Anda di halaman 1dari 23

GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP CLOSED ANGLE GLAUCOMA

FIKHA BERLIANA BESHEFI 0710070100126 LIONI NOVI SUSANTI 0710070100012 MEKY SUHENRDA 0710070100101

PEMBIMBING

dr. Nova Arianti SpM

Anatomi dan fisiologi humor akueus (Aqueous Humour)


Sistem aliran drainase aqueous humor terdiri dari:
jalinan trabekular kanal Schlemm jembatan pengumpul/ Kanal Kolektor vena-vena aqueous dan vena episkleral

Sistem drainase aqueous humor terdiri dari dua jalur, yakni jalur trabekular (konvensional) dan jalur uveoskleral. Jalur drainase terbanyak adalah trabekular yakni sekitar 90% sedangkan melalui jalur uveoskleral hanya sekitar 10%.
Trabekular Aquos humor COP COA Canal Schlemm vena episkleral.

Uveoskleral Aqueous humor Ruang suprakoroidal vena-vena pada badan siliaris, koroid dan sclera

Fungsi humor akuous :

Sebagai media refrakta


Integritas struktur Sumber nutrisi Memelihara regularitas tekanan intraokuler

Glaukoma
Glaukoma adalah sekumpulan gejala dengan

karakteristik neuropati saraf optik yang ditandai dengan defek lapangan pandang dimana peningkatan tekanan intra okular hanya merupakan salah satu faktor resiko terjadinya glaukoma
Tekanan intraokuler ditentukan oleh : kecepatan pembentukan humor aquos dan tahanan terhadap aliran keluarnya dari mata

Tekanan intraokuler (TIO), meupakan tekanan yang diakibatkan oleh cairan intraokuler pada pembungkus bola mata. TIO normal bervariasi yakni 10-21 mmHg, dan ini dapat dipertahankan jika terdapat dinamika keseimbangan antara pembentukan dan drainase cairan. Selain itu TIO dipengaruhi oleh faktor lokal dan faktor general. Faktor lokal adalah pembentukan cairan, resistensi aliran, tekanan vena episkleral, dan dilatasi pupil. Adapun faktor general adalah; riwayat keturunan, usian jenis kelamin, variasi diurnal, posisi, tekanan darah dan anestesi umum

Faktor Resiko Glaukoma


Beberapa faktor resiko yang dapat mengarah pada glaukoma adalah :
Tekanan darah rendah atau

Sedangkan beberapa hal yang memperberat resiko glaukoma adalah :


Tekanan bola mata, makin tinggi

tinggi Fenomena autoimun Degenerasi primer sel ganglion Usia di atas 45 tahun Keluarga mempunyai riwayat glaukoma Miopia atau hipermetropia Pasca bedah dengan hifema atau infeksi

makin berat Makin tua usia, makin berat Hipertensi, resiko 6 kali lebih sering Kerja las, resiko 4 kali lebih sering Keluarga penderita glaukoma, resiko 4 kali lebih sering Tembakau, resiko 4 kali lebih sering Miopia, resiko 2 kali lebih sering Diabetes melitus, resiko 2 kali lebih sering

Klasifikasi Glaukoma
Berdasarkan Etiologi glaukoma dapat dibagi berdasarkan, yaitu : Glaukoma Primer
Glaukoma Sudut terbuka (open-angle glaucoma) Glaukoma Sudut tertutup (closed-angle glaucoma) Akut Subakut Kronik Iris Plateau

Glaukoma Kongenital Glaukoma Sekunder Glaukoma Absolut

Glaukoma Sudut Tertutup (closed-angle glaucoma)


Akut Subakut

Kronik
Iris Plateau

Glaukoma sudut tertutup akut


Glaukoma primer sudut tertutup terjadi apabila terbentuk iris bombe yang menyebabkan sumbatan pada bilik mata depan oleh iris perifer. Hal ini menyumbat aliran humor aquos dan tekanan intraokuler meningkat dengan cepat, menimbulkan nyeri hebat, kemerahan, dan kekaburan penglihatan

Sudut kamera okuli anterior memiliki peran penting dalam drainase aqueous humor. Sudut ini dibentuk oleh : pangkal iris bagian depan badan siliaris taji skleral jalinan trabekular dan garis Schwalbe (bagian ujung membrane descement kornea yang prominen).
Lebar sudut ini berbeda pada setiap orang, dan memiliki peranan yang besar dalam menentukan patomekanisme tipe glaukoma yang berbeda-beda. Struktur sudut ini dapat dilihat dengan pemeriksaan gonioskopi. Hasilnya dibuat dalam bentuk grading, dan sistem yang paling sering digunakan adalah sistem grading Shaffer

Berikut merupakan tabel yang menunjukkan grading sistem Shaffer


Grade Lebar sudut Konfigurasi Kesempatan untuk menutup Struktur pada Gonioskopi

IV

35-45

Terbuka lebar

Nihil

SL, TM, SS, CBB

III II

20-35 20

Terbuka Sempit (moderate)

Nihil Mungkin

SL, TM, SS SL, TM

I 0

10 0

Sangat sempit Tertutup

Tinggi Tertutup

Hanya SL tidak tampak struktur

Keterangan : SL : Schwalbes line, TM : trabecular meshwork, SS : scleral spur, CBB : ciliary body band.

