Anda di halaman 1dari 30

KIMIA INTI

REAKSI INTI
DISUSUN OLEH:
1. RINAYU ANINTIA
2. TRY SETYANINGSIH
Reaktor atom
Matahari
Reaksi kimia inti adalah
suatu reaksi yang
melibatkan inti atom dan
menyebabkan terjadinya
perubahan-perubahan pada
inti atom. Perlu diketahui
bahwa inti atom tersusun
dari pertikel-partikel yang
disebut nucleon, suatu inti
atom yang diketahui jumlah
proton dan neutronnya
disebut nuklida.

Perbandingan antara reaksi kimia dan
reaksi inti
NO. REAKSI KIMIA REAKSI INTI
1.
Atom diubah susunannya melalui
pemutusan dan pembentukan
ikatan
Unsur (atau isotop dari unsur yang
sama) dikonversi dari unsur yang
satu ke lainnya
2. Hanya elektron dalam orbital atom
atau molekul yang terlibat dalam
pemutusan dan pembentukan
ikatan
Proton, neutron, elektron dan
partikel dasar lain dapat saja
terlibat
3. Reaksi diiringi dengan penyerapan
atau pelepasan energi yang relatif
kecil
Reaksi diiringi dengan penyerapan
atau pelepasan energi yang sangat
besar
4. Laju reaksi dipengaruhi oleh suhu,
tekanan, katalis dan konsentrasi
Laju reaksi biasanya tidak
dipengaruhi oleh suhu, tekanan
dan katalis
REAKSI INTI
Reaksi Inti adalah proses
perubahan yang terjadi dalam
inti atom akibat tumbukan
dengan partikel lain atau
berlangsung dengan
sendirinya.

Misalkan pada percobaan reaksi inti
dalam sebuah laboratorium ditembakan
seberkas partikel a berenergi tinggi pada
inti sasaran X. Setelah reaksi inti terjadi,
terbentuk inti baru Y dan sebuah partikel b.
Q b Y X a + + +
Q b Y X a + + +
Y
b
a + X
Q b Y X a + + +
Energi sebelum reaksi = energi sesudah reaksi
Energi reaktan= energi produk + energi reaksi
Energi reaksi = energi reaktan energi produk
( ) ( ) | | sma MeV m m m m Q
b Y X a
/ 931 + + =
Ketika a dengan energi kinetik k
a
ditembakan pada
inti sasaran X yang diam (K
X
=0). Kemudian terbentuk
inti baru Y bergerak dengan energi kinetik K
Y
dan
partikel b bergerak dengan energi kinetik K
b
, maka
selisih antara energi kinetik sesudah dan sebelum
reaksi sama dengan energi reaksi Q
a b Y
K K K Q + =
PADA REAKSI INTI BERLAKU:
Hukum kekekalan momentum
Hukum kekekalan energi
Hukum kekekalan nomor atom
Hukum kekekalan nomor massa


JENIS-JENIS REAKSI INTI
A. Desintegrasi (Peluruhan)
B. Transmutasi Inti
C. Reaksi Fisi
D. Reaksi Fusi


Desintegrasi (Peluruhan)
Seperti yang kita ketahui bahwa
nuklida terdiri proton dan neutron, inti
dikatakan stabil apabila memiliki
harga n/p = 1. Inti yang tidak stabil
akan mengalami peluruhan. Inti yang
terletak diatas pita kestabilan (n/p > 1)
akan meluruh dengan pemancaran
sinar beta dan pemancaran neutron.
Sedangkan inti yang terletak
dibawah pita kestabilan akan
meluruh dengan pemancaran
positron, pemancaran proton dan
penangkapan electron di kulit K.
sedangkan inti yang terletak pada
sembarang pita akan
memancarkan sinal alfa. Semua
reaksi memancarkan sinar/
partikel tertentu secara spontan.

Transmutasi Inti
Reaksi transmutasi inti adalah reaksi
penembakan inti dengan suatu partikel
sehinggal mengasilkan nuklida baru yang
bersifat radioaktif. Semua unsur yang
memiliki nomor atom lebih besar dari 83
adalah radioaktif, atau dengan kata lain
transmutasi inti dihasilkan dari pemboman
inti oleh neutron, proton, atau inti lain yang
menghasilkan nuklida baru yang memiliki
nomor atom lebih besar dari 83.
Pada tahun 1919,
Rutherford berhasil
menembak gas nitrogen
dengan partikel alfa dan
menghasilkan hidrogen
& oksigen. Reaksi ini
merupakan transmutasi
buatan pertama, yaitu
perubahan satu unsur
menjadi unsur lain
Reaksi Fusi adalah reaksi penggabungan dua inti atom
yang ringan menjadi inti atom yang lebih berat dan partikel
elementer, disertai pelepasan energi yang sangat besar.

Inti yang lebih berat di sini bukan berarti sesudah reaksi
massa inti menjadi lebih besar dibandingkan dengan
massa sebelum reaksi. Justru sebaliknya, massa sesudah
reaksi lebih ringan dibandingkan dengan massa sebelum
reaksi sehingga dilepaskan energi.

Pengertian lebih berat maksudnya adalah nomor massa inti
hasil reaksi lebih besar dibandingkan dengan nomor massa
masing-masing inti reaktan (pereaksi).
REAKSI FUSI
Reaksi fusi disebut juga raksi termonuklir
karena untuk menggabungkan inti-inti
ringan dibutuhkan suhu yang sangat tingi
yaitu sekitar 1. 10
8
derajat celcius. Suhu
yang tinggi menyebabkan inti bergerak
dengan kelajuan yang tinggi, sehingga
gaya tolak Coulumb antara dua muatan
listrik antara proton-proton dalam inti
atom dapat diatasi.

