Anda di halaman 1dari 19

ANATOMI LEHER

ANATOMI THYROID

VASKULARISASI

FISIOLOGI
BIOSINTESIS HORMON TIROID Bahan dasar : iodium
Iodium iodida diabsorbsi
- 2 molekul DIT Tetraiodotironin (T4) - MIT + DIT Triiodotironin (T3)

Kel. Thyroid mengkonsentrasikan iodida transport aktif iodida ke sistem koloid ( iodide trapping mechanism).

Terbentuk Monoiodotirosin (MIT) dan Diodotirosin (DIT)

Di dalam kel.thyroid, iodida mengalami oksidasi ( oleh enzim thyroid peroksidase) iodium

Iodium berikatan dengan molekul tirosin yang melekat ke tiroglobulin

Aksi Hormon Thyroid


Thyroid hormone lepas dari protein binding T4 dideiodinasi oleh sehingga membentuk T3 Masuk ke dalam sel organ target T3 memiliki afinitas tinggi terhadap reseptor hormon thyroid intraselular Reseptor-reseptor hormon thyroid melekat pada rantai genetic DNA atau berdekatan dengan DNA Rantai genetik DNA berikatan dengan hormon thyroid Reseptor menjadi aktif dan mengawali proses transkripsi Dibentuk sejumlah besar tipe RNA messenger yang berbeda Translasi RNA pada ribosom sitoplasma Terbentuk ratusan tipe protein yang baru

FUNGSI (EFEK) HORMON THYROID


JARINGAN TARGET
Jantung

EFEK
Kronotropik

MEKANISME
Meningkatkan jumlah dan afinitas reseptor -adrenergik

Intropik

Meningkatkan respons terhadap katekolamin dalam sirkulasi Meingkatkan proporsi rantai berat miosin (dengan aktivasi ATPase lebih tinggi)

Jaringan adiposa Otot Tulang

Katabolik Katabolik Perkembangan

Merangsang lipolisis Meningkatkan pemecahan protein Meningkatkan pertumbuhan normal dan perkembangan skeletal

Sistem saraf

Perkembangan

Meningkatkan perkembangan

otak normal
Usus Metabolik Meningkatkan absorpsi karbohidrat Lipoprotein Metabolik Merangsang pembentukan reseptor LDL Lain-lain Kalorigenik Merangsang konsumsi oksigen oleh jaringan yang aktif secara

metabolis (pengecualian: testis,


uterus kelenjar getah bening, limpa, hipofisis anterior) Meningkatkan laju metabolisme

EFEK HORMON THYROID


Secara umum meningkatkan aktifitas metabolisme pada hampir semua jaringan dan organ tubuh.

Efek kalorigenik hormon thyroid

T4 dan T3 meningkatkatkan konsumsi O 2 hampir pada semua jaringan kecuali jaringan otak orang dewasa, testis, uterus, kelenjar limfe, limpa dan hipofisis anterior. B eberapa efek kalorigenik hormon thyroid disebabkan oleh metabolisme asam lemak yang dimobilisasi oleh hormon ini. Selain itu, hormon thyroid meningkatkan aktivitas Na+-K + ATPase yang terikat pada membran di banyak jaringan.

Efek pada sistem saraf

Hormon thyroid memiliki efek yang kuat pada perkembangan otak yaitu pada korteks serebri dan ganglia basalis. Defisiensi selama masa perkembangan retardasi mental, kekakuan motorik dan ketulian. Hormon thyroid juga menimbulkan efek pada refleks. Hipertiroidisme W aktu reaksi refleks regang menjadi lebih singkat Hipotiroidisme memanjang Pada hipertiroidisme, terjadi tremor halus pada otot mungkin disebabkan karena peningkatan aktivitas pada daerah-daerah medula spinalis yang mengatur tonus otot.

Efek pada jantung

meningkatkan jumlah dan afinitas reseptor adrenergik pada jantung meningkatkan kepekaannya terhadap efek inotropik dan kronotropik katekolamin. mempengaruhi jenis miosin yang ditemukan pada otot jantung meningkatkan kecepatan kontraksi otot jantung

Efek pada otot rangka

hipertiroidisme terjadi kelemahan otot (miopati tirotoksisitas) yang disebabkan oleh peningkatan katabolisme protein.

Efek dalam sintesis protein

Hormon thyroid memasuki inti sel, kemudian berikatan dengan reseptor hormon thyroid. Kompleks hormon-reseptor kemudian berikatan dengan DNA meningkatkan transkripsi mRNA serta sintesis protein

Efek dalam metabolisme karbohidrat

Hormon thyroid merangsang hampir semua aspek metabolisme karbohidrat: ambilan glukosa yang cepat oleh sel-sel meningkatkan glikolisis meningkatkan glukoneogenesis meningkatkan kecepatan absorbsi dari traktus gastrointestinalis meningkatkan sekresi insulin dengan efek sekunder yang dihasilkan atas metabolisme karbohidrat.

Efek hormon thyroid pada metabolisme kolesterol

menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Efek hormon thyroid pada pertumbuhan

penting untuk pertumbuhan dan pematangan tulang yang normal. Pada anak dengan hipotiroid, pertumbuhan tulang melambat dan penutupan epifisis tertunda. memperkuat efek hormon pertumbuhan pada jaringan.