Anda di halaman 1dari 27

SINDROM NEFROTIK

OLEH Dr. Ullia Rahmatika Narasumber: Dr. Syarif, SpA

IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Jenis Kelamin Alamat No.RM

:An.S : 4 tahun : Laki-laki : Kp.Pasir Buluh, cikoneng : 368754

ANAMNESIS

Keluhan utama:

Bengkak seluruh tubuh + 5 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien mengalami bengkak seluruh tubuh + 5 hari SMRS. Bengkak diawali

dari kelopak mata 1 minggu sebelumnya kemudian kedua kaki bengkak dan
dirasakan ibu pasien perut pasien juga semakin membuncit. Hal ini pertama kali dialami oleh pasien. Demam (-), riwayat sakit tenggorokkan

sebelumnya (-), riwayat gatal-gatal pada kulit sebelumnya (-). BAK lancar
berwarna kuning, keruh. BABtidak ada keluhan.

Riwayat

Penyakit Dahulu: alergi, operasi, dan kebiasaan:

Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya

Riwayat

Riwayat alergi dan riwayat operasi juga disangkal.

STATUS PRAESENS
Keadaan

umum : TSS Kesadaran : Compos mentis Tanda vital TD : 130/80 mmHg RR : 24x/menit N : 99 kali/ menit Suhu : 36,70C Berat badan: 20 kg

STATUS GENERALIS:
Kepala

: Bentuk normosefali, rambut hitam, distribusi merata, tanda trauma (-), napas cuping hidung (+) Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflek cahaya +/+, pupil isokor dgn diameter 3mm/3mm, edema palpebra +/+ Leher : Tidak ada deviasi trakea, tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid maupun kelenjar getah bening.

Paru I: Simetris, datar, tidak ada pergerakan nafas yang tertinggal Pa: Stem fremitus kanan = kiri. Pe: Sonor di seluruh lapang paru. A: Bunyi nafas bronkial, wheezing (+/+), ronkhi (+/+) Jantung I: Iktus cordis tidak tampak Pa: Iktus cordis teraba pada ICS V linea midklavikularis sinistra Pe: Batas atas: ICS II linea midklavikularis sinistra Batas kanan: Linea sternalis dekstra Batas kiri : Linea midklavikularis sinistra A: Bunyi jantung I dan II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen: I: Cembung, Pa: Supel, shifting dullnes (+) Pe: Timpani di seluruh kuadran abdomen A: Bising usus (+) Ekstremitas: Akral hangat, capillary reffil time <2 detik

LABORATORIUM
Pemeriksaan Hasil LAB RS (11/2/13) 9.500 /ul 8,8 g/dl 27% 414.000 /ul Hasil LAB RS (12/2/13) 53 mg/dl 1 mg/dl 0,8 mg/dl 52 U/I 48 U/I Hasil LAB RS (13/2/13) 10.300 /ul 9,4 g/dl 32 % 392.000 /ul 206 mg/dl 4,6 mg/dl 1,9 mg/dl 2,7 mg/dl Hasil LAB RS (21/2/13) 5,7 mg/dl 2,8 mg/dl 2,9 mg/dl

Lekosit Hemoglobolin Hematokrit Trombosit Ureum Kreatinin Kolesterol tot Total Protein Albumin Globulin Bilirubin Total Bilirubin direk Bilirubin Indirek SGOT SGPT

Diagnosis Kerja Sindrom nefrotik

TATALAKSANA IVFD Kaen 1B 6 tpm makro Inj. Cefotaxim 2x500mg Inj. Lasix 2x20mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1

FOLLOW
Tanggal 12/2/13

UP
S O N : 102 x/m ,S: 36 oC BB : 19 kg TD:110/70 mmhg Mata: edema +/+ Abd : LP 79cm Input + 100cc Output A Sindrom nefrotik P IVFD Kaen 1B 6 tpm makro Inj. Cefotaxim 2x500mg Inj. Lasix 2x20mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1 Cek kolesterol total, albumin Balans cairan negatif IVFD Kaen 1B 6 tpm makro Inj. Cefotaxim 2x500mg Inj. Lasix 2x20mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1 Balans cairan negatif IVFD Kaen 1B 6 tpm makro Inj. Cefotaxim stop Inj. Lasix 2x20mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1 Balans cairan negatif

Bengkak (+), BAK (-)

13/2/13

Bengkak (+), BAK (+)

N : 90 x/m ,S: 36 oC BB : 19 kg TD:100/70 mmhg Mata: edema +/+ Abd : LP 76cm Input + 100cc Output 200cc

Sindrom nefrotik

16/2/13

Bengkak (+), BAK (+)

N : 90 x/m ,S: 36 oC BB : 20 kg TD:100/70 mmhg Mata: edema +/+ Abd : LP 76cm

sindrm nefrotik

Input + 50cc Output 150cc

FOLLOW
Tanggal 18/2/13

UP
S O N : 100 x/m ,S: 36 oC BB : 20 kg TD:110/70 mmhg Mata: edema -/Abd : LP 76cm Input + 100cc Output A Sindrom nefrotik P veinplon Inj. Lasix 2x20mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1 Balans cairan negatif Rencana albumin 20% 50cc

Bengkak (+), BAK (-)

19/2/13

Bengkak (+), BAK (+)

N : 90 x/m ,S: 36 oC BB : 19 kg TD:100/70 mmhg Mata: edema +/+ Abd : LP 75cm Input + 150cc Output 750cc

