Anda di halaman 1dari 21

INFEKSI SALURAN KEMIH BAGIAN

BAWAH
Kelompok 3

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERKEMIHAN


Sistem perkemihan di bagi menjadi 2 bagian: Saluran perkemihan bawah Ginjal Ureter

Saluran perkemihan atas Kandung kemih Uretra

DEFINISI
Infeksi saluran kemih adalah suatu infeksi yang melibatkan ginjal, ureter, buli-buli, ataupun uretra. Infeksi saluran kemih biasanya muncul karena masuknya bakteri ke dalam saluran urin melalui uretra. (Davis. A, 2007). Penyebab : Disebabkan oleh infeksi bakteri salah satunya Escherica coli. Semakin memberat dengan kondisi refluksvesikoureteral, obstruksi, kehamilan, disfungsi neurogenik bladder,

KLASIFIKASI ISK
Infeksi saluran kemih atas - Acute Pyelornephritis - Chronic Pyelo nephritis Infeksi saluran kemih bawah - Sistitis - Prostatitis - Uretritis

SISTITIS
Inflmasi pada lapisan kandung kemih karena hasil dari infeksi, atau iritasi bakteri. Terjadi sering pada wanita karena letak uretranya lebih pendek dari pira dan ujung uretra terletak dekat anus sehingga mudah terjadi infeksi.

KLASIFIKASI SISTITIS
1. Sistitis infeksi akut 2. Infeksi sistitis berulang 3. Interstitial sistitis

ETIOLOGI SISTITIS
Infeksi dari bakteri : Escherica coli, Enterococci, spesies Staphylococcus dan sedikit presentasi Klebsiella, Proteus dan Pseudomonas. Infeksi bakteri dikarenakan: Tidak kosongnya kandung kemih secara full Bakteri tertekan ke dalam uretra wanita Menyebarnya bakteri dari anus ke uretra saat BAB Kerusakan akibat pergantian kateter Pembuntuan di sistem perkemihan

MANIFESTASI KLINIK SISTITIS


Nyeri, sensasi terbakar saat kencing Kebutuhan frekuensi dan urgensi berkemih Nokturia Inkontinensia Hematuria Urin gelap Nyeri pada tulang pubic Lemah, demam, tidak enak badan

Pemeriksaan diagnostik Biopsi, radiografik seperti urografi, sistografi Pemindai CT Sinar x Penatalaksanaan sistitis - Antibiotik (TMP-SMX, nitrofurantonin, dan fluoroquinolones, prophylactic) - Pembedahan Komplikasi - Sepsis - Gagal ginjal

PROSTATITIS

Inflamasi atau infeksi kelenjar prostat yang bersifat akut maupun kronik baik disebabkan oleh bakteri ataupun non bakteri.

Klasifikasi Prostatitis bakteri akut Prostatitis bakteri kronik Prostatitis kronik/ sindrom nyeri pelvic kronik Inflamasi prostatitis asimtomatik

ETIOLOGI
Bakteri dan non bakteri Autoimun Iritasi berkaitan dengan urin yang memasuki prostat. Obstruksi

MANIFESTASI KLINIK PROSTATITS


Sensasi terbakar saat kencing Frekuensi berkemih meningkat Demam dan merasa kelelahan Nyeri pada punggung

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pemeriksaan rectal- prostat Memasukkan jari tangan ke dalam melalui rectum untuk memeriksa kelenjar prostat, untuk mengetahui area yang ireguler dan ukuran prostat, apakah ada pembesaran atau tidak Cairan prostat Petugas kesehatan akan memijat kelenjar prostat dengan cara memasukkan sarung tangan yang sudah di olesi gel ke dalam rectum. Kemudian mengambil sample cairan dari ujung penis dan mengirimnya ke laboratorium untuk diteliti

PENATALAKSANAAN
Obat-obatan: alpha-blocker, antibiotik, NSAIDs, anti-depressan Prostatitis massage

URETRITIS

Urethritis adalah iritasi yang terjadi pada uretra, saluran yang berhubungan dengan kandung kemih yang berfungsi untuk mengeluarkan isi kandung kemih.

Klasifikasi Gonorrhoeae : disebabkan oleh Niesseria gonorhoeae Nongonorrhoeae : disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau urea plasma urelytikum, Trichomonas vaginalis dan herpes simplek virus

MANIFESTASI KLINIK URETRITIS


Dysuria Meatal erythema atau rasa gatal pada uretra Asimtomatik Frekuensi dan urgensi berkemih, hematuri Pada wanita : sensasi terbakar saat kencing, nyeri selama atau setelah hubungan seks. Pada laki-laki : adanya cairan berwarna putih seperti nanah dari ujung penis, terbakar atau nyeri saat kencing, atau gatal atau sensasi menyengat pada penis. Jika infeksi menyebar dari uretra ke testis, akan menimbulkan nyeri dan bengkak pada scrotum.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK DAN


PENATALAKSANAAN Dilakukan pemeriksaan secret uretra untuk mengetahui kuman penyebab Ceftriaxon (250 mg IM) Fluoroquinolones (ciprofloxacin 250 mg) Norfloxacin (800mg)

Komplikasi Prostatitis Periuretral abses yang dapat sembuh, kemudian meninbulkan striktura atau urine fistula

WOC

KASUS

Ny.W 25 tahun, beragama Islam dan sudah menikah. Datang ke RSUA dengan keluhan sakit pada saat berkemih, berkemih keluar sedikit-sedikit, dan disertai rasa nyeri, selain itu timbul nyeri disekitar perut bagian bawah, dan sering berkemih sehari bisa mencapai 6 kali. Hal tersebut sudah dirasakan pasien kurang lebih 3 minggu sebelum SMRS. Saat dikaji lebih lanjut oleh perawat, dari hasil wawancara didapatkan klien mengeluh urgency (terdesak ketika berkemih), frequency (sering berkemih), dysuria (nyeri berkemih), diare, dan Ny. W mengatakan dalam satu hari, ia hanya minum sedikit setengah botol besar air mineral 600 cc/hari dan kencingnya keluar 400 cc/hari. Hasil TTV: (TD : 120/80 mmHg) ; (N : 90 x/ menit) ; (RR : 24x/menit) ; (S : 39C). Perawat menganjurkan kepada Ny.W supaya banyak minum, 2-3 liter/hari. Diagnosa medis Ny.W adalah infeksi saluran kemih bagian bawah (cystitis). Hasil pemeriksaan urine: Warna keruh, WBC (+++), cultur + bakteri, pyuria, eritrosit (+). Ny.W mendapatkan terapi: Bachtrim 3x 1tab. 400 mg PO Phenazopyridine 3x 1tab. PO

DIAGNOSA DAN ASKEP

THANK YOU