Anda di halaman 1dari 51

ORTODONSI INTERSEPTIVE

I. ORTODONSI : Gabungan ilmu dan seni yang berhubungan dengan perkembangan dan menegakkan / merawat anomali

dari geligi, rahang dan muka serta pengaruhnya


terhadap kesehatan fisik, estetik dan mental dari

seseorang.
1

ORTODONSI PREVENTIVE

ORTODONSI

ORTODONSI INTERSEPTIVE

ORTODONSI KOREKTIVE
2

ORTODONSI INTERSEPTIVE Suatu prosedur ortodonsi yang dilakukan pada maloklusi yang baru atau sedang ( proses ) terjadi dengan tujuan memperbaiki oklusi normal. Intercept : mencegat atau menghalangi.

BEDA : O. PREVENTIVE >< O. INTERSEPTIVE


Waktu tindakan dilakukan.

Pada ortodonsi interseptive

suatu hal yang harus

dilakukan ( Fait Accompli ) walau pada tingkatan yang ringan dengan sendirinya Cepat dan tepat Terlambat oklusi normal

MALOKLUSI ( O. Korektive ).

Contoh :
Gigi hilang dini Space Maintainer ( O. Preventive ). ruang menyempit Gigi hilang dini Space Regainer ( O. Interseptive )

LINGKUP PERAWATAN :
Tujuan Utama Perawatan : - Lengkung gigi ideal. - Oklusi ideal, relasi rahang serasi. - Fungsional normal.

Mengenal dan Memperhatikan :


- Perkembangan gigi.

- Perkembangan oklusi gigi.


- Tingkat dan arah kematangan fisik.
6

Anomali Gigi Semu :


1. Celah geligi anterior usia 5 6 tahun.

2. Diastema sentral / diastemata insisivi RA erupsi.


3. Ugly Duckling Teeth. 4. Insisivi berjejal pada tahap awal.

MILENIUM III

ERA GLOBAL

PERKEMBANGAN PESAT TEKNOLOGI. KETERBUKAAN PERHUBUNGAN DAN INFORMASI.

KETERBUKAAN SDM DAN TEKNOLOGI.


KETERBUKAAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA INFILTRASI POLEKSOSBUD

PENINGKATAN TARAF HIDUP.

PERUBAHAN BUDAYA DAN POLA HIDUP.


KETEGANGAN SOSIAL. PERCAMPURAN ANTAR RAS.
8

EFEK SAMPING

ANGKA TINGKAT DAN MACAM MALOKLUSI MENINGKAT

TANTANGAN

USAHA ORTODONSI PREVENTIVE INTERSEPTIVE USIA BALITA DAN ANAK - ANAK

JADWAL ORTODONSI INTERSEPTIVE

Penentuan waktu dan tingkat hambatan adalah persoalan utama tahap ortodonsi interseptive. Gejala maloklusi ( pola resorbsi ) Maloklusi awal ( erupsi anomali ) Menghilangkan penyebab

Self adjustment Oklusi Normal

Self adjustment O. Korektif

10

CONTOH :

- Pencabutan gigi / geligi supernumery.


- Pencabutan gigi ankilosis.

- Menghilangkan jaringan lunak / keras yang menghambat


erupsi gigi. PROSEDUR : - Study Model. - Ronsenogram Panoramik.

- Diskusi dengan orang tua dan penderita ( inform concern ) :


- Keadaan gigi geligi dan akibat. - Penekanan pentingnya tindak lanjut.
11

MACAM PERAWATAN INTERSEPTIVE


1. Penyesuaian / koreksi disharmoni oklusal.

2. Perawatan crossbite anterior pada mixed dentition.


3. Perawatan diastema anterior.

4. Perawatan kebiasaan jelek ( Bad Habit ).


5. Pencabutan seri ( Serial Extraction ). 6. Latihan otot otot ( Myofunctional Therapy ).

12

1. PENYESUAIAN / KOREKSI DISHARMONI OKLUSAL

Kontak Premature
fungsi abnormal.

problema gigi dan mandibula

Identifikasi gangguan oklusal : Membuka menutup mulut dari posisi membuka lebar menutup dalam kedudukan posisi istirahat ( rest ). REST POSITION : Keseimbangan dan hubungan tak dipaksa antara kondilus

mandibula, diskus artikularis, cekung artikularis, struktur


kapsul artikularis dan ligamen serta keseimbangan otot muka dan mulut.
13

PROSEDUR PENYESUAIAN / KOREKSI OKLUSAL


Bahan dan alat : 1. Kertas artikulasi. 2. Malam base plate lunak. 3. Artikulator anatomis. 4. Stone : round, pear shape. 5. Straight hand piece dan contra angle hand piece.

