Anda di halaman 1dari 18

MITRAL STENOSIS

By; Mustafa Holidi Tribhuwana Permalinda

JANTUNG
Jantung adalah sebuah pompa muskuler yang memiliki empat katup, yang terbuka dan tertutup untuk menjaga agar darah mengalir pada arah yang tepat. Penyakit katup jantung menyebabkan kelainan-kelainan pada aliran darah yang melintasi katup-katup tersebut.

Katup mitral menghubungkan atrium kiri dengan ventrikel kiri

GANGGUAN PADA KATUP JANTUNG

Insufisiensi; daun katup tidak dapat menutup dengan rapat sehingga darah dapat mengalir balik (sinonimnya adalah regurgitasi katup dan inkompetensi katup).

Stenosis; lubang katup mengalami penyempitan sehingga aliran darah mengalami hambatan.

MITRAL STENOSIS
Stenosis mitral adalah suatu keadaan di mana terjadi gangguan aliran darah dari atrium kiri melalui katup mitral oleh karena obstruksi pada level katup mitral. Kelainan struktur mitral ini menyebabkan gangguan pembukaan sehingga timbul gangguan pengisian ventrikel kiri saat diastole.

ETIOLOGI
Penyebab tersering dari mitral stenosis adalah demam reumatik.

Pada stenosis mitral akibat demam rematik akan terjadi proses peradangan (valvulitis) dan pembentukan nodul tipis di sepanjang garis penutupan katup. Proses ini akan menimbulkan fibrosis dan penebalan daun katup, kalsifikasi, fusi kommisura, fusi serta pemendekan korda atau kombinasi dari proses tersebut

Stenosis mitral menghalangi aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri selama fase diastolik ventrikel untuk mempertahankan curah jantung, atrium kiri harus menghasilkan tekanan yang lebih besar untuk mendorong darah melewati katup yang sempit sehingga terjadi :

Hipertrofi atrium kiri untuk meningkatkan kekuatan memompa darah, dilatasi atrium kiri terjadi karena volume atrium kiri meningkat karena ketidakmampuan atrium untuk mengosongkan diri secara normal.

Berdasarkan luasnya area katup mitral derajat stenosis mitral sebagai berikut :
1. MINIMAL : BILA AREA > 2,5 CM

2. RINGAN : BILA AREA 1,4 2,5 CM


3. SEDANG : BILA AREA 1 1,4 CM 4. BERAT : BILA AREA < 1,0 CM

5. REAKTIF : BILA AREA < 1,0 CM

Keluhan dan gejala stenosis mitral mulai akan muncul bila luas area katup mitral menurun sampai seperdua normal (< 2 2,5 cm2).

Pada stenosis mitral yang ringan gejala yang muncul biasanya dicetuskan oleh faktor yang meningkatkan kecepatan aliran atau curah jantung, atau menurunkan periode pengisisan diastole, yang akan meningkatkan tekanan atrium kiri secara dramatis. Beberapa keadaan antara lain : 1. Latihan 2. Stres emosi 3. Infeksi 4. Kehamilan 5. Fibrilasi atrium dengan respon ventrikel cepat

Manifestasi Klinis
Keluhan berkaitan dengan tingkat aktifitas fisik. Gejala dini : sesak nafas waktu bekerja. Keluhan dapat berupa takikardi, dispneu, takipnea dan ortopnea, dan denyut jantung tidak teratur.

Epidemiologi
Di negara-negara maju, insidens dari mitral stenosis telah menurun karena berkurangnya kasus demam rematik sedangkan di negara-negara yang belum berkembang cenderung meningkat.

Pemeriksaan Penunjang
EKG Foto Thorax Ekokardiografi Kateterisasi Jantung Laboratorium

Penatalaksanaan
1. Pendekatan Klinis pasien dengan Stenosis Mitral 2. Pendekatan Medis a. Prinsip Umum b. Fibrilasi Atrium c. Pencegahan embolisasi sistemik d. Valvotomi mitral perkutan dengan Balon e. Intervensi bedah, reparasi atau ganti katup

Kesimpulan
Mitral stenosis adalah suatu penyempitan jalan aliran darah ke ventrikel. Ketika katup mitral menyempit (stenosis), darah tidak dapat dengan efisien melewati jantung. Kondisi ini menyebabkan seseorang menjadi lemah dan nafas menjadi pendek serta gejala lainnya.

Daftar Pustaka
Ifan. 2010. Mitral Stenosis. Diakses tanggal 21 September 2011 dari http://ifan050285.wordpress.com/2010/02/21/ mitral-stenosis/. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Price, S. A., Wilson, L. M. 2003. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6 Volume 1. Jakarta: EGC. Robbins., Kumar. 2004. Buku Ajar Patologi Volume II Edisi 7. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Keep Dreaming, Keep Action !!!

Einstein mengatakan bahwa: Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja.

TERIMA KASIH !!!