Anda di halaman 1dari 30

YAYASAN DAN PERKUMPULAN

Erika,S.H,.M.Kn

Visi dan Misi UUY


Visi : Misi : Menjamin kepastian dan 1. Memberikan ketertiban hukum kepada perlindungan dan yayasan kepastian hukum kepada masyarakat 2. Memberikan perlindungan dan keter tiban hukum kepada yayasan 3. Memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang yayasan.

Dasar Hukum Yayasan


Undang-undang Nomor 16 Tahun 2001

tentang Yayasan yang di undangkan 06 Agustus 2001 dan telah berlaku efektif 06 Agustus 2002, yang sebagaimana di ubah dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 yang di undangkan 06 oktober 2004 dan Peraturan Pemerintah nomor 63 tahun 2008 Tentang pelaksanaan Undang-undang tentang Yayasan

Pengertian yayasan
Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang di pisah dan di peruntukan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan dan kemanusian, yang tidak mempunyai anggota. Badan hukum yayasan lahir setelah akta pendirian di sahkan oleh menteri hukum dan hak asasi manusia.

Pendirian yayasan syarat formal pendirian yayasan


Pasal 9 ayat (4) dan ayat (5) UUY Jo Pasal 15 PP No

63/2008 :
Salinan akta yayasan yg di buat notaris dalam bahasa indonesia Surat pernyataan tempat kedudukan disertai alamat lengkap yayasan

yang di tanda tangani oleh pengurus yayasan dan di ketahui oleh lurah atau kepala desa setempat FC NPWP Yayasan Bukti Pembayaran PNBP Rp. 100.000 Untuk pemesanan nama yayasan Bukti pembayaran PNBP Rp.300.000. Untuk pengumuman yayasan dalam TBNRI Bukti penyetoran atau keterangan bank atas nama yayasan atau pernyataan tertulis dari pendiri yang memuat keterangan nilai kekayaan yang di pisahkan sebagai kekayaan awal mendirikan yayasan Surat pernyataan pendiri mengenai keabsahan kekayaan awal yayasan

Syarat dan tata cara pendirian yayasan oleh orang asing :


Pasal 9 UUY Jo Pasal 10 PP No 63/2008
Identitas pendiri yg di buktikan dengan paspor sah Pemisaha harta pendiri minimal Rp.100.000.000

Surat penyataan pendiri bahwa kegiatan yayasan yang didirikan tidak merugikan masyarakat, bangsa dan negara indonesia.
Selanjutnya perhatikan pasal 12,13,24 PP No 63/2008

Kegiatan Yayasan (1)


Kegiatan sosial, antara lain :

1. Pendidikan formal dan non formal 2. Panti asuhan, panti jompo, panti wreda 3. Rumah sakit, poliklinik dan laboratorium 4. Pembinaan olahraga 5. Penelitian di bidang ilmu pengentahuan 6. Studi banding

kegiatan yayasan (2)


kegiatan keagamaan, antara lain :
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mendirikan sarana ibadah Mendirikan pondok pesantren Menerima dan menyalurkan amal zakat, infaq dan sedekah Meningkatkan pemahaman keagamaan Melaksanakan syiar agama Studi banding keagamaan

Kegiatan yayasan (3)


Kegiatan kemanusian,antara lain :
Memberi bantuan kepada korban bencana alam Memberi bantuan kepada pengungsi akibat perang Memberi bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin

dan gelandangan Mendirikan dan menyelanggarakan rumah singgah dan rumah duka Memberikan perlindungan konsumen Melestarikan lingkungan hidup

Apakah yayasan dapat melakukan kegiatan usaha :


Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha dengan mendirikan badan

usaha (PT) Dan atau ikut serta dalam badan usaha (PT) dengan ketentuan :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Penyertaan modal maksimal 25% dari aset yayasan Kegiatan usaha (pT) yang didirikan yayasan sesuai dangan maksud dan tujuan yayasan hasil kegiatan usaha tidak boleh di bagikan kepada organ yayasan Organ yayasan tidak boleh merangkap sebagai direksi dan komisaris pada badan usaha (PT) Yang di dirikan. Yayasan tidak mengenal pewarisan terkait asetnya PNS Boleh ikut mendirikan yayasan Yayasan dapat di dirikan oleh satu orang saja

Isi anggaran dasar yayasan


Nama

dan tempat kedudukan (tidak boleh sama) Jangka waktu pendirian Kekayaan awal (cara memperoleh dan pengunaanya) Organ yayasan, pembina, pengurus, pengawas Tata cara pengangkatan, pemberhentian dan penggantian, pembina, pengurus, pengawas Hak dan kewajiban pembina, pengurus, pengawas.

Tata cara penyelenggaraan

rapat organ yayasan Tahun buku (01 januari s/d 31 desember) Perubahan anggaran dasar Penggabungan dan pembubaran yayasan Penggunaan kekayaan yayasan sisa likuidasi dan penyaluran kekayaan yayasan setelah bubar Peraturan penutup Identitas pendiri, pembina, pengurus,dan pengawas

Perubahan Anggaran Dasar Yayasan


Di perbolehkan asal tidak mengubah maksud dan tujuan Berdasarkan permufakatan rapat pembina atau persetujuan 2/3 anggota pembina yang hadir

Merubah nama dan kegiatan harus mendapat persetujuan MenHukHam


Merubah selain nama dan kegiatan, cukup di

beritahukan kepada MenHukHam Merubah data yayasan cukup di beritahukan Atas persetujuan kurator, jika yayasan pailit

Larangan terhadap yayasan


Membagika hasil kegiatan usaha
Membagikan kekayaan yayasan Memakai nama yang sama dengan nama yayasan

lain Melakukan perubahan anggaran dasar pada saat yayasan pailit, kecuali atas persetujuan kurator

Organ yayasan
Pembina di sarankan minimal 3 orang Pengawas minimal 1 orang Pengurus terdiri dari : ketua, sekretaris, bendahara Pengurus bertindak untuk dan atas nama yayasan Masa tugas yayasan 5 tahun kecuali pembina

Kewenangan pembina
Keputusan mengenai perubahan anggaran dasar Pengangkatan dan pemberhentian anggota pengurus dan

anggota pengawas Penetapan kebijakan umum yayasan berdasarkan anggaran dasar yayasan Pengesahkan program kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran yayasan Pengesahan laporan tahunan penunjukan likuidator dalam hal yayasan di bubarkan Rapat gabungan hanya dapat di lakukan oleh pengurus dan pengawas, agendanya adalah mengangkat pembina, hasilnya di laporkan kepada menteri

Tugas dan wewenang pengurus


Bertanggung jawab penuh atas kepengurusan yayasan

untuk kepentingan yayasan Wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan yang di sahkan pembina Wajib memberikan penjelasan tentang segala hal yang di nyatakan oleh pengawas Wajib dengan etikad baik dan tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Tugas dan wewenang pengurus


Berhak mewakili yayasan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dengan pembatasan sebagai berikut :

1.
2. 3. 4. 5.

6.

Meminjam atau meminjamkan uang atas nama yayasan (tidak temasuk mengambil uang yayasan di bank) Mendirikan suatu usaha baru atau melakukan penyertaan dalam berbagai bentuk usaha baik di dalam maupu di luar negeri Memberikan atau menerima pengalihan harta tetap Membeli atau dengan cara lain mendapat/memperoleh harta tetap atas nama yayasan Menjual atau dengan cara lain melepaskan harta kekayaan serta mengagunkan/ membebani kekayaan yayasan Mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliansi dengan yayasan, pembina, pengurus, pengawas yayasan atau seseorang yang bekerja pada yayasan, perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan yayasan semua perbuatan tersebut harus menadapat persetujuan dari pembina