14

PROSEDUR : 1. Pemeriksaan gangguan oklusal. T.M.J : Clicking / Krepitasi : Dengan stethoscope atau meletakkan ujung jari didepan telingga penderita. 2. Pengambilan gigitan malam dalam oklusi habitual.

- Malam dibentuk tapal kuda, dilembekkan, taruh pada oklusal RA


penderita melakukan gerakan pengunyahan. - Malam diambil, diterawangkan ke arah sinar. Bagian yang

perforated

kontak premature.
tanda daerah kontak sebenarnya

3. Dengan kertas artikulasi

pada geligi lawan, tandai tonjol dan dataran oklusal yang terkena catat. 4. Uji coba koreksi oklusal pada studi model yang di mounting pada artikulator. 5. Lakukan pada penderita.
15

A.

Pergeseran Mandibula ke anterior - Pada umumnya oleh karena posisi lingual incisivus maksila relasi anterior edge to edge ( posterior openbite ) kondilus bergeser ke depan pada eminence artikularis crossbite anterior ( geligi posterior kontak ). PERAWATAN :

KONTAK PREMATURE

Levelling incisal incisivus mandibula dan facies lingualis Tekanan oklusi incisivus maksila

OKLUSI NORMAL16

B. GIGITAN SILANG POSTERIOR AWAL : Penyempitan maksila ( kontraksi ) karena habit mouth

kontak yang enak


breathing / menghisap ibu jari malposisi gigi individual crossbite posterior unilateral

asymetri rahang

asymetri wajah.

17

a. PERAWATAN GIGITAN SILANG

- Melibatkan satu gigi, sejumlah gigi atau seluruh lengkung gigi.


- Pada segmen anterior, posterior atau keduanya. - Lebih baik dilakukan pada periode awal, mencegah keparahan

sehingga melibatkan prossesus alveolaris, tulang basal maksila


- mandibula, bahkan TMJ dan asymetri wajah. - Hasil perawatan mempunyai sifat Self Retainer.

a. Gigitan Silang Posterior.


- Dibedakan gigitan silang posterior sederhana dan gigitan silang posterior fungsional.

- Disebabkan karena defisiensi maksila, over mandibula atau


kombinasi. - Perawatan dengan ekspansi lateral maksila dengan alat removable atau cekat.
18

ALAT UNTUK KOREKSI GIGITAN SILANG POSTERIOR

W - ARCH APPLIANCE

19

b. Gigitan Silang Anterior.

- Disebabkan pertumbuhan horisontal mandibula cenderung


berlebihan. - Perawatan dini lebih baik.

- Hanya dilakukan pada gigitan silang anterior sederhana yaitu :


jarak vertikal tidak berlebihan, overjet minimal, dimungkinkan retrusi mandibula edge to edge dan tersedia cukup ruang.

- Perawatan dilakukan dengan :


1. Teknik Tongue Blade. 2. Bidang Inklinasi Removable atau Cekat.

3. Alat Removable Maksila.


4. Alat Fixed Removable.
20

2. PERAWATAN GIGITAN SILANG ANTERIOR TAHAP AWAL

Merupakan hal yang umum bila I2 RA erupsi sedikit lebih lingual


dari pada I1 RA yang akan terkoreksi oleh karena tekanan oklusi atau lidah. Indikasi : - Linguo versi I2 RA dengan ruang cukup. - Kecenderungan kelas III ringan ( Herediter ). - Kecenderungan Crossbite anterior pada penderita dengan

profil Straight Face ( lurus ) oleh karena overjet yang minimal


( < 2 mm ).
21

PERAWATAN :
a. ALAT TONGUE BLADE ( T. B ) 1. Buat tongue blade selebar gigi / geligi yang palato versi. 2. Letakkan T. B pada insisal incisivus RB tanpa tekanan. 3. Dengan tumpuan tepi insisal incisivus RB, T. B diputar ke atas dan ke depan
TONGUE BLADE

menyentuh permukaan lingual gigi RA yang palato versi. Penderita disarankan menggigit dengan tekanan yang tetap.

