Anda di halaman 1dari 35

BENIGN PROSTAT HYPERPLASIA

Rika Enjelia Ridavianti Nur Agami


Pembimbing : dr H Nunu Heryana Sp.Rad

Identitas Pasien ...........


Nama Usia Alamat Masuk RS : Tn. D : 55 th : Desa Binangun : 24 Maret 2013

Anamnesis ...........
KU : Sulit BAK sejak 1 bulan lalu RPS : Tn. D, 55 tahun mengeluh sulit BAK sejak 1 bulan lalu. Setiap BAK, OS memerlukan waktu lama untuk mulai BAK, harus mengedan ketika BAK, BAK menetes dan setelah BAK masih terasa ada sisa. Keluhan disertai nyeri saat BAK. BAK jernih, tidak disertai darah atau pasir, kencing nanah disangkal, keluhan neri pinggang juga disanggal. OS juga sering terbangun tengah malam untuk BAK. Demam (-), penurunan BB (-), BAB tidak ada keluhan. Riwayat trauma disangkal.

..........................
Sejak 25 hari yang lalu pasien sudah berobat ke RS dan dipasang kateter sampai sekarang. Saat ini sudah 4x ganti kateter. Kateter pernah dilepas, BAK OS lancar namun 2 hari kemudian keluhan kambuh kembali.

......................
RPD : Keluhan sama sebelumnya disangkal Hipertensi (+), rutin minum obat DM (-) RPK : Keluhan sama di keluarga disangkal R. Psikososial : - makan teratur 3x sehari - riwayat merokok disangkal - olahraga jarang

Pemeriksaan fisik .........


Kesadaran Tanda Vital : CM

TD
Nadi

190/100 mmHg
84 x/menit

Suhu
Pernapasan

36, 5 C
20 x/ menit

STATUS GENERALIS
Kepala : normochepal

Konjungtiva
Sklera Leher Toraks Paru-paru Jantung Abdomen Punggung dan pinggang Ekstremitas atas Ekstremitas bawah

: anemis (-/-)
: tidak ikterik : Pembesaran KGB (-/-),pembesaran kelenjar tiroid (-/-) : bentuk dan gerak simetris : Vesikuler (+/+), ronki (-/-), wheezing (-/-) : Bunyi jantung murni regular, mur-mur (-), gallop (-) : Datar lembut, nyeri tekan (-) Bising usus (+) normal :Nyeri ketok CVA (-/-) : RCT < 2 detik, akral hangat, sianosis (-), edema (-) : RCT < 2 detik, akral hangat, sianosis (-), edema (-)

Pemeriksaan laboratorium ( 24 Maret 2013 )


Jenis pemeriksaan Hb Trombosit Hematokrit Leukosit Hasil 13, 1 g/ dl 381 ribu / L 43,6 % 10, 3 ribu / L

Eritrosit
GDS Ureum Kreatinin SGOT SGPT

5, 34
100 32 0, 95 19 25

Pemeriksaan penunjang ..............

USG prostat 27 Februari 2013 - Ginjal : besar dan kontur kedua ginjal normal, gema parenkhim agak kasar, pelvokalises tidak melebar, batu (-) - VU : sulit dinilai, tidak terisi urin - Prostat : membesar 40 gram, parenkhim homogeny, kalsifikasi (-) - Kesan : Hiperplasia prostat

Resume ..................
Tn. D, 55 tahun mengeluh sulit BAK sejak 1 bulan lalu. Setiap BAK, OS memerlukan waktu lama untuk mulai BAK, harus mengedan ketika BAK, BAK menetes dan setelah BAK masih terasa ada sisa. Keluhan disertai nyeri saat BAK, OS juga sering terbangun malam hari untu BAK. Riwayat HT (+), rutin minum obat. Pemeriksaan Fisik : TD 190/100 mmHg Hasil USG prostat kesan : hiperplasia prostat.

Diagnosis kerja ..............


Benign Hiperplasia Prostat DD : Karsinoma Prostat

Therapi - Amlodipin 10 mg 1x1 - Rencana operasi

Definisi .............
Pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat jinak akibat sel-sel prostat memperbanyak diri melebihi kondisi normal.

Anatomi prostat ........


Prostat merupakan organ kelenjar dari sistem reproduksi pria. Merupakan kelenjar yang terdiri atas jaringan kelenjar dinding uretra yang mulai menonjol pada amsa pubertas. Secara anatomi, prostat berhubungan erat dengan vesica urinaria, uretra, ureter, vas deferens dan vesica seminalis. Prostat terletak di atas diafragma panggul. Ukuran prostat normal adalah tinggi 3 cm yang merupakan diameter vertikal, lebar 4 cm pada dasar transversal dan lebar anteroposterior 2,5 cm, dan dilewati oleh urethra pars prostatica.

