Anda di halaman 1dari 17

Dimas Satria 21050111083008 PSD 3 Teknik Mesin UNDIP 2013

Langkah 1
Diawali dengan perhitungan neraca massa dan panas,

antara dua stream, yaitu panas ( hot ) dan dingin ( cold ). Tentukan jumlah media pemanas atau pendingin yang dibutuhkan untuk suatu proses

Q = mH.CpH.( T2-T1 )H.(1) Q = mC.CpC.( T2-T1 )C...(2)


Ket: Subscibe H dan C masing masing menunjukkan Hot ( fluida panas ) dan Cold ( fluida dingin ). Q dapat disebut juga dengan duty atau Heat Load. Untuk proses pendinginan ( pelepasan panas ), Q bertanda negatif.

Langkah 2
mengumpulkan physical properties untuk fluida panas

dan dingin. Physical Properties yang digunakan antara lain, densitas ( ), viskositas ( ), konduktifitas termal ( kf ) , kapasitas panas ( Cp ). (urusan orang tekkim) pada STHE terdapat 4 buah nilai temperature yang mungkin berbeda, yaitu temperature inlet dan outlet pada shell dan temperature inlet dan outlet pada tube umumnya nilai physical properties tersebut di evaluasi pada nilai temperature rata rata dari kedua stream.

Langkah 3
Asumsikan nilai koefisien perpindahan panas

keselurahan ( overall heat transfer coefficient ) Nilai U dapat diperoleh dari data sheet STHE tsb. Karena umumnya nilai U yang diberikan adalah berupa range, maka sebaiknya nilai U yang diasumsikan tidak menggunakan batas minumum, sebaiknya diambil U dari nilai rata rata dari range tersebut atau bahkan nilai maksimum

Langkah 3
contoh jika nilai U memiliki range 100-300 W/m2 oC,

sebaiknya dipilih nilai U > 150 W/m2 oC. hal ini dimaksudkan agar mendapatkan nilai A yang minimum, dengan nilai A yang minimum maka cost STHE akan lebih kecil( U berbanding terbalik dengan A )

Langkah 4
menentukan jumlah pass tube dan pass shell,

menghitung nilai Tm, dan Tlmtd serta menghitung faktor koreksi, Ft. Sebagai tahap awal kita dapat memilih konfigurasi jumlah pass shell 1 dan jumlah pass tube 2 atau umumnya diistilahkan dengan 1-2 STHE. Pemilihan jumlah pass shell dan tube akan mempengaruhi ( salah satunya ) terhadap faktor, koreksi ( Ft ). Nilai Ft = 1 menandakan bahwa aliran HE tersebut adalah murni counter-current ( pure counter-current flow ) seperti pada Double Pipe HE

Langkah 4
Sedang

untuk STHE dengan multipass, aliran pada STHE tidak lagi murni counter-current, melainkan mixed flow. adanya mixed flow mengakibatkan nilai Ft menjadi kurang dan efektivitas STHE menjadi berkurang , dari segi sisi praktis, nilai batas bawah ( lower limit ) Ft yang disarankan adalah 0.75- 0.8. Nilai Tm dihitung dari :

Tm = Ft x Tlmtd.(3)
Ket: Tm = beda temperature rata-rata , 0C Ft = Faktor Koreksi Tlmtd = LMTD (Logarithmic Mean Temperature Difference)

Langkah 4
Dengan:

T LMTD =
Dimana: , , , ,

( )
,

( ) , , ( )
, ,

.(4)

= temperature inlet fluida panas. = temperature outlet fluida panas. = temperature inlet fluida dingin. = temperature outlet fluida dingin.

Cat: Perhitugan nilai Tlmtd di atas tersebut valid untuk aplikasi STHE dimana tidak terjadi perubahan fase ( single phase )

Langkah 5
menentukan luas perpindahan panas, A dengan

persamaan :

A = q / ( U . Tlmtd ).(5)
Dengan: q U A Tlmtd

= laju perpindahan panas aktual = koefisien perpindahan panas keseluruhan (overall heat transfer coefficient) = luas permukaan perpindahan panas = nilai LMTD (Logarithmic Mean Temperature Difference)

Nilai efektivitas ()
didefinisikan sebagai perbandingan laju

perpindahan panas aktual dengan laju perpindahan panas maksimum yang mungkin terjadi pada penukar panas.

Langkah 1
Menentukan nilai dari q actual dan sebelum

menghitung nilai efektivitasnya ().

..(6)

Dimana: q = laju perpindahan panas aktual = laju perpindahan panas maksimum yang mungkin

Langkah 2
Nilai dipengaruhi oleh nilai laju alir massa

pendingin dikalikan dengan panas spesifik yang minimum Nilai perkalian laju alir massa pendingin dengan panas spesifikasi sering disebut sebagai laju kapasitansi panas (Ch dan Cc).
Ch = (m h Cp ) h dan Cc = (m h Cp ) c ..(7)

Jika, Ch < Cc maka disebut sebagai laju kapasitansi panas minimum (Cmin)

Langkah 3
Dengan demikian nilai laju perpindahan panas

maksimum () dapat dihitung dengan persamaan

= Cmin (, - , ).(8)
Sementara itu nilai laju perpindahan panas aktual pada penukar panas dapat dihitung dengan persamaan

q = Ch (,

, )

= Cc (, ,in)(9)

Langkah 4
Dengan memsubtitusi persamaan (9) dan (10)

kedalam persamaan (6), maka dapat diperoleh persamaan untuk menghitung nilai efektivitasnya

Ch (, ,) = Cmin (, ,) Cc (, ,in) = ..(10) Cmin (, ,)

Langkah 5
Menetukan parameter Cr dan NTU.

Cmin Cr = Cm
Dan

Cr < 1 (11)
1

UA NTU = (12) C

(13)

Ket: Cr = Capacity Ratio U = koefisien perpindahan panas keseluruhan A = luas perpindahan panas. h = koefisien perpindahan panas konveksi masing-masing fluida pendingin pada sisi panas dan sisi dingin. = ketebalan dinding pipa K = konduktivitas termal pada material

Langkah 6
Kombinasikan Persamaan (7) (10) (11), maka dapat

diperoleh persamaan untuk nilai efektivitas penukar panas yang sering disebut sebagai metode -NTU. Untuk penukar panas dengan aliran berlawanan (counter flow), maka efektivitas penukar panas sbb:

1 exp [ 1 ] 1 exp[ 1 ]

Thank you Guys