4. Durasi 1 2 jam / hari, dalam 10 14 hari. 5. Disarankan orang tua mengawasi. 6. Sebaiknya dilakukan sambil nonton TV.
22

b. DATARAN MIRING CEKAT ( AKRILIK ).


1 1 : Palato versi.

2 1 1 2 : Abutment ( jacket crown )


DATARAN MIRING AKRILIK

23

3. PERAWATAN DIASTEMA ANTERIOR


Indikasi :
- Diastema bukan karena fenomena perkembangan sementara. Kontra Indikasi :

1. Primate Space ( RB ).
2. Ugly Duckling Teeth ( RA ). a. DIASTEMA SENTRAL KARENA FRENULUM LABII SUPERIOR

- Attachment rendah
- Perawatan : Frenectomy.

BLANCH TEST

b. DIASTEMA KARENA DISTOVERSI I1 RA

- Perawatan : Alat cekat / lepasan dengan kekuatan ringan


untuk menghindari pemendekan panjang akar gigi.
24

ELASTIK

TUBE

25

4. PENANGGULANGAN KEBIASAAN JELEK - Kebiasaan bayi dan balita menghisap jari atau

ibu jari sebagai kelanjutan kebiasaan refleks dari mamalia. - Normal apabila hilang beberapa bulan postnatal. - Berakibat jelek setelah usia 2.5 5 tahun rahang dan gigi. - Maloklusi karakteristik, open - bite dan geligi incisivus atas protrusif, geligi bawah kadang mengikuti. malformasi

- Maloklusi lanjut : menjulurkan lidah ke depan dan menekan


lidah ke depan waktu menelan. - Terdapat 4 cara penanggulangan :

a. Bantuan obat obatan pada jari atau ibu jari.


b. Alat mekanis pada jari atau ibu jari. c. Alat mekanis intraoral cekat atau removable d. Secara psikologis alat masler.
26

metoda DUNLAP dari John Hopkins

KOREKSI ANTERIOR OPEN BITE AKIBAT THUMB SUCKING

a. Open bite pada anak usia 8 tahun.

b. Crib Appliance

c. Keadaan gigi setelah

d. Perawatan selesai setelah 27 6 bulan

terapi 3 bulan

DIASTEMA YANG DISEBABKAN KARENA TEKANAN LIDAH

28

ALAT UNTUK TERAPI TONGUE THRUSTING

ORAL SCREEN APPLIANCE

29

ALAT UNTUK MENGONTROL KEBIASAAN BURUK

ALAT UNTUK MENGONTROL KEBIASAAN BURUK YANG DIREKATKAN PADA GIGI M1 DESIDUI. ALAT DILEPAS SECARA BERTAHAP, PERTAMA SPURS, LOOP DAN TERAKHIR SELURUH ALAT.

30

DISAIN ALAT YANG SALAH

ALAT MEMENUHI KONTUR PALATAL

SPURS MENEKAN PERMUKAAN LABIAL GIGI I RB, MENGHALANGI I RB BERGERAK KE LABIAL OVERJET >>> MALOKLUSI > PARAH.

31

5. LATIHAN OTOT ( MYOFUNGSIONAL THERAPY ) Indikasi :

- RA protrusif ringan & celah geligi anterior RA.


- Hipotonus otot bibir. - Gejala RB protrusif ( maloklusi klas III ). a. Latihan Otot Bibir : Tujuan : - Koreksi RA protrusif ringan & celah gigi

anterior RA.
- Koreksi hipotonus otot bibir.
32

Cara

: Menarik bibir atas ke bawah dan menekan geligi anterior RA diikuti bibir bawah menekan bibir atas.

33

b. Chin Cap

Tujuan :
- Menghambat pertumbuhan RB yang cenderung lebih cepat dari pada RA.

Kekuatan : > 300 gr ( 300 500 gr ).

