Anda di halaman 1dari 35

Oleh: Nanda Sulistyaningrum I1A008057 Pembimbing: Dr. M. Rudiansyah, Sp.

PD

PENDAHULUAN
Abses Hepar

-morbiditas dan mortalitas yang merupakan masalah bagi para klinisi dalam hal penegakkan diagnosa dan pengobatannya -- Abses hepar memiliki angka mortalitas 5-30% -Sebagian besar kasus ini terjadi diatas umur 50tahun, terutama pada umur 60-70 tahun -Secara umum dibagi dua yaitu : abses hepar amebiasis dan abses hepar piogenik

Abses hepar piogenik


Abses hepar
Ditemukan lebih banyak di negara maju

Abses hepar amebiasis


- Ditemukan lebih banyak di negara-negara berkembang

Berikut ini akan dilaporkan Sebuah kasus

penderita Abses hepar yang dirawat di ruang flamboyan RSUD Ulin Banjarmasin.

LAPORAN KASUS
I. Identitas Nama : Tn. Ahmad Umur : 54 th Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Islam Status : Kawin Suku : Banjar Bangsa : Indonesia No RMK : 97.59.02 Alamat : Jl.Simpang Limau MRS Tanggal : 01 Juni 2012

ANAMNESA TANGGAL

: 01 juni 2012

Keluhan Utama : Nyeri perut

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang ke rumah sakit karena nyeri perut. Nyeri perut dirasakan pasien sejak 12 hari yang lalu dan nyeri terus menerus. Nyeri perut seperti ditusuk-tusuk.Nyeri perut terutama dirasakan pasien di bagian kanan atas. Nyeri perut tidak berhubungan dengan aktivitas saat istirahatpun pasien masih mengeluh nyeri perut. Menurut pengakuan pasien selama beberapa hari sebelum sakit pasien hanya makan sedikit saja bahkan selama sakit pasien tidak mau makan. Demam juga dirasakan pasien sejak 12 hari yang lalu,panas naik turun . Panas dirasakan menurun pada siang hari. Selain itu pasien juga mengeluhkan sesak napas dan mual muntah. Sesak napas hilang timbul dan paling sesak ketika berbaring. Muntah setiap kali habis makan berisi makanan/minuman, muntah tidak menyemprot. BAB (-), BAK sedikit.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Penderita tidak pernah menderita penyakit asma, darah tinggi, penyakit hati maupun kencing manis, Maag (+)

Riwayat Penyakit Keluarga:


Penderita menyangkal adanya penyakit yang sama pada keluarganya, asma, darah tinggi, maupun kencing manis

PEMERIKSAAN FISIK
Status Umum Keadaan Umum : Tampak lemah Keadaan sakit : Tampak sakit berat Kesadaran : Compos Mentis, GCS 4-5-6 Tanda vital : TD : 90/60 mmHg N : 70 x/menit RR : 24 x/menit T : 36,5 oC Kulit : lembab, turgor cepat kembali, ikterik (-) Pemeriksaan Kepala Dan Leher Kepala : Rambut warna hitam, tipis, distribusi merata, bergelombang, bentuk kepala normal, oedem tidak ada.

Mata

: Palpebrae tidak oedem, alis dan bulu mata tidak mudah dicabut, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat, refleks cahaya (+/+), pupil isokor. Telinga : Bentuk normal, simetris, serumen minimal, sekret tidak ada. Hidung : Bentuk normal, simetris, pernapasan cuping hidung tidak ada, epistaksis tidak ada. Mulut : Mukosa bibir basah, lidah normal dan simetris. Leher : Kelenjar getah bening dan tiroid tidak membesar, tekanan vena jugularis tidak meningkat, kaku kuduk tidak ada.

PEMERIKSAAN THORAX
Bentuk Payudara

Pemeriksaan Inspeksi
Palpasi Perkusi Auskultasi

Pemeriksaan Inspeksi Palpasi Perkusi


Auskultasi

: Tampak datar, simetris : Tak tampak pembesaran kelenjar payudara paru : Bentuk dan gerak dada simetris, tidak ada retraksi. : Fremitus vokal dan raba simetris, tidak ada nyeri tekan : Sonor di kedua paru : Suara napas vesikuler, tidak ada ronkhi dan wheezing. jantung : Tidak tampak iktus cordis : Iktus cordis dan thrill tak teraba : Batas kanan ICS II-IV LPS kanan, batas kiri ICS V LMK kiri : S1 dan S2 tunggal, bising jantung tidak ada

