Anda di halaman 1dari 150

METROLOGI INDUSTRI DAN KONTROL KUALITAS

Oleh : Abdul Rachman Kusasi

B2 TKS BPP Teknologi tahun 2007

ARK 2007

BAB I . METROLOGI INDUSTRI 1.1 Pendahuluan. Pengukuran dalam arti yang luas adalah : Membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. Besaran standar tersebut harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut : Dapat didefinisikan secara fisik Jelas dan tidak berubah thd. Waktu Dapat digunakan sebagai pembanding,

dimana saja lokasinya di dunia .


Besaran standar dari setiap pengukuran dapat merupakan salah satu atau gabungan dari besaranbesaran dasar. Dalam sistem satuan yang telah disepakati secara internasional (SI Units, International System of Units, Le Systeme Internasional d Unites) dikenal tujuh besaran dasar, setiap besaran dasar mempunyai satuan standar dengan simbol yang biasa digunakan seperti yang diperlihatkan pada tabel 1.1

ARK 2007

Ukuran dasar Dasar ukuran satuan dan Standar Internasional.


Ukuran Dasar Satuan/Singkatan Simbol

Panjang Massa Waktu Temoeratur Jumlah zat Intensitas cahaya Exa Peta Tera Giga Mega Kilo Hekto Deka Desi Senti Milli Mikro Nano

l m w t Mol (mole) Lilin (candela) E P T G M K H da d c m n

Meter (m) Kg Sekond K (273 + C) Mol cd 1018 1015 1012 109 106 103 102 10 10-1 10-2 10-3 10-6 10-9

ARK 2007

Ukuran Sudut atau Putaran

1 radian = 360/2 1 = ( / 180) rad

Semua besaran standar dari setiap pengukuran yang bukan merupakan besaran dasar tersebut di atas adalah merupakan turunan (gabungan) dari beberapa besaran dasar, seperti contohnya pada tabel 1.2.

ARK 2007

Faktor/ pangkat 1018 1015 1012 109 106 103 102 101 10-1 10-2 10-3 10-6 10-9 10-12 10-15 10-18

Nama awalan Eksa (exa) peta tera giga mega kilo hekto (hecto) deka (deca) desi (deci) senti (centi) mili (milli) mikro (micro) nano piko fento atto

Simbol E P T G M k h da d c m n p f a

Contoh 1 kg = 103 g 1 MW = 106W 1 cm = 10-2 m 1mm = 10-3 m 1m = 1016 m

ARK 2007

Untuk pengukuran geometris maka besaran dasar yang digunakan adalah jelas, yaitu besaran panjang dengan satuan standar panjang yang diberi nama meter (m) serta satuan tambahan , yaitu derajad () atau radial (rad). Setelah mengalami perubahan-perubahan dalam mendefinisikan meter, maka akhirnya saat ini telah disepakati secara internasional, bahwa yang disebut satu meter adalah : Panjang yang sama dengan 1550763,73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa dari radiasi (sinar) yang timbul akibat perubahan tingkatan enersi antara 2p10 dan 5d5 dari atom Kripton 86. Dengan definisi mengenai satu meter yang seteliti ini dibuat dengan maksud untuk memenuhi syarat-syarat penentuan besaran standar untuk pengukuran sebagaimana telah disampaikan diatas. Maka bila hanya menilai berdasarkan difinisi pengukuran dan definisi meter ini adalah mustahil untuk melakukan pengukuran atas dimensi dari suatu produk. Dalam prakteknya pengukuran tidak dilakukan dengan secara langsung membandingkan dengan standar meter, melainkan digunakan suatu alat pembanding, yaitu alat ukur.

ARK 2007

Pada berbagai macam/jenis alat ukur akan ditemukan skala ukuran. Skala ini menunjuk kan satuan panjang yang merupakan bagian dari meter, dapat merupakan milimeter atau mikrometer. Berdasarkan skal ini maka dapat dibaca berapa panjang atau dimensi dari suatu obyek ukur (bagian dari benda ukur). Prinsip kerja dari alat ukur harus direncanakan sedemikian rupa sehingga apa yang ditunjukkan pada skala ukuran adalah sesuai dengan apa yang diukur. Dengan demikian untuk memastikan bahwa harga yang ditunjukkan oleh alat ukur tidak menyimpang dari satuan standar panjan, maka harus dilakukan kalibrasi. Untuk mengkalibrasi alat ukur biasanya digunakan blok ukur (gauge block / slip gauge dari baja atau), yaitu balok segi empat, pada umumnya terbuat dari baja karbon tinggi, baja paduan atau baja karbida, dimana jarak antara dua sisinya telah diketahui.

