Anda di halaman 1dari 26

POLA TRAUMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS

Anne Maylita, Gita Arynti, Maharani, Putri Balqis, Juliana Crescintia, Irfan Saleh

POLA TRAUMA SECARA UMUM


Trauma akibat kekerasan pertama oleh kendaraan (first impact) Trauma ditimbulkan oleh persentuhan bagian kendaraan dengan kendaraan dengan tubuh. Trauma akibat terjatuh Pada tubuh korban dapat ditemukan trauma lain yang terjadi akibat terjatuhnya korban setelah pesentuhan pertama dengan kendaraan. Trauma biasanya merupakan luka lecet jenis geser dan atau luka robek. Trauma akibat terlindas ( rollover ) Trauma akibat lindasan ban kendaraan memberikan gambaran cermat terhadap jejas ban ini Membantu pihak yang berwajib untuk mengidentifikasi jenis kecelakaan yang menyebabkan kecelakaan

A K I BAT K E K E R A S A N B E N DA TA J A M DA N T U M P U L

Memar (kontusi)
Luka terbuka (robek)

Luka lecet (aberasi)


Patah tulang (fraktur)

MEMAR (KONTUSI)
Ditandai oleh kerusakan jaringan tanpa disertai diskontinuitas permukaan kulit. Diakibatkan oleh pecahnya kapiler darah keluar dan meresap ke jaringan sekitarnya. Luka memar tidak hanya pada kulit, juga ditemukan pada organ dalam, seperti paru-paru, jantung ,otak dan otot.
Salah satu bentuk memar yang dapat memberikan informasi mengenai bentuk dari benda tumpul adalah pendarahan tepi (marginal haemorrahages).

LUKA LECET (ABERASI)


Definisi
Luka yang disebabkan oleh rusaknya atau lepasnya lapisan luar dari kulit

ciri-ciri
Bentuk luka tidak terartur Batas luka tidak teratur Tepi luka tidak rata Kadang ditemukan sedikit pendarahan Permukaan ditutupi oleh krusta ( serum yang telah mengering ) Warna coklat kemerahaan Pada pemeriksaan mikroskopik terlihat adanya beberapa bagian yang masih ditutupi epitel dan raksi jaringan ( inflamasi )

LUKA TERBUKA (ROBEK)


Definisi
Luka yang disebabkan karena bersentuhan dengan benda tumpul dengan kekuatan yang mampu merobek seluruh lapisan kulit dan jaringan dibawahnya

Ciri-ciri
Bentuk garis batas luka tidak teratur dan tepi luka tidak rata Bila ditautkan tidak dapat rapat (karena sebagian jaringan hancur) Tebing luka tidak rata serta terdapat jembatan jaringan Disekitar garis batas luka ditemukan memar Lokasi luka lebih mudah terjadi pada daerah yang dekat dengan tulang (misalnya dalam daerah kelapa, muka atau ekstremitas)

PATAH TULANG (FRAKTUR )


Definisi
Kekerasan benda tumpul yang cukup kuat dapat menyebabkan patah tulang.

Ciri-ciri
Terdapat kelainan bentuk dibandingkan normal Terdapat perbedaan ukuran panjang, terutama bila terjadi pada anggota gerak. Bila digerakan dapat terdengar delik (krepitasi) Pola patah tulang yang terjadi tergantung letak patah tulang, apakah terjadi pada kepala dan wajah, tulang belakang, dada, pinggul dan anggota gerak. Pada tulang tengkotak kepala, patah tulang yang sering terjadi berupa fraktur impresi, yaitu ada bagian tulang yang patah dan terdesak kedalam. Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan dalam rongga tengkorak berupa perdarahan epidural, subdural, sub-arachnoid, kerusakan selaput otak dan jaringan otak

T R AU M A A K I BAT K E C E L A K A A N L A L U L I N TA S
Patah tulang bisa terjadi akibat ditabrak dari belakang, tulang yang patah akan terdorong kedepan dan dapat merobek otot serta kulit didaerah tungkai bagian depan dan sebaliknya Luka iris akibat terkena ujung plat nomor kendaraan sepeda motor Luka bakar terjadi ledakan pasca kecelakaan, ataupun luka bakar ringan akibat bersentuhan dengan bagian kendaraan yang bersuhu tinggi, misanya knalpot Luka memar luka yang ditandai oleh kerusakan jaringan tanpa disertai diskontinuitas permukaan kulit Luka lecet Luka yang disebabkan oleh rusaknya atau lepasnya lapisan luar dari kulit