HEAD CAP

ELASTIK

300 gr

34

VESTIBULAR SCREEN

TERDAPAT LUBANG UDARA BERUKURAN KECIL UNTUK BERNAPAS

35

VESTIBULAR SCREEN LENGKAP

LETAK VESTIBULAR SCREEN DI DALAM MULUT DAN CARA PENGGUNAAN VESTIBULAR SCREEN UNTUK TERAPI OTOT ORBICULARIS ORIS

36

DAERAH T. KETEGANGAN YANG SERING TERJADI PADA ANAK ANAK DAPAT MENIMBULKAN KELELAHAN OTOT ATAU KEBIASAAN YANG TIDAK DIINGINKAN SEPERTI, MENGHISAP JARI, MENGGIGIT BIBIR, MENGGIGIT KUKU, MENGHISAP PIPI, BRUXISM DAN CLENCHING. KEADAAN INI DAPAT DI ATASI DENGAN LATIHAN BIBIR YAITU : MENGHISAP BIBIR ATAS KE ARAH BAWAH HINGGA MENEKAN SEGMEN ANTERIOR RA, SEDANGKAN BIBIR BAWAH DILETAKKAN DI ATAS DAN MENEKAN BIBIR ATAS. LATIHAN INI DILAKUKAN SELAMA 15 30 MENIT / HARI SEBAGAI PROSEDUR ORTODONSI INTERSEPTIVE TERUTAMA PADA ANAK ANAK DENGAN BIBIR ATAS YANG HIPOTONUS DAN PENDEK.

37

PERAWATAN EKSTRAKSI SERI


Perawatan ekstraksi seri adalah program terencana untuk ekstraksi awal geligi desidui untuk menyediakan ruang bagi erupsi dan posisi

yang baik geligi permanen pengganti.


- Perawatan berakhir dengan ekstraksi 4 gigi permanen, umumnya premolar pertama. - Dilandasi pemahaman diagnosis ortodonsi terutama pertumbuhan perkembangan dento fasial. - Penjadwalan tepat waktu ekstraksi geligi desidui dan permanen mencegah maloklusi makin parah dan memperpendek waktu perawatan.

38

- Indikasi perawatan ekstraksi seri :


a. Oklusi molar kelas I. b. Kekurangan pertumbuhan lengkung geligi incisivus desidui. c. Incisivus permanen tumbuh ke arah labial / lingual atau torsi versi. d. Kekurangan panjang lengkung minimal 4 mm per kuadran. - Prosedur Perawatan ekstraksi seri di awali apabila ada gejala maloklusi gigi incisivus sentral mandibula. - Perlu perhatian khusus pada tahap ekstraksi molar dua desidui perlu mencegah pemendekan lengkung gigi dengan pemasangan busur lingual antara molar satu permanen kanan kiri sampai premolar dua erupsi.
39

Sejarah :
- Palsson : - Cabut 1 / lebih gigi yg tak teratur - Robert Bunon ( Perancis ) 1743 : memperbaiki geligi sisanya.

- Cabut gigi desidui untuk memperbaiki geligi permanen.


- Nance ( USA ) 1946 : - Berdasarkan Leeway Space dan determinasi panjang lengkung gigi

RB : 1.7 mm ; RA : 0.9 mm.


Indikasi : Dasar : Setelah M1 erupsi panjang lengkung gigi ( M1 M1 ) tetap justru berkurang oleh karena penyesuaian kedudukan molar ( molar adjustment ) RB : 1.7 mm ; RA : 0.9 mm. Syarat : Maloklusi klas I dengan profil muka seimbang dan harmonis.
40

Indikasi : 1. Umur 5 6 tahun geligi desidui berjejal ringan ( slight crowded ) atau tak ada celah diantara geligi anterior

desidui.
2. Tanggal premature gigi kaninus desidui, satu atau ke duanya ( fisiologis : akibat tekanan erupsi I2 ). 3. Rotasi dan tipping mesial M1. 4. Gejala geligi anterior berjejal ( I2 palato / linguo versi

atau rotas dan tumpang tindih dengan I1 ).

41

TEKNIK SERIAL EKSTRAKSI :


1. Ronsen Panoramik / OPG benih gigi ( lengkap atau agenese ),

pola erupsi geligi ( arah : normal / tidak dan urutan erupsi ). 2. Foto profil / ronsen sefalometri keseimbangan muka.