Dengan menyususun bermacam-macam blok ukur dari berbagai ukuran, maka praktis dapat dibuat ukuran panjang sebagaimana dikehendaki.
Selanjutnya blok-blok ukur tersebut bisa dikalibrasi dengan memakai prinsip interferometer yang menggunakan sinar secara langsung sebagai standar panjang.

ARK 2007

Panjang gelombang dari beberapa sinar yang dipakai dapat ditentukan secara fisik menggunakan spektrometer sehingga diketahui hubungannya dengan standar meter seperti yang didefinisikan seperti diatas. Prinsip pengukuran seperti diterangkan diatas ini adalah merupakan bagian dari ilmu yang dikenal dengan METOLOGI INDUSTRI. Sejajar dengan ilmu-ilmu tekinik lainnya maka metrologi imdustri ini berkembang menuju penyempurnaan. Semakin maju teknologi pembuatan suatu produk menuntut ketelitian dan kpercayaan atas cara dan alat untuk mengukur. Banyak alat ukur-alat ukur modern yang diperkenalkan orang dengan konstruksinya yang telah diperbaharui ataupun dengan memekai prinsip kerja yang baru (elektronik). Jenis alat ukur yang dikenal dalam Metrologi Industri ini beraneka ragam, mulai dari yang khusus dibuat untuk suatu macam pengukuran sampai jenis yang lebih umum pemakaiannya. Bab ketiga dari buku ini dapat dianggap sebagai pengantar mengenai ilmu Metrologi Industri, dimana akan kita bahas antara lain mengenai :

ARK 2007

Jenis dan cara pengukuran, termasuk didalamnya pembahasan mengenai klasifikasi umum dari alat ukur. Konstruksi umum dari alat ukur, yaitu mengenai komponen-komponen utama yang membentuk alat ukur (prinsip kerja alat ukur secara umum). Sifat-sifat dari alat ukur (beberapa definisi istilah yang penting dari sifat-sifat alat ukur) Penyimpangan yang terjadi sewaktu proses pengukuran, definisi mengenai ketelitian dan ketepatan, sumber-sumber yang mengakibatkan penyimpangan didalam proses pengukuran. Analisa hasil pengukuran dengan metode statistik, untuk menganalisa data hasil pengukuran sehingga mempunyai arti yang jelas atau dengan kata lain bagaimana cara mengolah data pengukuran sehingga kita dapat memperoleh informasi yang dianggap paling baik. Pembahasan yang lebih terperinci mengenai alat ukur akan diberikan pada bab berikutnya, yaitu mengenai alat-alat ukur yang umum digunakan oleh operatoroperator mesin serta alat-alat ukur yang umum digunakan oleh operator-operator mesin serta alat ukur-alat ukur yang biasanya dimiliki oleh suatu Laboratorium Metrologi Industri.

ARK 2007

2.2 Jenis dan Cara Pengukuran Pengukuran geometeris mencakup ketiga aspek dari geometris, yaitu ukuran, bentuk dan kekasaran permukaan. Lebih terperinci lagi maka jenis pengukuran dapat dibedakan sebagai berikut : 1. Linear 2. Sudut dan Kemiringan 3. Kedataran 4. Profil 5. Ulir

6. Roda gigi
7. Penyetelan posisi 8. Kekasaran permukaan Dari bermacam-macam jenis pengukuran tersebut diatas hanya pengukuran linear yang paling banyak dipakai.

Macam-macam masalah pengukuran dapat dipecahkan dengan menggunakan pengukuran linear, misalnya pengukuran dimensi dengan toleransinya dan juga penentuan kesalahan bentuk.
Untuk melaksanakan jenis-jenis pengukuran ini maka dibuat bermacam-macam alat ukur masingmasing dengan cara pemakaian tertentu.
ARK 2007 10

Bedasarkan sifat dari alat ukur maka dikenal 5 macam alat ukur yaitu : 1. Alat ukur langsung, yang mempunyai skala ukur yang telah dikalibrasi. Hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada skala tersebut. 2. Alat ukur pembanding, yang mempunyai skala ukur yang mempunyai skala ukur yang telah diklabrasi. Karena daerah skala ukurnya terbatas, alat ini hanya digunakan sebagai pembacaan besarnya selisih suatu dimensi terhadap ukuran standar. 3. Alat ukur standar, yang mampu memberikan atau menunjukkan suatu harga ukuran tertentu. Digunakan bersama-sama dengan alat ukur pembanding untuk menentukan dimensi suatu obyek ukur. 4. Alat ukur batas (kaliber), yangmampu menunjukan apakah suatu dimensi terletak didalam atau diluar daerah toleransi ukuran. 5. Alat ukur bantu, bukan merupakan alat ukur dalam arti yang sesungguhnya akan tetapi peranannya adalah penting sekali dalam melakukan pengukuran.