Kelenjar prostat yang jumlahnya banyak tertanam di dalam campuran otot polos dan jaringan ikat, dan ductusnya bermuara ke urethra pars prostatica.

BPH terutama terjadi di zona transisi kelenjar prostat.


Zona transisional Merupakan bagian terkecil dari prostat, yaitu kurang lebih 5% tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostat hyperplasia (BPH)

Epidemiologi
BPH merupakan tumor jinak yang paling sering pada laki-laki dan insidennya berdasarkan dari umur. 20% Pada Laki-laki usia 41-50 tahun 50% Pada laki-laki usia 51-60 tahun > 90% Pada laki-laki usia > 80 tahun Pada umur 55 tahun, kira-kira sebanyak 25% pria mengeluhkan gejala voiding symptoms. Pada umur 75 tahun, 50% dari pria mengeluhkan penurunan dari pancaran dan jumlah dari pembuangan urin
Presti JC. Smiths General Urology, in Neoplasm of The Prostate Gland. 16th edition. USA : Lange Medical Books/McGraw-Hill Company, 2004. Pg.399-420

Etiologi
Terdapat 2 faktor yang erat kaitannya dengan BPH yaitu; Peningkatan kadar dihidrotestosteron (DHT) dan proses aging (menjadi tua) (McConnell, 1995). Beberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasia prostat adalah : 1) Teori dihidrotestoteron, 2) Adanya ketidakseimbangan antara estrogen dan testosteron, 3) Interaksi antara sel stroma dan sel epitel prostat, 4) Berkurangnya kematian sel (apoptosis) dan 5) Teori stem sel
Presti JC. Smiths General Urology, in Neoplasm of The Prostate Gland. 16th edition. USA : Lange Medical Books/McGraw-Hill Company, 2004. Pg.399-420

Patofisiologi
Hiperplasia Prostat Tekanan intravesikal Meningkat

Penyempitan Lumen uretra posterior

Lower Urinary tract symptom (LUTS)

LUTS (Lower urinary tract symptoms)


Obstruksi
Hesitansi Pancaran Miksi Lemah Intermitensi (Kencing tiba-tiba berhenti dan lancar kembali) Miksi Tidak Puas Menetes setelah miksi Nokturia malam hari) Urgensi (Merasa ingin kencing yang tidak bisa ditahan) Disuria ( Rasa tidak enak saat kencing)

Iritasi
Frekuensi (Anyanganyangan) (Sering kencing

Timbulnya gejala LUTS merupakan manifestasi kompensasi otot buli-buli untuk mengeluarkan urine. Pada suatu saat, otot buli-buli mengalami kepayahan (fatigue) sehingga jatuh ke dalam fase dekompensasi yang diwujudkan dalam bentuk retensi urin akut

Sistem skoring I-PSS terdiri atas tujuh pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi (LUTS) dan satu pertanyaan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien.

Setiap pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi diberi nilai 0 sampai dengan 5, sedangkan keluhan yang menyangkut kualitas hidup pasien diberi nilai dari 1 hingga 7.

Dari skor I-PSS itu dapat dikelompokkan gejala LUTS dalam 3 derajat

(1)Ringan : 0 -7 Watchfull waiting, (2)Sedang : 8 - 19 Medikamentosa, (3)Berat : 20 - 35 Operasi.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan colok dubur / digital rectal examination ( DRE ) Merupakan pemeriksaan yang sangat penting, DRE dapat memberikan gambaran tonus sfingter ani, mukosa rektum, adanya kelainan lain seperti benjolan di dalam rektum dan tentu saja meraba prostat. Pada perabaan prostat harus diperhatikan : Konsistensi pada pembesaran prostat kenyal Adakah asimetri Adakah nodul pada prostat Apakah batas atas dapat diraba dan apabila batas atas masih dapat diraba biasanya besar prostat diperkirakan <60 gr.

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium Sedimen urine diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi pada saluran kemih Faal ginjal diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas

Penanda tumor PSA (prostat spesifik antigen) Jika curiga adanya keganasan prostat

Pencitraan (BNO) Foto polos abdomen berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih, adanya batu/kalkulosa prostat dan kadangkala dapat menunjukkan bayangan buli-buli yang penuh terisi urine, yang merupakan tanda dari suatu retensi urine

Pemeriksaan Penunjang

Pielografi Intravena (IVP) Pembesaran prostat dapat dilihat sebagai filling defect/indentasi prostat pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok keatas berbentuk seperti mata kail (hooked fish) Sistoskopi Dalam pemeriksaan ini, disisipkan sebuah tabung kecil melalui pembukaan urethra di dalam penis. Tabung, disebut sebuah cystoscope, berisi lensa dan sistem cahaya yang membantu dokter melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih. Tes ini memungkinkan dokter untuk menentukan ukuran kelenjar dan mengidentifikasi lokasi dan derajat obstruksi.

