Anda di halaman 1dari 29

HERPES GENITALIS

Agus Kresnadi 030.07.012

DEFINISI
Infeksi menular seksual Disebabkan oleh HSV Gejala: nyeri, gatal, dan luka di daerah genital atau asimtomatik

EPIDEMIOLOGI
Kosmopolit Frekuensi laki-laki:perempuan kurang lebih sama HSV-1 anak-anak HSV-2 dekade 2 dan 3 (meningkat dengan peningkatan aktifitas sosial HSV-2 45% dari ras kulit hitam, 22% dari ras Meksiko-Amerika, dan 17% dari ras kulit putih angka kematian berhubungan dengan 3 situasi: infeksi perinatal, ensefalitis, dan infeksi pada host immunocompromised

ETIOLOGI
HSV-1. Ini adalah jenis yang biasanya menyebabkan luka atau vesikel meradang di sekitar mulut, meskipun dapat menyebar ke area genital selama seks oral. HSV-2. Ini adalah jenis yang biasanya menyebabkan herpes genitalis. Virus menyebar melalui kontak seksual dan kulit-ke-kulit. HSV-2 adalah sangat umum dan sangat menular, apakah ada atau tidak memiliki luka terbuka. Virus mati dengan cepat di luar tubuh hampir tidak mungkin melalui aerosol, kontak dengan toilet, handuk atau benda lain yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.

PATOFISIOLOGI

Reaktifasi Latensi

Neurovirulensi

PATOFISIOLOGI

GAMBARAN KLINIS

Infeksi primer

Fase laten

Infeksi rekuren

INFEKSI PRIMER

HSV-1 pinggang ke atas / orofasial HSV-2 pinggang ke bawah / genital Seks oral predileksi tidak menunjukkan jenis virus Lebih lama dan berat 3 minggu disertai gejala sistemik (demam, malaise, anoreksia) Vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa, berisi cairan jernih seropurulen dapat menjadi krusta kadang mengalami ulserasi yang dangkal biasanya sembuh tanpa sikatriks tidak terdapat indurasi dapat timbul infeksi sekunder sehingga memberi gambaran yang tidak jelas

INFEKSI PRIMER

FASE LATEN

Fase ini berarti pada penderita tidak ditemukan gejala klinis, tetapi HSV dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis.

INFEKSI REKUREN
Reaktifasi Mekanisme pacu trauma fisik (demam, infeksi, kurang tidur, hubungan seksual, dan sebagainya), trauma psikis (gangguan emosional, menstruasi), dan dapat pula timbul akibat jenis makanan dan minuman yang merangsang Lebih ringan 7-10 hari Gejala prodromal lokal panas, gatal, nyeri Loco atau non loco

INFEKSI REKUREN

DIAGNOSIS BANDING
Ulkus durum Ulkus molle Ulkus mikstum Ulkus pada limfogranuloma venereum

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tzanck test Mikroskop elektron

Kultur virus

Tes antibodi (imunofluoresensi)

Tes DNA HSV (PCR)

TZANCK TEST
Untuk diagnosis cepat (biasa dalam 1 jam) Tidak dapat membedakan HSV-1 dan HSV-2 Prosedur:

Vesikel intak diaspirasi, cairan bisa untuk kultur virus atau PCR Atap vesikel di angkat secara aseptik Lantai digores lalu dioles di kaca objek Hasil positif bila didapatkan sel datia berinti banyak

MIKROSKOP ELEKTRON

KULTUR VIRUS
Kriteria standar untuk diagnosis Hasil dalam 48 jam Dapat dilakukan imunofluoresensi untuk membedakan HSV-1 dan HSV-2

PENATALAKSANAAN
Tidak ada pengobatan yang dapat mengobati secara tuntas dalam arti mencegah rekurensi. Kompres basah apabila didapatkan lesi basah (vesikel pecah/bernanah/berdarah) Guna antivirus:

Membantu luka sembuh lebih cepat selama infeksi awal Mengurangi keparahan dan durasi gejala pada infeksi berulang Mengurangi frekuensi kekambuhan Meminimalkan kemungkinan penularan virus herpes ke orang lain