ARK 2007

11

Hasil pengukuran yang paling baik dapat dicapai dengan memilih alat ukur dan cara pengukuran yang tepat tergantung dari kondisi benda ukur dan ketentuan hasil yang diinginkan. Beberapa cara pengukuran adalah sebagai berikut : 1. Pengukuran langsung 2. Pengukuran tak langsung 3. Pengukuran dengan kaliber batas dan 4. Pengukuran dengan cara membandingkan dengan bentuk standar. Pengukuran langsung dengan menggunakan alat ukur yang mana hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada skala yang telah dikalibrasi yang terdapat pada alat ukur tersebut (alat ukur langsung). Contohnya adalah mengukur panjang dengan mikrometer, lihat gambar 3.1.a Pengukuran tak langsung adalah pengukuran yang dilaksanakan dengan memakai alat-alat ukur dari jenis pembanding, standar dan pembantu. Perbedaan harga yang ditunjukan oleh skala alat ukur pembanding sewaktu mengukur obyek ukur dan ukuran standar (pada alat ukur standar) dapat digunakan untuk menentukan dimensi dari obyek ukur. Contoh gambar 3.1b.

ARK 2007

12

Pengukuran kaliber batas Adalah pengukuran yang tidak menetukan ukuran suatu dimensi dengan pasti, melainkan hanya menunjukkan apakah dimensi tersebut terletak didalam atau diluar daerah toleransi ukuran. Dimensi yang terletak didalam daerah toleransi berarti dianggap baik, sedangkan dimensi yang terletak diluar daerah toleransi adalah jelek. Produk dengan dimensi jelek mungkin masih dapat diperbaiki (dengan membuang kelebihan material) atau sama sekali harus dibuang (tak dapat diperbaiki). Cara pengukuran semacam ini adalah untuk mempercepat pemeriksaan terhadap produk yang dibuat dalam jumlah yang besar, dan alat ukur yang digunakan adalah dari jenis kaliber atau go & not go gauges, seperti pada gambar 3.1c. Perbandingan dengan bentuk standar. Bentuk suatu produk dapat dibandingkan dengan suatu bentuk standar pada layar dari alat ukur proyeksi. Ketepatan bentuk konis dapat diperiksa dengan menggunakan Morse konis. Jadi pada prinsipnya pengukuran seperti ini tidaklah menentukan dimensi atau toleransi suatu benda ukur secara langsung, lihat gambar 3.1d.

ARK 2007

13

Alat ukur dapat pula diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya, yaiyu : 1. Mekanis 2. Elektris 3. Optis 4. Hidrolis 5. Pnumatis atau Aerodinamis. Sebetulnya dalam banyak hal sulit bagi kita untuk mengklasifikasikan alat ukur berdasarkan prinsip kerja seperti diatas, karena beberapa jenis alat ukur menggunakan kombinasi dari cara-cara kerja tersebut. Dalam paragrap berikut akan kita bahas bagian-bagian yang penting dari alat ukur secara umum.

ARK 2007

14

ARK 2007

15

3.3. Konstruksi umum dari alat ukur Mungkin alat ukur yang paling sederhana dikenal semua orang adalah mistar yang mempunyai garis-garis skala ukuran. Kedua ujung dari benda ukur berfungsi sebagai penunjuk pada skala ukuran sehingga kita dapat membaca dan mengetahui panjang dari benda ukur. Untuk beberapa hal tertentu dimana kecermatan tidak begitu penting, maka mistar ini dapat digunakan. Akan tetapi apabila bentuk dari obyek ukur adalah sedemikian rupa sehingga sulit untuk memakai mistar ukur, misalnya mengukur diameter dari tengahtengah poros, atau jika diinginkan kecermatan tinggi, maka harus digunakan alat ukur dari jenis lain. Memang masalah pengukuran geometris ini dalam banyak hal tidaklah semudah mengukur suatu panjang benda ukur dengan mistar seperti contoh diatas, masalah pengukuran pada umumnya memerlukan beraneka ragam alat ukur masing-masing dengan cara kerja berlainan. Bagaimanakah suatu alat ukur yang lain adalah konstruksinya atau dengan kata lain cara berfungsinya alat ukur tersebut. Untuk memahami cara kerja alat ukur mungkin akan lebih jelas kalau kita terangkan melalui ketiga komponen utama yang membentuk suatu alat ukur, yaitu sensor, pengubah dan penunjuk/ pencatat.

