya bersama-sama dengan urine atau zat lain yang keluar melalui saluran tersebut.

Melalui lukapada kulit ataupun mukosa.

Secara mekanik: seperti suntikan atau gigitan pada beberapa penyakit tertentu.

Mode of Transmission  Setelah unsur penyebab telah meninggalkan reservoir maka untuk mendapatkan potensial yang baru,

Mode of Transmission

  • Setelah unsur penyebab telah meninggalkan reservoir maka untuk mendapatkan potensial yang baru, harus berjalan melalui suatu lingkaran perjalanan khusus atau suatu jalur khusus yang disebut jalur penularan. Secara garis besarnya, jalur penularan dapat dibagi menjadi dua, yi/:

  • Penularan langsung: yakni penularan yang terjadi

secara langsung dari penderita atau reservoir, ke

pejamu potensial yang baru, sedangkan,

  • Penularan tidak langsung: adalah penularan yang terjadi melalui media tertentu; seperti media udara (air borne), melalui benda tertentu (vechicle borne),

dan melalui vector (vector borne)

C. Manfaat Riwayat Alamiah Penyakit (RAP) Dari RAP diperoleh beberapa informasi penting:  Masa inkubasi atau

C. Manfaat Riwayat Alamiah Penyakit (RAP)

Dari RAP diperoleh beberapa informasi penting:

  • Masa inkubasi atau masa latent.

  • Kelengkapan keluhan (symptom) sebagai bahan onformasi dama menegakkan diagnosis

  • Lama dan beratnya keluhan yang dialami oleh penderita kejadian penyakit menurut musim (season) kapan penyakit itu lebih frekuen kejadiannya

  • Kecenderungan lokasi geografis serangan penyakit

sehingga dapat dengan mudah dideteksi lokasi kejadian

penyakit.

  • Sifat-sifat biologis kuman patogen sehingga menjadi bahan informasi untuk pencegahan penyakit.

Manfaat RAP, a/:  Untuk diagnostik: masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit, 

Manfaat RAP, a/:

  • Untuk diagnostik: masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit,

  • Untuk pencegahan: dengan mengetahui kuman patogen penyebab dan rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah ditemukan titik potong ynag penting dalam upaya pencegahan penyakit.

  • Untuk terapi: intervensi atau terapi hendaknya diarahkan pada fase paling awal. Lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan. Keterlambatan diagnosis akan berkaitan dengan keterlambatan terapi.

T H E - E N D

THE-END