Gambar. Gambaran sistoskopi benigna prostat hiperplasi

USG Transabdominal
Gambaran sonografi benigna hyperplasia prostat menunjukan pembesaran bagian dalam glandula, yang relatif hipoechoic dibanding zona perifer. Zona transisi hipoekoik cenderung menekan zona central dan perifer. Batas yang memisahkan hyperplasia dengan zona perifer adalah surgical capsule. USG transabdominal mampu pula mendeteksi adanya hidronefrosis ataupun kerusakan ginjal akibat obstruksi BPH yang lama

USG prostat normal

USG BPH

Terapi
Penatalaksanaan

Jika gejala masih ringan, sebaiknya dilakukan pengamatan lebih lanjut. Pada keadaan tidak dapat buang air kecil (berarti sumbatan sudah total), maka pertolongan pertama yang dilakukan adalah

Terapi

Pengobatan oral 1. blockers Kelenjar prostat memiliki suatu reseptor yang dinamakan 1 adrenoreseptor, dengan menghambat reseptor ini, maka kontraksi kelenjar prostat dapat dikurangi sehingga dapat mengurangi gejala pada pasien BPH. Contoh obatnya adalah fenoxibenzamin dan prazosin. 2. . Fitoterapi Beberapa tumbuhan yang digunakan antara lain saw palmetto berry, kulit kayu tumbuhan Pygeum africanuum, akar Echinacea purpurea dan Hypoxis rooperi, serta ekstrak serbuk sari.

Operasi
Bedah Konvensional
Indikasi absolut yang memerlukan pembedahan terbuka dibanding pilihan bedah lainnya adalah terdapatnya keterlibatan kandung kemih yang perlu diperbaiki seperti adanya divertikel atau batu kandung kemih yang besar. Prostat yang melebihi 80-100 cm3 biasanya dipertimbangkan untuk dilakukan pengangkatan prostat secara terbuka. Pembedahan terbuka mempunyai nilai komplikasi setelah operasi seperti tidak dapat menahan buang air kecil dan impotensi. Perbaikan klinis yang terjadi sebesar 85-100%.

1. Pembedahan terbuka

2.Transurethral resection of the prostate (TURP)

:merupakan metode paling sering digunakan dimana jaringan prostat yang menyumbat dibuang melalui sebuah alat yang dimasukkan melalui uretra (saluran kencing). Secara umum indikasi untuk metode TURP adalah pasien dengan gejala sumbatan yang menetap, progresif akibat pembesaran prostat, atau tidak dapat diobati dengan terapi obat lagi. Prosedur ini dilakukan dengan anestesi regional atau umum dan membutuhkan perawatan inap selama 1-2 hari. 3. Transurethral incision of the prostate (TUIP) :Metode ini digunakan pada pasien dengan pembesaran prostat yang tidak terlalu besar dan umur relatif muda.

Terapi invasif minimal


Laser Dua sumber energy utama yang digunakan pada operasi dengan sinar laser adalah Nd :YAG dan Holomium : YAG Keuntungan operasi dengan sinar laser : Keuntungan operasi dengan sinar laser adalah : Kehilangan darah minimal Dapat mengobati pasien yang sedang menggunakan antikoagulan Dapat dilakukan out patient procedure Kerugian operasi laser Sedikit jaringan untuk pemeriksaan patologi Pemasangan kateter postoperasi lebih lama Lebih iritatif Biaya besar

Terapi Invasi Minimal


Transurethral needle ablation of the prostate (TUNA) Transurethral electrovaporization of the prostate High Intensity Focused Ultrasound Intraurethral stents Transurethral balloon dilation of the prostate

Referensi
Schwartz.Manual of Surgery,in Urology, Benign Prostatic Hyperplasia.Mc Graw Hills Companies. 2006. Pg. 1061 Snell, Richard S. Clinical Anatomy For Medical Students 6th edition in cavitas Pelvis Part II.Lippincot William & Wilkins Inc. 2006. USA. Pg.350-352. Presti JC. Smiths General Urology, in Neoplasm of The Prostate Gland. 16th edition. USA : Lange Medical Books/McGraw-Hill Company, 2004. Pg.399-420 WebMD, Mens Health, Human Anatomy section, topic of Prostate Gland, Subject of Prostate Picture, Definition, Function, Condition, Test, and Treatment. Last reviewed on April 28th 2010 by WebMD, downloaded from http://men.webmd.com/picture-of-theprostate. on April 2th 2011. UNSW Embriology, Categories of Genital, Prostate, Subject of Prostate development Overview. Last modified on October 28th 2010 by Dr Mark Hill, downloaded from http://php.med.unsw.edu.au./embryology/index.php/title=prostate_development on April 2nd 2011

Anda mungkin juga menyukai