3. Studi model : imbangan ruang dan lebar geligi ( Metoda Moyers ). 4. Ronsen Periapikal : Metoda Nance, Huckaba. 5. Prosedur Serial Ekstraksi : - Tanpa pencabutan P1 ( ruang cukup ). Pencabutan P1 atau stripping ( ruang kurang ).

42

PROSEDUR SERIAL EKSTRAKSI :


1. Penyediaan ruang untuk erupsi / reposisi I2 cabut C ( desidui )

koreksi malposisi I2 atau gigi anterior berjejal. 2. RB : - Penyediaan ruang erupsi C - Penyediaan ruang erupsi P1 - Penyediaan ruang erupsi P2 RA : - Mempercepat erusi P1 - Penyediaan ruang erupsi C cabut M1. cabut P1.
43

cabut M1. cabut M2. cabut P1.

URUTAN SERIAL EKSTRAKSI. A.DIAGNOSIS AWAL DIBUAT BILA KEKURANGAN RUANG PARAH DAN GIGI INSISIVUS CROWDING. B. PENCABUTAN KANINUS DESIDUI UNTUK MENYEDIAKAN RUANG ERUPSI GIGI I. C. PENCABUTAN GIGI M1 DESIDUI DILAKUKAN BILA ATAU 2/3 AKAR P1 TELAH TERBENTUK MEMPERCEPAT ERUPSI P1. D. BILA P1 TELAH ERUPSI, GIGI TERSEBUT DICABUT DAN KANINUS ERUPSI PADA RUANG P1. SISA RUANG YANG ADA AKAN TERTUTUP OLEH TIPPING ATAU MAJUNYA GIGI POSTERIOR.

44

HASIL AKHIR
45

E. KEADAAN LAIN YANG MEMERLUKAN TINDAKAN SERIAL EKSTRAKSI. F. DIMULAI DGN PENCABUTAN M1 DESIDUI, TINDAKAN INI MEMPERCEPAT ERUPSI GIGI P1 PERMANEN. G. PADA SAAT P1 ERUPSI, GIGI TERSEBUT DICABUT, GIGI C ERUPSI MENEMPATI RUANG BEKAS PENCABUTAN P1. H. SISA RUANG YANG ADA AKAN TERTUTUP DENGAN ADANYA PERGESERAN GIGI POSTERIOR KE DEPAN.

46

NANCE HOLDING ARCH

TERDIRI DARI BAND YANG DISEMENKAN PADA M1 PERMANEN DENGAN HEAVY

WIRE 0.040 YANG TERLETAK KIRA-KIRA


PADA BAGIAN VERTIKAL DARI PALATAL. AKRILIK BUTTON DIGUNAKAN UNTUK MENCEGAH BERGESERNYA WIRE KE MUKOSA PALATUM. PADA GAMBAR UNTUK BEKAS ARCH

TERLIHAT : GIGI P1 TELAH DICABUT,


MEMUNGKINKAN ERUPSI PENCABUTAN BERFUNGSI P1. KANINUS RUANG HOLDING MENEMPATI

UNTUK

MENCEGAH

MIGRASI GIGI M1 KE MESIAL.

47

A. PADA AWAL PERAWATAN HARUS DIPERHATIKAN : HUBUNGAN MOLAR KELAS I DAN PERMULAAN PERTUMBUHAN AKAR DARI GIGI C DAN P1. B. PENCABUTAN M1 DESIDUI RB. 48

C. PENCABUTAN GIGI M1 DESIDUI RA, D. GIGI P1 TUMBUH DENGAN CEPAT MENDAHULUI C, OLEH KARENA ITU PROSESUS ALVEOLARIS TERBENTUK SEMPURNA PADA DAERAH INI. PERTUMBUHAN ALVEOLAR INI MENYEDIAKAN 49 TULANG SEHINGGA GIGI C DAPAT BERGERAK KE DISTAL SECARA ALAMI.

E. PENCABUTAN GIGI P1 RB SETELAH GIGI TERSEBUT ERUPSI DAN TULANG ALVEOLAR PADA DAERAH TERSEBUT TELAH MENCAPAI TINGGI NORMAL. F. PENCABUTAN GIGI P1 RA. 50

G. GIGI C PERMANEN BERGERAK KE DISTAL MENEMPATI RUANG BEKAS PENCABUTAN. H. HASIL AKHIR DARI TINDAKAN SERIAL EKSTRASI.
51