P O L A LU K A A K I BAT K E C E L A K A A N L A LU L I N TA S
Motor vesicle traffic accident: setiap kecelakaan kendakaraan bermotor dijalan raya. Non-motor vesicle traffic: setiap kendaraan yang terjadi dijalan raya, yang melibatkan pemakai jalan untuk transportasi atau untuk mengadakan perjalanan, dengan kendaraan yang bukan kendaraan bermotor

Definisi Penyebab

Alcohol atau intoksikasi obat narkotika dan sedative Factor manusia (kecepatan, kecerobohan, tertidur) Factor alam (jalanan basah, perbaikan jalan, kabut dll) Penyakit (stroke, infark miocard)

PEMBAGIAN ARAH BENTURAN

Arah Depan

Arah Samping

Terguling

Arah Belakang

ARAH DEPAN
Terjadi bila 2 kendaraan bertabrakan dua-duanya atau bila bagian depan dari
kendaraan menabrak benda yang tidak bergerak, seperti tembok atau tiang listrik. Pola luka akan terbentuk tergantung dari posisi daripada penumpang dari kendaraan bermotor: Pengemudi:
Kepala: membentur kaca depan dan mengakibatkan terbentuknya luka terpotong arah vertical dan abrasi daerah dahi, hidung dan dagu Dada: membentur kemudi dengan sangat keras dan menyebabkan abrasi dengan pola khusus ataupun tidak terlihat adanya perlukaan sama sekali hampir sama dengan pengemudi, kecuali pada penumpang yang tidak bersabuk pengaman akan menghantam dashboard dan bukan kemudi, sehingga tidak akan ada bentuk cetakan dari kemudi. Jika tidak bersabuk pengaman akan terlempar kedepan, menghantam bagian belakang dari tempat duduk depan, penumpang depan dan kaca depan

Penumpang Depan:

Penumpang Belakang:

ARAH SAMPING
Biasanya terjadi dipersimpangan kendaraan lain menabrak dari

arah samping atau pun mobil terpelanting dan sisinya


menghantam benda tidak bergerak Bila benturan terjadi pada sisi kendaraan pengemudi akan cenderung mengalami perlukaan pada sisi kiri dan penumpang depan akan mengalmi perlukaan yang lebih sedikit Bila benturan terjadi pada sisi kanan, maka yang terjadi adalah sebaliknya, demikian juga bila tidak ada penumpang.

TERGULING
Lebih mematikan dibandingkan dengan tabrakan dari arah samping terutama bila tidak dipakainya sabuk pengaman dan penumpang terlempar keluar Bila terlempar semuanya beberapa perlukaan dapat terbentuk pada saat korban mendarat pada permukaan yang keras. Bila terlempar parsial bagian tubuh yang bersangkutan bias hancur atau terpotong.

ARAH BELAKANG
Dapat menyebabkan acceleration injuries dan sangat jarang menimbulkan kematian Perlukaan yang paling umum adalah whiplash injury dari leher. Pada benturan dari arah belakang, benturan dikurangi atau terserap oleh bagian bagasi dan kompartemen penumpang belakang

P O L A LU K A PA DA B E R BAG A I JENIS KECELAKAAN


Luka pada pengndara mobil Luka tabrakan dengan ejeksi Luka tabrakan tanpa ejeksi Luka akibat sabuk pengaman

Luka pada pejalan kaki


Kecelakaan pengendara sepeda Kecelakaan pengendara sepeda motor

LUKA PADA PENGENDARA MOBIL


Luka tabrakan tanpa ejeksi
Luka berat terjadi dikarenakan kontak fisik antara korban dengan bagian dalam kendaraan seperti setir Benturan frontal paling sering pada kecelakaan lalu lintas. Kepala, dada, perut dan lutut adalah bagian tubuh yang selalu terluka pada tabrakan dari depan (head-on collision). Luka tabrakan dengan ejeksi Ejeksi menyebabkan luka berat yang multipel, dan ini merupakan penyebab tersering kedua yang menyebabkan luka parah setelah luka akibat benturan dengan setir. Fraktur iga terjadi pada dua pertiga kasus korban yang terejeksi, dan pada separuhnya terjadi luka viscera dada. Pada sepertiga kasus terjadi laserasi dan memar pada hati, dan pada separuh kasus terjadi perlukaan pada hati dan organ dalam abdomen lainnya.

