Anda di halaman 1dari 13

ROCK TUNNELLING QUALITY INDEX ( Q - SYSTEM )

Metoda Empirik Q- System

Q-system dikembangkan oleh Barton (1974) di Norwegian Geotechnical Institute untuk menentukan karakteristik masa batuan dan kebutuhan penyanggan terowongan. Q-system ini dibuat berdasarkan hasil analisis dari 200 desain terowongan di sekitar Scandinavia.

Metoda Empirik Q-system

Q-system ini didasarkan pada penilaian kuantitatif dari rock mass quality menggunakan enam parameter penilaian : 1. RQD 2. Number of joint set 3. Kekasaran dari joint yang paling jelek (discontinuity) 4. Tingkat alterasi atau pengisian pada joint yang paling lemah (jelek) 5. Aliran air tanah 6. Kondisi stress

Metoda Empirik Q-System

Dari ke 6 parameter yang dipakai dibagi tiga group yang meliputi keseluruhan Rock Mass Quality :

RQD J r J w Q x x Jn J a SRF
Dimana : RQD Jn Jr Ja Jw SRF : Rock Quality Designation : Joint Set Number : Joint Set Roughness Number : Joint Set Alteration Number : Joint Water Reduction Number : Stress Reduction Factor

Metoda Empirik - RSR

RQD / Jn ; Menyatakan ukuran dari blok batuan Jr / Ja ; Menyatakan kondisi kekasaran dan kondisi geseran dari dinding joint Jw / SRF ; menyatakan sterss aktif yang ada pada batuan

Hubungan antara nilai Q & kebutuhan penyanggaan terowongan disebut dengan Eqivalent Dimension dari Penggalian ;
EqivalentDimension ExcavationSpan, diameter or height (meters) ESR

Metoda Empirik Q-System

Classification ratings for Q System :

Metoda Empirik Q-System

Metoda Empirik Q-System

Metoda Empirik Q-System

Metoda Empirik Q-System

Metoda Empirik Q-System

Contoh kasus; Terowongan akan di desain dengan span 15 m untuk lubang bukaan tambang permanen (permanent mine openings), batuan norite pada kedalaman 2100 m. Observasi di lapangan diketahui bahwa terdapat 2 joint set, dengan kondisi termasuk undulating joint, kasar dan tidak lapuk (unweathered/unaltered). RQD berkisar antara 85% - 95%. Dari hasil uji lab, UCS rata-rata 170 MPa, major principal stress didapat harga 85 Mpa. Kondisi airtanah pada terowongan agak merembes (Basah) tapi tidak ada tandatanda aliran air. Tentukan stabilitas Penggalian dan kebutuhan penyanggaan dari desain terowongan tersebut.

Metoda Empirik Q-System