PEMERIKSAAN ABDOMEN & EKTREMITAS


ABDOMEN Inspeksi Auskultasi Palpasi
Perkusi Ascites

: Permukaan cembung, : Bising usus (+) normal : Turgor sulit dievaluasi, hepar teraba 3 cm BAC : tympani : (+)

EKSTREMITAS Superior : Hangat, edema (-), refleks fisiologis positif, refleks patologis negatif, tidak ada parese, tak tampak palmar eritema pada kedua telapak tangan. Inferior : Hangat, refleks fisiologis positif, refleks patologis negatif, tidak ada parese Tulang belakang : Tidak ada skoliosis, kifosis, lordosis, susunan normal.

Follow pasien 02-06-2012-14-06-2012

Hasil foto thorax tanggal 31mei 2012

USG abdomen tanggal 04 Juni 2012

Hasil USG Abdomen


Kesimpulan : suspect erly abses hepar kanan uk 55mm

dengan cairan bebas minimal intaperitoneal (peritonitis)


Saran : ct-scan abdomen dengan contras

Hasil CT-Scan abdomen dengan kontras tanggal 14 Juni 2012


Kesimpulan : Abses Hepar multipel

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 20 tpm
Inj.ranitidin 21 Inj.ketorolac 230 mg IVFD metronidazole 3500 Inj.ceftriaxone 31 Dulcolax (kp)

DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang Diagnosis pasti : USG Abdomen dan Ct Scan abdomen

dengan kontras

PEMBAHASAN
Abses hati merupakan infeksi pada hati yang disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, jamur, maupun nekrosis steril yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hati nekrotik, sel-sel inflamasi atau sel darah dalam parenkim hati

Pada observasi gejala klinis dari tanggal 02-06-2012

sampai tanggal 05-06-2012 pasien mengeluhkan pusing, mual dan muntah, nyeri perut, konstipasi, lemah dan tidak nafsu makan Pada abses hepar gejala-gejala pada pasientidak khas

Abses hepar dapat didiagnosis berdasarkan kriteria sherlock :


Hepatomegali dengan nyeri tekan Respon baik dengan pengobatan amoebiasid Leukositosis Pada USG abdomen didapatkan rongga dalam hati Peninggian diafragma kanan dan pergerakan yang kurang Aspirasi pus Tes hemaglutinasi positif

Etiologi dan Patogenesis


Abses hepar amubiasis disebabkan oleh strain virulen Entamoeba hystolitica yang tinggi. 2. E.histolitica hidup sebagai bentuk minuta di usus besar 3. Amebiasis kolon bila tidak diobati akan menjalar keluar dari usus dan meyebabkan amebiasis ekstra-intestinal. Hal ini dapat terjadi secara hematogen atau perkontinuitatum 4. Cara hematogen terjadi bila ameba telah masuk di submukosa dan kemudian memasuki kapiler darah, dibawa oleh aliran darah melalui vena porta ke hati dan menimbulkan abses hati
1.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium : kadar Hb darah, jumlah leukosit, laju endap darah, dan tes faal hati termasuk kadar bilirubin total,total protein dan kadar albumin dan globulin dalam darah. leukositosis yang tinggi Foto thoraks dan foto polos abdomen USG abdomen dan Ct-Scan dengan kontras Tes serologi Kultur darah

Penatalaksanaan
Antibiotik
Penisilin, selanjutnya kombinasi antara ampisilin dan aminoglikosida atau

sefalosforin generasi III,dan Klindamisin atau metronidazol. Dosis Metronidazole 50 mg/kgBB/hari diberikan tiga kali sehari selama 10 hari menyembuhkan 95% penderita abses amuba hepar. Metronidazol gagal Emetin, dehidroemetin, dan klorokuin Kombinasi klorokuin dan emetin dapat menyembuhkan 90% penderita amubiasis ekstrakolon yang resisten.

Aspirasi
Berguna untuk mengurangi gejala-gejala penekanan dan menyingkirkan

adanya infeksi bakteri sekunder. Mengurangi risiko ruptur pada abses yang volumenya lebih dari 250 ml, atau lesi yang disertai rasa nyeri hebat dan elevasi diafragma.

Drainase perkutan
Berguna pada penanganan komplikasi paru, peritoneum, dan perikardial.