Aplikasi Reaksi Fusi
1. Reaksi fusi nuklir pada bintang (matahari)
Persamaan reaksi ada 3 tahap yaitu:
MeV e H H H 42 , 0 . 1
1
0
2
1
1
1
1
1
+ + + +
+
v
MeV H He He He 86 , 12 . 3
1
1
4
2
3
2
3
2
+ + +
MeV He H H 49 , 5 . 2
3
2
1
1
2
1
+ + +
Reaksi pertama dan kedua terjadi dua kali, kedua positron saling
menghilangkan dengan sebuah elektron dan menghasilkan radiasi
elektromagnet , reaksi di atas dapat ditulis:
MeV e He H 7 , 26 2 2 2 4
4
2
2
1
+ + + +
+
v
2. Reaksi fusi nuklir pada bom hidrogen
Bahan baku bom hidrogen adalah inti deuterium
dan tritium yang akan bergabung membentuk inti
helium sambil membebaskan energi yang sangat
besar. Untuk menggabungkan inti-inti tersebut
diperlukan suhu yang sangat tinggi yang diperoleh
dari ledakan atom biasa yang dihasilkan dari
reaksi fisi sebagai pemicu berlanggsungnya reaksi
fusi bom hidrogen yang akan menghasilkan
ledakan bom yang lebih dahsyat. Persamaan
reaksi fusi untuk bom hidrogen dapat ditulis:
MeV n He H H 6 , 17
1
0
4
2
3
1
2
1
+ + +
REAKSI FISI
Reaksi fisi adalah reaksi yang terjadi pada
inti berat yang ditumbuk oleh sebuah
partikel (umumnya neutron) kemudian
membelah menjadi dua inti baru yang
lebih ringan.
Neutron lebih mudah diserap oleh inti
karena neutron tidak bermuatan, sehingga
neutron tersebut tidak mengalami gaya
Coulomb yang bersifat menolak ketika
neutron mendekati permukaan inti.

Reaksi Inti Berdasarkan Model
Tetes Cairan
Netron lambat diserap oleh inti U-235 memberikan
energi tambahan dalam inti. Energi tambahan dalam inti
menyebabkan inti berubah bentuk menjadi memanjang.
Ketika inti memanjang gaya Coulomb lebih besar dari
gaya ikat inti, kemudian inti membelah menjadi dua inti
yang baru.
n Kr Ba U n U
1 92 142 * 236 1 235
2 + + +
n Kr Ba U
1 92 142 235
+ +
D C B A + +
) (
D C B A
m m m m m + + = A
| | MeV m m m m Q
D C B A
931 ( + + =
MeV produk massa reak massa Q 931 ) tan ( =
Reaksi Berantai
Reaksi berantai ada 2 yaitu reaksi berantai
tak terkendali (contoh:bom atom) dan
reaksi berantai terkendali (contoh:reaktor
atom)
Reaksi Berantai Tak Terkendali
Reaksi berantai tak terkendali dapat menghasilkan
energi yang sangat besar. Untuk satu pembelahan inti
rata-rata energi yang dibebaskan 208 MeV. Reaksi
berantai tak terkendali terjadi ketika neutron yang
dihasilkan (rata-rata 2,5 neutron) dari setiap pembelahan
inti menumbuk inti lain dan proses ini berlanggsung
terus-menerus, energi yang terlepas akan terjadi sangat
cepat sehingga terjadi ledakan (seperti dalam bom
atomik).
Reaksi Berantai Terkendali
Reaksi berantai terkendali dilakukan dengan
cara membatasi jumlah neutron yang membelah
inti dalam lingkungan inti atau mengkondisikan
tiap pembelahan inti menyumbang hanya satu
neutron yang akan menyebabkan pembelahan
satu inti lainnya.
Kelemahan fusi sebagai sumber energi
dibandingkan dengan fisi adalah
dibutuhkan suhu yang sangat tinggi,
dana yang besar dan pengetahuan
yang sangat tinggi untuk mengolah
sumber energi dari reaksi fusi,
sedangkan kelebihannya energi yang
dihasilkan lebih besar dan bahan bakar
untuk reaktor fusi yaitu deuterium
sangat berlimpah tersedia dalam air
laut.
Contoh soal
1. Hitunglah energi yang dibebaskan
dalam reaksi
n Cs Rb n U 2
141 93 235
+ + +
( ) ( ) | | MeV n m Cs m Rb m U m Q 5 , 931
1 141 93 235
+ + =
( ) ( ) | | MeV Q 5 , 931 0087 , 1 91949 , 140 92172 , 92 04394 , 235 + + =
( ) MeV Q 5 , 931 19403 , 0 =
MeV Q 73895 , 180 =
Jangan terperosok dalam lubang
Lubang yang dalam siapa nak naikan
Dengan ilmu yang berkembang
Manfaat dirasakan bahaya ditekan

Kaisar ming mencari selir
Tak memilih hamba sahaya
Bicara soal reaksi nuklir
Ada manfaat dan bahaya
BAHAYA YANG DITIMBULKAN DARI REAKSI NUKLIR
MANFAAT DARI REAKSI NUKLIR