ARK 2007

16

3.3.1 Sensor
Sensor adalah peraba dari alat ukur, yaitu yang menghubungkan alat ukur dengan benda ukur. Ujungujung dari mikrometer, kedua lengan dari mistar ingsut (vernier caliper), jarum dari alat ukur kekasaran permukaan adalah merupakan contoh dari sensor mekanis. Sistem lensa (obyektif) adalah merupakan sensor dari alat ukur optis. Suatu potongan lubang-lubang kecil melalui tanpa udara tekan mengalir keluar sensor pneumatis. 3.3.2 Pengubah Pengubah adalah bagian yang terpenting dari alat ukur, melalui mana isyarat dari sensor diteruskan, diubah sets untuk diolah terlebih dahulu sebelum diteruskan ke bagian lain dari alat ukur (bagian penunjuk). Pada bagian inilah diterapkan bermacammacam prinsip kerja, mulai dari prinsip kinematis, optis, elektris, pneumatis sampai pada sistem gabungan yang kesemuanya ini pada dasarnya adalah bertujuan untuk memperbesar dan memperjelas perbedaan kecil dari geometri suatu obyek ukur.

ARK 2007

17

3.3.2.1 Pengubah mekanis Prinsip dari pengubah alat ukur mekanis semata-mata berdasarkan prinsip kinematis yang meneruskan serta mengubah gerakan (biasanya gerakan translasi) menjadi gerakan lain (biasanya gerakan rotasi) yang relatif lebih besar perubahannya. Contohnya adalah sistem roda gigi dan batang bergigi dari jam ukur (dial indicator) serta sistem ulir dari mikrometer, lihat gambar 3.2.

ARK 2007

18

Beberapa alat ukur pembanding (dial comparator) yang menggunakan prinsip pengubah gerakan secara mekanis dengan perencanaan yang istimewa yaitu bila ditinjau dari cara kerjanya yang sederhana tetapi menghasilkan perubahan gerakan yang cukup besar. Contoh dari cara kerja mekanis yang istimewa ini adalah perubah gerakan dari Eden-Rolt millionth comparator, Johansson Mikrokator dan Sigma Comparator. Perubah mekanis dari Eden Rolt comparator menggunakan dua buah blok yang diikat dengan plat tipis seperti yag ditunjukkan pada gambar 3.3. Blok ukur yang dikalibrasi apabila diletakan antara landasan tetap dengan kontak pengukur (sensor mekanis) akan mengakibatkan gerakan translasi dari blok M relatif terhadap blok yang diam F. Karena kedua blok ini ujung yang lain masing-masing mempunyai pelat tipis yang disatukan pada suatu batang penunjuk (yang sebelumnya posisinya adalah lurus). Perubahn posisi batang penunjuk ini dapat diamati dengan menggunakan sistem optis yang memperlihatkan suatu bayangan garis penunjuk yang bergerak pada skala yang diam. Pembesaran pengubah mekanis 400x bagian pengubah optis 50x, jadi pembesaran adalah 20.000x.

ARK 2007

19

ARK 2007

20

Bagian pengubah dari alat ukur pembanding Johansson Mikrokator mempunyai pelat tipis dengan jarum penunjuk (yang sangat ringan) ditempelkan ditengah-tengahnya. Mulai tengah ini pelat tipis dari alat permanen dipuntir dalam arah yang berlawanan sehingga membentuk spiral kiri dan spiral kanan, lihat gambar 3.4. salah satu ujung pelat yang terpilih dipasang tetap pada batang pengatur, sedang ujung yang lain dipasangkan pada lengan suatu penyiku (dari pegas baja) dimana lengan yang lainnya dihubungkan dengan poros pengukur. Apabila poros pengukur ini bergerak naik ataupun turun, sesuai dengan perubahan dimensi dari obyek ukur, maka penyiku akan berubah bentuknya sehingga mengakibatkan pelat yang terpilih (spiral) mengalami perubahan panjang. Karena perubahan panjang ini maka jarum yang terpasang ditengah-tengahnya akan bergerak sesuai dengan perubahan panjang. Segi lain yang menarik dari alat ini adalah cara pemasangan poros pada rumah dari alat ukur, disini digunakan cincin pegas dengan maksud utk. menghindari gesekan. Pembesaran dari alat ini bisa sampai 5000 x.

