Anda di halaman 1dari 22

BAB - I

PENGANTAR ILMU KEALAMAN DASAR (IAD) Dr. drh. Dasrul, M.Si.


Laboratorium Reproduksi dan Kebidanan FKH Unsyiah

A. PENDAHULUAN (1)

Sebelum tahun 2000, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 056/U/94. Mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD) termasuk dalam MKDU, merupakan matakuliah yang wajib diberikan pada mahasiswa bidang IPS. Setelah tahun 2000, atas dasar keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, menetapkan bahwa :

A. PENDAHULUAN (2)

Kurikulum Inti merupakan bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam satu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional Kurikulum inti terdiri atas kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

A. PENDAHULUAN (3)

Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.

A. PENDAHULUAN (4)

Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan keilmuan dan ketrampilan yang dikuasai. Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Lulusan Program Sarjana Strata satu (S1) diarahkan memiliki kualifikasi :

Menguasai dasardasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada dalam kawasan keahliannya. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama. Mampu bersikap dan berprilaku dalam membawakan diri berkarya pada bidang keahliannya dan mampu dalam berkehidupan di masyarakat. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian yang merupakan keahliannya.

Lulusan Perguruan Tinggi diharapkan memiliki kemampuan dengan kualifikasi akademik, profesional dan personal. Lulusan juga diharapkan

memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral dalam bersikap terhadap permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, ketahanan dan keamanan, maupun persatuan bangsa. memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitas budaya maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama pula berperan dalam pelestariannya.

Penyusunan Kurikulum Program Studi

Penyusunan kurikulum Program Studi : Para Pakar, bersama Masyarakat Profesi dan Masyarakat Pengguna, dapat dengan mudah merancang substansi kajian komponen MKK, MKB dan MPB. Sedangkan komponen MBB dirasakan oleh sebagian Perguruan Tinggi sulit untuk dirumuskan isi dan proses pembelajarannya, sehingga memerlukan rambu-rambu. Melalui Keputusan Dirjen Dikti No. 30/DIKTI/Kep/2003 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan (RRP) Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi memutuskan Ilmu Kealaman Dasar (IAD) termasuk dalam MBB dan wajib diprogramkan dalam setiap kurikulum inti program studi dengan bobot sekurang-kurangnya 2 (dua) sks. Selanjutnya melalui surat Keputusan Dirjen Dikti No. 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi mewajibkan IAD diprogramkan dalam setiap kurikulum inti program studi dengan bobot sekurang-kurangnya 3 (tiga) sks.

B. HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP IAD.

IAD bukan suatu disiplin ilmu, melainkan pengetahuan tentang konsepkonsep dasar yang ada dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi. Perkuliahan IAD untuk membantu mahasiswa agar memiliki pandangan yang lebih luas bidang IPA, serta mendekati persoalan pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih komprehensif. Perkuliahan IAD dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperluas wawasan pengetahuan mahasiswa serta mencoba untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan personalnya. Setiap mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan IAD diharapkan cukup peka dan tanggap dan penuh rasa tanggung jawab terhadap perkembangan IPTEK disamping masalah sosial dan budaya yang ada dalam masyarakatnya, serta lingkungan hidup yang sering kali merupakan suatu proses yang terjalin secara tidak terpisahkan.

Penyusunan materi perkuliahan IAD perlu mempertimbangkan :


a)

b)

Mata kuliah IAD tidak untuk memberikan pengetahuan yang mendalam, melainkan suatu pandangan mengenai perkembangan IPTEK yang merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia dan sumberdaya alam serta lingkungan hidupnya. Pemilihan dan penyusunan materi perlu dilakukan secara sistematis dan berurut mulai membahas :

c)

Isi mata kuliah IAD merupakan ramuan materi perkuliahan yang dapat membuat mahasiswa menyadari bahwa IPA dan Teknologi merupakan pengetahuan yang memperkaya wawasannya.

Perkembangan alam pikiran manusia yang berhasil melahirkan IPA ke perkembangan teknologi atas dasar penalaran dan penemuanpenemuan dalam IPA. Dampak positif dan negatif dari perkembangan IPA dan Teknologi bagi kehidupan manusia, kelangsungan hidup manusia tergantung kepada perkembangan IPTEK pada masa yang akan datang.

Ruang lingkup mata kuliah IAD (1)


1.

Pengantar IAD

Hakikat dan ruang lingkup IAD IAD sebagai bagian dari MBB Hakikat manusia dan sifat keingintahuannya Perkembangan fisik, sifat dan pikiran manusia Sejarah pengetahuan manusia Metode ilmiah sebagai dasar IPA Perkembangan IPA Ruang lingkup IPA dan pengembangannya Pembentukan alam semesta dan tata surya Bumi sebagai planet Struktur bumi Pembentukan Benua dan Samudra

2.

Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya


3.

Perkembangan dan Pengembangan IPA


4.

Bumi dalam Alam Semesta


Ruang lingkup mata kuliah IAD (2)


5.

Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Penyebarannya


Biosfer dan makhluk hidup Asal mula kehidupan di bumi Keanekaragaman makhluk hidup Persebaran dan sejarah perkembangan makhluk hidup Populasi dan komunitas makhluk hidup Berbagai bentuk ekosistem alam Aliran energi dan materi dalam ekosistem alam Macam-macam bentuk pola kehidupan Klasifikasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup Konsep-konsep pengelolaan sumberdaya alam Masalah kependudukan dan lingkungan hidup Prinsip dan usaha pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup

6.

Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami


7.

Sumberdaya Alam dan Lingkungan


Ruang lingkup mata kuliah IAD (3)


8.

Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia

IPA sebagai dasar pengembangan teknologi Sejarah peradaban manusia dan perkembangan teknologi Manfaat dan dampak IPA dan Teknologi terhadap kehidupan sosial IPA dan Teknologi masa depan Bioteknologi Teknologi Informasi Teknologi kearifan lokal
Isu lingkungan global Isu lingkungan nasional Isu lingkungan lokal

9.

Beberapa Perkembangan Teknologi Penting


a. b. c.

10.

Isu Lingkungan

C. IAD SEBAGAI BAGIAN DARI MBB.

Komponen MBB bertujuan untuk mengantarkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pemahaman serta penguasaan tentang :

Keanekaragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial di dalam kehidupan bemasyarakat dengan berpedoman kepada kebudayaan melalui pranata pendidikan, serta Tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam berkehidupan bermasyarakat, baik nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya.

Gambar 1. Posisi dan keterkaitan MBB (IAD & ISBD) sebagai pendukung IPS, IPA dan IP Budaya.
Ilmu Lingkungan

IPS MBB

IPA

IPB
Psikologi

Futurology (Teknologi)

Kelengkapan struktur kurikulum inti diharapkan lulusan perguruan tinggi mempunyai ;


1.

Kemampuan akademik merupakan kemampuan


untuk

berkomunikasi secara ilmiah, menguasai peralatan analisis, berpikir logis, kritis, sistematis, tidak emosional, serta memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi serta merumuskan masalah yang dihadapi.

Dengan cara pemikiran serta berperilaku tersebut, Seseorang yang berpendidikan tinggi mampu memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Kemampuan akademik terutama diperoleh melalui MKK.

2.

Kemampuan profesional merupakan kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli bersangkutan.

Dunia pengetahuan makin memiliki kekhususan (spesifikasi) yang perlu dihadapi secara profesional. Untuk menjadi seorang sarjana diperlukan beberapa waktu, tetapi untuk memiliki kemampuan profesional diperlukan waktu yang lebih lama lagi, sehingga seorang sarjana diharapkan bukan hanya ahli dalam bidangnya, tapi juga memiliki ketrampilan yang diterapkan dalam kehidupan di masyarakat.

Kemampuan profesional yang dapat diabdikan sampai akhir hayat seseorang terutama diperoleh melalui MKB dan MPB.

3.

Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan tersebut, para ahli diharapkan

memiliki pengetahuan, sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa. dapat memahami dan mengenal nilainilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Kemampuan personal diperoleh terutama dari MPK dan MBB.

D. PENUTUP
Dalam pelaksanaan perkuliahan MBB, khususnya IAD, perlu dilakukan kajian akademis tentang lingkup substansi : Pencapaian pemahaman makna oleh hasil didik. Bentuk dan letak penghambat dan pendorong pencapaian sasaran proses pembelanjaran. Manfaat langkah langkah penyempurnaan proses pembelajarannya

a.

b.

c.

1. Pengertian IAD

Menurut H. W. Fowler IPA yaitu ilmu yang sistimatis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi. Menurut Nokes IPA yaitu pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus.

Menurut H. ABAU AHMADI dan A. SUPATMO IPA yaitu suatu


pengetahuan teori yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas-khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain.

2. Tujuan Pengajaran IAD


a) b)

c)

d)

Memperkenalkan konsep-konsep dasar dalam IPA Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian dan apresiasi terhadap obyek dan cara-cara pendekatan dalam IPA dan Teknologi. Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran, cara-cara pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi. Mengembangkan interaksi yang selaras dan disiplin-disiplin ilmu eksakta dan non-eksakta.

3. Fungsi IAD
1.

2.

Mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada Mahasiswa non-eksakta. Mendorong dan mengembangkan kemanfaatan IAD pada perkembangan diri, ilmu dan profesi para mahasiswa noneksakta.