Sindrom nefrotik

venplon Inj. Lasix 2x40mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1 Balans cairan negatif

20/2/13

Bengkak (+), BAK (+)

N : 90 x/m ,S: 36 oC BB : 19 kg TD:90/60 mmhg Mata: edema +/+ Abd : LP 74cm

sindrm nefrotik

Input + 250cc Output 300cc

IVFD Kaen 1B 6 tpm makro Inj. Cefotaxim stop Inj. Lasix 2x20mg Spironolakton 2x25mg Prednison 3-2-1 Balans cairan negatif

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Proteinuria masif (50100 mg/kg berat badan/hari )
Hipoalbuminemia ( <2,5g/dl)

Hiperkholesterolemia

SINDROM NEFROTIK

EPIDEMIOLOGI

Insiden pada anak di bawah 16 tahun adalah 1-2 per 100.000 anak, tertinggi pada anak di Asia, Afrika dan Amerika.

Di Indonesia, angka kejadian mencapai 6 kasus per tahun pada anak usia di bawah 14 tahun 2.

KLASIFIKASI
SN Resisten Steroid SN Relaps Jarang
Dengan pemberian prednison dosis penuh 2mg/kgBB/hari selama 4 minggu tidak mengalami remisi SN yang mengalami relaps <2 kali dalam 6 bulan sejak respons awal atau < 4 kali dalam setahun

SN Relaps Sering
SN Dependen Steroid

SN yang mengalami relaps 2 kali dalam 6 bulan sejak respons awal atau 4 kali dalam setahun
SN yang mengalami relaps setelah dosis prednison diturunkan menjadi 2/3 dosis penuh atau dihentikan dalam 14 hari, dan terjadi 2 kali berturut-turut

RELAPS timbulnya proteinuria kembali (50-100 mg/kg berat badan/hari ) atau 2+ selama 3 hari berturut-turut REMISI keadaan proteinuria negatif atau trace selama 3hari beturut-turut.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Urin

Urinalisis: proteinuria semikuantitatif ++ atau lebih, dapat disertai leukosituria dan hematuria Protein urin kuantitatif

Darah
Darah tepi dapat ditemukan tanda hemokonsentrasi, LED meningkat Kadar albumin, globulin, kolesterol dan ureum kreatinin

Biopsi ginjal atas indikasi:


Sindrom nefrotik dengan hematuria nyata, hipertensi, kreatinin, ureum Sindrom nefrotik resisten steroid Sindrom nefrotik dependen steroid

Penjelasan kepada orangtua dan pasien mengenai penyakit dan tindakan

Diet
Kadar ureum dan kreatinin N diet nefrotik : protein 23g/kg/hari, rendah garam 1 g/hari Kadar ureum dan kreatinin : diet nefritis, protein 1 g/kg/hari, rendah garam 1 g/hari

TATALAKSANA

Medikamentosa
Imunosupresan prednison dosis penuh, 60mg/M2LPT, dibagi 3 dosis selama 4 minggu, dilanjutkan prednison 2/3 dosis penuh, 3 hari dalam seminggu selama 4 minggu

Mengatasi edema Diuretik: furosemid 1-2 mg/kg/kali atau spironolakton 12mg/kg/kali. Bila tidak ada respon, berikan albumin per infus 0,5-1g/kg

INDIKASI RAWAT

Bila didapatkan komplikasi berat seperti edema anasarka, infeksi berat seperti peritonitis, selulitis luas, pneumonia, sepsis. Adanya syok, gagal ginjal dan indikasi khusus

TATALAKSANA PASIEN RAWAT JALAN

Pemeriksaan fisis

Ukur berat dan tinggi badan Ukur tekanan darah Periksa tanda-tanda lainnya

Pemeriksaan penunjang
Urin rutin Darah tepi Kadar ureum kreatinin darah 3-6 bulan sekali bergantung pada situasi

Terapi
Remisi: tanpa obat Remisi parsial: proteinuria +1; tanpa obat

TATALAKSANA PASIEN RAWAT JALAN

Sindrom nefrotik relaps

Relaps jarang: prednison dosis penuh setiap hari sampai remisi (maksimal 4 minggu) dilanjutkan dengan prednison intermiten/alternating selama 4 minggu

Relaps sering: prednison dosis penuh setiap hari sampai remisi (maksimal 4 minggu) dilanjutkan dengan prednison intermiten/alternating selama 8-12 minggu ditambah imunosupresan/sitostatik

TATALAKSANA PASIEN RAWAT JALAN

Sindrom nefrotik resisten steroid

Bila dengan pemberian prednison dosis penuh selama 4 minggu


tidak terjadi remisi, makadapatdiberikan:

Sitostatik oral selama 3-6 bulan: siklofosfamid 2-3mg/kg/hari dosis tunggal, atau

Siklofosfamid puls dengan dosis 500-750 mg /M2LPT melalui infus sekali sebulan selama 6 bulan

SINDROM NEFROTIK DEPENDEN STEROID


Prednison dosis penuh setiap hari sampai remisi (maksimal 4 minggu)

Siklofosfamid puls: dosis 500-750 mg /M2LPT, melalui infus sekali sebulan selama 6 bulan dan prednison intermitten /alternating 40mg/ M2LPT/hari selama 12 minggu

Prednison di tappering off dengan dosis 1mg/kg/hari selama 1 bulan kemudian 0,5mg/kg/hari selama 1 bulan

TERIMA KASIH