Anda di halaman 1dari 15

SWAMEDIKASI

Kelompok
KETUA :

RIZKY GUMPITA VIDARSAH (0661 11 090) MUTIA FEBRIANI EVI JULIATI GANI YUNITA SEPTYANA KUMALASARI SEPTI ANGGRAENI (0661 11 129) (0661 11 149) (0661 11 152) (0661 11 153) (0661 11 164)

ANGGOTA :

Latar Belakang

Diabetes Insipidus

Merupakan penyakit yang sangat jarang dijumpai, akibat defisiensi ADH/vasopresin. Produksi urin spesifik sangat rendah dan tidak meningkat dengan pembatasan air. Cairan boleh diberikan di malam hari dan dihentikan di pagi hari. Berbahaya bila kehilangan lebih 2-3 % berat badan. Vasopresin mengoreksi kelainan pada diabetes insipidus akibat defisiensi ADH namun tidak pada jenis yang nefrogenik.

Diabetes Melitus (DM)


DM Tipe I (IDDM/Insulin Dependent DM) Adalah gangguan autoimun dimana terjadi penghancuran sel-sel pankreas penghasil insulin. Pasien biasanya berusia di bawah 30 tahun, mengalami awalan atau onset akut. penyakit ini, tergantung pada terapi insulin, dan cenderung lebih mudah mengalami ketosis. DM Tipe II (NIDDM/Non-Insulin Dependent DM) Yakni bentuk yang mudah dijumpai, meliputi sekitar 90% pasien yang menyandang diabetes. Pasien ini khasnya menderita obesitas, dewasa dengan usia lebih tua dengan gejala ringan sehingga penegakan diagnosis bisa saja dilakukan pada stadium penyakit yang sudah lanjut, seringkali yang komplikasi seperti retinopati atau kardivaskular.

DM Tipe III (GDM/Gestational Diabetes Mellitus)


Sebagian besar wanita yang mengalami diabetes saat hamil memiliki homeostasis glukosa yang normal pada paruh pertama kehamilan dan berkembang menjadi defisiensi insulin relatif selama paruh kedua, sehingga terjadi hiperglikemia. Hiperglikemia menghilang pada sebagian besar wanita setelah melahirkan, namun mereka memiliki peningkatan resiko menyandang diabetes tipe 2.

Faktor Risiko Diabetes Mellitus

Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan


Riwayat diabetes dalam keluarga Umur Jenis kelamin

Faktor risiko yang dapat dikendalikan


Kegemukan Tekanan darah tinggi Kadar kolesterol Toleransi glukosa terganggu Kurang gerak

Ada beberapa hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit diabetes, diantaranya: Pola Makan Obesitas ( Kegemukan ) Faktor Genetis Bahan-bahan Kimia dan Obat-obatan Penyakit dan infeksi pankreas Pola Hidup Defiensi ADH / vasopresin

Desmopresin (DDAP atau vasopresin arginin) semprot hidung 10-20 g b.d. telah menggantikan vasopresin lisin dalam pengobatan defisiensi ADH. Karbamazepin 200-400 mg/hari bisa meningkatkan respons ginjal terhadap ADH. Klorpropamid (100-300 mg/hari) bekerja dengan cara yang sama namun kuno karena ada resiko hipoglikemia. Diuretik tiazid mungkin bekerja menurunkan laju filtrasi glomerulus dan juga digunakan dalam diabetes insipidus nefrogenik.

Terapi Sintetik Diabetes Melitus


DM Tipe I (IDDM/Insulin Dependent DM)
DM Tipe I memerlukan insulin untuk mengendalikan glukosa darah. Pengendalian yang baik bisa mencegah komplikasi tersering dari terapi insulin seperti hipoglikemia. Insulin yang sering digunakan Actrapid, Insulatard, Humulin Lente, Ultratard, dan Mixtard (10, 20, 30, 40, 50).

DM Tipe II (NIDDM/Non-Insulin Dependent DM)


DM Tipe 2 bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup. Pengurangan asupan kalori makanan menjadi sekitar 1200-1500 kkal dengan penurunan berat badan mungkin cukup untuk menurunkan kadar gula darah menjadi normal. Jika tidak, gunakan obat hipoglikemik oral dalam bentuk sulfonilurea atau metformin, baik tunggal maupun kombinasi. Sulfonilurea menguatkan setiap sekresi insulin pankreas residual. Klorpropamid. Metformin menghambat produksi glukosa di hati, terutama menghambat glukoneogenetik dan berguna pada pasien obesitas karena menurunkan BB. Contoh obat lain Tolbutamid, Repaglinid dan Tiazolidindion.

DM Tipe III (GDM/Gestasional Diabetes Mellitus)

Yaitu diabetes yang diketahui pertama kali saat hamil. Di Inggris , keadaan ini terjadi pada sekitar 4% kehamilan. Pengendalian diabetes dan glikemik harus optimal dan harus dipertahankan selama kehamilan. Suplemen asam folat harian (5 mg) harus di konsumsi selama sedikitnya 12 minggu pertama kehamilan. Pengobatan biasanya berupa pemberian insulin disertai diet (jika kadar glukosa plasma > dari 6 mmol/liter).

Terapi herbal diabetes


1. Undur-undur (Myrmeleon Sp) 2. Bawang merah (allium cepa) 3. Kayu manis (cinnamomum) 4. Mengkudu