Anda di halaman 1dari 18

B.

Identifikasi Bahaya/Risiko
Merupakan tahapan yang dapat memberikan informasi secara menyeluruh dan mendetail mengenai risiko yang ditemukan dengan menjelaskan konsekuensi dari yang paling ringan sampai yang paling berat. Pada tahap ini harus dapat mengidentifikasi hazard (bahaya) yang dapat diramalkan yang timbul dari semua kegiatan yang berpotensi. Keberhasilan suatu proses manajemen risiko sangat ditentukan oleh kemampuan dalam menentukan atau mengidentifikasi semua bahaya yang ada dalam kegiatan. Jika semua bahaya berhasil diidentifikasi dengan lengkap berarti perusahaan akan dapat melakukan pengelolaan secara komprehensif.

Manfaat Identifikasi bahaya :


Mengurangi peluang kecelakaan; Untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak mengenai potensi bahaya dari aktivitas perusahaan sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan operasi perusahaan; Sebagai landasan sekaligus masukan untuk menentukan strategi pencegahan dan pengamanan yang tepat dan efektif; Memebrikan informasi yang terdokumentasi mengenai sumber bahaya dalam perusahaan kepada semua pihak, khususnya pemangku kepentingan. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh gambaran mengenai risiko suatu usaha yang akan dilakukan.

Persyaratan Identifikasi Bahaya : Harus sejalan dengan aktivitas perusahaan; Harus dinamis dan selalu mempertimbangkan teknologi dan ilmu terbaru; Keterlibatan semua pihak dalam proses identifikasi bahaya; Ketersediaan metoda, peralatan dan referensi, data dan dokumen; Akses terhadap regulasi yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Konsep Bahaya dan Risiko Bahaya adalah segala sesuatu , termasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau cidera pada manusia, kerusakan atau gangguan lainnya. Bahaya menjadi sumber terjadinya kecelakaan atau insiden. Risiko menggambarkan besarnya kemungkinan suatu bahaya dapat menimbulkan kecelakaan serta besarnya keparahan yang dapat diakibatkannya.

Bahaya dan Risiko


Human manusia Incident PERISTIW A/ KESELAK AAN

HAZARDS BAHAYA

Enviroment limgkungan
Property Sumber daya

RISK risiko

Sumber bahaya mengandung risiko yang dapat menimbulkan insiden Terhadap manusia, lingkungan, atau property

Sumber Bahaya / Potensi Bahaya

Alat kerja Bahan kerja Cara kerja Lingkungan kerja (Manusia)

Jenis Bahaya Bahaya mekanis, bersumber dari peralatan mekanis atau benda bergerak dengan gaya mekanika, baik yang digerakkan secara manual maupun dengan penggerak; Bahaya listrik, bersumber dari energi listrik; Bahaya kimiawi, mengandung bahaya sesuai dengan sifat dan kandungannya; Bahaya fisis, al. : bising, tekanan, getaran, suhu, cahaya, radiasi, dll. Bahaya biologis.

Teknik Identifikasi Bahaya :


a. Metoda Pasif, bahaya dapat dikenal jika pernah mengalami sendiri; b. Metoda Semi Proaktif, berangkat dari pengalaman orang lain yang pernah mengalami; c. Metoda Proaktif; mencari bahaya sebelum bahaya tersebut menimbulkan akibat atau dampak yang merugikan, al : Daftar periksa dan audit atau inspeksi; Analisa bahaya awal (PHA); Analisa pohon kegagalan (FTA); Analisa What if; Analisa moda kegagalan efek; Hazops (hazard and operability study); JSA (Job safety analysis); Analisa risiko pekerjaan (task risk analysis)

Sumber Informasi bahaya : a. Kejadian kecelakaan : * Lokasi; * Alat kerja; * Pekerja yang terlibat dalam kecelakaan; * Data korban :usia, pengalaman, pendidikan, masa kerja, kondisi kesehatan dan fisik, dll. b. Kecenderungan atau Trend kejadian : Misalnya dalam setahun ditemukan banyak pekerja menderita sakit pernafasan, terkena semburan bahan kimia, atau jatuh dari tangga.

Teknik Identifikasi Potensi Bahaya : Teknik identifikasi bahaya dapat diklasifikasi atas : Metoda pasif; Metoda semi proaktif; Metoda aktif.

Teknik Pasif : Seseorang dapat dengan mudah mengenal bahaya jika telah mengalaminya secara langsung. Seseorang akan mengetahui adanya bahaya lobang di jalan setelah terperosok ke dalamnya. Metode ini sangat rawan, karena tidak semua bahaya dapat menunjukkan eksistensinya sehingga dapat terlihat. Contoh, bahaya kimia.

Teknik Semi Proaktif : Teknik ini disebut juga belajar dari pengalaman orang lain yang pernah mengalami. Teknik ini juga kurang efektif karena : Tidak semua bahaya telah diketahui atau pernah menimbulkan dampak kejadian kecelakaan; Tidak semua kejadian dilaporkan atau diinformasikan kepada pihak lain; Kecelakaan telah terjadi yang berarti tetap menimbulkan kerugian, walaupun menimpa orang lain.

Metode Proaktif : merupakan metode terbaik untuk mengidentifikasi bahaya, karena memiliki kelebihan : Bersifat preventif, karena bahaya dikendalikan sebelum menimbulkan kecelakaan atau cidera; Bersifat peningkatan berkelanjutan (continual improvement), karena dengan mengenal bahaya dapat dilakukan upaya-upaya perbaikan; Meningkatkan kepedulian (awarness) semua pekerja setelah mengetahui dan mengenal adanya bahaya di sekitar tempat kerjanya; Mencegah pemborosan yang tidak diinginkan.

Teknik Identifikasi Bahaya Proaktif :


1. Daftar periksa dan audit atau inspeksi; 2. Analisa bahaya awal (Preliminary Hazard Analysis PHA); 3. Analisa pohon kegagalan (Fault Tree Analysis-FTA); 4. Analisa What if (What if Aanysis-ETA); 5. Analisa Moda Kegagalan dan Efek (Failure Mode and Effect Analysis-FMEA); 6. Hazops (Hazards and Operability Study); 7. Analisa Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis-JSA); 8. Analisa Risiko Pekerjaan (Task Risk Analysis TRA).

Pemilihan Teknik Identifikasi Bahaya


Terdapat beberapa pertimbangan dalam menentukan teknik identifikasi bahaya, antara lain : Sistematis dan terukur; Mendorong pemikiran kreatif tentang kemungkinan bahaya yang belum pernah dikenal sebelumnya; Harus sesuai dengan sifat dan skala kegiatan perusahaan; Mempertimbangkan ketersediaan informasi yang diperlukan.

Pemilihan Teknik Identifikasi Bahaya Ditinjau Dari ingkat Kesulitan


Data Kejadian Daftar Periksa Brainstorming What-if Hazsps FMEA Task Analysis Event Tree Analysis Fault Tree Analysis Rendah Tinggi Tingkat Kerumitan dan Upaya

Untuk perusahaan yang menggunakan banyak mesin dan peralatan canggih dan sedikit tenaga kerja, teknik identifikasi bahaya yang dominan adalah FMEA atau FTA. Bagi perusahaan yang menggunakan kemampuan teknis dan melibatkan banyak pekerjaan, seperti konstruksi, teknik identifikasi bahaya yang dominan digunakan adalah yang berkaitan dengan manusia dan pekerjaannya, seperti JSA dan TRA; Bagi industri kimia atau proses, akan dominan menggunakan teknik Hazops, FTA, atau PHA.