Kewenangan organ pengawas


Wajib

dengan etikad baik dan tanggung jawab menjalankan tugas pengawasan untuk kepentingan yayasan Memeriksa dokumen Memeriksa pembukuan dan mencocokannya dengan uang kas Mengentahui segala tindakan yang telah di jalankan oleh pengurus Memberi peringatan kepada pengurus Pengawas dapat memberhentikan untuk sementara pengurus, apabila pengurus tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran dasar atau peraturan perundang-undangan yang berlaku

Sanksi terhadap organ yayasan melanggar undang-undang yayasan :


Pidana penjara tahun, jika melanggar pasal 5 uuY

yang

Pidana tambahan berupa kewajiban mengembalikan :

Uang 2. Barang 3. Atau kekayaan yayasan yang di bagikan.


1.

Ketentuan peralihan UUY


Yayasan yang sudah ada sebelum UUY : - Tetap di akui sebagai badan hukum jika :

- di daftarkan Di PN dan di umumkan dalam TBNRI; atau di daftarkan di pengadilan negeri dan mempunyai izin dari instansi terkait Paling lama 3 tahun sejak 06 Oktober 2005, yakni 06 oktober 2008 wajib disesuaikan anggaran dasar Paling lama 1 tahun sejak penyesuaian anggaran dasar, wajib di beritahukan kepada MenHukHam Yayasan di akui sebagai BH Tidak menyesuaikan anggaran dasarnya dalam masa 3tahun, yakni 06 oktober 2008, tidak dapat mengunakan kata yayasan dan harus melikuidasi kekayaasnnya serta menyerahkan sisa hasil likuidasi sesuai pasal 68 UUY Yayasan yg didirikan dan telah mememenuhi kreteria sebagai BH Harus mengajukan permohonan pengesahan akta pendirian utk memperoleh status BH Kepada Men Huk Ham, yang dalam premise aktanya di sebutkan asal usul pendirian yayasan termasuk kekayaan yayasan yang bersangkutan

Pengabungan yayasan
Penggabungan

yayasan dapat di lakukan dengan menggabungkan 1 atau lebih yayasan dengan yayasan lain, dan mengakibatkan yayasan yang menggabungkakan diri bubar Penggabungan yayasan dapat di lakukan dengan memperhatikan : a.Ketidakmampuan yayasan melaksanakan kegiatan usaha tanpa di dukung yayasan lain b.Yayasan yang menerima penggabunganbdan yang bergabung kegiatan sejenis, atau c.Yayasan yang menggabungkan diri tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan anggaran dasarnya, ketertiban umum dan kesusilaan

Pembubaran yayasan
-

Yayasan bubar karena : Jangka waktu berakhir Tujuan telah atau tidak tercapai Putusan pangadilan dengan alasan : 1. melanggar ketertiban umum dan kesusilaan 2. tidak mampu membayar utang setelah pailit 3. Asetnya tidak cukup melunasi utang setelah pailit 4. Tidak menyesuaikan anggaran dasarnya dalam masa tiga tahun 06-10-2005 s/d 06-10-2008 Yayasan yang di bubarkan harus di likuidasi

Solusi yayasan yang tidak di akui sebagai BH Oleh UUY untuk memperoleh BH adadal berdasarkan pasal 36 PP No 63/2008 :
Pasal 36 : (1) Yayasan yg telah didirikan sebelum berlakunya UU dan tidak

Diakui sebagai BH dan tidak melaksanakan ketentuan pasal 71 ayat (2) UU harus mengajukan permohona pengesahan akta pendirian utk memperoleh status BH sebagaimana yang di maksud pasal 15 (2) Akta sebagaimana yang di maksud ayat (1) dalam premise aktanya di sebutkan asal usul pendirian yayasan termasuk kekayaan yang bersangkutan (3) Perbuatan Hukum yg di lakukan yayasan sebagaimana yang di maksud pada ayat (1) yang belum memperoleh status badan hukum menjadi tanggung jawab pribadi anggota organ yayasan secara tanggung renteng

