Anda di halaman 1dari 13

Isolasi dan identifikasi glikosida flavonoid

Tjoa Mey Li Felisia A. Nuhan Tirza V. Kase 24430111092 2443011127 2443011140

Tujuan
Mengisolasi simplisia dan mengidentifikasi glikosida flavonoid

ISOLASI
Pada dasarnya isolasi senyawa kimia dari bahan alam adalah sebuah usaha bagaimana caranya memisahkan senyawa yang bercampur sehingga kita dapat menghasilkan senyawa tunggal yang murni. Tumbuhan mengandung ribuan senyawa yang dikategorikan sebagai metabolit primer dan metabolit sekunder. Biasanya proses isolasi senyawa dari bahan alami ini mentargetkan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder, karena senyawa metabolit sekunder diyakini dan telah diteliti dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia

Flavonoid Secara structural adalah turunan 1,3 difenilpropana. Flavonoid merupakan salah satu golongan alam yang terbesar, ditemukan baik pada tumbuhan paku pakuan maupun tumbuhan yang lebih tinggi, Flavonoid dapat berada baik dalam keadaan bebas maupun sebagai glikosida. Flavonoid berbeda dalam substituent substituennya kebanyakan gugus gugus hidroksil atau metoksi dalam sifat dan posisi residu gula terikat ke aglikon. Aglikon flavonoid terdapat dalam berbagai bentuk struktur. Semuanya mengandung 15 atom karbon dalam inti dasarnya yaitu tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6, yaitu 2 cincin aromatik yang dihubungkan oleh satuan 3 karbon yang dapat atau tidak dpt membentuk cincin 3. Kelompok kelompok flavonoid yang paling umum adalah flavonol, antosianidina, flavanona dan isoflavonoid. Flavonoid merupakan senyawa berwarna kuning dan menyumbangkan perwarnaan kuning pada bunga dan buah contohnya flayin, antosiamin memberikan warna merah, ungu atau biru Yang padanya flavonoid itu berada sebagai glikosida yang terlarut dalam cairan sel.

Struktur Flavonoid

Contoh Contoh kelompok aglikon flavonoid yang paling umum

Alat

Seperangkat panci infus Beaker glass Timbangan analitis Corong pisah oven

Gelas ukur Corong penyaring Corong Buchner Refluks

bahan
Simplisia kering Rutin Kertas saring Eter metanol Hcl Natrium sulfat N-butanol Asam asetat

Prosedur:
Timbang 40 gram serbuk bahan masukkan dalam panci infus

tambahkan pelarut air 240 ml

didihkan 30 menit

Saring filtrat melalui corong Buchner

simpan filtrat dalam lemari pendingin selama sehari *(untuk mempercepat pembentukan kristal rutin dan mencegah terjadinya penjamuran. Karena dengan media air memungkinkan timbulnya jamur atau bakteri jika disimpan di suhu ruang)

Saring Kristal yg terbentuk selama proses penyimpanan pada kertas saring yang telah ditara Keringkan kertas saring yang didalamnya terdapat Kristal dalam oven dengan maksimal suhu 50 derajat C sampai kering.

Timbang Kristal yg didapat *(dengan cara hasil kertas saring yang telah ada kristal kertas saring kosong yang telah ditara)

Ambil sedikit dengan jarum, larutkan dengan methanol-air (1:1) 2ml (sari 1).

Ambil Kristal separuh dari jumlah Kristal yang ada, tambahkan 10ml HCL 2N *(untuk proses hidrolisis dimaksudkan agar glikosida flavonoid rutin terhidrolisis sehingga aglikon flavonoid (kuersetein) terpisah dengan molekul gulanya. )

refluks diatas penangas air selama 1 jam.

Tuangkan filtrate hasil hidrolisis ke dalam corong pisah. Ekstraksi dengan 10 ml eter(2 kali) *(eter digunakan karena memiliki kepolaran yang sama dengan aglikon flavonoid (kuersetin). Maka seluruh senyawa kuersetin akan tertarik kedalam pelarut eter. Molekul gula yang terlarut bersama HCl bisa digunakan untuk pembanding)

Saring lapisan eter keatas kertas saring yang berisi 1 gram natrium sulfat eksikatus *(agar molekul air yang ada dalam eter dapat tertarik, sehingga larutan benar-benar murni eter dan aglikon flavonoid. )

Pekatkan larutan eter yang di dapat, kemudiatan tambahkan residu yang terbentuk dengan 2 ml metanol (sari 2)

Uapkan hasil hidrolisis asam pada nomor 6, sehingga di dapatkan cairan kira kira 2ml (sari 3)

Gunakan Sistem kromatografi lapis tipis dan senyawa pembanding untunk memastikan identitasi dan memeriksa kemurnian dari 3 sari yang di peroleh.

Simplisia : Sapora japonica L Nama tanaman : Saphorum japonicum Famili : Fabaceae. Penggunaan : Pewarna sutra pengganti pencelup buatan. Isi: Rutin 15-20% (Kuersetin-3-rutinosid)

Struktur rutin

Rutin, juga disebut rutoside, quercetin-3-O-rutinoside dan sophorin, adalah glikosida antara quercetin flavonol dan rutinose disakarida (-L-rhamnopyranosyl-(1 6))-D-glukopiranosa). Rutin (quercetin rutinoside), seperti quercitrin, adalah glikosida dari quercetin flavonoid. Digunakan sebagai obat untuk perlindungan pembuluh darah, dan bahan-bahan persiapan multivitamin dan obat herbal.

Anda mungkin juga menyukai