ANTIVIRUS
Topikal: idoksuridin, asiklovir Oral: asiklovir, valasiklovir, famsiklovir Oral lebih efektif dibanding topikal Topikal lebih bermanfaat saat penyakit sedang aktif

ASIKLOVIR

Zovirax Analog nukleosida purin sintetik dengan aktivitas terhadap sejumlah herpesvirus, termasuk herpes simplex dan varicella-zoster. Sangat selektif untuk sel yang terinfeksi virus karena afinitas tinggi untuk enzim timidin kinase virus. Efek ini berfungsi untuk memusatkan monofosfat asiklovir dalam sel yang terinfeksi virus dimetabolisme menjadi bentuk trifosfat aktif oleh kinase seluler menginhibisi polimerase HSV dengan 30-50 kali potensi polimerase DNA alpha manusia Infeksi pada mata dapat juga diobati dengan asiklovir topikal.

ASIKLOVIR
Pengobatan infeksi primer: 200 mg per oral setiap 4 jam (5 kali / hari) selama 7-10 hari, atau 400 mg per oral 3 kali / hari selama 5-10 hari. Terapi intermiten untuk rekurensi: 200 mg per oral setiap 4 jam (5 kali / hari) selama 5 hari, dimulai di awal tanda atau gejala rekurensi. Supresi untuk rekurensi (bila rekuren >8 kali / tahun): 400 mg per oral 2 kali / hari sampai 12 bulan, regimen alternatif berkisar dari 200 mg 3 kali / hari sampai 200 mg 5 kali / hari. Ensefalitis HSV: 10-15 mg/kgBB intravena setiap 8 jam selama 14-21 hari.

FAMSIKLOVIR
Prodrug yang ketika berbiotransformasi menjadi metabolit aktif, penciclovir, dapat menghambat sintesis / replikasi DNA virus. Digunakan untuk melawan virus herpes simpleks dan varicellazoster. untuk pengobatan episode rekuren atau terapi supresif dari herpes genital pada orang dewasa imunokompeten.

FAMSIKLOVIR
Pengobatan episode rekuren: 1000 mg per oral 2 kali / hari selama 1 hari, dimulai dalam waktu 6 jam dari onset gejala atau lesi. Terapi supresif: 250 mg per oral 2 kali / hari sampai 1 tahun. Pengobatan episode primer (off-label): 250 mg per oral 3 kali / hari selama 5-10 hari

VALASIKLOVIR

Prodrug asiklovir Episode primer:


1 g per oral setiap 12 jam selama 10 hari CrCl 10-29 mL / menit: 1 g per oral per hari CrCl <10 mL / menit: 500 mg per oral per hari 500 mg setiap 12 jam selama 3 hari (tidak ada data tentang kemanjuran jika mulai> 24 jam)

Episode rekuren:

CrCl <30 mL / menit: 500 mg per oral per hari

Supresi, imunokompeten:

1 g per oral per hari

CrCl <30 mL / menit: 500 mg per oral per hari

Supresi, imunokompeten dan 9 atau kurang rekurensi per tahun:


500 mg per oral per hari CrCl <30 mL / menit: 500 mg per oral setiap 48 jam

Pengurangan transmisi, sumber pasangan : 500 mg per oral per hari

PENCEGAHAN
Gunakan kondom lateks selama setiap kontak seksual Batasi jumlah pasangan seks Hindari hubungan seksual jika salah satu pasangan memiliki herpes di daerah genital atau tempat lain

KOMPLIKASI
Infeksi menular seksual lainnya. Infeksi TORCH dan infeksi bayi baru lahir. Masalah kandung kemih. Meningitis. Inflamasi rektal (proktitis).

PROGNOSIS
Pengobatan secara dini dan tepat akan memberi prognosis yang lebih baik, yakni masa penyakit berlangsung lebih singkat dan rekurensi lebih jarang. Pada orang dengan gangguan imunitas, misalnya pada penyakit-penyakit dengan tumor di sistem retikuloendotelial, pengobatan dengan imunosupresan yang lama atau fisik yang sangat lemah, menyebabkan infeksi ini dapat menyebar ke alat-alat dalam dan dapat fatal. Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa.

TERIMA KASIH