Faktor anatomis yang menyebabkan sudut sempit adalah: Bulbus okuli yang pendek Tumbuhnya lensa Kornea yang kecil Iris tebal Faktor fisiologis yang menyebabkan coa sempit : Akomodasi Dilatasi pupil Letak lensa lebih kedepan Kongesti badan cilier

Pada glaukoma sudut tertutup akut, tekanan intraokular mencapai 60-80 mmHg, sehingga terjadi kerusakan iskhemik pada iris yang disertai edema kornea.

Gejala objektif : Palpebra : Bengkak Konjungtiva bulbi : Hiperemia kongestif, kemosis dengan injeksi silier, injeksi konjungtiva, injeksi episklera Kornea : keruh, insensitif karena tekanan pada saraf kornea Bilik mata depan : Dangkal Iris : gambaran coklat bergaris tak nyata karena edema, berwarna kelabu. Pupil : Melebar, lonjong, miring agak vertikal, kadang-kadang didapatkan midriasis yang total, warnanya kehijauan, refleks cahaya lamban atau tidak ada samasekali

Gejala Subjektif : Nyeri hebat Kemerahan ( injeksi siliaris ) Pengelihatan kabur Melihat halo Mual muntah

Pemeriksaan Glaukoma : Funduskopi : Papil saraf optik menunjukkan penggaungan dan atrofi Tonometri : TIO lebih tinggi daripada stadium nonkongestif Tonografi : Menunjukkan outflow yang baik. Tetapi bila sudah ada perlengketan antara iris dan trabekula ( goniosinekhia, sinekhia anterior posterior ), maka aliran menjadi terganggu. Gonioskopi : Pada saat TIO tinggi, sudut bilik mata depan tertutup, sedang pada saat TIO normal, sudutnya sempit. Tes Provokasi : Dilakukan pada keadaan yang meragukan. Tes yang dilakukan : Tes kamar gelap, tes midriasis, tes membaca, tes bersujud ( prone test )

Medikamentosa Miotikum : Untuk mengecilkan pupil, sehingga iris lepas dari lekatannya di trabekula dan sudutnya menjadi terbuka. (Pilokarpin 2-4% 1 tetes tiap 30 menit-1 jam pada mata yang mengalami serangan dan 3 x 1 tetes pada mata sebelahnya.) Penghambat karbonik anhidrase :Faktor Mengurangi produksi Diagnosa Banding : resiko : humor akuos Iridosiklitis akut Hipermetrop ( terdapat (diamox, glaupax, glaukon, dsb.) penyempitan coa ) Konjungtivitis akut Keratitis Obat Hiperosmotik Usia lanjut ( pembesaran (Glycerin dengan berat Skleritis 50 % 3 x 100 - 150 cc ( sesuai lensa kristalina ) badan ) oral / hari. Obat pengurang rasa sakit) Suntikan morfin 10-15 mg. Morfin juga dapat mengecilkan pupil.
Tindakan operatif dilakukan bila TIO yang tinggi itu sudah dapat diturunkan Operasi filtrasi ( Iridenkleisis, trepanasi, sklerotomi, trabekulektomi ) Iridektomi perifer

Glaukoma sudut tertutup subakut


Glaukoma subakut adalah suatu keadaan dimana terjadinya episode peningkatan TIO yang berlangsung singkat dan rekuren. Episode penutupan sudut membaik secara spontan, tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut di kamera okuli anterior berupa pembentukan sinekia anterior perifer
Gejala Subjektif Sakit kepala sebelah pada mata yang sakit (timbul pada waktu sore hari karena pupil middilatasi sehingga iris menebal dan menempel pada trabekulum out flow terhambat) Penglihatan sedikit menurun Melihat pelangi di sekitar lampu (hallo) Mata merah

Gejala Objektif Injeksi silier ringan Edema kornea ringan TIO meningkat

Glaukoma sudut tertutup kronik


Glaukoma jenis ini adalah glaukoma primer yang ditandai dengan tertutupnya trabekulum oleh iris perifer secara perlahan. Bentuk primer berkembang pada mereka yang memiliki faktor predisposisi anatomi berupa sudut bilik mata depan yang tergolong sempit. Selain sudut bilik mata depan yang tertutup, gambaran klinisnya asimptomatis mirip glaukoma sudut terbuka primer Penatalaksanaan : Terapi medikamentosa diberikan baik sebelum terapi iridektomi perifer maupun setelahnya Tindakan bedah trabekulektomi bila TIO diatas 21 mmHg setelah tindakan Iridektomi perifer dan medikamentosa. Tindakan bedah kombinasi trabekulektomi dan katarak bila ada indikasi keduanya

Pemeriksaan fisik : Peningkatan TIO Sudut coa yang sempit Sinekia anterior ( dengan tingkatan yang bervariasi ) Kelainan diskus optikus dan lapangan pandang.

Iris Plateau
Jarang dijumpai Pada iris plateau, kedalaman bilik mata depan sentral normal, tetapi sudut bilik mata depannya sangat sempit karena posisi processus ciliares terlalu anterior. Mata dengan kelainan ini jarang mengalami blokade pupil, tetapi dilatasi akan menyebabkan merapatnya iris perifer, sehingga menutup sudut (pendesakan sudut), sekalipun telah dilakukan iridektomi perifer

Pengidap kelainan ini mengalami glaukoma sudut tertutup akut pada usia muda, dan sering mengalami kekambuhan setelah tindakan iridektomi laser perifer atau iridektomi bedah Diperlukan terapi miotik jangka panjang atau iridoplasti dengan laser.