ARK 2007

21

Contoh alat ukur pembanding dengan prinsip pengubah mekanis dari jenis yang lain adalah buatan pabrik instrumen Sigma. Pengubah dari Sigma Comparator ini menggunakan engsel yang bebas gesekan, yaitu terdiri dari dua blok yang disatukan dengan tiga pelat tipis yang saling menyilang, lihat gambar 3.5. apabila pada salah satu blok (yang bebas bergerak) diberi suatu beban maka blok ini akan terputar relatif terhadap blok yang diam, persis seperti gerakan pada engsel. Lengan yang berbentuk Y yang terpasang pada blok yang bergerak akan memperbesar gerakan serta memutar silinder dari batang penunjuk dengan perantaraan pita dari logam. Penekan yang berujung runcing dapat diatur jaraknya terhadap sumbu engsel dengan cara mengencangkan salah satu baut dan mengendurkan baut yang lain yang keduanya terpasang pada poros pengukur. Karena gerakan dari poros pengukur ini relatif kecil maka pemasangannya pada rumah alat ukur dapat dilaksanakn dengan memakai diapragma, dengan demikian gesekan yang merugikan dapat dihindari.

ARK 2007

22

ARK 2007

23

3.3.2.2. Pengubah mekanis optis Beberapa alat ukur pembanding menggunakan prinsip kerja gabungan, yaitu pengubah mekanis dan pengubah optis. Pengubah mekanis biasanya berupa batang kinematis yang berfungsi untuk memperbesar perubahan dari silinder pengukur menurut perbandingan jarak antara kedua ujung batang terhadap engselnya. Pengubah mekanis ini akan menyebabkan perubahan kemiringannya suatu kaca yang berfungsi sebagai pemantul berkas cahaya dari pengubah optis. Dalam hal ini pengubah optis sesunggunya merupakan sistem pembentuk bayangan yang berupa garis yang diproyeksikan pada layar dari gelas yang diasah serta diberi skala ukuran. Apabila perbandingan jarak antara kedua ujung batang kinematis etrhadap engselnya adalah 20:1, sedang perbandingan jari-jari skala dengan jarak antara engsel dan ujung dari kaca pemantul adalah 50 : 1, maka pembesaran total dari alat ukur adalah -Pembesaran mekanis -Pembesaran optis -Pembesaran total : 1x 20x 1 = 20 satuan : 50 x 2 = 100 satuan : 20 x 100 = 2000 satuan

Faktor pembesaran sebesar 2 dari sistem optis ii adalah berasal dari pengaruh perubahan kemiringan kaca pemantul, seperti yang dijelaskan pada gambar 3.6.

ARK 2007

24

3.3.2.3 Pengubah elektris Pengubah yang memiliki prinsip kerja elektris berfungsi untuk mengubah isyarat perubahan besaran non elektris (misalnya perubahan panjang, baik yang berasal langsung dari sensor ataupun yang telah melalui pengubah kemiringan sehingg mekanisme, menjadi isyarat perubahan . Perubahan besaran elektris (arus atau tegangan listrik) dapat diolah dengan memakai prinsip elektronik sehingga dapat diketahui hubungan antara isyarat mula dengan isyarat akhir yang diukur dan ditunjukkan pada skala dari alat ukur. Dua contoh yang akan kita bahas adalah pengubah dengan prinsip kapasitor dan transformator. Kapasitor dapat terbentuk pabila dua buah pelat metal (dengan luas yang sama) didekatkan sampai sejarak l. Besarnya kapasitas untuk mengumpulkan muatan listrik dari kapasitor ini adalah berbanding terbalik dengan jarak l, artinya semakin jauh jarak antara dua pelat maka kapasitasnya akan menurun atau semakin dekat jaraknya maka kapasitasnya makin naik, dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelat kapasitor ini sensitif terhadap perubahan jarak. Suatu sirkuit elektronik dapat direncanakan untuk mengetahui basarnya perubahan kapasitastas dari kapasitor, salah satu cara yang umum dipakai adalah dengan penguat operasional dengan skema seperti pada gambar 3.7.