Pasal 68 :
(1). Kekayaan sisa hasil likuidasi di serahkan kepada

yayasan lain yang mempunyai kesamaan kegiatan dengan yayasan yang bubar (2). Kekayaan sisa hasil likuidasi sebagaimana yang di maksud pada ayat (1) dapat di serahkan kepada badan hukum lain yang mempunyai kesamaan kegiatan dengan yayasan yang bubar, apabila hal tersebut di atur dalam UU (3). Dalam hal kekayaan sisa hasil likuidasi tidak di serahkan kapada yayasan lain atau badan hukum lain sebagaimana yang di maksud ayat (1) ayat (2) kekayaan tersebut di serahkan kepada negara dan pengunaannya di lakukan sesuai dengan kegiatan yayasan yang bubar

Akta perubahan anggaran dasar yayasan di bedakan menjadi tiga :


1. Perubahan nama dan kegiatan yayasan akan mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar yayasan 2. Perubahan pasal-pasal lain selain perubahan nama, kegiatan dan perubahan organ yayasan akan mendapat surat pemberitahuan pencatatan perubahan anggaran dasar yayasan 3. Perubahan data yaitu perubahan organ yayasan
Tata cara Perubahan anggaran dasar tersebut di atur dalam pasal 16,17,18 PP nomor 63 tahun 2008

Pengertian perkumpulan
Perkumpulan adalah sekumpulan orang, didirikan

untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan tertentu dan atau di bidang sosial, dan atau kemanusian dan tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya.

Syarat-syarat pendirian perkumpulan


Syarat formal perkumpulan : 1. Asli salinan akta pendirian perkumpulan 2. Fc surat domisili atas nama perkeumpulan dari

lurah/kepala desa 3. NPWP atas nama perkumpulan 4. Bukti setor pembayaran PNBP atas nama perkumpulan Rp.250.000 5. Asli bukti pembayaran pengumuman TBNRI PERKUMPULAN sebagai badan hukum lahir setelah medapat pengakuan dari Kemenhukham

Dasar hukum perkumpulan dan Ormas


Staatblad 1870 nomor 64 tentang perkumpulan-

perkumpulan Badan hukum, sebagaimana terakhir di ubah dengan staatblad 1904 nomor 272 tentang perkumpulan-perkumpulan badan hukum, pasal 1653 s/d 1665 Kitab undang-undang hukum perdata dan peraturan perundang-undang yang mengatur perkumpulan. UU nomor 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan PP Nomor 18 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan

Isi akta perkumpulan memuat :



nama dan tempat kedudukan Maksud, tujuan, kegiatan Jangka waktu Jumlah kekayaan Keanggotaan Hak dan kewajiban anggota, pengurus dan pengawas Tatacara pengangkatan, pemberhentian, penggantian anggota, pengurus dan pengawas Penetapan tempat dan tatacara penyelenggaraan rapat perkumpulan dan rapat pengurus Kewenangan tertinggi pada rapat umum anggota, bukan organ lain Pembubaran, penggabungan korum rapat umum anggota dan penggunaan sisa kekayaan hasil likuidasi Perubahan anggaran dasar korum 2/3 Rapau umum anggota Susunan nama anggota, pengurus, pengawas

Perbedaan yayasan dan perkumpulan


Yayasan : 1. Adanya kekayaan yang di Perkumpulan 1. Tidak perlu ada kekayaan

pisaahkan dari pendiri untuk kekayaan awal yayasan 2. Organ terdiri dari; pembina, pengurus dan pengawas 3. Tidak mempunyai anggota 4. Wajib badan hukum

awal, kekayaan perkumpulan di dapat dari iuran anggota 2. Organ terdiri dari ; Rapat umum anggota, pengurus, pengawas 3. Mempunyai anggota 4. Tidak wajib badan hukum. 5. Contoh : ormas, Lsm