LUKA PADA PEJALAN KAKI


Luka karena impak sekunder Luka pada impak primer
Kelainan yang terjadi

Luka sekunder

KECELAKAAN PENGENDARA SEPEDA


Luka umumnya ringan

Kadang berbahaya dan menyebabkan patah tulang atau cedera jaringan lunak yang berat

Perlukaan disebabkan gesekan antara kulit tubuh dan permukaan tanah

Pada udara yang panas dpat membakar kulit terutama yang sensitive seperti anak-anak Luka yang sering terjadi adalah luka kompresi pada bagian kaki bagian malleolus mediales atau lateralis , tendon achiles atau bagian lateral dari kaki.

K E C E L A K A A N P E N G E N DA R A S E P E DA M O T O R
Pada umunya korban selalu terlempar dari kendaraannya mengenai seluruh anggota tubuh khususnya kepala, extremitas atas, bawah dada, dan abdomen

Menurut bothwel 80% penyebab kematian daerah terbanyak pada temporoparietal dengan komplikasi fraktur basis cranii, yang biasa dikenal dengan moter cyclis fracture

Cedera yang sering terjadi pada kendaraan motor adalah tail gating accident

Trauma kaki sering dikenal dengan bamper fraktur dengan gambaran multipel fraktur pada tibia-fibula dengan garis fraktur setinggi bamper mobil

P E M E R I K S A A N PA DA KO R BA N K E C E L A K A A N L A LU L I N TA S
Adanya kemungkinan percobaan bunuh diri

Pola dari luka yang ditemukan

Adanya penyakit yang mendasari

Adanya kemungkinan pembunuhan

Adanya intoksikasi zat

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan Toksikologi
Mencari data apakah pada korban terdapat obat, yang mampu menimbulkan ganguan kapabilitas didalam mengemudikan kendaraan.

Pemeriksaan histopatologis
Mengetahui apa terdapat penyakit tertentu pada korban yang memungkinkan terjadinya kecelakaan

ASPEK MEDIS LUKA


Kelainan fisik-organik Gangguan fungsi dari organ tertentu Infeksi
Hilangnya jaringan atau bagian dari tubuh Hilangnya sebagian atau seluruh organ tertentu Tergantung dari organ atau bagian tubuh yang terkena trauma. Contoh dari gangguan fungsi antara lain : lumpuh, buta, tuli, atau ganguan fungsi organ organ dalam
Bila kulit atau membrane itu rusak maka kuman akan mudah masuk Bahkan kuman dapat masuk lewat daerah memar atau bhkan iritasi akibat benda yang terkontaminasi kuman

Penyakit

Trauma sering dianggap sebagai precipitating factor terjadinya penyakit jantung

Kelainan fisik

Trauma, meskipun tidak meenimbulkan kerusakan otak, kemungkinan dapat menjadi precipitating factor dari terjadinya kelainan mental yang spektrumnya amat luas

ASPEK YURIDIS LUKA


Dari sudut hukum, luka kelainan yang dapat disebabkan oleh suatu tindak pidana, baik yang bersifat intensional (sengaja), recklessness (ceroboh) atau neglicence (kurang hati-hati) Untuk menentukan berat ringannya hukuman perlu ditentukan lebih dahulu berat-ringannya luka.

DEFINISI LUKA
Luka ringan
Luka yang tidak menimbukan penyakit atau halangan dalam menjalakan pekerjaan jabatan atau mata pencahariannya.

Luka sedang
Luka yang mengakibatkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian untuk sementara waktu

Luka berat
Luka yang sebagaimana diuraikan didalam pasal 90 KUHP

MACAM-MACAM LUKA BERAT


Luka atau penyakit yang tidak diharapkan akan sembuh dengan sempurna. Luka yang dapat mendatangkan bahaya maut Luka yang menimbulkan rintangan tetap dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencahariannya. Luka yang dari sudut medic tidak membahayakan jiwa, dari sudut hokum dapat dikatogorikan sebagai luka

Kehilangan dari salah satu panca indera


Cacat besar atau kudung Lumpuh Gangguan daya pikir lebih dari empat minggu lamanya Keguguran atau kematian janin seorang perempuan.