ARK 2007

25

Tegangan keluar V0 (out put) dalam hal ini adalah sesuai dengan jarak(l) dikalikan faktor penguat (K1).

Pengubah dari jenis transformator beda linier (Linear Variable Differensial Transpformer, LVDT) bekerja dengan prinsip transformator yaitu timbulnya tegangan imbas pada kumparan sekunder akibat adanya tegangan listrik pada kumparan primer. Tegangan imbas pada kedua kumparan sekunder akan sama besarnya apabila kedudukan inti (core), yaitu suatu batang dari metal, adalah tepat ditengah-tengah, lihat gambar 3.8. Apabila letak inti bergeser dari posisi semula (posisi nol) maka tegangan imbas pada salah satu kumparan sekunder akan menurun, sedangkan tegangan imbas pada kumparan sekunder yang lain akan naik
ARK 2007 26

sebanding dengan perubahan jarak pergeseran inti, yaitu seperti rumus berikut (hanya berlaku pada daerah linier) : V1 = Vmula l

V2 = Vmula
Apabila kedua kumparan sekunder ini dihubungkan secara serie, maka tegangan keluar akan sama dengan : V0 = V1 V2 = CVmula . l Dimana C adalah konstanta yang tergantung dari konstruksi alat ini.

ARK 2007

27

ARK 2007

28

ARK 2007

29

ARK 2007

30

ARK 2007

31

ARK 2007

32

ARK 2007

33

ARK 2007

34

ARK 2007

35

ARK 2007

36

ARK 2007

37

ARK 2007

38

ARK 2007

39

ARK 2007

40

ARK 2007

41

ARK 2007

42

ARK 2007

43

ARK 2007

44

ARK 2007

45

ARK 2007

46

ARK 2007

47

ARK 2007

48

ARK 2007

49

ARK 2007

50

ARK 2007

51

ARK 2007

52

ARK 2007

53

ARK 2007

54

ARK 2007

55

ARK 2007

56

ARK 2007

57

ARK 2007

58

ARK 2007

59

ARK 2007

60

ARK 2007

61

ARK 2007

62

ARK 2007

63

ARK 2007

64

ARK 2007

65

ARK 2007

66

ARK 2007

67

ARK 2007

68

ARK 2007

69

ARK 2007

70

ARK 2007

71

ARK 2007

72

ARK 2007

73

ARK 2007

74

ARK 2007

75

ARK 2007

76

ARK 2007

77

ARK 2007

78

ARK 2007

79

Gambar

suatu gambar/ desain poros bertingkat

ARK 2007

80

ARK 2007

81

ARK 2007

82

ARK 2007

83

ARK 2007

84

ARK 2007

85

ARK 2007

86

ARK 2007

87

ARK 2007

88

ARK 2007

89

ARK 2007

90

ARK 2007

91

ARK 2007

92

ARK 2007

93

ARK 2007

94

ARK 2007

95

ARK 2007

96

ARK 2007

97

ARK 2007

98

ARK 2007

99

ARK 2007

100

ARK 2007

101

ARK 2007

102

ARK 2007

103

ARK 2007

104

ARK 2007

105

ARK 2007

106

ARK 2007

107

ARK 2007

108

ARK 2007

109

ARK 2007

110

ARK 2007

111

ARK 2007

112

ARK 2007

113

ARK 2007

114

ARK 2007

115

ARK 2007

116

ARK 2007

117

ARK 2007

118

ARK 2007

119

ARK 2007

120

ARK 2007

121

ARK 2007

122

ARK 2007

123

ARK 2007

124

ARK 2007

125

ARK 2007

126

ARK 2007

127

ARK 2007

128

ARK 2007

129

ARK 2007

130

ARK 2007

131

ARK 2007

132

ARK 2007

133

ARK 2007

134

ARK 2007

135

ARK 2007

136

ARK 2007

137

ARK 2007

138

ARK 2007

139

Lampiran

ARK 2007

140

ARK 2007

141

ARK 2007

142

ARK 2007

143

ARK 2007

144

ARK 2007

145

ARK 2007

146

ARK 2007

147

ARK 2007

148

ARK 2007

149

Tabel

Kesalahan Ukur Kuadratis Menengah Untuk Besaran Terpilih


Kesalahan Ukur Rentang ukur

Besaran

Panjang Sudut

Waktu

Frekuensi

Masa

Gaya

Tekanan

Arus listrik

Tegangan listrik

Tahanan listrik

Intensitas cahaya Kepadatan cahaya Arus cahaya

ARK 2007

150